Skip to main content

Posts

Showing posts from 2014

Yang Harus Ada Saat Musim Hujan

Desember! Kata orang Jawa "Gedhe-gedhene sumber". Air lagi banyak-banyaknya. Selepas itu, Januari, hujan sehari-hari. Jadi, intinya hujan banyak dan turun hampir tiap hari.


Gambar dari pristysukma.blogspot.in/2013/10/rintik-hujan.html
Kita di Indonesia sudah biasa dong kehujanan. Tapi, meskipun musim hujan ini masih rajin mengunjungi kita setiap tahunnya, masih adaaa saja orang-orang yang mencari alasan saat hujan. Terlambat ke sekolah, terlambat masuk kerja, batalkan janji gara-gara hujan. Lha kalau karena hujan lalu kita kerap cari pembenaran untuk tidak ini dan itu, bisa-bisa separuh hidup kita jadi tidak produktif dong. Kan, separuh tahun diisi dengan musim hujan.
Terus, biar tidak cari alasan saat hujan, kita harus apa? Kita harus punya yang berikut ini:
Payung
Sedia payung sebelum hujan. Sudah jelas, ya. Kalau tidak mau kehujanan, pakai payung. Tapi jangan pakai paying saat bersepeda apalagi bersepeda motor. Jangan juga pakai payung saat angin kencang. Daripada sepert…

Jalan Alternatif Saat Macet Di Tawangmangu

Setelah habis jatah libur panjang di Jogja, kami sekeluarga kembali ke Madiun. Pagi-pagi sekitar pukul 7.30 WIB (27/12/2014), kami berangkat dari rumah Eyang dengan mengambil rute Jogja-Klaten-Solo-Tawangmangu-Sarangan-Magetan-Madiun. Saya sudah khawatir jalanan akan padat, tapi alhamdulillaah tidak. Perjalanan relatif mulus lancar sampai ke Tawangmangu, tempat kami berencana berhenti untuk beristirahat. Selepas lewat pintu masuk Tawangmangu, kami tidak membayar retribusi dan mengambil jalur kiri karena akan bablas ke wilayah Jawa Timur. Sasaran kami selanjutnya adalah rumah makan Sop Buntut 'Bu Ugi'. Gambar dari www.backpacktor.com/2014/10/lezatnya-sop-buntut-bu-ugi-tawangmangu.html?m=1 Setelah kenyang kami pun melanjutkan perjalanan. Gerimis terus mengguyur Tawangmangu. Jalanan pun jadi licin. Tak lama setelah deretan villa selesai dilalui, tiba-tiba kami harus terjebak kemacetan di jalan yang menanjak.

Anti Nyamuk Pilihan

Plak!!! Plok!!! Plek!!! Apaan, sih? Nyamuuuk! Tidak pakai musim-musiman, yang namanya nyamuk selalu ada di rumah. Mengintai, mengendap-endap, mengitari lalu mengambil kesempatan untuk menghisap darah. Kesal? Ya! Jengkel? Banget! Anehnya, nyamuk-nyamuk ini sepertinya tak pernah kehabisan generasi penerus.

Kado Istimewa: Buku Hati Ibu Seluas Samudra

Judul: Hati Ibu Seluas Samudra Penulis:Susan, Diah Kurnia Sari, Abdul Cholik, dkk Penerbit:Penerbit Sixmidad, Bogor Tahun terbit:Desember 2014 ISBN:978-602-0997-02-5 Jumlah  Halaman: xii+624 halaman Ukuran:15×21 cm Harga:Soft cover Rp. 75.000,00; hard cover Rp. 115.000,00



Ibu. Ibu. Ibu. Pada hari ini banyak yangmengungkapkan cinta kepada ibu. Sosok istimewa yang luar biasa, yang mengukir sejarah hidup kita, baik kita suka atau tidak. 
Ibu, Mama, Bunda, Emak, Ummi, Mamak, Mbok, Mami, apapun nama yang disematkan kepadanya, ia sosok tak terlupakan. Berapa banyak kenangan bersama ibu yang membekas dalam hati kita? Saat kita membuat ibu menangis seperti ini? Segera saya menelpon ibu. Ketika telepon di ujung sana diberikan kepada ibu, ibu langsung bicara sambil menangis. Itu artinya ibu sangat marah. Marah besar kepada saya. Ibu mungkin pernah memarahi saya jika saya berbuat salah. Tetapi belum pernah beliau marah sambil menangis. Malam itu adalah kali pertama saya membuat ibu marah dan menangis…

Nenek yang Tak Bersedia Momong Cucu-cucunya

Ibu. Sudah beberapa kali saya menulis tentang beliau. Sosok penting
dalam hidup saya. Bukan cuma bagi saya, tapi ibu penting bagi semua orang. Sebab
sepanjang yang saya tahu, semua manusia memiliki ibu, kecuali Nabi
Adam dan istrinya. Oleh karena itu, kali ini saya ingin berbagi kisah tentang ibu saya
yang satu lagi yang belum pernah saya ceritakan di sini: Ibu mertua.

Ibu mertua saya seorang pekerja keras. Beliau terlahir dengan darah
pedagang.

Kosmos Di Mata Saya

Melihat kembali perjalanan catatan saya di blog ini selama 2014 sungguh menarik. Blog ini masih muda, banyaaak sekali kekurangannya, tapi saya bersyukur dapat mengelolanya.

Apa yang paling menarik dari catatan saya selama 2014? Hmmm...sulit menentukannya karena setiap tulisan punya sejarah kelahirannya sendiri. Ada yang berhasil saya tulis dengan cepat, ada yang berhari-hari masih berupa draft saja. Ada yang sambil meledak-ledak, ada juga yang ditulis sambil berurai air mata. Ada yang ditulis dengan konsisten, ada juga (baca: banyak juga) yang slank-an. Namun satu yang sama: semua ditulis menggunakan bahasa yang se Indonesia mungkin. *tidak baku banget*

Ada juga satu tulisan yang penuh haru biru rasa rindu, yaitu Sabtu, 15 Maret 2014, Pukul 21.00 WIB, yang saya tulis sehari sebelumnya. Isinya tentang sebuah acara TV yang menarik jagad kosmis saya kembali mengapung di antara makhluk-makhluk kosmos lain.*halah*


Gambar dari natgeotv.com/za/cosmos-a-spacetime-odyssey
Bermimpi, berkhayal…

Ibu yang Jauh dari Anaknya

Beberapa minggu lalu seorang teman mengungkapkan keinginannya untuk berangkat kerja ke luar negeri lagi. Dulu sekali, mungkin sepuluh tahun yang lalu, ia pernah bekerja di luar negeri selama bertahun-tahun. Malaysia dan Taiwan pernah menjadi rumah kedua baginya. Kemudian ia menikah dan memutuskan untuk tinggal di kampung halamannya, merintis hidup bersama suaminya.Namun Alloh menakdirkan rintisannya itu berhenti. Beberapa tahun membina rumah tangga, sang suami meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan di jalan raya. Sedih, pedih dan pilu ia rasakan sebab saat itu anaknya yang kedua baru berusia empat bulan.

Ego Ibu

Pagi ini saya beradu argumen dengan kedua jagoan saya. Persoalannya ada pada ketidaksepakatan kami tentang waktu sikat gigi. Saya menyuruh anak-anak mandi tanpa sikat gigi karena mereka belum sarapan. "Sikat giginya sesudah maem saja," kata saya. Si Sulung dan Si Kecil merengut tapi tetap menurut.
Gambar dari rumahgigiku.blogspot.comKira-kira setengah jam kemudian saat hampir waktunya berangkat sekolah, saya meminta mereka menyikat gigi. Protes pun bertebaran.

Sogi Aku Di Sini

Lagi demam lagu 'Sakitnya Tuh Di Sini', tiba-tiba muncul versi baru yang dinyanyikan anak kecil, 'Sogi Aku Di Sini'. Adudududuh...Yang mana, yang kayak apa, sih? Tidak usah dicari di youtube, ya. Soalnya memang tidak ada di sana, tapi di sini, di rumah saya. "Sogi, Sogi aku di sini."
"Sogi, Sogi aku di sini."

Bersih dari yang Tak Tampak

"Alhamdulillaah. Sekarang rumahku sudah lumayan bersih," kata saya kepada seorang teman.
"Bersih dari apa, Bu?" tanya teman saya.
"Bersih dari yang tidak tampak."Yang tidak tampak? Apa, sih, itu?Memang beberapa minggu terakhir ini saya merasa ada sesuatu yang mengganggu perasaan kami di rumah. Bahkan bukan cuma sesuatu, saya merasa setidaknya ada dua makhluk yang tak terlihat wujudnya yang juga tinggal di rumah kami.

Hutan Jati

Berjalan-jalan di hutan jati di saat musim kemarau itu berkesan. Tanah kering, pohon jati yang nyaris tanpa daun, langit biru bersih. Langkah kaki pun bersuara.
Akan lebih indah ketika matahari baru saja menggeliat dari tidur malamnya. Lokasi: hutan jati Grape, Kabupaten Madiun.

Istri Lemah

"Aku mangkel sama yang jualan perabot di pasar."
"Kenapa?"
"Jualan kok nggak ramah."
"Lho, ya salahmu, kenapa beli di sana?"Itulah percakapan saya dengan suami saya sepulang saya beli timbangan kue di sebuah kios di pasar. Bukannya dapat dukungan, saya malah dikritik. "Kamu itu," kata suami saya, "Kayaknya

Pikiran Ngeres

"Masak kek gitu porno? Pikiran lo tu yg ngeres.""Jangan ngeres ya. Ini cuma guyonan, kok." Pernah ketemu kalimat-kalimat semacam itu? Apa? Sering? Anda yang ngucapkan atau Anda yang dikatain?Pikiran ngeres artinya pikiran yang nyerempet ke hal-hal porno atawa cabul. Pikiran ngeres alias pikiran kotor alias otak kotor sering jadi bahan obrolan khususnya di dunia maya. Dunia maya tempat bersembunyi
Dunia maya sekarang ini sudah jadi bagian dari kehidupan nyata. Bahkan ada yang meramalkan di masa mendatang yang tak jauh dari masa kini, dunia maya akan menempati 70% dari hidup manusia.

Ketika Agamanya Tidak Jelas

Pro-kontra mengenai pengosongan pada kolom 'agama' di KTP kembali marak terdengar. Tidak main-main, isu ini dilontarkan oleh Menteri Dalam Negeri. Penganut keyakinan di luar enam agama resmi yang diakui pemerintah boleh tidak mencantumkan nama keyakinannya tersebut di KTP. Pihak yang pro usulan ini menggunakan alasan untuk menghindari diskriminasi dalam pengurusan tetek-bengek dalam hal administrasi. Contohnya penganut agama X akan dipersulit jika mengurus surat-surat sebab petugasnya beragama Y. Yang kontra berpendapat bahwa pengosongan kolom agama akan berdampak luas terutama dalam hal pernikahan, perceraian, pembagian harta waris dan kematian.

Ibu, Sosok yang Istimewa

"Semoga Alloh mengampuni saya dan memberi saya kesempatan untuk bisa membuat ibu saya bangga." Mungkin itu kalimat paling tepat untuk menggambarkan bakti saya kepada orang tua, khususnya kepada Ibu.

Ibu adalah orang yang hampir selalu mendukung cita-cita saya. Ibu juga yang senantiasa menegakkan langkah saya di saat saya merasa tak mampu. "Kau bisa jadi seperti dia," kata Ibu saat saya masih kecil sambil menunjuk kepada Inke Maris di layar berita TV.

Saat Perempuan Bekerja di Luar Rumah

Pagi ini saya berjumpa dengannya. Seorang ibu yang bersemangat. Senyum mengembang di wajahnya yang tak lagi muda. Bintik-bintuk di pipinya tak mengurangi keindahan senyumnya. "Badhe tindak pundi, Bu?", tanya saya. Mau pergi ke mana, Bu? Beliau mendekati saya. Sambil terus melangkah kami ngobrol sebentar. "Mau buka warung," katanya.
"Di mana, Bu?" tanya saya. Beliau tersenyum lagi. Ternyata beliau bekerja di warung makan lesehan milik tetangga. "Saya bagian masak," katanya lagi. Gambar dari http://gicdepok.wordpress.com/lembaga/"Saya turut senang melihatnya bersemangat. Seingat saya, beberapa bulan lalu suaminya meninggal dunia. Beliau tinggal sendirian dan terlihat murung.

Cara Mengatur Letak Gambar dengan Aplikasi Blogger for Android

Pernah melihat tulisan di blog yang posisinya tidak karuan seperti ini? Tidak enak dilihat, kan? Bisa tidak, ya, dibuat bagus meski ngeblognya hanya bermodal HP? Bisa. Buka aplikasi Blogger for Android. Buat postingan baru, lalu sisipkan gambar. (Bagi yang belum baca tentang pengoperasian Blogger for Android bisa baca di tulisan yang ini.)Muncul kode html gambar seperti berikut ini. Cari tulisan center (seperti yang dihighlight). Ganti kata center menjadi left. Klik Selesai. Simpan lalu publikasikan. Lihat hasilnya. Teks dan gambar kini sudah kompak manis.Selamat mencoba.

Apresiasi Buku 'Menulis Gaya Pakde'

Apresiasi Buku 'Menulis Gaya Pakde' ini adalah perwujudan rasa syukur saya karena dapat membaca buku yang asyik ini fresh from the oven. Masih Oktober, kaaan. Secara buku 'Menulis Gaya Pakde' karya Pakde Abdul Cholik ini terbitnya juga baru pada bulan Oktober 2014 ini.

Sebetulnya tulisan ini adalah resensi buku 'Menulis Gaya Pakde: Rahasia Menulis Blog, Esai, Puisi dan Fiksi'. Tapi berhubung saya belum pernah menulis resensi dan maju-mundur saat akan memakai judul 'Resensi', jadilah judul artikel ini menjadi 'Apresiasi' saja. Dan sesuai dengan saran Pakde dalam bukunya, saya menulis dengan gaya saya saja.
Baiklah. Kita mulai saja, ya, apresiasinya.

Judul: Menulis Gaya Pakde, Rahasia Menulis Blog, Esai, Puisi, dan Fiksi
Penulis: Abdul Cholik
Penerbit: Sixmidad Energizing!
Tahun terbit: 2014
ISBN: 978-602-0997-01-8
Halaman: x + 122
Harga: Rp 30.000,00 (belum termasuk ongkos kirim)

Mengatasi Bayi Bangun Di Malam Hari

Yang namanya kaum ibu (dan bapak) hampir semua pasti pernah mengalami masa 'glojokan' pasca melahirkan ini: bayi bangun di malam hari. Ada yang rewel, ada juga yang anteng tapi melek, ada pula yang asyik ngoceh atau bermain sendiri. Kesal? Iya, dong. Sudah shift pagi-siang-sore, kebagian jatah ronda pula! Kapan istirahatnya!? #lebay

Ngeblog Itu Tiba-tiba

Ngeblog itu tiba-tiba.
Tiba-tiba saya bisa nulis.
Tiba-tiba saya punya nama pena.
Tiba-tiba saya muncul di grup-grup keren.
Tiba-tiba twitter saya rame dengan 111 follower organik #lebaytapibeneranheran Tiba-tiba saya ikut berbagai lomba. Tiba-tiba saya kenal istilah ngedraft dan posting.
Tiba-tiba saya langganan melek tengah malam untuk menulis.
Tiba-tiba saya suka motret sesuatu sambil nyengir dan bilang dalam hati "Jadi satu postingaaan."
Tiba-tiba saya bisa ngedraft sambil masak.
Tiba-tiba saya nulis satu postingan di #HariBloggerNasional bareng #KEBloggerNasional

Kisah Busi

Ini adalah kisah mengesalkan saat saya masih SMA di tahun 1990-an. Mengesalkan tapi bikin senyum-senyum sendiri. Semoga bukan cuma saya yang senyum-senyum tapi juga para pembaca.Ceritanya waktu itu bulan Ramadhan. Seperti biasa saya dan puluhan jamaah sholat tarawih di masjid. Masjid kami ini letaknya agak jauh dari pemukiman, jadi biasanya ada jamaah yang naik sepeda motor ke sana.

Kiat Sholat Saat Punya Batita atau Bayi

Saat punya batita atau bayi, kadangkala kewajiban sholat menjadi lebih berat. Batita, apalagi bayi, sering punya keinginan dan kegiatan mendadak yang muncul saat si ibu sudah bersiap untuk sholat. Ya pipis, BAB, minta ini-itu, menangis dan sebagainya.
Lalu bagaimana agar sholat terasa mudah saat punya batita atau bayi?

Belalang

Ini belalang atau bukan, ya?
Praying Mantis atau Dancing Mantis? Sumber dari versesofuniverse.blogspot.in/2011/10/mantis-romantis-atau-mantis-alien.html
Yang mana bunganya?

Sumber dari pinknovicenote.blogspot.in/2013/12/novnote-pink-around-you-pink-animal.html

Bersama Para Nenek

Bersama para nenek bagi saya merupakan sebuah kegiatan unik tersendiri. Ada pelajaran tentang hidup yang saya dapat saat bersama mereka. Ada nasihat, ada rahasia menghadapi persoalan, resep masakan dan sebagainya. Yang jelas ada bimbingan gratis berkualitas di sana. Bersama para nenek pun bisa menimbulkan perasaan kagum, haru, senang sekaligus geli.

Atas Undangan Alloh

Gambar dari jelajahduniaBulan haji sudah tiba. Sebentar lagi puncak ibadah haji yakni wukuf di Arofah segera datang. Tamu-tamu Alloh tentunya sangat menantikan detik-detik mengharukan itu. Bahkan bagi yang belum pernah melaksanakan ibadah haji (termasuk saya) pun bisa turut merasakan haru dan rindu. Aneh memang.Menjadi tamu Alloh memang istimewa. Hanya atas undangan-Nya lah kita bisa mengunjungi rumah-Nya. Wajar bukan kalau empunya rumah menyeleksi calon tamunya? Seleksinya pun kadang seperti tak masuk di akal kita. Kadang menguji kesabaran, kadang penuh kejutan. Seperti dua kisah berikut.PasrahPada Agustus 2005, ibu saya mendaftar haji. Ibu baru saja dapat bagian rumah warisan orang tua. Uang yang didapat cukup untuk mendaftar, maka Ibu pun memantapkan diri mendaftar dan mendapat nomor porsi. Ternyata Ibu tak perlu menunggu lama, Ibu dapat berangkat pada musim haji 2006, tepatnya akhir 2006. Sayangnya, Ibu berangkat tanpa Bapak karena Bapak belum punya cukup tabungan untuk mendaftar…

Buruk Sangka Kepada Suami

Pagi ini saya mengantar dua anak saya ke TK dengan terburu-buru karena terlambat. Parahnya saya belum sempat mandi. Tak masalah, asal bisa sampai ke sekolah dengan selamat dan cepat. Usai mengantar anak-anak masuk kelas, saya berniat pulang untuk mandi dulu kemudian kembali lagi ke TK. Maklumlah, anak saya yang kecil masih minta ditunggui di sekolah. Saya pamit kepada anak saya dan berjanji untuk segera kembali.

Mengejar Noni

Mendadak kenangan tentang SMA saya muncul lagi karena hajatan giveaway-nya Mak Murtiyarini. Masa SMA memang bukan masa paling menyenangkan bagi saya (alasannya ada di sini), tapi tetap saja ada cerita yang tak terlupakan di sana.Cerita ini terjadi waktu saya di kelas 1. Usai ospek dan jadi murid 'betulan', hari-hari pun dimulai. Bukan cuma pelajaran, tapi juga dunia remaja yang penuh gosip. Jangan suuzhon dulu, ya, salah satu gosip terhangat waktu itu adalah keberadaan Si Noni yang misterius. Konon, Noni ini adalah seorang Belanda 'penunggu' sekolah

Rumah Warisan

Seorang ibu, tepatnya seorang nenek, bertemu saya dalam sebuah kesempatan singkat. Rupanya waktu berjalan cepat, sepertinya baru kemarin cucu si nenek itu lahir, sekarang sang cucu sudah berumur satu tahun lebih. Saya takjub sekali menyadari cara Alloh menjalankan makhluk yang bernama waktu ini. Di dunia ini saya kira tak ada yang lebih cepat atau lebih lambat daripada waktu.

Teman Ke Kamar Kecil

Teman ke kamar kecil, perlukah? Tergantung situasi. Jika kamar kecil di dalam rumah dan aman, tentu tak butuh teman, tapi jika kamar kecilnya di luar rumah atau di tempat umum atau di tempat yang tak aman, teman ke kamar kecil jelas diperlukan. Gambar dari www.solopos.com/2013/08/21/kisah-unik-di-china-kencing-tak-lurus-warga-didenda-rp170-000-439997Terkuaknya kasus pelecehan seksual di TK JIS yang dilakukan di kamar kecil jelas menimbulkan keresahan. Orang tua menjadi khawatir, guru pun demikian. Anak-anak yang sudah mengerti pun kemungkinan merasa tak aman saat ke kamar kecil. Di sekolah, rasanya perlu sekali adanya kebijakan membawa teman ke kamar kecil.

Kebakaran

Gara-gara bakar sampah, kebun tebu terbakar. Ini cerita betulan yang terjadi di belakang TK anak-anak saya. Pak Kebon yang membakar sampah teledor. Dalam keadaan api masih menyala, Pak Kebon pergi.

Pacar

Gambar dari sini"Pacare itu apa, Bu?". Pertanyaan itu akhirnya ditanyakan oleh anak sulung saya (TK, 5 tahun). Persiapan mental menghadapi pertanyaan 'aneh' akhirnya diuji juga, benar siap apa tidak? "Pacar itu teman yang hubungannya melanggar hukum"

Gugur Bunga

Pekan lalu seorang kerabat saya meninggal dunia. Beliau masih terhitung nenek saya dari pihak Ibu. Eyang Kus, begitu saya memanggil beliau, telah menempuh perjalanan sekitar 1.000 bulan di dunia ini. Eyang Kus meninggal di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta.
Gambar dari devianartYang selalu menarik dari setiap kabar duka cita adalah kisah misterius yang terjadi sebelumnya.

Yang Adem di SMA 3 Yogyakarta

Apa yang terlintas saat mendengar kata SMA? Sweet 17? Guru killer? Kalau saya ingat keteduhan halaman tengah SMA 3 Yogyakarta, tempat saya jungkir balik di dalamnya.
SMA 3 Yogyakarta ini terletak di Jalan Yos Sudarso nomor 7, Kotabaru. Sebetulnya SMA 3 Yogyakarta ini dilingkari tiga jalan, namun karena posisi pintu gerbang aslinya ada di Jalan Yos Sudarso, maka jalan itulah yang resmi menandai letak SMA yang berdiri sejak 19 September 1942 ini.

Saya menjadi penghuni sekolah favorit ini dari tahun 1992-1995 (angkatan ke-50). Menjadi seorang murid di tengah ratusan siswa kelas 1 yang mencapai tujuh kelas memang tidak mudah. Jujur, masa SMA bukanlah masa keemasan bagi saya. Lha bagaimana, wong saya di kelas satu menduduki rangking ke-37 dari 39 siswa! Untungnya SMA 3 Yogyakarta ini punya banyak pohon peneduh yang sejuk, jadi saat kepala panas masih ada pendinginnya.

Biarkan Anak-anak Itu Berlomba

Sabtu (30/8) lalu saya mendampingi kedua anak saya mengikuti lomba mewarnai yang diselenggarakan oleh Polres Kota Madiun. Murid kelompok B setengah diwajibkan ikut, sedangkan murid kelompok A tidak wajib ikut. Berhubung anak saya ada di kelompok A dan B, maka mau tak mau si adik pasti ikut kakaknya.

Ini pertama kalinya anak-anak saya ikut lomba mewarnai. Mereka senang bukan kepalang. Apalagi saat saya belikan perlengkapan mewarnai, yakni meja lipat kecil, spidol dan krayon.

Kelenjar Mammae

Entah hasil nonton iklan apa, yang jelas minggu-minggu ini dua anak laki-laki saya (4 dan 5 tahun) sering berkata "Oleee..." saat sedang bertelanjang dada setelah mandi, sambil merentangkan kedua tangan, lalu tertawa.

Cara Menyisipkan 'Baca Selengkapnya' pada Aplikasi Blogger for Android

Mempublikasikan tulisan di blog bagi setiap blogger tentu merupakan kesenangan tersendiri. Kadangkala tulisan dibuat pendek, kadang pula panjang. Memajang tulisan panjang di halaman depan blog tentu kurang asyik, kurang cantik dan kurang menarik. Lalu bagaimana caranya agar tulisan yang tampil di halaman depan sebagian saja? Sisipkan link 'Baca Selengkapnya' (read more) tentu solusinya. Berikut cara menyisipkan 'Baca Selengkapnya' pada Aplikasi Blogger for Android:Pertama, buka aplikasinya, pilih satu tulisan, atau tulis sebuah artikel. Cara menulis dengan Aplikasi Blogger for Android dapat dibaca di sini.Kedua, pasang gambar atau foto pada artikel, lalu simpan. Cara menyisipkan gambar juga ada pada tautan tadi. Mengapa harus ada gambar? Sebab tanpa ada gambar tampilan tulisan tidak bisa tampil dalam format html. Tanpa format html, kode 'Baca Selengkapnya' tak bisa berfungsi dan tetap akan tampil dalam format kode html. Jika ini yang terjadi, edit dan perbaiki…

Yang Perlu Dihindari Saat BBM Langka

Gonjang-ganjing kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menggelora. Politik pun menjadi makin memanas berbanding lurus dengan kepanikan masyarakat yang mengantri di SPBU. Sebegitu tergantungnyakah kita terhadap BBM?




Tentu kenaikan harga BBM akan berdampak pada banyak sektor. Biaya transportasi meningkat, harga barang juga naik. Wajar jika masyarakat gelisah. Tapi segelisah-gelisahnya, haruslah ada perasaan menerima keadaan agar tak jadi bumerang bagi diri sendiri, terutama bagi yang memiliki masalah kesehatan. Tambah dipikir, tambah bikin stres, jadi penyakit. Gawat, kan?


Selain stres, ada lagi hal yang perlu dihindari saat BBM langka. Apa saja itu?

Memanasi Mesin Kendaraan Berlebihan
Biasanya di pagi hari saat akan digunakan, kendaraan dipanasi dulu mesinnya. Kelirunya, ada yang berlebihan saat memanasi mesin. Ada yang sampai sepuluh menit memanasinya. Wah, itu tak perlu. Coba cek di buku petunjuk pengoperasian kendaraan bermotor. Kita bisa lihat di sana bahwa cukup beberapa m…

Geraham Bungsu Tumbuh Miring

Saat ini saya sedang menikmati dan mensyukuri 'kelebihan' diri. Bukan menyombong, tapi saya sungguh-sungguh tentang kelebihan diri saya yang wajib dinikmati dan disyukuri.
Ceritanya ini kedua kalinya saya harus merasakan puyeng dan sakitnya tumbuh gigi. Iya, gigi geraham bungsu saya yang keempat sedang tumbuh cukup cepat. Tepatnya gigi geraham bungsu yang menghuni rahang bawah bagian kiri. Cenut-cenutnya sungguh nikmat...

Gambar dari toothazipua.blogspot.in/2011/05/geraham-bungsu-dan-permasalahannya.html

Masalahnya bukan hanya ia tumbuh, tapi juga karena tumbuhnya miring sehingga menyundul-nyundul pipi. Aduuuh...sedapnyeee... Hadiah mendekati usia 40 tahun, deh.
Geraham bungsu pertama, kedua dan ketiga saya tumbuh tak lama setelah saya melahirkan anak pertama, lima tahun yang lalu. Posisinya di rahang atas kanan dan kiri dan di rahang bawah sebelah kanan. Yang di kiri atas dan bawah kanan tumbuh normal, tapi yang di atas tumbuh ke samping. Sakitnya saya tahan-tahan selama satu…

Alasan Tidak Beli Motor Matic

Di bulan Agustus tahun lalu saya sedang sibuk-sibuknya mencari informasi tentang sepeda motor. Ya, kami memang berniat membeli sepeda motor karena urusan antar jemput anak ke sekolah sudah menjadi nyata. Repot kalau paginya harus diantar lalu dijemput lagi oleh suami. Alhamdulillaah ada rizki dari Alloh, maka kami pun bisa membeli sepeda motor baru dengan cara dicicil.Masalahnya, mau beli motor apa? Motor kami sebelumnya, yang sudah dijual waktu mau pindah dari Jakarta ke Madiun, merknya Suzuki. Di sini kami dapat pinjaman motor kantor merknya Kawasaki. Saya sendiri dulunya pernah akrab dengan motor Yamaha 2 dan 4 tak. Terakhir motor yang saya tunggangi sebelum menikah adalah Honda. Dari semua merk motor itu, tak ada yang berjenis matic. Pernah juga sih pakai motor matic milik adik saya, tapi kagoknya tidak hilang-hilang.Kembali ke acara pilih motor. Akhirnya, kami memutuskan untuk membeli motor Honda bukan  matic. Alasannya karena kagok? Bukan hanya itu, tapi juga karena:Naik Turun G…

Wingka Katon Kencana

"Awas! Aku bilangin mamaku!", teriak si bocah lelaki sengit.
"Bilangin aja! Emangnya aku takut?!", balas si bocah perempuan tak kalah sengitnya.
"Mamaaaa...!". Si bocah lelaki berlari masuk rumah.
"Huh! Dasar tukang ngadu!", sungut si bocah perempuan.
Tak lama setelah itu...
"Hei! Kamu apain anakku tadi?"
Mata melotot dan suara menggelegar menghentikan langkah bocah perempuan kecil itu. Si mama turun tangan rupanya.

#
Si bocah perempuan itu adalah saya yang sedang bertengkar dengan seorang tetangga, hampir 30 tahun lalu.
Si bocah lelaki itu anaknya bandel, suka nakalin temannya. Tapi giliran dibalas pasti langsung ngadu ke mamanya. Dan yang menyebalkan adalah sang mama kerap juga turun tangan membela si anak, padahal si anak yang salah. Saya ingat betul adegan dimarah-marahi oleh mama tetangga saya itu tadi di dekat mobil di depan rumah tetangga yang lain. Cuma masalah persisnya apa saya lupa. Yang jelas bukan saya yang salah. #ngelesd…

Mencicipi Cita Rasa Pegunungan di Dataran Rendah

Cita rasa pegunungan apa yang bisa dinikmati hingga di dataran rendah? Ini dia!



Dari empatCarica Gemilang yang datang, tinggal dua yang bisa difoto akibat dibuat rebutan anak-anak dan emaknya.

Mengantar Janda-Janda

Ini kisah lucu sewaktu saya masih gadis, masih ngajar di TPA dekat rumah. Ceritanya salah seorang kakak dari santri TPA ada yang gemar mendalang. Ibu saya pernah mendengarnya berlatih mendalang waktu melintas di depan rumahnya. Kakak si santri ini laki-laki dan bersekolah di SMK. Di rumahnya pun ada alat gamelan,

Pangling Karena Ia Berjilbab

Menyambung tulisan saya sebelumnya tentang busana muslim, kali ini saya ingin berbagi keresahan. #apaansih. Begini ceritanya.Suatu siang saya bertemu seseorang yang membuat saya pangling karena ia berjilbab.
"Hei, Mbak. Belanja, ya?", sapa seseorang itu. Saya bengong tapi maksa untuk tersenyum ramah dan menjawab sapaan perempuan cantik itu yang saya temui di penyeberangan jalan dekat Pasar Besar Madiun. Usai menyeberang saya berpikir keras, siapa ya dia tadi? Kok kenal saya? Sepertinya sih wajahnya saya kenal. Tapi di mana?Setelah mencoba mengingat-ingat barulah ketahuan kalau yang menyapa saya tadi adalah ibu dari teman sekolah anak saya yang juga masih ada hubungan kekerabatan. Cuma karena dia berjilbab jadi saya pangling. Pangling sungguhan.Pernah juga saya pangling kepada seorang nenek dari teman anak saya yang berjilbab waktu mengantar cucunya ke sekolah. Biasanya beliau tidak berjilbab. Wah, dapat hidayah nih, alhamdulillaah.Eh, tapi ternyata dua orang yang saya cerit…

Busana Muslim: Identitas atau Seragam?

Tahun Ajaran Baru sudah dimulai. Bagi murid baru adakalanya masih harus bersabar menunggu seragam jadi, termasuk anak kedua saya yang baru masuk TK. "Apa seragamnya sudah jadi, Bu?", tanyanya beberapa kali. Sabar ya, Nak. Masih ngantri.Ada juga orang tua/wali murid yang dibuat pusing gara-gara seragamnya ganti model, seperti yang terjadi di SD dekat rumah yang model seragam pramukanya ganti. Atau pusing karena permintaan 'aneh-aneh' dari pihak sekolah, seperti keponakan saya yang masuk SMP di Surakarta yang di akhir pekan harus pakai beskap (yang laki-laki). Biayanya itu lho... Ada juga yang heboh gara-gara aturannya diubah, seperti di DKI yang katanya harus berbaju daerah di hari Jumat (walau akhirnya masih ditunda kepastiannya). Setelah sebelumnya tiap Jumat berbusana muslim, kenapa sekarang disuruh pakai encim? Saya tidak akan mengurusi perdebatan tentang seragam di DKI itu. Saya hanya ingin menyoroti penggunaan busana muslim: identitas atau seragam?Identitas
Berb…

Kliman

"Jangan kliman, ya" begitu dulu pesan Bapak waktu saya yang masih kecil disuruh pergi beli sesuatu ke warung.

Kliman? Kata apa itu? Apa artinya?

Ternyata kliman itu nama orang. Begini kisahnya:

Apesnya Jadi Orang Jogja

Siang-siang saat makan di warung soto saya bertemu tetangga suami yang berprofesi sebagai paes (juru rias pengantin) yang dua minggu lagi akan merias pada pernikahan adik ipar saya. Obrol sana-sini lalu beliau bertanya dari daerah mana saya berasal. "Jogja", jawab suami saya. Ternyata beliau sering ke Jogja. Katanya, "Paes kalau nggak (berkiblat) ke Jogja dan Solo ke mana lagi?".

Yuk...Disuntik Dulu

Gara-gara hajatan giveawaynya Mbak Nunu el Fasa dan Mbak HM Zwan, saya jadi ingat kisah-kisah lucu yang pernah saya alami dan saya dengar. Bagus juga deh kalau saya buatkan satu label lagi di blog ini: "lucu". Sip, kan! Ya siapa tahu dapat banyak lalu layak dibukukan, aaaaamiiiiin.

Cerita lucu kali ini terjadi waktu saya baru saja resmi jadi ibu lima tahun yang lalu.
Selesai dilahirkan, anak pertama saya, dijadwalkan dapat suntikan

Menuai Di Kala Menua

Momentum pulang kampung adalah saat-saat berkesan. Apalagi setelah sekian lama tak pulang. Menelusuri jalanan dan melihat sekeliling, terasa sekali kampung halaman ini tak menua, bahkan terus meremaja. Gedung baru nan gagah bermunculan di mana-mana bersaing dengan jumlah kendaraan yang merayap meniti jalan raya yang tak lagi mudah diseberangi. Kagum, heran, sekaligus khawatir akan menjadi apa kampung halaman ini.

Suasana berbeda benar-benar terasa saat masuk ke rumah bertemu orang tua. Jika kampung halaman meremaja, orang tua saya menua. Rambut mereka putih, bahkan alis mereka pun putih, suara mereka menjadi parau, badan mereka meringkih. Ah, Bapak dan Ibu, sudah sepuh betul panjenengan berdua. Namun sungguh patut disyukuri, ingatan orang tua saya belum menua. Mereka masih bisa berbincang dan berdiskusi aneka hal dengan anak dan cucu mereka walau cara berpikir dan gaya bicara semakin berjarak.

Saya beruntung. Saya bersyukur dikaruniai dua orang tua yang masih sehat di usia senja mere…

Bekal Wajib Pulang Kampung

Lebaran, lebaran! Siapa yang pulang kampung? Sepertinya hampir semua pulang kampung, ya? Setidaknya ingin.Bekal apa sih yang dibawa pulang kampung? Uang. Ya jelas dong. Kalau yang itu sih 'wajib'. Adakah barang lain yang juga wajib dibawa? Ini bekal pulang kampung saya:

Menukar Uang dan Permasalahannya

Menukar uang tentu boleh-boleh saja. Apalagi menjelang Idul Fitri seperti sekarang. Uang kusut ditukar uang mulus atau uang pecahan besar ditukar dengan uang pecahan kecil untuk keperluan 'ang pau'. Yang jadi masalah adalah bagaimana bila penukaran uang disertai adanya imbalan? Jadi misalnya kita menukar uang senilai Rp 200.000,00 berupa 2 lembar uang seratus ribuan menjadi 20 lembar uang sepuluh ribuan, lalu si pemberi tukaran meminta imbalan Rp 5.000,00 maka itu haram. Sama dengan jual beli uang, sama dengan riba. Dalil haramnya menukar uang dengan imbalan ada dalam hadits riwayat Bukhari berikut:
Dari Abu Said Al-Khudriradhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian menjual emas dengan emas kecuali beratnya sama, dan jangan melebihkan salah satunya. Jangan kalian menjual perak dengan perak kecuali beratnya sama, dan jangan melebihkan salah satunya.” (HR. Bukhari)Lalu bagaimana kalau kita tidak punya uang pecahan kecil sedangkan kita me…

Yang Indah Tersentuh Tangan Terampil

Berwisata ke Wonosobo tentu kurang afdol jika tak menelusuri dataran tinggi Dieng yang menyajikan panorama eksotis, potensi pariwisata yang menakjubkan, kehidupan pertanian dan perkebunan yang menjanjikan. Ada bentangan alam yang indah di sana memanggil untuk dinikmati bersama keluarga dan teman-teman maupun untuk dipelajari.
Para wisatawan pun kalau berkunjung ke Wonosobo kemungkinan besar akan berburu makanan khas Wonosobo. Tapi apa lagi ya yang khas dari Wonosobo yang tak habis dimakan? Bagaimana kalau cindera mata?
Wonosobo yang berada di tengahnya Jawa Tengah ini juga punya cindera mata yang istimewa, lho. Di antaranya adalah kerajinan mendong, anyaman bambu, batik dan botol lukis!

Kerajinan Mendong
Sudah tahu mendong, kan? Mendong adalah sejenis rumput teki yang daunnya lebih besar. Mendong ini dimanfaatkan sebagai bahan dasar kerajinan. Kerajinan apa saja? Tikar? Oh, bukan hanya tikar. Ada juga taplak meja, aneka asesoris dinding dan juga sandal, topi, tas tangan dan dompet. W…

Cerita Horor di Waktu Maghrib

Sudah tahu kan kalau waktu maghrib tiba kita diperintahkan untuk menahan anak-anak di dalam rumah agar tak diganggu setan? Perintah ini ada dalam sebuah hadits shohih. Berikut ini terjemahan haditsnya:

Permainan Berbahaya

Siang-siang jalan-jalan ke Kelompok Pembudidayaan Ikan "Mino Lestari" di dekat rumah Eyang. Ketemu mas-mas yang lagi berenang di kali pengairan. Puasa tapi main air terus. Makruh lah ya maaas...! Mainnya berbahaya pula!


Duh...duh... Ini ibunya kalau lihat bisa stres!

Perjuangan Mencetak Generasi Cinta Al-Quran

Siapa yang tak ingin mempunyai generasi penerus yang cinta Al-Quran? Rasanya hampir semua muslim menginginkannya, sebab generasi yang cinta Al-Quran bukan saja pandai dan fasih membaca Al-Quran, tapi juga mampu menghafal dan mengamalkannya. Demi mewujudkan hal itu,

Masjid Sederhana Saja

Namanya Masjid Prasojo. Konon penamaan masjid ini karena salah tangkapnya pemuka masjid. Berdasarkan cerita warga setempat, pada waktu masjid usai dibangun dan akan diresmikan, pemuka masjid meminta pendapat K.H. A.R. Fachruddin tentang nama masjid. Ditanyai begitu, Pak A.R. menjawab, "Prasojo wae (sederhana saja)".Maksud Pak A.R. sebenarnya adalah agar nama masjid itu nanti jangan muluk-muluk. Namun demikian pemuka agama tetap menamai masjid itu 'Prasojo'.Masjid ini diresmikan pada 1992, terletak di Dusun Mojosari, Desa Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dekat tempat orang tua saya tinggal. Foto ini diikutsertakan dalam Lomba Foto Blog The Ordinary Trainer

Jayalah Bahasa Indonesia

Pelajaran apa yang mudah tapi sulit di sekolah? Secara subjektif saya menjawab: Bahasa Indonesia! Mudah karena ya itu bahasa kita sehari-hari. Sulit karena pada kenyataannya nilai Bahasa Indonesia saya tak pernah bisa melampaui nilai Bahasa Inggris!
Tidak nasionaliskah? Tidak juga. Bahasa Indonesia menjadi sulit karena

Tempat Cuci Tangan Unik

Cuci tangan dan berdoa sebelum makan itu wajib. Di rumah makan pun biasanya disediakan tempat untuk cuci tangan. Kalau tidak ada, hmmm...selayaknya tidak dikunjungi lagi.Ada tempat cuci tangan standar, ada juga yang unik. Ini dua di antaranya: Bekas mesin cuci atau mesin cuci bekas? (Pondok Grape di Wana Wisata Grape, Kabupaten Madiun) Tersembunyi di gerumbul tanaman (RM Caping Gunung, Kresek, Kabupaten Madiun)

Mengapa Sulit Halal?

"Kenapa cangkang kapsul yang digunakan industri farmasi Indonesia bisa mengandung babi?"Itulah sebuah pertanyaan besar yang dilontarkan seorang Mew Da Vinci dalam artikelnya yang berjudul Obat Herbal Mengandung Ekstrak Babi. Nah, itu dia. Kok bisa? Padahal sudah dapat sertifikasi halal dari LPPOM MUI. Menurut Mbak Mew Da Vinci, itu karena yang diperiksa LPPOM MUI adalah isinya, bukan cangkang kapsulnya.Saya sendiri melihatnya sebagai ketimpangan informasi yang diberikan oleh pihak produsen barang farmasi kepada masyarakat konsumennya. Entah ada apa namun menurut saya semua bermuara pada faktor ekonomi alias soal uang. Masalahnya, hingga kini pemerintah belum dapat menerbitkan aturan dan sanksi untuk sertifikasi halal pada produk farmasi. Kendalanya adalah belum selesainya pembahasan RUU JPH alias RUU Jaminan Produk Halal di DPR. Padahal masa kerja anggota DPR hampir usai.Dalih bolehnya berobat dengan bahan haram karena terpaksa seringkali masih dipakai untuk melegalkan pemak…

Bapaknya Orang Mana, Sih?

Sudah dua kali saya ditanya begitu oleh orang lain saat mereka mendengar gaya bicara anak-anak saya. Ada juga yang mengira kami pernah tinggal di luar negeri. (catatan: Madiun merupakan salah satu pengekspor TKI). Memangnya seperti apa, sih gaya bicara anak-anak saya? Sebenarnya tak ada yang istimewa, hanya berbahasa Indonesia saja. Iya. Bahasa Indonesia saja. Kalau kami tinggal di ibukota mungkin tak istimewa, tapi di sini, di Madiun, anak yang berbahasa Indonesia saja itu jarang. Kebanyakan, tentu saja, berbahasa Jawa. Jawanya pun Jawa Timuran. Berbahasa Indonesia sesekali dengan logat Jawa Timuran. Anak-anak saya memang sudah 'terlanjur' berbahasa Indonesia sejak kecil, eh padahal anak saya memang masih kecil, baru umur 5 dan 4 tahun. Baiklah, mereka diajak bicara bahasa Indonesia sejak mereka belajar bicara, karena kami dulu tinggal di seputaran ibukota. Maklum, kan ya? 'Kesalahan' saya berikutnya adalah membiarkan anak-anak meniru gaya bicara film di televisi. Fil…

Laa Ilaha Illallaah Muhammadur Rasulullaah

Kisah lucu dalam keseharian sering berseliweran di hadapan kita. Terkadang kita sebagai subjek kisah, terkadang pula berperan sebagai objek, tak jarang pula sebagai penonton semata. Kisah lucu berikut ini terjadi kira-kira sepuluh tahun yang lalu.

Waktu itu libur Idul Fitri baru saja lewat. Saya dan rekan-rekan kerja saya sudah harus kembali masuk kerja. Tapi ada satu rekan saya, sebut saja namanya Rini, yang belum muncul juga di hari pertama masuk kerja itu. Seorang rekan lain, sebut saja namanya Wawan, merasa penasaran. "Santai sekali si Rini ini", begitu mungkin batin si Wawan. Jangan bayangkan tempat kerja kami sebuah kantor besar, ya. Kantor kami kecil dengan sedikit pekerja tetap. Baru ramai kalau ada event. Jadi, terkadang memang bisa santai sedikit, hehehe...

Ketika sampai pukul 10 pagi Rini belum muncul juga, Wawan berinisiatif menelepon ke ponsel Rini. Demi mendapatkan berita absennya Rini secara 'live', teleponnya disetting dengan  speaker luar. Harapannya…

Mata-mata yang Mengagumkan

Ini apa sih? Kelereng?Bukan! Ini mata!Mengagumkan, ya? Mata-mata ini sebetulnya adalah lensa kontak hasil kreasi Eye Ink FX

Magic Book

Punya anak usia pra-sekolah itu menyenangkan, sebab bahan belajarnya adalah mainannya! Seperti yang ini: Magic Book Pintar Matematika terbitan Wahyu Media. LucuBuku ini mengenalkan penjumlahan dan pengurangan untuk anak usia 3-5 tahun. Selain lucu, buku ini aman sebab ujung-ujungnya tumpul mengikuti bentuk kepala si harimau. Buku ini pun hemat sebab kertasnya tebal dan kuat sehingga tak mudah sobek dan halamannya licin. Untuk apa licin? Supaya bisa ditulisi dengan spidol

Jangan Lari, Jalan Cepat Saja

Pernah dikejar anjing? Saya pernah dan hampir setiap hari berhadapan dengan mammalia peliharaan itu. Dulu. Sumber mamhat.devianart.com
Waktu masih bersekolah saya tinggal di perumahan AURI yang tetangga kanan- kiri dan depan saya memelihara anjing. Saya sih suka saja lihat anjing-anjing lucu atau gagah. Tapi karena mereka juga berbahaya maka saya menjaga jarak. Anjing-anjing itu sebagian besar tidak dikurung di balik pagar, tapi berkeliaran bebas. Kadang mereka dengan santainya duduk-duduk di teras atau tepi jalan. Blok rumah saya terdiri dari 8 rumah yang berkopelan sepasang-sepasang. Di depan blok rumah saya ada blok lain yang terdiri dari 12 rumah. Letak blok rumah saya ini paling ujung Timur berbatasan langsung dengan areal persawahan yang menyambung dengan sungai. Di Timur sungai adalah landasan pacu pesawat terbang. Jadi, dari depan rumah, saya bisa melihat pesawat take-off dan landing.Tampak tenteram, tapi masalahnya jalan untuk keluar masuk rumah harus melewati jalur berbahaya …

Menari Itu Untuk Anak Perempuan

Anak pertama saya, Damar, laki-laki berusia lima tahun memandang bahwa yang disebut (anak) perempuan itu adalah: yang memakai rok, memakai kalung dan atau anting-anting serta yang suka menari. Untuk poin pertama dan kedua saya sepakat. Tapi poin ketiga membuat saya manggut-manggut setuju sekaligus puyeng.Di pertengahan semester dua TKnya tahun ini, ada kegiatan drum band. Siswa TK kelas B pegang alat, yang kelas A diberi bagian menari-nari. Dengan pom-pom pula. Sumber gambar
Nah, di sinilah masalahnya. Anak saya sama sekali tidak mau melakukannya. Setiap kali latihan dia cuma lari ke sana ke mari. Diminta berhenti tidak mau, diminta ikut menari tidak diindahkannya. Menari adalah untuk anak perempuan, begitu ia beralasan. Oh...ibunya puyeng jadinya.Kemudian di akhir tahun pelajaran kali ini seluruh siswa TK akan tampil dalam acara perpisahan. Siswa kelas B menyanyi, siswa kelas A menari. Seperti yang sudah bisa ditebak, lagi-lagi Damar absen. Iming-iming ikut menari dengan pedang atau k…

Monumen Cinta

Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanahku yang kucintai
Engkau kuhargai
Walaupun banyak negri kujalani
Yang masyhur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah ku rasa senang
Tanahku tak kulupakan
Engkau kubanggakan

Siapa tak kenal lagu ini? Ini adalah monumencintalegendaris karya Ibu Saridjah Niung alias Ibu Soed yang berjudul 'Tanah Airku'.

Setiap kali menyenandungkannya, hati saya bergetar, lisan saya kadang tak mampu meneruskan syairnya. Mata pun turut berkaca-kaca mengenang tanah air, tanah kelahiran, tanah dan air tempat saya tumbuh. Ada cinta di sana. Ada rindu menanti untuk dikecap.



Bagi saya lagu ini menyuguhkan  cinta secara gamblang, sederhana dan indah, serta menyentuh setiap insan. Siapa yang tak cinta kampung halamannya? Saya rasa hampir semua orang mencintai tanah airnya.

Cinta tanah air pun pernah dirasakan seorang yang sangat mulia, Rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wasalam. Sete…

Lezatnya Lapis Bogor Sangkuriang

Akhir pekan ini seorang adik ipar saya datang dari Cibinong. Seperti biasa, ipar saya ini membawa oleh-oleh untuk saudara-saudaranya. Kali ini dia membawakan Lapis Bogor Sangkuriang!


Ada dua dus yang dibawa adik ipar saya. Lapis edisi teh hijau yang berwarna hijau-kuning; dan talas yang berwarna ungu-kuning. Keduanya bermandikan keju parut. Wow...kesukaan saya!


Mulanya saya ragu mau memakannya. Takut ada apa-apa. Masalahnya, perut saya bermasalah jika makan roti berbahan terigu. Apalagi yang manis. Kembung adalah langganan setia yang selalu datang sesudah saya makan roti terigu, baik bikinan sendiri ataupun hasil membeli. Perut saya baru 'damai' kalau rotinya whole-wheat grain.