Skip to main content

Posts

Showing posts from 2015

When A Journey Has Ended; Another One Starts

Bertepatan dengan suasana pergantian tahun, ada yang baru dalam hidup saya. Bapak saya baru saja meninggalkan fase kedua hidupnya pada 29 Desember lalu. When a journey has ended, another one starts. Bapak kini memasuki kehidupan baru, alam barzakh, tempat yang gaib bagi penduduk dunia. Dekat namun tak terindera. Perasaan mengharu-biru saat Bapak tiada malah tidak terasa. Sepintas ketika sanak kerabat bertakziyah ke rumah Ibu, suasana lebih mirip arisan trah daripada suasana duka cita. Ibu tidak sesenggukan, pun saya, adik dan kakak saya. Air mata tentu saja ada, tapi tidak tumpah membanjiri ruang hati kami. Kehilangan, iya, tapi alhamdulillaah tidak ada penyesalan. Bapak pergi dengan catatan indah bagi kami, ahli warisnya. Hanya doa dan harapan yang tertinggal. Semoga kami dikumpulkan kembali di surga.

Minta Mahar

Menikah adalah salah satu hal yang paling mendebarkan sepanjang hidup. Apalagi bagi perempuan. Menikah bukan hanya soal ganti status tapi juga karena dapat hidup bersama dengan pujaan hati secara legal. Sungguh, yang legal itu menyenangkan :-D . Oke, status sudah berubah dari available menjadi unavailable anymore. Selanjutnya apa yang perlu dilakukan setelah lamaran dilangsungkan? Urus dokumen dari RT sampai KUA, berburu gedung, pilih catering, booking perias, dll. Sudah semua? Ada yang terlewat? Jangan lupa minta mahar!
Mahar adalah syarat sahnya nikah dalam Islam. Tanpa mahar, nikah tidak dianggap. Nah, lho. Kayaknya sepele tapi pentiiing banget. Jika jadi calon pengantin lelaki, jangan lupa bertanya ke calon istri, mau mahar apa.

Bedanya Lamaran Nikah Di Jogja Dengan Di Jawa Timur

Pas masih single dulu saya beberapa kali ikut acara lamaran nikah. Pernah berada di pihak calon mempelai laki-laki, pernah juga di pihak calon mempelai perempuan. Ternyata, meski sama-sama di Jawa, ada juga lho bedanya lamaran nikah di Jogja dengan di Jawa Timur. Lamaran nikah siapakah itu? Sayaaa... *ngacung*
Iya, saya asli Jogja, suami saya asli Madiun, Jawa Timur. Cerita lucu tentang bedanya lamaran nikah di Jogja dengan di Jawa Timur ini saya dapat justru setelah tujuh tahun kemudian. Lhah, lama amat. Perbedaannya bukan pada hal uba-rampe yang harus dibawa atau yang sejenisnya, ya, tapi ada di urutan basa-basi 'meminta'nya.

Lelaki Yang...Ah, Entahlah

Kemarin lusa suami saya pulang kerja lalu kembali lagi ke kantor dengan agak tergesa. Katanya calon pegawai yang baru, sebut saja namanya Adit, tadi tidak ada di tempat sewaktu suami saya pulang. Kantor harus ditutup hingga nanti petugas jaga malam datang selepas isya. Berhubung suami saya yang pegang kunci kantor, maka dengan membayangkan si Adit terkunci di luar, suami saya buru-buru ke kantor lagi. Sesampainya di kantor, tidak ditemuinya Adit. Hingga petugas jaga malam datang, orang yang dimaksud tak kunjung kelihatan batang hidungnya juga.

Anak Kecil Itu Mengambil Rapornya Sendiri

Catatan: tulisan ini bukan mengkritisi mereka yang harus berpisah dari keluarga dengan alasan syar'i. Dia berdiri menunggu di halaman sekolah di bawah pohon trembesi yang gagah. Dia menggeleng saat saya tanya apakah sudah dijemput. Saya terenyuh, sedih dalam hati. Hari ini, gadis kecil itu mengambil rapornya sendiri tanpa ditemani ayah atau ibunya. Teman-temannya hari ini ada yang dipangku ibunya, ada yang duduk bersebelahan dengan ibunya, ada yang menangis karena terjatuh lalu dihibur ibunya. Hari ini semua anak di sekolahnya mengambil rapor ditemani ibu atau nenek mereka, kecuali dirinya dan seorang temannya. Seorang anak laki-laki yang juga mengambil rapornya sendiri.

Pengalaman Beli Film Di Online Shop

Online shop, siapa sih yang sekarang nggak kenal dengan nama ini? Sebagai netizen, saya pernah mencicipi belanja di online shop meski baru kelas online shop di facebook. Satu-satunya barang sebelum ini yang berani saya beli adalah buku. Yoi. Menurut saya buku adalah jenis barang yang sudah jelas keadaannya. Kita bisa baca review-nya dulu atau bisa dengar dari teman. Saya belanja buku lewat teman dan lewat sebuah akun khusus jualan buku. So far so good, alhamdulillaah. Nah, setelah berani belanja buku, saya mencoba belanja barang lain: film anak. Pengalaman beli film di online shop ini agak beda.

Aneka Cara Main Hujan-hujanan

Musim hujan sudah benar-benar tiba. Hampir setiap hari langit bersaput mendung dan hujan turun. Hujan sudah betul-betul dilimpahkan kepada kita! Alhamdulillaah. Saya masih teringat ketika hujan begitu dinantikan. Dalam setiap doa, dilantunkan pula permohonan akan hujan. Kini Alloh sudah melimpahkan hujan yang deras untuk kita. Boleh baca juga kegembiraan saat hujan pertama turun: Tarian Hujan.Di lingkungan tempat saya tinggal, hujan di awal musim memberikan kegembiraan tersendiri. Ada perasaan gembira ketika hujan turun dengan deras. Ada dorongan untuk keluar rumah dan merayakan datangnya hujan. Apa saja? Ini dia aneka cara main hujan-hujanan:Main Air Sepuasnya Sampai KedinginanBegitu hujan deras turun, biasanya adaaa aja anak yang main di luar. Ada yang lari-larian, ada yang sekedar di depan rumah, ada yang berjalan berkeliling perumahan

Trembesi

Trembesi atau dikenal juga dengan nama Ki Hujan adalah pohon peneduh yang luar biasa. Tajuknya luas, pohonnya tinggi, buahnya terbungkus dalam polong yang kecil memanjang.
Di seputar tempat tinggal saya di Madiun Selatan, trembesi mudah dijumpai. Di sekitar pabrik gula ada, di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) juga ada. Di persawahan dekat tempat tinggal saya yang dekat sawah juga ada.

Duduk-duduk di bawah pohon serindang ini sangat menghanyutkan. Maksudnya bisa bikin jatuh tertidur, gitu. Kalau tidak malu dan keadaan aman, ayo aja deh :-D .

Teman-teman Dunia Maya

Saya sudah ngeblog selama 2,5 tahun. Tidak dinyana, tidak diduga, lewat ngeblog saya jadi punya teman-teman dunia maya betulan. Betul-betul hanya bercakap lewat internet, betul-betul belum pernah bertemu di dunia nyata. Aneh tapi nyata. Kalau sebelumnya saya berinteraksi di sosmed dengan orang-orang yang nyata-nyata saya kenal, sekarang bertambah dengan orang yang asing dan jauh. Anehnya lagi, kok ya bisa langsung klik ngobrol, bercanda, berbagi ilmu. Subhanalloh deh.

Nah, hari ini saya juga memulai petualangan baru, yaitu berkenalan dengan teman-teman dunia maya yang lebih banyak lagi. Selama ini saya bergabung dengan beberapa komunitas yang kebetulan senada.

Operation Thank You Pasca Pesta Nikah

Pesta sudah usai. Keriangan pengantin baru akan dimulai. Foto-foto indah di pelaminan sedang dinikmati. Kehebohan pindah ke tempat tinggal baru mungkin akan segera terjadi. Eits, tunggu dulu. Ada operation thank you pasca pesta nikah yang sebaiknya dilakukan sebelum pasangan pengantin benar-benar menikmati hidup baru mereka. Apa itu operation thank you pasca pesta nikah?
Ini adalah kegiatan mengucapkan terima kasih kepada pelbagai pihak yang telah membantu jalannya acara pesta pernikahan.

Hantu Dari Masa SMA

Serem nggak? Nggak. Ini bukan cerita hantu di sekolah kok, tapi hantu dari masa SMA. Kalau mau cerita hantu di SMA bisa baca kisah lama yang satu ini: Mengejar Noni. Selesai baca yang itu jangan protes, ya. Saya memang bukan pemburu hantu soalnya. Kalau dihantui, pernah. Gini ceritanya.
Catatan: ini pernah saya tulis di sebuah grup di facebook. Jadi kalau ada yang berasa pernah mbaca, yeah, it could be my story.
Siang itu saya duduk di kelas 3Bio. Dekat perpustakaan. Rasanya nggak nyaman banget. Pak Marno ada di dekat papan tulis. Saya dipanggil, disuruh mengerjakan soal matematika. Saya nggak bisa. Lalu Pak Marno berkata kira-kira begini (saya agak lupa kalimatnya), "Kamu nggak bisa lulus kalau nggak bisa kerjakan ini."

Folbek Apa Nggak, Ya?

Entah ada angin apa tiba-tiba saja akun twitter saya difollow orang-orang luar negeri. Ada dua puluhan akun. Emang siapa saya? Atau apa yang telah saya lakukan sampai mereka menfollow saya? Terkenal, enggak. Ngetweet sesuatu yang viral, juga enggak. Wong saya ngetweet kebanyakan juga cuma untuk share postingan ke grup-grup yang menyediakan diri untuk nge-RT itu. Baiklah, anggap saja ini rezeki dari Alloh, ya, jangan bilang mereka nyasar, ntar bisa terjebak jadi kufur nikmat.

Mengatasi Sakit Akibat Gigi Berlubang

Apalah daya, gigi saya baru saja melakukan aksi protes. Rasanya masya Alloh tidak nyaman. Nyut, nyut, gitu. Selain gigi geraham atas saya bolong cukup besar, geraham bungsu saya ada yang sedang tumbuh. Kalau sedang kumat sakitnya begini saya cuma bisa pringas-pringis dan memberi kode ke anggota keluarga untuk hiatus ngajak saya bicara.
Penyebab gigi saya bolong ini ada dua. Pertama karena saya malas sikat gigi sebelum tidur semenjak punya bayi. Malam-malam sambil ngeloni duo krucil saya ikut terlelap Rasanya mau bangun untuk sikat gigi itu sudah nggak ada daya. Males, gitu.

Buku Tulis Buatan Sendiri

Bikin buku tulis buatan sendiri? Kurang kerjaan banget sih! Tinggal beli saja kan beres. Bagi saya, tidak. Pada waktu anak sulung saya masuk SD, dengan penuh semangat saya belikan dia satu pak buku tulis. Saya tulisi namanya di sampulnya, saya tulisi juga nama mata pelajarannya. Saya berikan ke anak saya disertai instruksi 'how to'-nya. Anak saya manggut-manggut. Tapi...beberapa hari kemudian saya menemukan buku-buku tulis itu berubah menjadi buku gambar!

Film Anak Yang Baik

Kebanyakan anak-anak suka nonton film. Maka film untuk anak pun menjadi bisnis yang menjanjikan. Ada film yang bagus, bagus banget, ada juga yang jelek dan jelek banget. Nah, film anak yang baik itu yang seperti apa, sih? Menurut hemat saya ciri-ciri film anak yang baik itu adalah yang: Ada Orang Tuanya
Ada orang tua dalam film anak. Menurut saya ini penting. Orang tua itu panutan, pelindung dan pengayom bagi anak. Tanpa kehadiran orang tua, film anak menjadi berbahaya. Siapa yang akan menjadi penengah kala ada konflik, misalnya.Tapi jangan salah, orang tua di sini bukan berarti orang tua si tokoh betulan. Bisa jadi tokoh lain yang berperan sebagai sosok orang tua. Misal di film yang tokohnya mobil. Mobil mana punya orang tua? Nah, di sini ada sosok yang berperan sebagai ibu dan ayah.

Tarikh Muhammad SAW, Teladan Perilaku Ummat

Judul: Tarikh Muhammad SAW, Teladan Perilaku Ummat
Penulis: Tahia Al-Ismail
Jumlah halaman: xvi + 421
Cetakan pertama: September 1996
ISBN: 979-421-573-2
Penerbit: Srigunting (Divisi Buku Saku Rajagrafindo Persada), Jakarta
Sebuah buku jadul yang saya beli sekitar sepuluh tahun yang lalu ini terbilang istimewa buat saya. Tarikh Muhammad SAW, Teladan Perilaku Ummat, demikian judul bukunya. Ditilik dari judulnya jelaslah bahwa ini adalah buku sejarah biografi Rasulullaah Muhammad Sholallahu Alaihi Wasallam. Buku ini merupakan buku terjemahan yang judul aslinya The Life of Muhammad: His Life Based on the Earliest Source karya Tahia Al-Ismail. Saya sangat menghargai usaha dari A. Nasir Budiman yang telah menerjemahkan buku ini dengan bahasa yang sangat mengalir. Bahkan terasa cukup puitis di beberapa bagian. Entah karena memang karya aslinya demikian ataukah karena pemilihan diksi yamg tepat, yang jelas buku ini sangat menghanyutkan.

Buku Cerita Anak Bergambar Seri Rawat Dan Sayangi Aku

Judul Buku: Sst, Ayo Sembunyi!
Penulis: Nabila Anwar
Ilustrator: Inner Child Studio
Jumlah halaman: 36 halaman
ISBN: 978-602-366-058-2
Dimensi: 20 x 23 cm
Cetakan pertama: Agustus 2015
Penerbit: Tiga Ananda (Tiga Serangkai) "Teman, barang milik kita harus dirawat dan disayangi, lho. Agar awet dan nyaman dipakai, termasuk kaus kaki yang sering kita pakai."Buku cerita anak bergambar ini adalah salah satu dari Seri Rawat dan Sayangi Aku. Dalam buku ini diceritakan ada sepasang kaus kaki yang merana akibat tingkah laku pemiliknya, Sania, yang kurang mempedulikan mereka.

Mengenali Pola, Sifat Manusia Unggul

Pola atau pattern dalam Bahasa Inggris adalah rangkaian kejadian atau bentuk yang berulang. Meski ada penyela di antaranya, pola selalu dapat dikenali. Di masa dulu ketika ilmu pengetahuan belum menjadi raja, dunia dikuasai oleh mitos yang berasal dari pengenalan yang keliru terhadap pola (false pattern recognition), seperti keyakinan adanya wajah di bulan. Sumber foto: screen shoot dari serial Cosmos A Spacetime Oddyssey episode 3Dalam perjalanan sejarah manusia, terbukti adanya pola-pola. Seseorang yang mampu mengenali pola terlebih dahulu memiliki kesempatan untuk mengantisipasi.

Jadi Blogger Tuh Nggak Ada Duitnya

"Jadi blogger tuh nggak ada duitnya." Sebuah komentar yang bikin saya 'mak cleguk'. Duh, kalau pasukan blogger yang sudah eksis ngicipi rupiah dan dollar dari kegiatan ngeblognya pasti bakalan prihatin mendengar ini. Komentar ini tercetus gara-gara berita tentang seorang Henry yang meraup ribuan dollar karena keahliannya membuat aplikasi game dan dijual di playstore. Ya kalau blogger itu yang dilihat cuma saya, ya jawabannya "betul".

Yang Harus Disiapkan Jika Ingin Anak Bersekolah Di SD Full Day

Saya bukan pakar atau pemerhati pendidikan. Saya sih cuma pemerhati pendidikan anak saya, hehe. Tapi bolehlah saya berbagi hal yang harus dipersiapkan jika ingin anak bersekolah di SD full day. (SD full day school maksudnya. Tapi itu kata 'sekolah' sudah dipakai di singkatan SD. Masak dobel? Yang penting maksudnya seperti itu). Kenapa SD yang dibahas? Karena anak saya baru masuk SDIT tahun ini. Menilik beberapa hal, maka lahirlah tulisan ini.Yang harus disiapkan jika ingin anak bersekolah di SD full day tentu saja dana. Betul, tapi bukan cuma dana. Dilihat dari sisi anak, hal-hal inilah yang saya kira patut dipertimbangkan:

Menyapih Anak Dari Botol Susu

Barusan saya BW dan ninggal komentar di postingan tentang WWL (weaning with love) a lias menyapih dengan cinta. Dulu pas saya nyapih anak-anak alhamdulillaah tidak ada drama apa-apa. Sapih ya sapih, gitu aja, jadi saya nggak ada cerita spesial soal nyapih ASI. Iya, nyapih ASI. Kalau menyapih anak dari botol susu, nha...ini...baru ada ceritanya. Anak sulung saya mulai ngedot susu formula di usia lepas 6 bulan. Lulus ASI eksklusif, lanjut ke susu botolan, lalu lanjut disapih di usia 8 bulanan karena saya hamil lagi. Si nomor dua mulai kenal botol susu setelah umur satu tahun lebih dikit. Kalau si nomor dua minum ASI-nya sampai umurnya 2 tahun lebih.Bagi si sulung, botol susu ini sudah kayak ibunya. Pokoknya kalau dia lagi galau, terus ngedot, hilanglah semua galaunya :-D .

Tarian Hujan

Percaya nggak percaya tapi betul terjadi. Gerimis pertama Sabtu kemarin (7/11) dirayakan oleh anak-anak dengan tarian hujan! Satu, dua, ... Putaaaar.... Tentu saja tariannya diiringi teriakan girang, "Yeeey...! Hujaaan!!!"
*Padahal cuma gerimis*Ya, begitulah anak-anak. Mereka senantiasa bersyukur atas anugerah Sang Maha Memberi. Gerimis yang dinanti selama berbulan-bulan betul-betul dinikmati. Ah...saya juga ikut menikmati tingkah mereka saja. Itupun nikmat yang tak ternilai harganya, melihat tawa bahagia makhluk-makhluk polos itu.

Anak Perempuan

Berawal dari mata, turun ke hati
Berawal dari berduaan, terdampar di penyesalan. Apa, sih?
Sabtu pagi di TV, sudah ada berita anak perempuan hilang. Umur 16 tahun, diduga hilang saat sebelum sampai sekolah karena sudah dua hari tidak masuk sekolah. Si ibu menangis di TV, penonton sedih-sedih gemas di rumah. Aduhai, anak perempuan. Alangkah rentannya dirimu.Berdasarkan tontonan tadi, suami saya bercerita tentang muridnya dulu. Anak sekolah yang kenal mahasiswa pas acara naik gunung. Pulang dari sana dia lebih banyak bengong. Tak peduli apapun. Nilai di sekolah melorot. Guru di sekolahnya pun sudah tak sanggup lagi

Kupas Buku "Yuk, Ibadah di Dumay!"

Judul buku: Yuk, Ibadah di Dumay! Kiat Jitu Menjadi Remaja Gaul dan Unggul Penulis: Abdul Cholik Cetakan pertama: 2015 Jumlah halaman: xviii + 142 ISBN: 978-602-02-6871-2 Penerbit: Quanta (PT Elex Media Komputindo)Ibadah bukan melulu domainnya kaum berumur. Ibadah bukan pula cuma urusan kalangan pesantren. Ibadah wajib bagi semua orang dan wajib dilaksanakan di mana saja. Termasuk di dunia maya a lias dumay.Buku 'Yuk, Ibadah di Dumay!' ini diawali dengan penjabaran makna remaja gaul. Menurut penulis, seorang remaja yang gaul adalah remaja yang supel, akseptabel, enak diajak omong, tidak egois dan tidak jutek (Bab 1: Gaul Oke-oke Saja, halaman 2-10).

Harta Warisan Untuk Istri

Kemarin saya membaca sebuah blog post mengenai single-mom. Sebuah artikel menarik yang mengingatkan saya kepada kisah-kisah pilu istri yang menjadi janda karena suaminya meninggal dunia. Masalah klasik, ekonomi. Bukan hanya berkutat pada kehilangan tulang punggung pencari nafkah tetapi juga masalah harta warisan untuk istri. Harta warisan, sebuah hal yang tak jarang memicu sengketa dalam keluarga. Kecil atau besar seringkali berakhir sama: ricuh, saling tuduh dan seterusnya. Suasana duka mendadak berubah jadi perang terbuka. Adu argumen, saling unjuk bukti. Mengerikan. Naudzubillaahi min dzaalik. Pada beberapa kasus yang aman dari kericuhan, ada pula yang membuat miris. Harta warisan dibagi tanpa menyisakan untuk si istri.

Apa Kabar Momongannya?

[Ilustrasi ]
Di tempat belanjaan di pagi hari.
Si A:"Apa kabar momongannya?"
Si B: "Baik. Hari ini momongan saya minta alpukat." Momongan, artinya yang diasuh. Istilah ini bisa mendadak muncul saat seseorang merawat orang tua yang sudah tak bisa apa-apa lagi. Seperti dalam ilustrasi percakapan tadi. Selain istilah momongan ada juga istilah 'bayi' dan 'balita'. Sudah barang tentu keduanya merujuk pada objek yang sama: orang yang sudah sepuh dan harus selalu dibantu dalam banyak hal.Sepintas tak ada yang salah dengan istilah-istilah tadi. Tapiii...kalau ditelisik, ada aroma

I Screwed My Head The Wrong Way

Suatu pagi usai mengantar anak ke sekolah saya berjumpa seorang teman. Teman saya itu ibu dari teman anak saya di TK dulu. Sebut saja namanya Mama Aan. Masih mbak-mbak, masih muda dan cantik. Anaknya baru satu, ya temannya anak saya tadi. Ketemu dia, saya membatin, "Kok si Aan blum punya adek, ya? Padahal Mama Aan masih seger, muda dan cantik gitu?" Ups...astaghfirulloh. Emang apa hubungannya antara seger, muda dan cantik dengan punya anak lagi? Punya anak lagi itu nggak butuh seger, muda dan cantik. Kalau dititipi Alloh ya dititipi aja, gitu. Ah, I screwed my head the wrong way!

Hal Yang Wajib Dipelajari Lelaki Sebelum Menikah

Menikah? Siap aja! Tinggal ke KUA, beres. Bagi perempuan, menikah bisa mengubah banyak hal sehingga tak sedikit perempuan yang mempersiapkan kehidupan barunya dengan serius. Menikah itu bukan cuma upacara pernikahannya, lho, tapi juga hidup sesudahnya. Buat para lelaki, ada hal yang wajib dipelajari sebelum terjun ke dunia orang dewasa ini. Apa saja? Belajar Memuji Memuji siapa? Memuji istri, tentunya. Pujian bagi istri bagaikan tebaran confetti, bagaikan percikan hujan di siang terik. Sedangkan sindiran, celaan bagai kesenggol setrika panas yang lukanya nggak seberapa tapi bikin trauma. Belajarlah memuji. Apapun itu. Masakan istri, dandanan istri, ide istri,apapun. Kalau belum terbiasa memuji dengan kata-kata, cobalah

Indonesianfolktales dot com Kekayaan Budaya Yang Mendunia

Berlebihan tidak sih menyatakan bahwa budaya Indonesia mendunia? Tidak juga, saya kira. Dengan penyebaran orang-orang Indonesia ke berbagai penjuru dunia, budaya Indonesia pun mau tak mau ikut tersebar. Bagaimana dengan kekayaan budaya lisannya berupa kisah-kisah legenda yang sarat nilai moral? Belum adanya tolok ukur yang pasti bukan halangan bagi Indonesia untuk terus menghidupkan cerita rakyatnya. Bertepatan dengan terpilihnya Indonesia sebagai tamu kehormatan dalam perhelatan akbar Frankfurt Book Fair 2015, Komunitas Penulis Bacaan Anak meluncurkan situs indonesianfolktales.com .

Anak-anak Bapak

Kami bertiga adalah anak-anak Bapak. Kakak perempuan saya, saya dan adik laki-laki saya. Waktu kecil kami menamai diri kami 3D: Dewi, Diah, Didik. Top three is 3DMasa kecil kami nikmati di perumahan tentara, yakni di Kompleks AURI Lanud Adisutjipto Yogyakarta. Rumah dinas yang kami tempati ada di ujung Timur kompleks, berpagar persawahan, tepatnya di Blok K. Kalau teman-teman berkesempatan berkunjung ke Museum TNI-AU Dirgantara Mandala, teman-teman bisa berjalan ke

Masjid Besar Kuno Taman Madiun

Masjid Besar Kuno Taman Madiun. Nama yang unik, kan? Penampilannya seunik namanya. Dinamakan Masjid Besar Kuno karena memang ini masjid yang sudah lama berdiri. Arsitekturnya bermodel kuno, didampingi makam kuno juga. Sedangkan 'Taman' adalah nama kekurahan dan kecamatan tempat masjid itu berada, yakni Kelurahan Taman, Kecamatan Taman (makasih tambahan infonya, ya, Mbak Reni).

Perempuan 'Tak Sempurna' Pun Bisa Bahagia

Rasa senang membuncah di dada saya ketika datang kabar gembira dari seorang sahabat yang akan menikah. Seperti biasa, sebagai seorang gadis lajang kala itu (+- 8 tahun yang lalu), saya sebisa mungkin nguntit cerita dari si calon manten. Terlebih lagi saat itu posisi saya sudah single but not available anymore alias sudah dilamar. Pingin tahu dong ya gimana rasanya mau dipek (dimiliki) orang. Eh, ternyata silaturahmi saya ke rumah sahabat itu membuahkan rasa haru yang membiru. Bukan kisah lucu-lucu romantis yang saya dapat dari bibir sahabat saya, tapi malah kisah jatuh-bangunnya yang menurut saya luar biasa.
Sahabat saya, sebut saja namanya Sari, mencari calon suami. Umur 30 tahun membuatnya waspada tingkat tinggi. Beberapa kali ia berusaha mencari calon suami namun tak kunjung cocok. Profesinya sebagai

Anjuran Untuk Tidak Selfie Di Medsos

Selfie, welfie, tampaknya kini begitu marak. Bukan dominasi anak muda saja, ibu-ibu (dan bapak-bapak?) juga ada yang hobi selfie dan welfie. Tujuannya macam-macam, niatnya pun macam-macam. Tampilnya selfiers di medsos juga kemudian memicu pro-kontra hingga lahirlah anjuran untuk tidak selfie di medsos. Dari satu status, anjuran untuk tidak selfie di medsos ini dishare banyak orang sehingga menimbulkan gelombang kejut yang lumayan mengagetkan.

Pengemis Pun Harus Tahu

Ini cerita tentang pengemis. Pengemis pun harus tahu, saya kira. Seorang bapak kelam mendekati saya di parkiran, meraih pintu mobil yang memang sedikit terbuka karena saya berniat keluar, lalu berkata, "Minta uang. Untuk beli makan,"sambil menggerak-gerakkan tangannya menirukan gerak tangan yang menyuap makanan. Kaget, saya pun mengurungkan niat untuk keluar dan buru-buru merogoh dompet. Ada sekian ratus rupiah. Saya ulungkan ke bapak kelam itu. Dia mengambil uang itu lalu menghitung nilainya.

Jelajah Desa

Alhamdulillaah, saya sekekuarga ditempatkan Alloh di sebuah 'surga'. Berlebihan tidak ya, yang jelas perumahan tempat kami tinggal ini dekat dengan persawahan dan dekat jalan raya antarpropinsi. Mau cari yang hingar-bingar bisa, cari sanctuary juga mudah.
Persawahan dengan latar belakang Gunung Lawu dan burung-burung kuntul yang malu-malu. Di Barat ada bayangan Gunung Lawu, di Timur Gunung Wilis. Gunung Wilis dianugerahi pemandangan dan bentang alam yang luar biasa.

Buku 24 Resep Kue Dari Dapur Blogger Kece

Judul:
24Resep Kue dari Dapur Blogger KecePenulis:
Mechta Deera, Leyla Hana, dkk.ISBN:
978-602-0997-15-5Jumlah Halaman:
139 Terbit:
September 2015Penerbit:
SixmidadBonus:
7 Jurus Jitu Menulis Artikel How ToBuku 24 Resep Kue dari Dapur Blogger Kece ini bisa memiliki dua keistimewaan. Yang pertama, proses penyusunannya dilakukan dalam suasana kompetisi. Ya. Buku 24 Resep Kue dari Dapur Blogger Kece ini memang merupakan kumpulan resep peserta sebuah lomba, tepatnya Giveaway Mini: Sepotong Kue untuk Pakde yang diprakarsai oleh blogger yang penuh energi, Pakde Abdul Cholik.

Kenapa Anak Kecil Rentan Tertabrak Di Jalanan

Pernah melihat anak kecil menyeberang jalan secara tiba-tiba sampai nyaris tertabrak kendaraan bermotor? Jangan bayangkan di jalan raya antarpropinsi lho ya. Bayangkan saja kejadian ini di dalam perumahan ketika jam sibuk. Kenapa sih kok bisa begitu? Kurang pengalaman? Kurang perhitungan? Ternyata tidak demikian. Beberapa hari lalu saya menonton acara Bang Goes the Theory season 7 episode 4 di TV BBC Knowledge (sekarang BBC Earth). Di Bang Goes the Theory, sains dibahas dengan bahasa yang lebih merakyat dan disertai aplikasinya dalam keseharian manusia. Khusus di episode yang saya tonton tadi, dibahas soal keselamatan di jalan raya.

Gegar Bahasa

Kata Ibu, waktu saya awal bersekolah di TK, saya sempat mogok sekolah. Saya sih nggak ingat. Tapi kata Ibu karena gegar bahasa. Oh ya? Masih menurut cerita Ibu, di masa awal kehidupan saya *ciee*, Ibu mengajarkan Bahasa Jawa halus sebagai bahasa sehari-hari. Waktu itu lingkungan sangat mendukung. Kami tinggal di Kampung Mangkuyudan, Yogyakarta, yang masyarakatnya santun berbahasa. Umur 2 tahun (1979), Bapak dapat rumah dinas di Kompleks Lanud Adisutjipto Yogyakarta, maka kami pun boyongan ke sana. Di sana, bahasa resminya adalah Bahasa Indonesia.Sebelum bersekolah, tidak terasa ada masalah. Problem muncul ketika saya masuk TK seperti yang saya kisahkan tadi.

Ngeblog Untuk Membantu Orang Lain

Wow...apa lagi ini? Ngeblog untuk berbagi informasi dan pengalaman, ngeblog untuk terapi pribadi, ngeblog untuk dapat 'me-time', ngeblog agar eksis, ngeblog untuk dapat dollar, mungkin sudah pada familiar. Nah ini ngeblog untuk membantu orang lain. Apa coba?
Oh ya, sudah pada tahu ngeblog itu apaan, kan? Ngeblog adalah kegiatan membangun blog (web log) dengan cara menulis yang dilakukan di dunia maya. Dalam bahasa Indonesia bakunya apa, ya, ngeblog itu? Belum ada kayaknya. Cmiiw.
Dalam ngeblog, proses kreatif menulis menjadi begitu hiruk-pikuk. Ada proses mencari data, menganalisis, menyimpulkan, menjabarkan, hingga urusan sharing ke media sosial dan desain tampilan. Rumit amat? Rumit-rumit sederhana sih. Toh proses menulis itu sebetulnya

Jilbab Instan Yang Nyaman Dan Aman

Metamorfosis saya dalam urusan menutup aurat belum final hingga kini. Masih di tahap mana? Semoga di tahap kepompong, aaamiiin. Aneka ragam penutup aurat sudah saya alami. Mulai dari yang persegi, segi empat, segitiga sampai jilbab instan. Jilbab instannya pun macam-macam. Ada yang pendek, mini dan jilbab instan yang nyaman dan aman. Sengaja saya pakai kata jilbab, bukan hijab, soalnya saya sudah kadung akrab dengan istilah ini. "Eh,.sekarang dia udah pake jilbab lho. Alhamdulillaah." Gitu deh yang biasa saya dengar. Tapi yang penting, jilbab yang saya maksud di sini adalah tutup kepala yang betul-betul

Ternyata Tidak Cuma Di Iklan

Ternyata di kehidupan nyata ini ada beneran kejadian yang seperti di iklan-iklan susu. Tak percaya tapi nyata! Ini lho yang ternyata tidak cuma di iklan: Tulisan anak sulung saya sewaktu masih di TK (sekarang klas 1 SD). Jujur, saya kaget. Tidak menyangka. Kirain ini cuma ada di iklan. Berkaca-kaca? Jelas. Ternyata ekspresinya bukan cuma itu. Sulung saya itu juga bikin tulisan ini pakai aplikasi di ponsel:Fotonya saya yang buat waktu dia masih bayi. Foto ini sempat jadi foto profil saya di facebook juga.[update] eh... ada yang baru lagi!Hehe...terharu deh. Betul, ya, ternyata tidak cuma di iklan.

Buku 'Bintang Untuk Emak'

Tak ada darma yang sia-sia. Begitu tulis Pakde Abdul Cholik di halaman pertama bukunya. Ya. Segala amal perbuatan kita selalu direkam oleh Alloh SWT, dicatat oleh malaikat-Nya.
Buku 'Bintang Untuk Emak' ini sungguh menarik dibaca. Mengisahkan perjalanan hidup dan karir seorang Jenderal Bintang Satu TNI-AD. Jangan berpikir pembaca akan disuguhi kisah-kisah di medan perang karena memang sang penulis bukanlah seorang jenderal yang ngedab-edabi di medan pertempuran. Kehidupan penulis di dunia militer justru dipenuhi dengan proses belajar dan mengajar. Terbukti dengan panjangnya daftar pendidikan yang ditempuh baik di dalam maupun luar negeri (halaman 326).

Memilih Kado Untuk Pengantin

Musim nikah ya sekarang? Dapat berapa undangan bulan ini? Bakal bawa kado atau amplop nih? Nah, kalau bawa kado, mau bawa apa? Berikut ini beberapa pilihan yang dapat dipakai sebagai panduan memilih kado untuk pengantin:
Seprei
Seprei! Pasangan pengantin bakal bersyukur banget dapat kado ini. Seprei yang halus dan lembut dengan corak yang elegan dapat menjadi pilihan. Pilih yang bahannya bagus sehingga awet hingga bertahun-tahun.

Sepotong Lara Untuk Pengungsi

Air mata mau menetes. Rumah tak punya, makanan seadanya, pakaian pun entah ada gantinya atau tidak. Terluka, kelelahan, sedih, merana. Dan yang paling menyedihkan adalah rasa aman pun enggan mendekati mereka. Mereka adalah korban dari kerakusan manusia. Mereka adalah pengungsi. Pengungsi yang kini membanjiri daratan Eropa. Suriah, Afghanistan, mana lagi?

Masjid Baitul Izzah Nganjuk

Hari Minggu kemarin saya sekeluarga mengunjungi kakak ipar di Kertosono. Perjalanan Madiun-Kertosono kurang lebih memakan waktu 2 jam dengan kondisi jalanan lancar. Pulangnya kami manpir sholat di Masjid Baitul Izzah, Nganjuk. Masjid ini berada di Jalan Gatot Subroto, Nganjuk, dari Terminal Nganjuk masih ke Timur sedikit. Sedikitnya pakai ukuran mobil lho ya, bukan diukur dengan jalan kaki. :-D Yang bikin saya bahagia adalah karena ada area bermain di belakang masjid ini.

Tak Punya SIM

Jadi perempuan masa kini rasanya wajib bisa ini-itu. Termasuk berkendara. Bukan atas nama kebebasan, tapi sungguh bisa ke mana-mana secara mandiri itu melegakan. Antar anak ke sekolah, belanja ke pasar, bayar tagihan listrik, misalnya, bisa dilakukan sekali jalan. Sayangnya, saya terkendala oleh tiadanya Surat Izin Mengemudi. Ya. Saya tak punya SIM. SIM C saja tak punya apalagi SIM A. Karena tak punya SIM, saya dag-dig-dug kalau ada musim operasi lalu-lintas. Mending nggak naik motor saja deh.

Tuhan Itu Ada

Sungguh sebuah keajaiban. Keanehan. Tapi sungguh alamiah. Pagi itu, di kala gempa besar mengguncang Jogja dan sekitarnya, saya melihat Tuhan di hati manusia. Di antara jerit tangis dan kepanikan yang luar biasa saya menyaksikan kekuasaan Tuhan yang begitu besar. Tuhan itu ada. Usai getaran besar pertama, saya berkumpul dengan tetangga-tetangga. Yang satu bercerita ia lari keluar rumah saat ART-nya menyebut-nyebut nama Tuhan. Barangkali saat itu tetangga saya itu terpaku di tempat. Tetangga yang lain bercerita ia berlari ke luar sambil berkata, "Nyuwun ngapura, nyuwun ngapura! (Mohon ampun)". Mohon ampun kepada siapakah dia?Ada lagi tetangga yang bercerita bahwa tetangga yang lain yang terkenal abangan agamanya mendadak menyebut nama Tuhan. "Gusti Alloh!" katanya.

Tentang Nama Diah

Ini bukan tentang 'About Me' lho, ya. Ini tentang nama Diah. AADD: Ada apa dengan Diah? :-) Diah, nama yang diberikan orang tua kepada saya, artinya dwi, eh, artinya perempuan yang cantik. Saya sih nggak protes dikasih nama ini :-D . Nama adalah doa, kan? Diamini saja.Diah, mengundang nama panggilan yang beragam. Dulu zaman SD saya biasa dipanggil 'Diah' dengan nama olokan 'uyah' a lias garam. Ah, kenapa juga harus ada nama olokan, ya. Padahal dah jelas nama saya bagus artinya.Pernah juga saya malu punya nama Diah, gara-gara pas SMP

Membuat Wadah Gantung Dari Botol Bekas

Di rumah lagi banyak botol plastik bekas air mineral. Anak-anak lagi suka ngumpulin barang bekas. "Untuk dibikin karya", kata si kecil. Karya apa juga belum jelas tapi botol-botol itu tidak ada yang boleh dibuang. Waduh...
Okelah. Ndilalah saya sedang sering kesal gara-gara segala macam barang nggak jelas keberadaannya. Namanya anak-anak itu, apa aja dipakai mainan. Mau barang bekas, barang terpakai, bagi mereka adalah mainan. Termasuk remote control TV, dekoder dan yang lain. Jadilah saya mengolah botol bekas tadi jadi wadah remote. Setelah jadi, ternyata bisa juga dipakai nyimpan HP, charger, kacamata, dompet, dll.

Mudah saja mbuatnya. Bahannya cuma botol plastik yang sudah bersih dan kering serta gunting.


Kelihatan nggak? Ada yang nebeng.
Ukur dulu seberapa tinggi barangnya. Lalu botolnya dipotong melintang. Nggak pakai digarisi segala, yang penting rapi dan nggak tajam.


Setelah itu potong salah satu bagian membentuk kantong. Bagian ini nantinya jadi bagian depan.


Setela…

Surat-surat Favorit

Surat-surat ini bukan suratnya R.A. Kartini, bukan pula surat-surat zaman saya suka surat-suratan. *eh* Tapi surat-surat favorit itu mengingatkan saya pada sosok-sosok penting dalam hidup saya. Surat-surat favorit yang sering dibaca dalam sholat. Ya. Surat-surat dalam Al-Quran. Surat Al-Lail, Ar-Rahman dan Al-Waqi'ah
Ini surat-surat favorit ibu saya. Ibu menghapal surat Al-Lail karena penasaran dengan isinya yang ternyata menitikberatkan pada manusia yang ingin kebaikan dimudahkan jalannya, sedangkan yang menghalangi kebaikan disukarkan jalannya.Selanjutnya, Surat Ar-Rahman. Ini fenomenal. Waktu itu ibu menghapalnya sambil mendengarkan kaset qiroah. Jadi ibu membacanya pakai dilagukan padahal napasnya putus-putus. Walhasil anak-anaknya pun ikut terbawa cengkoknya.

Ojek Sambilan

Kalau di kota-kota besar marak adanya ojek online, di tempat saya ada ojek sambilan. Tukang ojeknya orang sini, penumpangnya ya orang sini juga. Dari sini, oleh sini, untuk sini. Hehe... Setidaknya di RT tempat saya tinggal sudah ada dua orang tukang ojek sambilan. Sebut saja namanya Mr. B dan Mr. J. Keduanya punya toko di rumah. Mr. B selain punya toko juga berdagang keliling makanan ringan plus jadi agen asuransi. Toko dijaga Mrs. B yang kalau pagi juga jual makanan di sekolah. Di antara waktu luang itu (saya mah bingung di mana letak luangnya), Mr. B menerima permintaan ojek.

Saat Yang Tepat Untuk Bakar Sampah

Mulai jam setengah sebelas malam tadi sampai jam satu dini hari ini saya terganggu asap bebakaran sampah. Pas lagi bangun, pas ada asap. Ya sudah, nggak bisa tidur deh. Bau asapnya aneh pula. Nyesek macam bau karet terbakar. Entah siapa yang bakar sampah di jam segitu. Saya sih menaruh prasangka kepada sosok tetangga yang kerap membakar sampah. *hus!* Hmm...sebetulnya kapan sih saat yang tepat untuk bakar sampah? Malam atau siang atau pagi atau sore?Gambar pinjam dari http://acikadk.blogspot.in/ Kegiatan bakar sampah dinilai sebagian orang baik dilakukan. Alasannya jelas: sampah mudah disingkirkan secara cepat. Ada juga yang tak setuju kalau sampah dibakar karena

Merdeka Atau Berhenti Ngeblog!

"Merdeka atau Mati!"

Gambar dari https://jurnalperigi.wordpress.com/2014/01/17/kekuatan-tipografi-sebagai-propaganda-partisipatif-yang-membangun-indonesia/?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C7743806059

Coretan di dinding-dinding dan di berbagai tempat di masa perang kemerdekaan kala itu mencerminkan tekad yang pasti. Jika tak bisa merdeka, maka maju hingga mati tak dapat ditawar. Untuk apa hidup jika tak memiliki jalan hidup sendiri? Demikian juga dengan menulis. Apa guna ngeblog jika tak bebas? "Merdeka atau berhenti ngeblog" barangkali pilihannya.

Perempuan Dengan Rok

"Mbak, mau nggak gantiin punyaku. Aku beli rok ternyata kekecilan. Situ kan suka pake rok." Oh ya? Saya baru sadar kalau saya ini sering pakai rok setelah seorang tetangga bilang begitu. Saya suka pakai rok? Masak sih?Habis pembicaraan itu saya mikir-mikir sambil mengingat-ingat. Iya, ya. Kemarin pakai rok itu, hari ini rok ini, buka lemari kok ya banyak roknya. Eh tapi terus kenapa kalau saya suka pakai rok? Kok diri ini kayak nggak terima dibilang suka pakai rok? Rok itu kan memang pakaian perempuan?

Apa Terjemahan 'It' Dalam Bahasa Indonesia?

"It's working!" kata seorang tokoh di film anak. Si tokoh bahagia karena robot yang ada di rumahnya bisa bekerja setelah dinyalakan. Terjemahan yang muncul untuk "it's working!" adalah "itu bekerja!". Itu?
Bukan cuma sekali saya mendapati 'it' diterjemahkan sebagai 'itu'.
"It sounds great!" diterjemahkan menjadi
"Itu terdengar menyenangkan!"

Ayam Goreng Mbok Mi Ponorogo

Mau wisata kuliner Ponorogo yang bernuansa pedesaan di mana, ya? Di sini aja: Ayam Goreng Mbok Mi Ponorogo. Lokasinya di Desa Babadan, Ponorogo. Kalau dari arah Madiun, setelah perempatan gerbang masuk Ponorogo lurus ke Selatan. Ada ancer-ancer Gudang Bulog Ngrupit di kiri jalan, masih terus. Lalu di kanan jalan ada Kantor Pos Purwosari. Nah, persis di sebelah kantor pos itu ada gang, masuk ke situ (belok kanan). Tidak perlu jalan jauh, di kiri jalan ada rumah tua ini. Inilah Warung Ayam Goreng Mbok Mi.

Takut Ulat

Sungguh saya takut ulat! Takut banget! Ulat yang kecil pun saya takut apalagi yang gemuk besar ginak-ginuk kloget-kloget. Huaaa...!!! Seperti hari Minggu ini (2/8) pas saya ke rumah mendiang mertua yang sekarang jadi kantor perusahaan keluarganya suami saya. Usai beberes njemur daun sirsak untuk jamu suami saya, tiba-tiba saya merasa ada yang nggak beres di jilbab saya. Kok kayak ada suara 'kresek-kresek' gitu.

Pasangan Suami-Istri Tipe Hati-Hati

Suatu malam suami saya menunjukkan beberapa foto sanggul unik binti cantik di facebook. "Apik, Bu." panggilnya. Memang unik-unik. Walau hanya sanggulnya saja yang diperlihatkan, saya cukup yakin wajah si empunya sanggul juga cantik. Usai menanggapi suami, saya jadi mikirin rambut saya. Weh, kapan ya terakhir saya mempercantik rambut? Lima tahun yang lalu, kali. *meringis* Saya pun jadi merasa bersalah kepada suami. Mestilah suami saya menunjukkan foto-foto sanggul tadi ada maksudnya. Entah sengaja entah tidak, yang jelas dia tertarik dengan gaya rambut tadi, yang sayangnya dia temukan di perempuan lain, bukan di kepala istrinya.

Kue Kolak Bintang Satu

Tumben-tumbenan saya nulis resep. Ahai, ada apa? Salah seorang guru saya di dunia blogging, Pakde Abdul Cholik, akan berulang tahun! Beliau menggelar sebuah mini giveaway yang unik dan menggelitik. Gimana nggak, sudahlah dibuka pas mau lebaran, DL-pun dirahasiakan. :-D Saya jadi mikir bikin ini-itu. Setelah nyoba ini-itu, jadilah ini: Kue Kolak Bintang Satu.
Langsung aja, ya ke resepnya.
Bahan:
250 gr ubi (saya pakai ubi kuning)
50 gr gula merah atau sesuai selera
90 cc air untuk membuat air gula
2 pisang kepok kuning
2 lembar daun pandan
Kayu manis batangan sesuai selera
Garam seujung sendok teh.



Alat:
Kertas roti kukus
Cetakan roti kukus
Panci untuk merebus
Saringan teh
Oven

Cara membuat:
Cuci bersih, kupas dan potong-potong ubi.

Potong kecil-kecil satu buah pisang untuk adonan dan potong melintang satu buah pisang yang lain untuk hiasan.
Rendam sebentar satu lembar daun pandan dalam air mendidih agar lemas, lalu potong-potong bentuk bintang.

Belajar Mengaji Dari Masa Ke Masa

Anak sudah mulai masuk sekolah itu berarti emak bapaknya juga ikut belajar. Untuk persiapan kalau ditanya-tanya anak seputar tugas dari guru mereka deh. Termasuk belajar mengaji. Saya belajar lagi nih pas anak saya dapat buku model baru. Rupanya metodenya beda lagi. Iseng-iseng saya kumpulkan buku belajar mengaji dari masa ke masa yang sempat saya saksikan. Ini dia:

Pilih Sendiri Sekolahmu

Sebentar lagi masuk sekolah. Tahun ajaran baru dimulai. Anak sulung saya masuk SD tahun ini. Pilihannya ke SDIT. Saya senang saja anak saya milih SDIT. Selain karena dekaaat banget sama rumah, juga karena guru-gurunya yang saya lihat bersungguh-sungguh dalam beragama. Semoga gurunya istiqomah dan anak saya senang bersekolah di sana. Yang saya herankan, anak sekarang memang milih sendiri sekolah yang diinginkan, ya? Ditawari SD ini dan itu, nggak mau. Keukeuh minta ke SDIT. Dulu, waktu masuk TK juga begitu. Dipilihkan nggak mau. Didaftarkan di TKIT dekat rumah, nggak mau sekolah. Diajak ke TK lain, nggak mau. Maunya setelah diajak ke TKnya ayahnya dulu yang luas tempatnya dan bisa dipakai untuk lari-larian. Hehe...ya bener anak saya dong. Anak kecil kan suka bergerak bebas.

Makan Malam Hore-Hore

Wah, sudah lewat lebaran, ya? Apa kabar semua? Sudah dua belas hari blog ini 'bebas' dari tulisan baru. Maafkan saya, lebaran kali ini banyaaak sekali acaranya. Sampai-sampai sms dari teman ada yang belum sempat saya balas. Dan, ya, saya sungguh berharap dimaklumi, hehe... Lain kali kalau mau liburan, sebaiknya saya nabung draft dulu biar nggak kosong melompong. Aih, memalukan... Oh ya, di kesempatan ini saya ucapkan Selamat Idul Fitri kepada teman-teman. Mohon maaf lahir batin, ya. Terkhusus untuk muslimin dan muslimah, saya ucapkan taqobbalallohu minna wa minkum. Semoga Alloh menerima (amal baik) dari saya dan dari teman-teman sekalian. Aaamiiin.Yuk, yuk, dilanjutkan ngobrolnya. Ada cerita apa pas lebaran? Banyak. Kumpul keluarga di Jogja yang alhamdulillaah bisa full team, kumpul keluarga di Madiun yang juga alhamdulillaah bisa full team, cerita perjalanan mudik dan balik yang ramai lancar. Tapi berhubung sudah ada stasiun TV yang mengabarkan arus mudik dan arus balik, say…

Joglo Manis Ponorogo

Sore tadi (12/7) saya sekeluarga ngabuburit ke Ponorogo. Niatnya cari baju buat bapaknya anak-anak. Baru setengah perburuan si kecil sudah merengek. Mintanya sih istirahat, tapi sebetulnya dia lapar. Okelah, baru dapat baju atasan gpp. Dilanjut besok saja tanpa anak-anak. Sekarang isi perut dulu. Di mana? Di rumah makan favorit kami: Joglo Manis Ponorogo. Sudah beberapa kali kami makan di Joglo Manis Ponorogo dan belum pernah kecewa. Saking belum pernah kecewanya, sampai-sampai kami malas cari tempat makan yang lain. Kalau ke Ponorogo ya makannya di Joglo Manis :-) .

Sensasi Nangkring Di Page One

Blogger norak ini sedang berbahagia. Di tengah suasana mudik yang makin kental, iseng-iseng saya googling dan menemukan beberapa tulisan saya nangkring di page one. Woooh...senengnyaaa... Ini Blogger Dewasa. Nangkring bersama artikel pembatalan pelarangan konten dewasa oleh blogger (blogspot).Ilustrasi Blogger Dewasa saya temukan di halaman ke sekian.

Don't Do Iftar Together

Don't do iftar together! Don't, if you just want to show off. Iftar means to end daily Ramadhan fasting at sunset, as soon as possible after hearing call for prayer. Iftar together means some people have an arranged iftar at the same place and time. What's good about iftar together is that iftar can strengthen the bound among the members whether they are collegas or friends or extended family members.

Blogger Dewasa

Kemarin lalu saya membaca sebuah artikel di blog yang cukup panas topiknya, yaitu tentang pendapat seorang tokoh terkenal di negeri ini yang menuai kontroversi. Pada tulisan itu sang blogger menyetujui pendapat sang tokoh. Tentu sah-sah saja. Blogger itu kan juga warga negara yang dijamin kebebasannya untuk mengeluarkan pendapat.
Yang menarik, sang blogger pada awal tulisannya mempersilakan calon komentator yang kontra dengan pendapatnya (dan pendapat si tokoh) untuk minggir dulu dari forum. Jadi, intinya, si blogger (sedang) tidak ingin mendengar komentar miring yang kadangkala suka bikin panas hati

Mendoakan Keburukan Bagi Diri Sendiri

Bulan lalu ada kabar tak mengenakkan di tempat suami saya bekerja: ada karyawan lapangan yang menggelapkan uang perusahaan plus menggadaikan kendaraan dinasnya. Ketika diselidiki ternyata karyawan yang ini punya utang banyak di luar selain uang yang digelapkan. Astaghfirulloh. Bukannya saya mau ngrasani a lias ngegosip ya, ini untuk pelajaran saja. Uang segitu banyaknya di kemanakan saja? Bangun rumah tidak, judi tidak, istri baru pun tidak. Sungguh sesuatu yang tak patut ditiru. Naudzubillaahi min dzaalik. Di akhir cerita,

Cara Mengatasi Writer's Block A La Blogger Rumahan

Tulisan ini terinspirasi dari pengalaman saya sendiri terkurung dalam sebuah pasungan ide a lias writer's block. Sungguh sebuah kondisi yang membingungkan. Ide mandul atau mejen. Tahu mejen kan? Itu lho keadaan mercon yang sudah disulut tapi nggak jadi meledak der der duer cether cether. Melempem. Yak, tul. Begitulah saya berhari-hari terakhir ini. :-( Ya, ya, banyak cara untuk keluar dari writer's block, salah satunya saya dapat selama ketersesatan saya di dunia mejen tadi. Apppa saja oleh-oleh dari negeri antah-berantah yang sama menakutkannya dengan wonderland-nya si Alice ini? *saya betulan nggak suka cerita itu* Ini dia cara mengatasi writer's block a la blogger rumahan:

Mengajari Anak Berpuasa

Ujian itu bernama mengajari anak berpuasa. Saya tidak ingat pada umur berapa persisnya saya mulai berpuasa. Yang jelas berpuasa saat masih kecil dulu terasa berat karena meski saya tidak tergolong banyak makan tapi tetap saja godaan berkeliaran menggoyahkan iman. Tahun ini anak saya sudah berumur 6 dan hampir 5 tahun. Sudah saatnya saya ajari mereka berpuasa. Puasa hari ketujuh ini merupakan hari kedua mereka belajar berpuasa. Terlambat? Saya pikir tidak. Mengajari anak berpuasa itu membutuhkan kesiapan mental yang tak sepele. Ya mental si anak, ya mental orang tua. Nah, sebagai langkah awal, saya memberlakukan peraturan sebagai berikut:Sarapan sebagai sahur
Tidak ada cerita saya membangunkan anak sebelum subuh untuk ikut sahur. Tidak. Saya biarkan saja mereka terlelap seperti biasa dan bangun seperti biasa. Kenapa?

Preparing Mudik with Kids

It's 4th Ramadhan and I've already written about mudik? That's OK. There is nothing to lose to prepare everything earlier, right? So, here's why and how I go mudik. Mudik means going to hometown from the place where we live. My family and I usually go to my hometown, Jogja, several days before Idul Fitri to visit my parents, family and relatives. We stay in Jogja until D+1. On D+2 morning we leave Jogja for Madiun. My family-in-law usually gather on 3rd Syawal. Which Syawal do we choose? It's the Government Ordinance's.We travel by private car, so it's much easier to plan and arrange everything. The first preparation is the route. The main route from Madiun to Jogja via Ngawi usually is very, very crowded.

Mental Rendah Diri

Rendah diri adalah rendahnya rasa percaya diri. Ini adalah sebuah tanda bahaya. Apa jadinya jika mental inferior ini menjangkiti sebuah komunitas atau bahkan bangsa? Malam ini saya baru saja menonton acara TV bertajuk VICE musim ke-3 episode 8 di saluran FoxCrime. Aslinya episode ini ditayangkan pada bulan Mei 2015 di Amerika Serikat. Dalam episode ini dipaparkan dua topik, namun yang menarik perhatian saya adalah topik kedua yakni jasa persewaan pria berkulit putih! Nah, lho! Prostitusi? Bukan. Yang saya tonton malam ini adalah pria-pria berkulit putih yang bersandiwara sebagai ditektur atau dokter di China. Di sana, sebagian dari kelas menengah ke atasnya memandang pria berkulit putih itu sebagai sebuah prestise. Pria berkulit putih itu meyakinkan, terpelajar, pebisnis sukses dan label-label penuh gengsi lainnya.

Kisah-kisah Unik Berpuasa

Puasaaa! Sebulan penuh berpuasa memiliki cerita tersendiri. Meski lapar dan haus tapi selalu ada kisah-kisah unik berpuasa yang mengesankan. Semuanya menjadi kenangan yang menyenangkan sekaligus sebagai pengingat mana yang benar dan mana yang salah. Mulai dari telat sahur, tak sempat sahur, hingga puasa saja tanpa sholat. Nah, berikut ini kisah-kisah unik berpuasa yang diceritakan dalam kekuarga saya. Sahur Terlalu Malam
Sahur itu sunnahnya dilaksanakan di akhir waktu. Mengakhirkan sahur, gitu, supaya tubuh tak kehabisan tenaga di saat puasa. Ada sebuah hadits yang menunjukkan keutamaan mengakhirkan sahur yang bisa dibaca di laman ini.Namun di masa kecil ibu saya (tahun 50-an), sahur dilaksanakan kapan saja di malam hari.

Taman Pintar Jogja, A Wish Of Mine

Taman Pintar Jogja, who hasn't been there? Me! Taman Pintar. Pic taken from www.tamanpintar.comI wished to bring my sons here, to Taman Pintar, last year. We were having a long holiday at the end of the year. We stayed at my parents' house along the holidays and I arranged a nice vacation to Taman Pintar, a place where I believed my sons would love. I would bring them to explore the Playground area where they could do some simple science experiments and excercise, such as the Whispering Parabola Dishes, Singing Walls, Color Spectrum, Tree House or Shaking Bridge.

Pasar Tradisional Dan Barang Gembolan

Apa sih yang terlintas ketika mendengar kata 'pasar tradisional'? Ramai? Asyik? Berisik? Kotor? Persaudaraan? Tawar-menawar? Tolong-menolong? Copet? Apapun itu, semua tergantung pengalaman masing-masing. Ada yang senang ke pasar, ada juga yang enggan. Semua tentu punya alasan tersendiri. Berhubung pengalaman kita tentang pasar tradisional bermacam-macam, tentu beragam pula cara betinteraksi di pasar tradisional. Kalau prinsip saya di pasar itu ikut-ikutan.

Selapanan Manten

Sama Jawanya, tapi ada bedanya. Ini soal tradisi. Di Madiun sini orang masih banyak yang menjalankan tradisi, baik kelahiran, pernikahan ataupun kematian. Di sini tidak sedikit yang masih melaksanakan kegiatan pasca mantu. Wah, apalagi nih? Jujur saya baru tahu ada yang seperti ini: selapanan manten.
Bentuk acaranya apa? Yang saya alami di sini adalah bagi-bagi berkat.

Bulan Januari lalu tetangga yang satu blok dengan saya mantu. Selepas itu si empunya hajat mengirim berkat berisi nasi dan lauk-pauknya. Kaget juga saya waktu tetangga saya itu bilang berkat itu untuk syukuran selapanan.

Oleh-oleh Dari Palembang

Oleh-oleh lagi, oleh-oleh lagi. Iya, dong. Siapa yang tak girang dapat oleh-oleh? Kali ini oleh-oleh dari Palembang, Bumi Sriwijaya.
Pempek? Yak tul! :-)
Ceritanya di bulan Mei lalu ibu saya menjenguk cucu barunya di Palembang. Saya dirukir ke Jogja menggantikan Ibu menemani Bapak. Satu pekan persis Ibu di Palembang. Sebelum pulang, Ibu ngabani supaya dijemput dua orang dengan dua sepeda motor. Iya lho. Rumah Ibu cukup dekat dengan Bandara Adisutjipto, jadi cukup dijemput pakai motor. Tapi, dua motor? "Oleh-olehnya setengah meter," kata Ibu.

Kisah Lansia (Bagian 3)

Setelah kurang lebih sebelas hari di Jogja menemani Bapak, saya dan anak-anak kembali ke Madiun.
Baca juga: Kisah Lansia (Bagian 1)
Dan Bagian 2-nya.
Sesampainya di Madiun, teman-teman bertanya tentang kabar bapak.
"Sakit apa, to?"
Ya, itu sulit dijawab karena bapak bukannya sakit tapi sudah sepuh. Itu saja. Gejala parkinson ada, menurut seorang dokter syaraf, tapi selama di Jogja saya tidak melihat tanda-tanda itu di diri Bapak. Wallohu a'lam kalau memang ada dan saya yang tak bisa melihat gejalanya.

Kuah Bakso Seharga Lima Ribu

Bakso, jajanan kesukaan anak-anak saya. Bisa jadi hiburan di kala susah makan dan malas masak ;-) . Bakso di Madiun sini harganya beragam, mulai dari lima ribu sampai sepuluh ribu per mangkok. Tentu itu harga di warung bakso pinggir jalan lho ya, bukan di tengah jalan, eh, di restoran maksudnya.
Akhir pekan kemarin (30/5), saya ngajak anak-anak mbakso murah meriah di warung di kecamatan sebelah. Harganya per mangkok lima ribu saja. Ada tiga pilihan: bakso kecil,

Merawat Diri Di Safana Salon & Spa Maguwo

Saat meliburkan diri kemarin di Jogja, saya menyempatkan diri merawat diri di Safana Salon & Spa, Maguwo, Banguntapan, Bantul. Salon ini baru aja buka, belum ada satu bulan saat saya ke sana pertengahan Mei ini. Sudah lama pingin nyalon. Fyi, di Madiun jarang (atau malah belum) ada salon khusus muslimah. Mumpung di Jogja dan anak-anak ada yang jagain, maka berangkatlah saya bersama kakak saya ke sana. Dekat pula! Cuma lima menitan naik motor.
Letaknya salon ini di Jalan Maguwo. Itu tuh, kampus STTA ke Selatan. Kalau belum tahu kampus STTA ya dari Blok O deh. Blok O itu di belakangnya RS AU Dr. Hardjolukito. Iya, JEC ke Timur :-)

I Hope BEC Has This

Blog English Club (BEC) is one of the reasons why I write. I'm really glad that I have a routine activity in blogging by answering its weekly challenges. Now BEC has already got 200 followers. Good job, guys! But, still, I hope that BEC has this:a facebook group.I prefer facebook than any other social medias and I found that communicating through a facebook.group is fun and easy. I really hope this can come true :-)#This post is for BEC's 1st giveaway. If you want to know more about BEC, please visit this link. You'll find a lot of fun there.

[Prediksi] Artikel Yang Banyak Dibaca Selama Ramadhan

Apa yang laris di bulan Ramadhan? Bolehlah sekali-sekali saya bikin prediksi artikel yang banyak dibaca selama Ramadhan. Sebetulnya bukan cuma di bulan Ramadhan, ada juga yang laris dibaca menjelang Ramadhan. Apa saja, sih? Ini dia:Resep Masakan
Setuju, dong, kalau resep masakan paling banyak dibaca selama Ramadhan. Masakan di sini termasuk juga minuman, bukan cuma makanan saja. Resep bikin santap sahur yang praktis, resep kolak hingga resep bikin kue lebaran.

Kisah Lansia (Bagian 2)

Bapak Jatuh!Suatu pagi saya dibangunkan oleh Kiki, cucu paklik saya yang tinggal dengan bapak dan ibu.
"Eyang Kakung jatuh di musholla, mbak!"
Spontan saya lari ke arah musholla. Betul. Bapak sedang duduk di bawah! Kiki dan saya pun menarik bapak ke atas. Alhamdulillaah bisa berdiri dengan selamat."Kenapa, Pak?" tanya saya.
"Bapak mau sujud syukur karena kakinya sudah enakan," jawab bapak.
Bapak memang terlihat lebih lincah saat itu sampai bisa

Koklea Untuk Ubii

Dear Ubii,

Salam kenal, ya. Bude beberapa kali jadi silent reader di blog Mami Ubii. Pernah juga ikut GA-nya Mami. Tapi, 'kenal' Ubii baru kali ini. Padahal Bude juga orang Jogja, lho, walau sekarang udah jadi penduduk Madiun.

Bude paling jatuh hati waktu lihat foto-foto Ubii yang sedang diterapi belajar berdiri. Ubii nangis, Ubii senyum, Ubii anteng lihat kamera. Lucuuu, gitu :-)

Blogging: Berpacu Dengan Waktu

Gambar dari http://www.dalerodgers.co.uk/category/blogging/
Duh, apaan sih, blogging: berpacu dengan waktu? He eh. Blogging itu tentang menuliskan sesuatu secara menarik, kan? Nah, supaya menarik, maka ketika ide melintas harus segera dieksekusi. Entah jadi draft, syukur-syukur jadi sebuah post sekalian. Ide kalau tidak segera direalisasikan biasanya akan hambar, ngambang dan kalau pun bisa digali lagi akan memakan waktu lama agar dapat feel-nya.
Begitu juga dengan foto.

Gedung Bekum Dan Kenangan Tarawih

Ramadhan hampir tiba. Apa yang paling menyenangkan dari bulan mulia ini? Keriaannya, tentu. Ada makanan khas, kegiatan khas, acara TV pun khas. Iya, nggak? Paling enak kalau Ramadhan itu mengingat masa kecil.
Semasa kecil dulu kalau Ramadhan tiba saya selalu senang dengan aktivitas pesantren ramadhan dan tarawih. Meski masjidnya jauh, tapi asyik karena rame-rame. Selesai tarawih ngaji dulu dan dapat takjil. Senangnya. Tapi namanya juga anak-anak, kadang berisik pas sholat, tertidur pas bacaan suratnya panjang. Hayo, siapa itu?
Adapun kenangan masa kecil saya bersama bulan Ramadhan tak pernah lepas dari sebuah masjid yang punya halaman rumput yang luas. Masjid ini, Masjid Abdurrachim Kompleks TNI-AU Lanud Adisutjipto,
terletak jauh dari pemukiman. Tak heran jika masjid ini hanya ramai saat sholat Jumat dan tarawih. Masjid ini terletak di sebelah Barat kompleks Museum TNI-AU Dirgantara Mandala. Sekompleks dengan gedung serbaguna Wisma Adisutjipto dan Gereja Kristen Immanuel, berdekata…

Dawet Kendil Nglandung

Yeah...hari Minggu paling enak jalan-jalan sekeluarga. Seperti biasa, naik sepeda motor berempat keliling desa. Kali ini kami berkelana ke daerah yang belum pernah dijelajahi: Desa Putat, Kecamatan Geger.
Meski pernah ke Putat, tapi rute kali ini benar-benar baru. Sayang, jalannya rusak. Padahal Putat ini luas. Jadilah kami berteman goncangan sepanjang perjalanan. Lepas dari Putat, kami ngadem dulu minum dawet solo di Desa Nglandung, masih di Kecamatan Geger. Lokasinya dari SMPN 2 Geger (SMP Nglandung) ke Utara melewati barisan persawahan. Desa Nglandung sendiri merupakan jalur alternatif dari Kota Madiun ke arah Ponorogo.

Suatu Malam Di Stasiun Lempuyangan

Stasiun Lempuyangan Yogyakarta. Kalau yang langganan naik kereta lokal macam Pramex atau Madiun Jaya pasti kenal baik dengan stasiun ini. Malam ini (21/5), saya sekeluarga menanti kereta Gaya Baru di stasiun ini untuk pulang ke Madiun. Jadwal berangkat pukul 19.32 WIB molor jadi pukul 21.00 WIB. Baiklah. Mari jalan-jalan dulu.

Perihal Sapaan Dan Kebiasaan

Waktu masih kecil dulu pas tinggal di kompleks AURI, warga kompleks terbiasa menyapa'tante' dan 'om' sebagai sapaan kehormatan bagi para ibu dan bapak selain orang tua sendiri. Terkecuali yang sudah jauh lebih sepuh, biasanya dipanggil 'bude' dan 'pakde', tak peduli dari suku mana orang itu berasal. Sesudah pindah ke kampung, tak ada lagi 'tante dan om' serta 'bude dan pakde', adanya 'bu dan pak'. Seorang tetangga yang besar di Bontang, Kaltim, pernah menyapa 'tante' kepada seorang penduduk kampung. Kedengarannya janggal betul. Di sini kan tak ada 'tante'.

I'm All Woman

Ow, this post will be a romantic one. What can I say? This week's challenge really awakens my emotional feeling: relationship effect. Pic source: pixabay.comBack to the topic. How relationship affects my life? Very much. I never had any boyfriends in my life. I never had any serious love relationship before. I can say that my only boyfriend is my husband.

Rosa And I

Rosa is my best friend. Was or is? I'm not sure. We were close friends at junior high but we keep the friendship up to today. So, I think we are still friends, so she is still my best friend. Every single part of our lives produces good friends. Good friends from elementary school, good friends at college, good friends at work. There are always good friends around us. Thank God.Rosa and I are really close. We shared our dreams and days together. We strengthen each other as I have written in 'Brave Must Be Have'.What I remember about Rosa and I is that friendship is like a wave. It has a top and bottom periode. Every ups and downs means something. Friends never leave us whatever happens. When they're not beside us, they pray for us.Well, that's what I can tell you about the memorable one ever for this English Friday Weekly Challenge #19. Friends come and go, and so does memory.

Kisah Lansia (Bagian 1)

Seminggu penuh saya tidak menulis apa pun di blog ini. Di sosmed pun saya yang jarang bercerita di sana juga makin tak banyak bercerita. Ke mana saja saya, ya? Lagi pulkam. Ke Jogja. Mumpung ada hari kejepit, ya? Iya dan tidak. Ceritanya anak-anak sudah ngabani ke Jogja jauh-jauh hari. Si sulung malah sudah pamitan ke bu gurunya kalau mau ke Jogja. Pas tanggal muda ada libur, ada famili yang mantu. Ya sudah diundur pas hari kejepit saja. Eh, ternyata Alloh memberi jalan lain: mendadak ada pengumuman kalau hari Senin bu guru ada lomba, jadi sekolah libur. Waw...alhamdulillaah. Pucuk dicinta ulam pun tiba.

Bermain Di Alun-alun Ponorogo

Ponorogo Kota Reyog. Kota ini kini makin ramai dengan kehadiran mall-mall baru. Setidaknya ada dua pusat perbelanjaan baru saat ini dan sedang akan dibangun lagi satu pusat perbelanjaan besar. Kata orang Madiun, orang Ponorogo sudah nggak usah ke Utara lagi ( ke Madiun maksudnya), toh sudah punya mall sendiri. Wah, Madiun jadi sepi dong. Ah, rezeki sudah diatur oleh Alloh kok ya. Lepas dari soal mall, kalau ke Ponorogo mau ke mana saja? Saya sendiri sih biasanya ke seputaran alun-alun cari cindera mata khas Ponorogo, lalu cari makan di rumah makan langganan. Selain itu? Ngumbar bocah di alun-alun.Di alun-alun Ponorogo ada pasar malam yang juga buka di siang hari. Lah, terus namanya pasar apa dong? Taman hiburan rakyat, gitu aja, ya. Di sana ada warung-warung yang menjual kaos khas Ponorogo dan barang khas lain. Ada yang jual makanan, ada juga permainan anak seperti odong-odong dan kereta mini.

Mengenali Minat Dan Bakat Anak

Orang Jawa punya cara tersendiri untuk mengenali minat dan bakat anak sejak dini. Prosesinya terangkum dalam acara tedhak siten, yaitu upacara yang diadakan saat seorang anak diajar berjalan untuk pertama kalinya, di usia kira-kira 7-8 bulan. Tedhak berarti menginjak, siten berasal dari kata siti yang berarti tanah. Dalam upacara itu si anak dititah untuk menginjak jenang abang-putih (merah-putih). Ada juga yang pakai tujuh warna. Entah kenapa kok bukan tanah yang diinjak. Lebih lengkapnya bisa dicari sendiri dengan kata kunci 'tedak siten' ya. Nah, sebelum prosesi itu ada pula prosesi dikurung.

Masjid Jami' Nurul Abror Madiun

Masjid Jami' Nurul Abror Madiun terletak di Jalan Kalimantan, Kota Madiun. Lokasinya berdekatan dengan Sri Ratu Plaza, Rumah Makan Lombok Idjo, Hotel Amaris dan Rumah Makan Penyet Ria (Mbah Jingkrak). Bagi yang sedang berjalan-jalan di seputar pusat perbelanjaan dan kuliner Madiun dan sedang mencari tempat sholat, sila berkunjung ke mari. Masjid Jami' Nurul Abror Madiun ini cukup luas, bersih dan terawat. Fasilitasnya pun lengkap. Ada mukena, sajadah dan Al-Quran.

Malu Karena Berprasangka

Yang namanya prasangka alias syak wasangka itu biasanya berujung penyesalan. Kadang jadi malu sendiri karena sudah berprasangka yang tidak-tidak. Ada juga yang 'nampar' banget. Sudah berprasangka eh ternyata yang diprasangkai lebih baik dari yang berprasangka. Nah, lho.
Ada dua kejadian 'nampar' yang betul-betul berkesan buat saya. Yang pertama saat saya bersama dua orang teman mampir sholat di Masjid Kampus UGM. Ah, lagi-lagi kejadian lama. *maafkan*
Nah, di masjid yang teduh itu saya melihat seorang perempuan berjalan memeluk sajadah dan mukena yang dilipat di dadanya. Orangnya cantik, pakai gaun terusan
sedikit di bawah lutut dan lengan pendek. Yang mengganggu pemandangan saya adalah belahan dada yang lumayan terbuka.

Gambar dari http://m.kompasiana.com/post/read/578493/3/melihat-kemegahan-masjid-ugm-masjid-kampus-terbesar-di-asia-tenggara.html
Langsung saya nyeletuk,
"Hih, di masjid kok bajunya kayak gitu. Nggak sopan."
Salah satu teman saya yang saat i…

Cara Meningkatkan Page View

Tulisan ini terinspirasi dari status facebook Mbak Susi pemilik blog susindra.com yang beberapa hari lalu sedang menanti detik-detik satu juta page view (PV) blognya dan sekarang (1/5/2015) sudah tercapai. Dari screen shot yang diupload Mbak Susi tampak PV hari itu 700-an views dan PV kemarin 2.000-an PV! Subhanalloh. Terbayang bagaimana rasa senangnya punya blog ber-PV tinggi!Nah, agar blog bisa dikunjungi banyak orang itu caranya gimana sih? Saya mencoba menjabarkan beberapa cara meningkatkan page view. Ih, memangnya saya ini siapa, PVnya saja masih memprihatinkan. Tapi karena memprihatinkan itulah saya jadi nekat menerapkan hal-hal berikut sebagai cara meningkatkan page view. A la saya tentunya ya.

Moon Halo

Moon halo. It happened last night (4/28) on Madiun clear sky. I had to lift my face up to 90° to see this rare spectacle. Did you see it too?Did you know what moon halo is? Moon halo is a special condition where a ring of light surrounding the moon. It's not only happening to the moon but to the sun as well. When it happens to the sun it's possible to see twins or tiplets suns.

Oleh-oleh Dari Papua

Bicara tentang oleh-oleh lagi, nih! Jalan-jalan kurang lengkap rasanya kalau tak cari oleh-oleh. Oleh-oleh selain untuk orang lain, bisa juga dinikmati sendiri :-D iya apa iya? Masak iya beliin orang lain tapi kita nggak kecipratan. Hehe...Kalau sekarang sih mudah ya cari oleh-oleh, tinggal mampir ke pusat oleh-oleh lalu cari yang diinginkan. Oleh-oleh pun beragam, tak melulu identik dengan makanan, bisa berupa cindera mata khas suatu daerah. Kalau saya sih senang saja dioleh-olehi makanan atau cindera mata.

Oleh-oleh Dari Surabaya

Masih menyambung tulisan minggu lalu tentang jajanan khas. Kali ini saya ingin bercerita soal oleh-oleh dari Surabaya. Tidak jauh-jauh dari soal lidah, yang ini spesial banget: Selai Buah Naga Merah Organik.Selai ini dibuat dari buah naga merah organik yang ditanam di daerah Pacet, Jawa Timur.

Mengenalkan Iklan Kepada Anak

"Mas, susunya mau habis. Nanti sore beli, ya," ajak saya kepada si Mas.
"Beli yang Anu aja, ya, Bu. Biar bisa dapat pulsa listrik."
"Lho? Kita kan listriknya nggak pake pulsa, Mas," sanggah saya.
"Ya nggak apa-apa, Bu," jawab si Mas ngeyel.
Duhai, rupanya si Mas ini sudah termakan iklan. Bukan cuma itu. Pernah tiba-tiba si Mas minta mie soto. Gara-gara lihat iklan. Terus si Adek minta beli kecap S***p

Senangnya Dapat Hadiah Hijab Scarfmu

Dapat hadiah itu senang rasanya. Apalagi kalau hadiahnya milih sendiri. Seperti kali ini, hadiah dari Mbak Aisyah Aulia Wahida pemilik blog aisyahauliawahida.blogspot.com dari hajatan giveawaynya. Tulisan saya tentang suka-duka berhijab nyantol di nomor dua. Alhamdulillaah.

Never Ask A Devil For Help

Well, this article is supposed to be on Friday or on Saturday or on Sunday, but because the first five articles will be shown on BEC's blog (which means opening bigger opportunity to gain more traffic), I think I have to publish it today, hoping that I'm in. I apologize for that. But I hope you enjoy it.Alright. This week's challenge is about what Indonesian folktale I like and what values I got from it. I think the most interesting folktale for me is Timun Mas (Golden Cucumber in English). I used to listen to the story from a cassette.

Dari Satu Tumbuh Sebelas

Dari satu tumbuh sebelas? Apa itu? Cerita ini bermula dari sekitar pertengahan atau akhir tahun 1960-an.Ibu saya yang lain, ibu mertua saya, menyerahkan anak pertamanya untuk diasuh orang lain. Mengapa? Sebab orang lain itu tak lain adalah adik iparnya sendiri yang telah sekian lama berumah tangga namun tak kunjung dianugerahi keturunan. Dengan berbagai pertimbangan, termasuk nasihat dari ayahnya, ibu mertua saya mengikhlaskan anak tersebut kepada adik iparnya dan untuk kemudian diakuinya sebagai keponakannya.

Stilt Racing

This is what I wish I had done as a child: stilt racing!Picture taken from http://noretz-area.blogspot.in/2011/10/permainan-egrang-yang-terlupakan.html I did played stilt walking with friends, yes. But we didn't do the stilt racing. We just walked or ran, not raced.My father gave me a pair of bamboo stilts. I forgot whether he made them himself or he bought them for me. The stilts made of round small-but-strong bamboo stands.

Ting-ting Jahe

Nemu jajanan jadul ini waktu perjalanan Madiun-Surabaya hari Minggu lalu. Siapa yang kenal?Ting-ting Jahe namanya. Permen jahe empuk. Kalau kata pembuatnya, namanya dalam Bahasa Inggris adalah Gember Bonbon.Belinya di Nganjuk. Produksi Kediri, Jawa Timur Penampakan isinya. Dibungkus kertas. Ada 'bedaknya'. Tahu aja kalau mau diajak jalan-jalan :-D Rasanya pedes-pedes manis. Pedesnya pedes jahe, lho ya, bukan pedes cabe, apalagi koyo.Kalau dulu waktu kecil, makan ini berasa pedeeees banget, sekarang mah biasa aja. Ya maklum, waktu kecil itu apa-apa terasa lebih jos dibandingkan setelah besar. Coba saja ingat-ingat, makanan apa yang zaman SD kita gemari. Terus coba kita cicipi makanan itu sekarang. Rasanya pasti beda. Iya, nggak? Eh, itu kan lidahnya situ?Yang jelas Ting-ting Jahe ini cocok banget sebagai teman perjalanan agar tidak mabuk. Mulut jadi hangat dan manisnya pun pas. Sambil ngobrol, bolehlah menikmati permen tradisional ini.

Trik Menjauh Dari Gadget

Gadget, kini hampir semua orang muda punya. Dari yang minimalis sampai yang canggih, dari yang berguna sampai yang cuma untuk gaya-gayaan, dari yang produk baru hingga produk ternama, hampir semua orang dalam rentang usia produktif memilikinya. Usia produktif? Hasil survey dari mana nih? Saya pribadi tidak meneliti secara rinci, hanya saja dengan menengok di sekeliling, bukan cuma satu-dua orang muda yang khusyuk dengan gadgetnya, termasuk orang ini *tunjuk diri sendiri*

A Magic Pocket On A Stick

Do you like adventurous stories? I do. I love to feel involved in the story, imagining I were in the search of treasures or flying in an inter-galactic space ship. Every imagination is valuable.One of my favorite adventurous stories when I was a kid is the adventure of Pak Janggut. What's so interesting from an old man with a long white beard?

Suami Mandiri

Suatu hari sekelompok teman mengucapkan selamat kepada seorang teman. Ada apa? batin saya. Ulang tahunkah? Ternyata jawabannya sungguh mencengangkan: suami teman tadi sedang bertugas ke luar kota selama tiga hari.
"Merdeka, ya, cyin."
"Kibar bendera, cyin."Eh?? Segitunya??Cerita punya cerita, suami si teman tadi cukup 'merepotkan'. Konon selain sering melarang ini-itu kepada sang istri, si suami tadi juga selalu minta diladeni. Sampai ke urusan makan pun harus diambilkan di piring oleh si istri. Kalau tidak begitu si suami tidak mau makan. Romantis? Mungkin iya, tapi pada kenyataannya teman saya tadi sampai sakit berhari-hari dengan badan panas dingin tapi tak terdeteksi sakit apa, ya gara-gara kemanjaan suaminya tadi. Jadi, ketika ia merasa bebas merdeka selama suaminya tak di rumah, bisa jadi sebuah ekspresi yang wajar.Gambar dari http://klikuk.com/adab-makan-dan-minum/ #Sebetulnya jadi suami yang tak selalu minta diladeni itu menyenangkan. Betul, nggak, …

Cara-cara Bertamu Yang Aneh

Ketuk pintu saat berniat bertamu ke rumah orang lain itu sebuah adab. Tidak bisa disebut sopan dong orang yang bertamu tanpa ketuk pintu dulu? Ah, nggak juga, kan sekarang pakai bel pintu. Ih, sama aja lah! Kelihatannya sepele dan mudah, ya, bertamu aja kok diributin cara-caranya. Masalahnya ternyata ada juga orang bertamu tidak pakai cara yang pantas. Contohnya:Nyelonong Aje
Siapa tuh yang suka nyelonong aje ke rumah orang lain? Biasanya tetangga dekat atau sanak famili tuh. Datang, buka pintu atau kalau pintunya terbuka langsung masuk sambil ucap salam. Ih, walau udah ucap salam tetap saja itu nggak sopan. Lah saya kan masih ponakannya? Biarpun ponakan, kakek, buyut sekalipun, itu rumah bukan rumah kita. Penghuninya bisa kaget dan merasa terganggu, cuma tidak ditampakkan saja. Panggil-panggil dari luar
Ini kebiasaan waktu saya masih kecil. Usia TK-SD lah. Panggil nama teman dari depan rumahnya keras-keras lalu yang dipanggil nongol. Gara-gara itu saya kemudian dimarahi Ibu. "Ng…

Dakwah Bil Ngobrol: Cemburu Itu Harus

Suatu siang dalam sebuah obrolan di TK anak saya, tercetus sebuah topik tentang berlibur. Liburan besok mau ke mana? Kira-kira begitu. Ada yang ingin ke luar kota, ada juga yang ingin di dalam kota saja. Tujuannya pun macam-macam, salah satunya ke kolam renang, eh, taman air (bedanya di mana sih?).

Gambar dari http://iwaralaba.com/2014/04/peluang-usaha-penyewaan-kolam-renang/
Taman air ini termasuk populer. Gimana nggak, wong ya cuma satu-satunya di sini. Meski begitu, ada juga orang sini yang belum pernah ke sana. Teman-teman pun beramai-ramai menyarankan ini-itu kepada satu teman itu.

"Bawa topi."
"Pake kacamata hitam."
Sementara saya 'menasihati' untuk tidak bawa suami ke sana. Nah, lho, kenapa?
Alasannya mudah diterima: di sana sebagian pengunjung yang nyemplung ke air berpakaian sesuka hati mereka. Maksudnya, berpakaian serba terbuka. Sudahlah terbuka, basah pula. Heh...udah, nggak usah dijelasin!
Sebagian teman saya tertawa. Antara mengiyakan saya …

41.895 lbs

This week's challenge, What Is Your Sport, is a real challenge for me, because I don't do sport. What can I write for this challenge if that's so? Instead of writing about excersizing muscles, please let me write about a game.Having no sports to do regularly doesn't mean I don't use my muscles at all. I used to lift this kind of thing regularly. Everyday, in fact. This thing weighs 41.895 lbs and decreases from 3.3074 to 4.41 lbs per day. This thing is liquid and vital to human life.

Berhenti Ikuti Dia

Bosan sama seseorang di Facebook? Mau dibatalkan pertemanan, tapi tak enak rasanya. Tidak dibatalkan, tapi kok statusnya bikin pusing. Gimana dong? Gampang. Berhenti ikuti dia saja.
Caranya gampang banget. Masuk ke akun facebook, cari dan klik teman yang bikin bosan tadi, lalu pilih 'Berhenti Mengikuti'. Selesai.

Pertemanan tetap berjalan, hanya saja status dan kabar berita darinya tak muncul di wall kita.
Kalau bosannya sudah hilang, tinggal ikuti dia lagi.