Skip to main content

Posts

Showing posts from 2013

Ibu Benar-benar Keren

Sudah lama saya ingin menulis tentang ini, alhamdulillaah akhirnya terlaksana juga bertepatan dengan suasana Hari Ibu. Meskipun Hari Ibu pada awalnya diadakan untuk memperingati gerakan perempuan yang sama sekali jauh dari kesan domestik, bahkan lebih terkesan heroik, tulisan ini justru menyoroti peran ibu rumah tangga yang repot setiap saat. Bukan berarti dibuat-buat supaya nyambung, tetapi dalam kisah ini ada kekaguman seorang anak terhadap ibunya yang ternyata dulunya keren, tidak seperti sekarang yang selalu bergumul dengan urusan panci dan wajan saja.

Menjadi Diri Sendiri: Mencari Kenyamanan

Menjadi diri sendiri. Be yourself. Apa itu? Mudahnya adalah mengerjakan segala sesuatu dengan gaya kita sendiri. Bukan berarti lepas dari aturan, namun lebih pada kenyamanan urutan melaksanakan sesuatu. Contoh paling mudah adalah jumlah guyuran gayung saat mandi. Ada yang memulai mandi dengan dua kali guyuran, ada yang lebih. Tak ada benar dan salah dalam hal ini, yang salah hanyalah jika boros menggunakan air saat mandi.

Perilaku menjadi diri sendiri yang juga sangat mudah diamati adalah pada tingkah polah anak-anak. Kemurnian mereka melahirkan perilaku yang khas. Jika perilaku khas ini dipaksa untuk diubah, muncullah ketidaknyamanan yang berujung pada hidup yang kurang produktif.

Seiring pertambahan usia, mulailah terjadi perjumpaan dengan perilaku khas orang lain. Di saat ini, jika seseorang kuat konsep dirinya, maka perilakunya cenderung tetap, tidak banyak berubah oleh pengaruh luar. Pengaruh luar itu belum tentu buruk, hanya saja berpotensi menghilangkan kekhasan seseorang. Jika…

Brave Must Be Have!

Sewaktu masih belajar di SMP, saya punya sahabat karib yang hebat. Namanya Rosa. Kami menjadi akrab sejak disatukan Alloh di kelas yang sama, padahal sebelumnya kami bertetangga namun tak begitu akrab. Persahabatan kami mulai menghangat beberapa waktu setelah kelas yang baru dimulai. Pada awalnya saya 'berjodoh' dengan seorang teman lain, demikian juga Rosa, ia berteman dengan teman lain. Akhirnya, entah bagaimana mulanya, kami pun duduk sebangku.
Prestasi kami di kelas biasa-biasa saja. Tak buruk tapi juga tak pernah naik ke
sepuluh besar. Mata pelajaran kesukaan kami sama, Bahasa Inggris. Kurikulum di masa itu menetapkan bahasa Inggris baru mulai diajarkan di tingkat SLTP, sehingga tingkat kestressan siswa mempelajarinya cukup tinggi. Tak ada data yang pasti sih, namun setidaknya terlihat dari reaksi teman-teman saat pelajaran itu akan dimulai. Kebetulan, guru Bahasa Inggris kami di kelas 1 dan 2 tergolong galak. Syukur alhamdulillaah, saya dan Rosa meski berhadapan dengan …

Anak-anak Boleh Menonton Film Romantis

Pernah menonton film anak-anak Tayo the Little Bus? Film animasi buatan Korea ini bercerita tentang kehidupan sesosok bis kecil bernama Tayo dengan teman-temannya. Tayo si bis biru berwatak ceria, terkadang usil dan ceroboh namun jujur dan sangat sayang kepada teman-temannya.
Teman-teman Tayo ada banyak, di antaranya adalah Rogi si bis kecil hijau, Lani si bis kecil kuning dan Gani si bis kecil merah. Mereka berempat menghuni garasi bis (bus garage) dengan Hana, seorang gadis yang bekerja sebagai mekanik di sana dan Cito, bis pariwisata yang bijaksana. Sosok Cito dan Hana sering dimunculkan sebagai figur 'ayah' dan 'ibu' bagi para bis kecil. Kedua tokoh ini digambarkan sering menjadi penengah jika ada permasalahan, penasihat dan juga pengayom.

Cerita-cerita yang ditampilkan cukup menarik dan beragam. Selain kisah tentang aturan berlalu lintas ada juga kisah persahabatan, petualangan, kejujuran dan kerja sama. Yang menarik, di dalam kisah-kisah itu selalu ada pelajaran…

Menaklukkan Telur, Lidah Buaya, Madu dan Havermut

Di malam hari seperti ini saya biasa menambah wawasan dengan blogwalking, buka facebook dan mengintip twitter. Bersyukur sekali malam ini saya menemukan blog Limbah Rumah Bersih yang kebetulan sedang mengadakan syukuran berupa giveaway launching buku Rumah Bersih Alami.
Jujur, saya belum berpikir ke arah penggunaan bahan alami sebagai bahan pembersih sehari-hari. Yang baru bisa saya lakukan adalah semininal mungkin membeli bahan pembersih dalam kemasan sachet. Tujuannya untuk mengurangi limbah plastik.

Namun bolehlah pada kesempatan ini saya bercerita sedikit tentang pengalaman saya menggunakan bahan perawat kecantikan yang alami.
Saya memang nyaris tak pernah bermake-up. Bedak pun jarang saya pakai apalagi yang dekoratif. Saya lebih suka melakukan perawatan kulit, seperti mandi, keramas, mencuci muka dengan sabun facial foam, mengoleskan pelembab untuk wajah dan body lotion untuk tangan dan kaki.
Sewaktu masih duduk di SD, saya pernah membuat gempar seisi rumah gara-gara keramas de…

Aplikasi Blogger for Android

Saya bertemu dengan aplikasi Blogger di Play Store secara tidak sengaja. Sejak itu saya menghidupkan kembali blog saya yang belum pernah sungguh-sungguh hidup sebelumnya.
Aplikasi ini cukup ringan, hanya berukuran 4,25 MB saja. Namun konsekuensinya, aplikasi ini menjadi sangat sederhana.
Berikut beberapa hal yang dapat saya rangkum dari aplikasi Blogger for Android ini. Semoga bermanfaat.
Memulai
Saat membuka aplikasi ini Anda akan melihat halaman pembuka  berisi (dari kiri ke kanan) logo Blogger, nama blog, ikon pensil dan ikon kamera. Tepat di pojok kanan bawah nama blog terdapat tanda panah yang bila diklik akan menampilkan nama-nama blog jika Anda memiliki lebih dari satu blog. Pastikan Anda mengklik nama blog yang tepat sebelum mulai menulis. Jangan sampai tertukar. Ikon pensil untuk menulis post baru, sedangkan ikon kamera untuk mengambil foto.
Di halaman pembuka ini juga terdapat tab Semua untuk menampilkan semua tulisan, baik yang sudah dipublikasikan maupun yang masih berupa…

Sadis! Uang Pun Dimutilasi

Kasus beredarnya uang palsu makin meresahkan masyarakat. Setelah pernah menjadi korban peredaran uang palsu, meski tak banyak, baru-baru ini suami saya menemui uang setengah palsu. Uang pecahan 50.000 ini sekilas tampak seperti uang asli, namun pihak bank tempat suami saya bertransaksi menyatakan bahwa uang tersebut palsu.

Mohon Izin, Buka Puasa Sebelum Waktunya!

Sebenarnya kebiasaan saya menonton tv nasional nyaris hilang, hanya saja dalam beberapa kesempatan saya masih 'bertemu' dengan beberapa saluran berita saat mencari-cari acara yang bagus. Topik terakhir yang sempat mampir di indera saya adalah kasus video porno yang pelaku dan perekamnya adalah anak SMP. Berita ini pun akhirnya yang saya simak juga di beberapa surat kabar online. Yang terbetik pertama kali dalam pikiran saya adalah rasa syukur. Rasa syukur karena pada saat saya menjadi murid SMP sekitar dua puluh tahun yang lalu tak ada kejadian seperti ini. Tentu saja tidak ada, sebab tak ada fasilitas yang mendukung untuk acara rekam-merekam itu tadi, baik handphone apalagi yang smart, tablet maupun internet. Lantas, burukkah fasilitas itu? Sebagian orang berpendapat begitu. Termasuk saya. Namun ada hal lain yang lebih berbahaya daripada gadget-gadget tadi, yaitu restu alias izin dari orang tua. Orang tua, wali dan guru. Kok bisa?Mari kita 'baca' pelajaran dari ibadah…

Jilbab Gadis vs Hijab Ibu-ibu

Zaman dulu, waktu saya masih kecil, istilah yang dipakai untuk kain penutup kepala adalah 'kerudung' alias 'kudung'. Lalu istilah kerudung banyak ditinggalkan saat hadir istilah 'jilbab'. Intinya sama, kain penutup kepala. Hanya saja, saat itu kerudung bermakna lebih luas, bentuk atau model seperti apa saja asal dimaksudkan sebagai penutup kepala maka dikategorikan sebagai kerudung meski sebagian rambut, telinga dan leher masih terlihat (jadi ingat Red Riding Hood).

Sedangkan jilbab bermakna lebih khusus, yaitu kain yang dipakai sebagai penutup kepala, telinga dan leher serta sebagian dada. Bahkan di tahun 1990-an ada pengelompokan jilbab menjadi dua, yaitu jilbab dan jilbib. Jilbib ini ukurannya lebih mini daripada jilbab pada umumnya. Maklum, saat itu pemakaian jilbab sedang menggeliat, salah satunya diawali dengan populernya syair Emha Ainun Najib Lautan Jilbab di tahun 1980-an. Meskipun mendapat tekanan dari sana-sini dan juga karena iklim pemerintah saat …

Rasanya Melihat Makhluk Halus Itu (Mungkin) Seperti Melahirkan

Tulisan ini bukan bermaksud menggiring kita untuk memasuki 'dunia lain'. Ini hanya sekedar sebuah pengisahan ulang dari pengalaman orang lain untuk diambil hikmahnya.Beberapa hari yang lalu kakak saya baru saja pulang dari mengunjungi orang tua kami di Jogja selama kurang lebih sepekan. Sepulangnya dari sana ia mengirimi saya pesan melalui Whatsapp. Kakak saya berbagi cerita bahwa ternyata belakangan ini Bapak mengalami kontak dengan makhluk halus yang kami simpulkan itu sangat mungkin jin. Bapak bercerita bahwa beliau sering diperhatikan oleh 'sesuatu', terutama saat Bapak pergi ke kamar kecil di malam hari atau akan solat tahajud. Makhluk lain itu serupa dengan manusia. Jumlahnya banyak, ada yang tua, ada juga yang mirip anak-anak yang sedang berlarian. Penampakan mereka yang mirip manusia itu akhirnya tidak membuat Bapak takut. Kadang mereka muncul di kamar Bapak dan satu kamar lain lagi. Saat Bapak melihat mereka dan Bapak membaca kalimat tasbih "subhanalloh&q…

Terinspirasi Oleh Pingkan Rahma

Saat remaja saya mengambil beberapa keputusan penting dalam hidup. Salah satunya adalah mengenakan jilbab di usia 16 tahun. Saat itu saya baru saja naik ke kelas 2 SMA. Perubahan yang membawa dampak cukup besar mengingat di masa itu, tahun 1990-an, jilbab belum menjadi pakaian sehari-hari muslimah. Tantangannya cukup besar, baik dari keluarga, lingkungan (tetangga, teman-teman), hingga institusi lain. Dipersulit, bahkan dilarang berjilbab, saat harus diambil foto diri guna keperluan resmi seperti ijazah dan SIM adalah contohnya. Berat memang, namun demikianlah kenyataan yang terjadi di tahun 1990-an.Salah satu 'teman' yang menyemangati saya saat itu adalah Pingkan Rahma. Gadis Minang yang sukses menjadi muslimah berjilbab di Australia. Kisah dan perjuangannya selalu memacu semangat saya tiap kali membacanya. Rasa penasaran bercampur gemas menghiasi 'pertemanan' kami yang dibatasi lembar-lembar halaman.Pingkan Rahma, sosok gadis tomboy yang sempat menjadi foto model dan…

Susahnya Punya Anak Laki-laki

Punya anak lelaki konon menghabiskan tenaga. Nakal, tak bisa duduk diam, itu yang kerap menjadi keluhan orang tua. Kakak saya sendiri juga mengalami 'kekagetan' saat punya anak laki-laki setelah menikmati nyamannya punya anak perempuan.
Saya yang punya dua anak laki-laki yang jarak umurnya hanya satu tahun dua bulan tak sempat merasa terkaget-kaget, tapi langsung pusing tujuh puluh keliling. Mungkin ada benarnya yang dikatakan orang-orang. Anak-anak saya sungguh menghabiskan energi.

Kisah Tentang Ibu dan Cinta

Anak yang berwajah mirip dengan kita berpotensi menimbulkan ketidakadilan dalam pengasuhan. Anak yang berwajah mirip dengan kita berpotensi kita manjakan. Barangkali itu sering kita dengar. Tapi, benarkah?
Saya akan berbagi kisah tentang ibu dan cinta. Kisah seorang ibu dan anak yang berwajah mirip, yang anak tersebut memiliki kakak yang wajahnya tidak mirip sang ibu. Kok rumit sekali? Maksud saya adalah si ibu punya dua anak, yang satu mirip si ibu, yang lainnya mirip si bapak.
Si ibu yang seorang guru pada suatu kesempatan berbincang-bincang dengan saya, mengisahkan tentang hubungannya dengan anak keduanya yang berwajah mirip dengannya. Orang menuduh si ibu pilih kasih. Lebih sayang kepada si nomor dua daripada kakaknya. Walhasil si nomor dua, kata orang, jadi anak nakal. Terbukti ia pernah kecelakaan saat naik motor. Barangkali karena ngebut.
Saya mendengarkan dengan hati-hati saat si ibu mulai mengungkapkan alasan ia tampak seolah-olah pilih kasih. Ternyata keadaannya tidak sesed…

Sekolah Murah Modal Sawah

Sejak punya anak, saya suka sekali mengkhayal punya sekolah murah untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Yang terbayang adalah sebuah Sekolah Dasar dengan konsep sekolah alam yang membebaskan hasrat bertualang anak-anak. Sekolah ini formal namun suasananya informal. Ya, seperti belajar didampingi ayah ibu di rumah. Guru-gurunya adalah orang-orang yang berdedikasi, berilmu dan berakhlak. Bagi mereka, mengajar,mendidik dan menjadi suri tauladan adalah sebuah kebutuhan mendesak, yang jika diandaikan seperti orang yang akan dihukum mati jika tidak melaksanakannya. Wow, kejam ya kedengarannya? Tentu tidak, itu kan hanya pengandaian. Intinya para guru haruslah memiliki hasrat mendidik yang sampai pada taraf lebih dari luar biasa! Sebagai penghargaan, para guru memperoleh gaji yang besar melebihi gaji guru mana pun.Sekolah ini memiliki taman bermain yang sangat luas, terdiri dari areal persawahan, perkebunan dan peternakan. Di areal persawahan, murid-murid dapat belajar bercocok tanam p…

Kala Den Ayu Ngabehi Menikah

Ini kisah nyata tentang seorang gadis yang bersemangat mempersiapkan pesta pernikahannya. Kisah ini dituturkan untuk diambil hikmahnya. Den Ayu Ngabehi, kala itu berusia 31 tahun, baru berjumpa dengan jodohnya. Penantian sekian lama ini rupanya membuat Den Ayu Ngabehi benar-benar tak ingin kehilangan momen "sekali dalam seumur hidupnya".

Alasan Membatalkan Pertemanan di Facebook

Pertemanan tak selamanya berlangsung mulus. Terkadang ada riak-riak dalam hubungan antarinsan ini yang mengganggu keharmonisannya. Demikian juga dengan pertemanan di dunia maya. Barangkali Anda pernah menjalin pertemanan dengan seseorang di jejaring sosial seperti Facebook misalnya, namun akhirnya berakhir pahit sehingga terpaksa meremovenya, atau barangkali malah Anda yang pernah diputus oleh orang lain. Berikut ini beberapa alasan membatalkan pertemanan di Facebook :Pelit
Saat seseorang membuat status di Facebook yang dishare kepada khalayak, baik publik maupun teman, seharusnya ia siap menerima komentar. Namun pada kenyataannya ada juga orang yang gemar membuat status namun pelit menanggapi komentar atau pelit berterima kasih atas jempol manis yang diberikan teman-temannya. Mungkin kalau sekali atau dua kali masih bisa dimaklumi. Tapi kalau terlalu sering, bisa jadi orang semacam ini dicoret dari daftar pertemanan.Pilih Kasih
Siapa sih yang mau berteman dengan orang yang pilih kasih…

Penunjuk Waktu Selain Jam

Jam telah menjadi alat penunjuk waktu yang paling populer, baik berbentuk jam analog maupun digital. Jam juga telah menjadi keseharian kita dalam beraktivitas.
Namun, ada kalanya saat tak sempat melihat jam kita bisa mengetahui perkiraan waktu. Berikut ini keadaan atau kejadian yang sering saya manfaatkan untuk memperkirakan waktu:


Tukang Sayur
Kebanyakan tukang sayur di wilayah rumah saya, baik yang lewat di depan rumah maupun yang mangkal, memiliki jadwal kerja yang nyaris tetap. Kehadiran mereka dapat dijadikan tolok ukur waktu. Misalnya kalau Pak Sarju sudah datang dengan sepeda motor dan suara klaksonnya yang khas berarti sekitar pukul tujuh pagi. Kalau Mbak Marinten datang dan menawarkan dagangannya berarti sekitar pukul delapan pagi.

Aktivitas Tetangga
Kebetulan tetangga-tetangga terdekat adalah para pekerja. Ada yang bekerja di pabrik gula, di kantor swasta, bekerja sebagai guru, tentara dan loper koran. Mudah saja menebak jam berapa saat tetangga yang loper koran mulai menya…

Tak Harus TV Nasional

Hampir tak pernah menduga, akhirnya permasalahan menonton TV menjadi nyata bagi kami, khususnya saya. Sejak hadirnya televisi swasta di Indonesia, saya hampir nyaris tak pernah kecanduan menontonnya. Hampir nyaris, berarti pernah juga. Saya tergolong pemilih. Ada memang dua atau tiga judul drama Korea dan Jepang yang pernah menjadi kesukaan saya.

Masalah timbul saat saya dan suami memutuskan untuk membeli sebuah pesawat televisi. Saat itu kami tinggal di wilayah Ciledug, kota Tangerang, Banten. Sungguh tak diduga, sinyal televisi di daerah tersebut lemah. Berbagai model antena luar telah kami coba namun tetap saja penerimaannya buruk. Hanya satu atau dua stasiun televisi yang siarannya cukup lumayan dapat ditangkap jelas.

Sisanya harus rela ditonton dengan gambar berbintik dan suara mendesis plus antena yang digeser-geser. Saking inginnya melihat tayangan yang bagus sampai-sampai saran seorang teman untuk menancapkan peniti di colokan antena pun kami coba.

Mengajar Memang Harus Menunggu

Mengajar memang harus menunggu. Menunggu apa? Menunggu muridnya datang? Hehehe...bukan cuma itu, kadang sang guru pun harus menunggu agar muridnya bis apaham betul. Ini adalah cerita bertahun-tahun lalu yang masih saya ingat. Kisah saat saya harus menjadi guru. Kisah yang saya kira harus saya camkan dalam hati, sebab sekarang saya menjadi 'guru' dari anak-anak saya.

Mengajar Mengaji Anak Cedal
Saya bukan seorang guru, tetapi saya pernah merasakan pengalaman mengajar. Salah satunya adalah mengajar mengaji di Taman Pendidikan Al-Quran, sekitar tahun 2005. Di sana saya menjumpai seorang santri yang unik. Seorang anak laki-laki berusia kurang lebih lima tahun. Wajahnya lucu dan sangat lugu.
Pertama kali saya mengajarnya, saya menemukan kelucuan. Anak ini belum bisa mengucapkan huruf J atau JIM dalam Bahasa Arab. Setiap kali harus membaca kata yang ada J-nya,ia menggantinya dengan huruf D.
Saya sempat kebingungan saat ia mengucapkan JA A HA dengan DA A HA. JA HA TSA menjadi DA …

Kopi Instan & Cappuccino Good Day, Kopi Gaul Paling Enak

Dulu, di zaman masih kuliah, sekitar lima belas tahun yang lalu, seringkali penasaran dengan yang namanya cappuccino. Yang saya tahu hanyalah itu nama sejenis kopi. Barangkali itu yang sering saya cium aromanya saat melintas di depan tempat minum kopi di mall. Harumnya bercampur dengan aroma roti. Hmmm...

Mahal. Itu yang terlintas dalam pikiran saya. Maklum, masih berstatus mahasiswa dan waktu itu belum banyak tempat minum kopi dan mall di Yogyakarta. Lagipula, meski dikenal sebagai negara penghasil kopi nomor tiga di muka Bumi, budaya minum kopi di Indonesia kebanyakan masih tradisional, yaitu kopi diseduh begitu saja alias kopi tubruk.
Barulah sekitar sepuluh tahun ke belakang, saat saya mulai bertransformasi dari mahasiswa menjadi orang kantoran, saya mulai sering minum kopi. Sebenarnya rekan-rekan saya lah yang mengenalkan budaya minum kopi di kantor. Tentu saja kopi instan yang dijadikan pilihan karena tidak menghasilkan ampas, seperti kopi instan & cappuccino Good Day, ko…

Trik Menyembunyikan Sayuran Dari Mata Si Picky Eater

Menghadapi anak picky eater  alias tukang pilih-pilih makanan memang susah. Maunya makan yang itu-itu saja dan menolak ragam makanan yang baru. Si picky eater, sejauh yang saya tahu, umumnya merupakan anak yang tidak suka makan sayuran.Ada nggak sih picky eater yang dikenal picky karena nggak doyan makan daging? Biasanya yang tidak suka daging lebih cenderung disebut vegetarian, ya. Gelar yang lebih menyenangkan daripada picky eater, hehehe...

Sayur-mayur mengandung banyak zat gizi bagi tubuh, seperti vitamin dan serat. Anak pada masa pertumbuhan memerlukan sekali dua zat ini. Kurang vitamin bisa menghambat pertumbuhannya, kurang serat bisa mengganggu pencernaannya. Sama-sama nggak enaknya, kan?

Nah, supaya si picky eater ini tidak bisa beraksi lagi, menu makanan yang mengandung sayur seyogyanya ditampilkan tanpa sayur. Suah amat kedengarannya? Tidak juga. Yang penting bagaimana cara agar sayur tidak terlihat di mata picky eater. Berikut beberapa trik menyembunyikan sayuran yang perna…

Cara Menghafal Juz Amma untuk Para Ibu

Juz 'Amma atau juz ketiga puluh merupakan bagian dari Al-Quran yang berisi surat-surat pendek. Terdiri dari tiga puluh tujuh surat dimulai dari surat An-Nabaa (surat ke-78) hingga surat An-Naas (surat ke-114).
Nama setiap juz dalam Al-Quran dimulai dengan kata pertama dalam juz itu sendiri, sehingga kata 'amma yang memulai surat An-Nabaa dijadikan nama juz ketiga puluh.

Bagi para ibu menghafal Juz 'Amma sangat penting, sebab anak-anak kita memerlukan teladan seorang penghafal Juz 'Amma yang bisa membimbing mereka setiap hari. Siapa itu? Tentu saja para ibu!

Mudahkah menghafal Juz 'Amma? Mudah, insya Alloh. Cara menghafal Juz 'Amma ini sebenarnya sama dengan cara menghafal Al-Quran. Namun Juz 'Amma lebih unik sebab lebih akrab bagi sebagian besar kita terutama surat-surat pendeknya.

Gunakan Juz Amma Atau Al-Quran Yang Ada Terjemahannya
Menghafal dengan mengerti terjemahannya lebih membantu cepat hafal. Boleh menggunakan kitab yang memiliki terjemahan per ka…