Skip to main content

Hal Yang Wajib Dipelajari Lelaki Sebelum Menikah

Menikah? Siap aja! Tinggal ke KUA, beres. Bagi perempuan, menikah bisa mengubah banyak hal sehingga tak sedikit perempuan yang mempersiapkan kehidupan barunya dengan serius. Menikah itu bukan cuma upacara pernikahannya, lho, tapi juga hidup sesudahnya. Buat para lelaki, ada hal yang wajib dipelajari sebelum terjun ke dunia orang dewasa ini. Apa saja?

Belajar Memuji

Memuji siapa? Memuji istri, tentunya. Pujian bagi istri bagaikan tebaran confetti, bagaikan percikan hujan di siang terik. Sedangkan sindiran, celaan bagai kesenggol setrika panas yang lukanya nggak seberapa tapi bikin trauma.

Belajarlah memuji. Apapun itu. Masakan istri, dandanan istri, ide istri,apapun. Kalau belum terbiasa memuji dengan kata-kata, cobalah ungkapkan dengan bahasa isyarat. Misalnya dengan memberi jempol pas makan masakan istri.

Gimana kalau sebetulnya istri belum pantas dipuji? Senyum aja. Tahan diri. Jangan sampai mencela atau mengejeknya. Ingatlah, ketika masih gadis, istri adalah kesayangan keluarga.
"Anak Ibu pintar."
"Anak cantik."
"Anak sholihah."
"Hebat! Kamu jadi lulusan terbaik. Bapak bangga!",
dsb.
Pujian dari keluarga membuat istri diperhatikan. Kini urusan puji-memuji itu akan berpindah menjadi bagian suami. Kalau sampai istri suka cari perhatian, bisa jadi istri kurang mendapat pujian dari suami.

Memuji pun tak cuma secara langsung. Membicarakan kebaikan istri di hadapan saudara suami juga merupakan bentuk pujian.

Belajar Berterima Kasih

Istri adalah partner, bukan budak atau robot. Istri juga butuh pengakuan atas jerih payahnya.
"Terima kasih, sayang."
rasanya tidak sulit, kan? Seorang karyawan berprestasi saja berhak menerima ucapan terima kasih dan pujian, masak istri tidak dapat?

Memangnya prestasi istri apa? Menaklukkan hati suami tentunya. Yang nggak setuju berani ngacung nggak?

Ucapan terima kasih yang tulus akan menyemarakkan hati istri. Memang istri itu makhluk yang halus perasaannya. Curahan kasih sayang sedikit saja sudah mampu membuatnya bahagia. Bagi istri, punya suami yang secara fisik macho tapi bahasanya santun dan enak didengar adalah surga! (Apalagi ucapan terima kasihnya disertai sebungkus cokelat.)

Gambar dari pixabay.com

Belajar Menerima Tangisan

Barangkali di kala kecil suami termasuk tipe anak yang tidak mendapat kesempatan menangis yang cukup. Hardikan atau ejekan saat seorang anak lelaki menangis ternyata memberi pengaruh buruk kepada istrinya kelak. Gara-gara tak boleh menangis, maka ketika istri menangis, bingunglah sang suami. Hardikan yang sama bisa jadi keluar dari mulut suami,
"Gitu aja nangis."

Percayalah, istri tak akan senang diperlakukan begitu. Bagi istri, menangis adalah salah satu bentuk komunikasi, mengindikasikan ada yang salah. Jadi, belajarlah menerima tangisan istri. Di saat istri menangis, peluk dan jangan katakan apapun. Belaian di kepala bisa membantu menenangkan istri.

Kalau istri menangis karena marah atau kecewa kepada suami, diamlah. Jangan pergi meninggalkannya saat istri berkata,
"Aku ingin sendiri."
Jangan pergi. Rengkuh istri. Andai istri menolak suami dengan cara mendorong atau memukul, jangan lepaskan. Toh suami lebih kuat badannya dari istri. :-P

Bersama istri saat menangis memberi rasa tenang kepada istri. Istri akan tahu bahwa suami tak akan meninggalkannya meski saat itu istri sedang berada dalam kondisi terburuknya. Efeknya istri akan kuat secara mental dan merasa ikatannya dengan suami adalah ikatan yang sangat berharga baginya yang tak ingin ia lepaskan.

#

Nah, gimana para calon suami? Sudah siap?

Comments

  1. boleh juga dan sangat penting untuk para lelaki yang sebentar lagi berencana hendak menikah agar ilmu diatas dapat membimbing pernikahannya menuju rido-Nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah jika para calon suami bersedia membaca tulisan ini.

      Delete
  2. Karena perempuan makhluk verbal ya mb..dan karena wanita ingin dimengerti.....* dadi kangen Ada band

    ReplyDelete
  3. lelaki lebih suka bertindak daripada berucap, begitu kira-kira kata suamiku

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, mbak. tapi berhubung sudah nikah ya sebaiknya ada keseimbangan di antara tindakan dan ucapan ya.

      Delete
  4. Hihihii

    Coba-coba belajar memuji yang lain...
    *ngasahgolok

    ReplyDelete
  5. Hihihi pelukan suami memang obat kuat yg mujarab ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi...obat kuat mbak, setuju *eh*

      Delete
  6. Betul sekali, para bujangan mesti baca ini ... Share aah :)

    ReplyDelete
  7. sepertinya memang segalanya kudu dipersiapkan sebelum menikah, terutama untuk laki-laki...heheheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak, biar nggak cuma perempuan aja yang heboh nyiapin nikah ya.

      Delete
  8. Nomor 1 & 2 OK yg nomer 3 kayaknya suami harus baca nich. Ehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. bersyukur mbak, sudah 66,66% hehehe

      Delete
  9. No 1,2,3 kalau sebelum nikah sepertinya kebanyakan laki-laki bisa melakukannya ya mak, nah mempertahankannya ini yang sepertinya sulit kalau sudah nikah hihi..
    Salam kenal mak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi...gitu kali ya mak. Salam kenal kembali.

      Delete
  10. Wah, saya bukan calon suami. Heheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk ntar kalau nyari mantu mbak :-D

      Delete
  11. Beberapa poin juga senada dengan buku saya yg ke 11 yg akan terbit bulan November
    Terima kasih tipsnya
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
  12. hhehehe harus bisa mengerti wanita

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillaah dibaca oleh lelaki. Makasih mas.

      Delete
  13. Bener nih mba, dipeluk suami pas sedih itu luar biasa sekali rasanya :)

    ReplyDelete
  14. setuju sekali, semoga para calon suami baca ini ya :)

    ReplyDelete
  15. jangan lepaskan ya Mbak, kadang istri pura-pura menolak padahal...

    ReplyDelete
  16. Makanya ada nasehat bagus, carilah suami yang memahami baik hukum islam sehingga nantinya bisa mngayomi keluarganya terutama bagaimana membuat istrinya bahagia.

    ReplyDelete
  17. betullll, belajar memuji itu penting, sekecil apapun tetep akan membuat istri bahagia hahai

    ReplyDelete
  18. beneerrr banget setuju sm ke3 poin diatas mba diah hehehe...

    ReplyDelete
  19. Saya belum jd suami, tp yg begini udah kepikiran, bagaimana berkomunikasi baik dengan istri. Secara saya sadar diri kalau saya romantis dan pengertian

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Baca jug…