Skip to main content

Mengenali Pola, Sifat Manusia Unggul

Pola atau pattern dalam Bahasa Inggris adalah rangkaian kejadian atau bentuk yang berulang. Meski ada penyela di antaranya, pola selalu dapat dikenali. Di masa dulu ketika ilmu pengetahuan belum menjadi raja, dunia dikuasai oleh mitos yang berasal dari pengenalan yang keliru terhadap pola (false pattern recognition), seperti keyakinan adanya wajah di bulan.

Sumber foto: screen shoot dari serial Cosmos A Spacetime Oddyssey episode 3

Dalam perjalanan sejarah manusia, terbukti adanya pola-pola. Seseorang yang mampu mengenali pola terlebih dahulu memiliki kesempatan untuk mengantisipasi. Orang yang terlambat mengenali pola, mungkin tidak akan terlalu jatuh dalam kemalangan, namun mereka kehilangan kesempatan untuk menjadi yang terbaik.

Rusaknya nilai moral suatu masyarakat akan berakibat pada runtuhnya masyarakat itu sendiri. Berbagai imperium dari masa lalu sudah membuktikannya. Mulai dari zaman Babilonia, Mesir Kuno, Romawi hingga abad modern, semuanya berputar pada pola yang sama. Rusak, jatuh, hancur.

Ada dua macam pengenalan pola. Keduanya penting untuk dipelajari dan diamalkan. Apa saja itu?

Mengenali Pola SecaraTepat

Untuk mengenali pola secara tepat, manusia memerlukan dua hal: rujukan dan akal.

Seorang Edmund Halley (ilmuwan abad ke-17 berkebangsaan Inggris) menemukan pola kedatangan sebuah komet yang kelak dinamakan Komet Halley hanya dengan berbekal buku dan akalnya. Halley mempelajari catatan tentang kedatangan komet sejak zaman Yunani Kuno yang bisa ditemuinya. Catatan-catatan dari generasi ke generasi ini menunjukkan suatu pola. Pada akhirnya dengan keilmuan yang dimilikinya, Halley dengan yakin menyatakan bahwa komet yang datang pada tahun 1531 adalah komet yang sama yang datang di tahun 1607, 1682. Bahkan Halley dapat memprediksi kedatangan komet itu lagi yang ternyata periodik 76 tahun sekali (terakhir komet ini menyambangi langit Bumi di tahun 1986).

Tak harus sekaliber Edmund Halley. Kita pun bisa mengenali pola secara tepat jika kita berusaha. Seorang ibu yang mengenali pola tidur bayinya akan dengan mudah mengatur jadwal bekerja dan beristirahatnya. Seorang siswa yang mengenal pola ulangan harian akan dengan mudah mengetahui kapan ulangan yang akan datang dilaksanakan. Seorang petani yang mengenali pola musim akan mudah menentukan jenis tanaman yang akan ditanamnya di musim berikutnya. Seorang nelayan yang mengenali pola migrasi makhluk laut akan mudah mengetahui akan menangkap apa pekan depan.

Pada intinya, pola dapat dikenali dengan tepat asalkan manusia berusaha mengenalinya dengan berbekal rujukan yang terpercaya dan akal. Tak jarang, pengenalan pola yang mendalam menghasilkan intuisi.

Mengenali Pola Yang Menyimpang

Mengenali pola yang menyimpang juga penting. Pola yang menyimpang adalah kejadian yang tak sesuai aturan atau harapan yang terjadi berulang-ulang. Pola yang menyimpang bisa jadi merupakan tanda bahaya yang harus diantisipasi.

Seorang boss yang teliti akan mampu mengenali adanya pola menyimpang saat bawahannya berlaku curang. Seorang ayah akan mengenali pola menyimpang saat anaknya yang jadi korban bullying menjadi pemurung. Seorang jagawana akan mengenali pola menyimpang saat populasi ular meningkat tajam.

Kemampuan mengenali pola yang menyimpang ini sama pentingnya dengan mengenali pola secara tepat. Seseorang yang mengenali pola menyimpang memiliki kesempatan menghindari adanya bahaya yang lebih besar.

Kedua kemampuan mengenali pola ini penting diketahui dan dikembangkan setiap individu, apapun profesinya agar menjadi manusia yang unggul.

Comments

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Baca jug…