Skip to main content

Tarikh Muhammad SAW, Teladan Perilaku Ummat


Judul: Tarikh Muhammad SAW, Teladan Perilaku Ummat
Penulis: Tahia Al-Ismail
Jumlah halaman: xvi + 421
Cetakan pertama: September 1996
ISBN: 979-421-573-2
Penerbit: Srigunting (Divisi Buku Saku Rajagrafindo Persada), Jakarta


Sebuah buku jadul yang saya beli sekitar sepuluh tahun yang lalu ini terbilang istimewa buat saya. Tarikh Muhammad SAW, Teladan Perilaku Ummat, demikian judul bukunya. Ditilik dari judulnya jelaslah bahwa ini adalah buku sejarah biografi Rasulullaah Muhammad Sholallahu Alaihi Wasallam. Buku ini merupakan buku terjemahan yang judul aslinya The Life of Muhammad: His Life Based on the Earliest Source karya Tahia Al-Ismail. Saya sangat menghargai usaha dari A. Nasir Budiman yang telah menerjemahkan buku ini dengan bahasa yang sangat mengalir. Bahkan terasa cukup puitis di beberapa bagian. Entah karena memang karya aslinya demikian ataukah karena pemilihan diksi yamg tepat, yang jelas buku ini sangat menghanyutkan.

Ketika pertama kali memegang buku ini, kondisi buku ini sudah tak mulus lagi. Namun saat saya menanyakan apakah ada persediaan buku ini yang masih tersegel mulus, jawabannya adalah tidak ada. Buku ini satu-satunya yang tertinggal di rak display Gramedia. Wow..batin saya, tentu buku ini diminati banyak orang. Akhirnya dengan menimbang takut buku lecek ini akhirnya terbeli orang lain, saya pun membelinya.

Saya membeli buku ini bukan semata karena buku ini laris manis atau karena ukurannya yang segenggaman tangan, namun juga karena isinya yang menarik. Seperti yang saya ungkapkan tadi, bahasa yang mengalir membuat saya betah membacanya. Serasa tak sedang membaca buku sejarah, kisah hidup Nabi Muhammad Sholallaahu Alaihi Wasallam ini malah seperti novel.

"Betapa besar perbedaan antara bertempur dengan keimanan yang kuat seorang manusia kepada Allah dan bertempur dengan tangan penuh barang-barang sampah dunia, masing-masing berusaha menyelamatkan nyawanya. Mereka bertempur dalam keadaan bingung dan kacau, bahkan mereka saling bertempur secara membuta. Mereka terombang-ambing ke kiri dan ke kanan dan tidak tahu ke mana harus bergerak. Untuk menghancurkan sama sekali moral pasukan kaum Muslimin, suatu teriakan dari pasukan Quraisy berkumandang bahwa Muhammad sudah mati. Kini kaum Muslimin bertempur dengan hati menangis, karena mereka sangat mencintai Muhammad. Sebagian melemparkan senjatanya karena putus asa yang mendalam." (Kisah Perang Uhud, halaman 226)

Catatan: Buku ini memang menyebutkan nama Muhammad bukannya Rasulullah atau dengan gelar Nabi.

Bentuk dan ukuran font yang enak di mata

Tiap kisah diceritakan dengan baik. Dan bagi pembaca yang pernah mempelajari sejarah hidup Rasulullaah Sholallahu Alaihi Wasallam tentu tak akan asing dengan buku ini. Sebab seperti sebagian besar buku sejarah Islam, kisah-kisah di dalamnya selalu sama, tak ada yang bertentangan.

Apa yang spesial bagi saya? Membaca sejarah adalah salah satu kesukaan saya. Namun seringkali terlalu sulit untuk dipahami mengingat banyaknya jalinan sebab-akibat di dalamnya. Sejarah, terutama sejarah Islam, penting dipelajari menurut saya. Sebab membaca sejarah rasanya seperti piknik ke masa lampau dan mengungkap rahasia-rahasia besar. Ah, memang itulah kenikmatan membaca buku. Dan saya merasa beruntung diberi kesempatan memiliki dan membaca buku ini.

Postingan ini diikutsertakan dalam First Giveaway Buku Inspirasi

Comments

  1. membaca ulasan ini, membuat saya juga ingin membacanya. Mungkin di perpustakaan ada :)

    ReplyDelete
  2. Melalui sejarah kita dapat mempelajari segala hal, Kisah Rasulullah memang tak akan pernah habis dibahas,perjuangannya serta pengorbanan untuk Agama, umat dan Tuhannya sungguh luar biasa
    Terima kasih telah berpartisipasi dlm GA Buku Yang menginspirasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak. Membaca sejarah orang besar itu menbuat kita takjub. Seolah mereka sudah tahu akhir hidup mereka sehingga sepertinya mereka memang menuliskan sendiri sejarah mereka. Luar biasa.

      Delete
  3. Kayaknya buku yg bagus ya.. semoga aja suatu saat bisa membaca hehe. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaamiiin. Buku ini bagus banget deh mbak.

      Delete
  4. saya sedang hunting buku2 sejarah islam seperti ini.. sayangnya harus ke jawa dulu baru bis ahunting buku..
    ulasannya bagus mbaa.. pengen baca jugaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cari di toko buku online ada juga lho mbak buku sejarah.

      Delete
  5. Wah...buku berbobot bener klo ini mbak. Sukses mbak GAnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada bagian-bagian yang bikin air mata menetes karena sedih ada juga yang karena haru. Ada juga yang bikin hati tergerak karena kekaguman. :-)

      Delete
  6. bukunya bagus untuk dibuat bacaan, banyak orang yang tertarik dengan buku seindah ini

    ReplyDelete
  7. Buku (agak) lama yang masih dan selalu perlu untuk dibaca ini ya, Mbak :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.