Skip to main content

Aneka Cara Main Hujan-hujanan

Musim hujan sudah benar-benar tiba. Hampir setiap hari langit bersaput mendung dan hujan turun. Hujan sudah betul-betul dilimpahkan kepada kita! Alhamdulillaah. Saya masih teringat ketika hujan begitu dinantikan. Dalam setiap doa, dilantunkan pula permohonan akan hujan. Kini Alloh sudah melimpahkan hujan yang deras untuk kita.

Boleh baca juga kegembiraan saat hujan pertama turun: Tarian Hujan.

Di lingkungan tempat saya tinggal, hujan di awal musim memberikan kegembiraan tersendiri. Ada perasaan gembira ketika hujan turun dengan deras. Ada dorongan untuk keluar rumah dan merayakan datangnya hujan. Apa saja? Ini dia aneka cara main hujan-hujanan:

Main Air Sepuasnya Sampai Kedinginan

Begitu hujan deras turun, biasanya adaaa aja anak yang main di luar. Ada yang lari-larian, ada yang sekedar di depan rumah, ada yang berjalan berkeliling perumahan berombongan. Ada rombongan anak laki-laki, ada juga rombongan anak perempuan.

Selain jalan berombongan, ada juga yang main loncat-loncatan di air dan mandi di bawah pancuran talang. Yang penting jangan keramas di bawah hujan, ya, susah berbusa karena air hujan adalah air sadah. Apalagi mandi di bawah hujan. Jangan! Kenapa? Maluk!

Hujan-hujanan dengan Perlengkapan

Ada yang pakai jas hujan, ada juga yang pakai payung. Biasanya ini adalah anak-anak yang orang tuanya tidak ingin mereka basah kuyup dan kedinginan. Bisa jadi mereka tiap hari hujan-hujanan. Daripada melarang lalu anak malah pergi dengan mencuri-curi, lebih baik difasilitasi.

Main Bola di Bawah Hujan

Anak laki-laki ada yang demen main sepak bola di lapangan yang basah berlumpur. Tujuan mereka jelas untuk bikin ibu mereka murka gara-gara harus mencuci pakaian penuh lumpur. Eh, bukan, ya. Yang jelas sensasi main sepak bola di lumpur itu aduhai (katanya).

Ada juga yang main lempar-tangkap-pukul bola di bawah hujan deras. Niatnya mungkin mau main bola voli, gitu, cuma agak susah karena hujan, jadilah lempar-tangkap-pukul itu tadi. Yang main bola voli hujan ini bukan anak laki-laki lho tapi anak perempuan. Habis main bola voli hujan ini mereka lanjut jalan-jalan di bawah guyuran air.

Sepedaan di derasnya hujan

Ide untuk bisa berbasah-basah memang macam-macam. Ada juga yang bersepeda di tengah hujan. Ngebut lalu injak genangan air dan byurrr...air nyiprat ke mana-mana. Puas deh.

Itu aneka cara main hujan-hujanan a la anak-anak. Orang tua juga punya cara sendiri untuk hujan-hujanan lho. Masak iya? Iyaaa...

Inspeksi Saluran Pembuangan

Pas hujan deras, biasanya ada orang dewasa yang keluar untuk ngecek saluran pembuangan. Kalau ada yang macet karena sampah menyumbat, sampahnya diambil. Ini main hujan-hujanan juga namanya kan? *hus*

Atas Nama Anak

Anak hujan-hujanan, ibu bapaknya ikut hujan-hujanan. "Sambil ngawasin anak," katanya. Itu ada kata 'sambil' berarti ada lebih dari satu kegiatan dong. Iya, maksudnya "(Hujan-hujanan) sambil ngawasin anak." Biasanya sih para orang tua ini pakai payung dan terlihat kurang menikmati hujan karena pandangan mereka terus-menerus tertuju kepada anak.

Nah, itulah aneka cara main hujan-hujanan a la sini. Kalau di sana, seperti apa? Cerita, yuk!

Comments

  1. kalo disini banyak yang nangis dibawah hujan biar gak keliatan nangis :D

    @masirwindotcom

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha...saya dulu juga gitu. Hujan2an sambil nangis di motor. Lebay banget.

      Delete
  2. Di rumahku lebih seru, mba. Pada berenang. Banjir soalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huaduh inna lillaahi wa innaa ilayhi roojiuun. Langganan ya Mbak?

      Delete
  3. Aku lebih suka main hujan sepuasnya mba... IBARAT MAkan buffet, kenyang... Puas deh hehehe..

    ReplyDelete
  4. nggak dingin mbak, sengaja hujan2 gitu... aku jarang, kecuali konteksnya kehujanan krn ga bawa payung/mantol.. biasanya mainnya pasca hujan gitu...trus ada banjir kecil di depan rmh..ada aliran air di jalan...nggo prau2 an...

    ReplyDelete
  5. yang seneng tuh, sepakabola sambil kehujanan

    ReplyDelete
  6. Udah lama bgt ga maen hujan2 an, tp sekarang mudah rentan, sedikit kena hujan bs drop bsknya. Hiks sedih ga bisa nikmati hujan ky dahulu

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.