Skip to main content

Buku 24 Resep Kue Dari Dapur Blogger Kece

Judul:
24Resep Kue dari Dapur Blogger Kece

Penulis:
Mechta Deera, Leyla Hana, dkk.

ISBN:
978-602-0997-15-5

Jumlah Halaman:
139

Terbit:
September 2015

Penerbit:
Sixmidad

Bonus:
7 Jurus Jitu Menulis Artikel How To

Buku 24 Resep Kue dari Dapur Blogger Kece ini bisa memiliki dua keistimewaan. Yang pertama, proses penyusunannya dilakukan dalam suasana kompetisi. Ya. Buku 24 Resep Kue dari Dapur Blogger Kece ini memang merupakan kumpulan resep peserta sebuah lomba, tepatnya Giveaway Mini: Sepotong Kue untuk Pakde yang diprakarsai oleh blogger yang penuh energi, Pakde Abdul Cholik.

Keistimewaan yang kedua, seluruh resep dalam buku ini telah diuji coba langsung oleh para blogger yang bukan blogger spesialis masakan. Tentu saja sebagian besar blogger penyusun buku ini sudah terbiasa terjun ke dapur, tetapi sungguh pun demikian, memasak bukan topik utama dalam blog mereka. Tengok saja, ada nama Leyla Hana yang penulis novel di sana.

Berhubung buku ini berisi resep untuk kompetisi membuat kue, aneka macam versi kue pun bermunculan. Ada kue-kue a la Barat seperti cake, browmies, cookies dan kastengel; ada juga kue khas Indonesia seperti cilok, awuk-awuk ubi dan kue kolak.

Uniknya, di sini beberapa resep betul-betul merupakan kreasi baru. Misal, kreasi Sri Wahyuni "Gabin Goreng Fla Tape". Kue ini memanfaatkan bahan yang ada di dapur si penulis (halaman 44).

Ada juga "Bobonkar" kreasi Irowati. Bobonkar ini singkatan dari Bolu Abon Mekar yang mengkombinasikan bolu mekar dengan isian abon (halaman 63).

Kelebihan buku ini adalah semua resepnya telah teruji dan disertai langkah-langkah pembuatannya yang jelas. Bahkan ada bonus rahasia cara mengolah bahan atau trik untuk mengakali kesulitan yang dihadapi di masing-masing resep.

Kekurangan buku ini, tampilannya yang hitam-putih barangkali membuat kurang menggoda selera. Selain itu resep tidak serta merta langsung dihadirkan di awal paragraf. Pembaca mungkin akan bertanya-tanya, "Resepnya di mana nih, kok preambule resepnya panjang banget." Ya, maklumlah, namanya juga blogger, pasti senang bercerita dong.


After all, buku ini menarik namun tak layak dibaca saja. Seyogyanya buku ini dikoleksi untuk dipraktikkan di dapur pembaca.

Tertarik? Sila pesan ke penerbit Sixmidad melalui email: sixmidad@gmail.com atau kunjungi situs www.penerbitsixmidad.com .

Selamat memasak!

Comments

  1. Seneng bisa satu buku dengan blogger2 kece..., semoga bisa bikin buku sendiri suatu hari nanti...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaamiiin. Kayaknya Mbak Ika dah siap nih.

      Delete
  2. blogger itu bukan cuma bisa nulis di blog, tapi masak juga bisa :)
    Selamat ya mba...

    ReplyDelete
  3. aku belum punyaaaaaa
    pesen ahhhh

    ReplyDelete
  4. Koleksi resepnya pastiiii okeee nih... Udah ngileeer liat bukunya ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua resep telah diuji di dapur masing-masing, Mbak. Monggo...

      Delete
  5. Resep-resepnya mudah dipraktikkan dan bahannya sederhana. Punya Mbak malah namanya unik banget. Kapan-kapan mau saya coba ah. Terima kasih dan selamat!

    ReplyDelete
  6. Mbak..ibu di Jogja dikirimi bukunya aja......pasti senang :-) trus sering bikin kue.....

    ReplyDelete
  7. berarti resep-resepnya gak susah kan ya :D
    bisa dicoba dong ya

    ReplyDelete
  8. Wah congrats bukunya ya Mak blogger keceh semuaaa :*

    ReplyDelete
  9. Buku resep sebaiknya memang color tetapi biayanya memang menjadi mahal. Itulah sebabnya buku resep color walau tipis tetap mahal harganya.
    Saya memang sengaja menampilkan artikel secara utuh, edit kecil2an saja. Buku ini memang hanya untuk kenang-kenangan bagi sahabat agar kelak para cucu mengetahui bagaimana kakek-neneknya menyusun resep masakan. Mungkin mereka akan mengernyitkan dahi:" Ihhhhh...apaaan sih. Buku resep kok pakai cerita segala..."
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi...iya, Pakde. Ini kapaaan mau mulai masaknya.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.