Skip to main content

Buku Tulis Buatan Sendiri

Bikin buku tulis buatan sendiri? Kurang kerjaan banget sih! Tinggal beli saja kan beres. Bagi saya, tidak.

Pada waktu anak sulung saya masuk SD, dengan penuh semangat saya belikan dia satu pak buku tulis. Saya tulisi namanya di sampulnya, saya tulisi juga nama mata pelajarannya. Saya berikan ke anak saya disertai instruksi 'how to'-nya. Anak saya manggut-manggut. Tapi...beberapa hari kemudian saya menemukan buku-buku tulis itu berubah menjadi buku gambar!

Rupanya anak saya memanfaatkan buku-buku itu untuk menyalurkan hobi corat-coretnya. Walhasil buku-buku itu gagal berfungsi. Dan tiba-tiba saja anak saya hanya punya satu buku tulis untuk sembilan mata pelajaran karena yang lain habis dicoret-coret.

Baiklah. Harus ada langkah penyelamatan aset nih. Lalu terbetik di pikiran saya untuk merancang buku tulis buatan sendiri. Modalnya cuma nekat saja, ditemani ilmu Corel Draw seiprit yang dapat dari ngintip-ngintip kerja teman desainer grafis di masa lalu.

Hasilnya satu lembar kertas bergaris dengan foto anak saya di pojokan, nama anak di bagian atas dan nama mata pelajaran di bagian bawah. Semua disetting warna abu-abu (greyscale).

Abaikan desain dan hasil cetak yang seadanya

Harapannya, dengan kertas yang ada foto dirinya, anak saya akan segan untuk mencoret-coretinya. Apa dipasangi foto wajah sangar ibunya aja, ya? Hihihi...


Setelah selesai semua, saya bawa ke tukang fotokopi. Dikopi bolak-balik sepuluh lembar, disampuli, dijilid pakai stapler. Sudah.

Sampulnya warna-warni gini menarik, kan?

Biar afdol disampuli plastik juga.


Reaksi pertama anak saya saat melihat buku tulis buatan sendiri ini adalah, "Waaah...bagus." Alhamdulillaah. Semoga setelah ini dia bisa menjaga barangnya sesuai fungsinya dengan baik.

Tambahan:
Mengenai harga, buku tulis buatan sendiri ini jatuhnya per buku 2.700 rupiah. Wuuh...mahal...mending beli aja. Memang jauh lebih mahal, tapi berhubung proyek ini tujuannya untuk melatih kepekaan anak terhadap pemeliharaan barangnya, maka saya pikir nggak masalah. :-)

Comments

  1. Waaah..
    Kreatifnyaa
    Keren nih, mba idenya

    ReplyDelete
  2. Ini kreatif sekali.
    Izin contoh idenya ya mba...
    Terima kasih :)

    ReplyDelete
  3. Bagusss mbakkkkk..... Tp sayangnya disekolah anakku, buku tulis mesti beli di koperasi....diterbitin pihak sekolah. ... Btw, buku tukis yang jadi buku gambar.....podho!

    ReplyDelete
    Replies
    1. E ya Alloh. Lha podo to? Anak laki tuh gitu apa ya?

      Delete
  4. Jadi ingat adikku, dulu sering kena marah bapak karena bukunya habis untuk gambar bus :))

    ReplyDelete
  5. Kreatif, Kak! Tapi kalau bikin sendiri gini jadi lebih hemat atau malah boros nih?



    www.halmarsanitary.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih mahal memsng. Tapi karena tujuannya bukan ke situ ya gpp.

      Delete
  6. hahaha lucuu, keratif mba. Mau atuh pesen bukunya yg bisa pake gambar dek paksi, zaha, sm alinga kan ateu. maklum ibunya buka correldraw ajja gegara anaknya ada PR TIK dan lalu nyerah hahaha

    ReplyDelete
  7. Keren Dan kreatip.
    Semoga damar makin semangat belajar Dan berprestasi.

    ReplyDelete
  8. Waah ibu yang kreatiif, mungkin dibawa ke percetakan aja biar lebih murah.

    ReplyDelete
  9. Dl jaman sekolah aku jg buat buku dr buku sisa haha. Aku jilid jd 1, tebel, jd buku catetan fisika. Kan ngerjain rumus tu butuh byk penjabaran heheh

    ReplyDelete
  10. Ibu dan anaknya sama-sama kreatif :D Setelah itu Damar sudah gak corat-coret di bukunya lagi Mbak?

    ReplyDelete
  11. ya ampun kreatif banget yah...
    otakku ini terlalu lemot kalo tentang yang beginian.
    Bagus bukunya, murah...

    ReplyDelete
  12. boleh dicoba nih mak..
    tengkiu yak
    kreatif :)

    ReplyDelete
  13. Koq ya adaaaa aja idemu mba hihihii... kreatif nih mba

    ReplyDelete
  14. Wah keren
    Ada aja idenya deh

    ReplyDelete
  15. Mahal dikit tapi kan ada fotonya. Beda sama yang lain.

    ReplyDelete
  16. Kreatif..kreatif. Sukaa dengan idenya mba...

    ReplyDelete
  17. wah mbak, kreatifnya. Sampulnya cantik mbak, warna-warni. Kapan-kapan bisalah coba buat. Makasih mbak ;))

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Baca jug…