Skip to main content

Anjuran Untuk Tidak Selfie Di Medsos

Selfie, welfie, tampaknya kini begitu marak. Bukan dominasi anak muda saja, ibu-ibu (dan bapak-bapak?) juga ada yang hobi selfie dan welfie. Tujuannya macam-macam, niatnya pun macam-macam. Tampilnya selfiers di medsos juga kemudian memicu pro-kontra hingga lahirlah anjuran untuk tidak selfie di medsos.

Dari satu status, anjuran untuk tidak selfie di medsos ini dishare banyak orang sehingga menimbulkan gelombang kejut yang lumayan mengagetkan. Kalau saya pribadi kaget karena ternyata buanyak foto selfie-welfie yang 'ngeri-ngeri' macam menjulurkan lidah dan memonyongkan bibir. Duh, jangan deh.

Ini Anak Siapa

Dalam suatu kesempatan saya mendapati dua status anjuran untuk tidak selfie di medsos yang keduanya menampilkan foto selfie tanpa diblur. Yang satu foto melet, yang satu foto anak kecil cantik. Pesan di kedua status itu senada walau sedikit beda. Yang satu bernada satire, yang satunya lagi bernada ajakan. Sayangnya, justru kedua status itu ikut menyebarkan foto-foto selfie.

Sekiranya ada niat dan tujuan mulia untuk saling mengingatkan, rasanya sangat pantas kalau foto-foto yang dijadikan contoh selfie itu diblur. Blur wajahnya dan tinggalkan bagian meletnya, saya kira cukup. Kenapa? Karena itu yang ada di foto adalah manusia yang punya identitas. Bayangkan anak kita dipajang di medsos sebagai contoh keburukan, pasti sakit rasanya.

Sekedar Niat Baik Tidaklah Cukup

Niat baik untuk mengajak pada perubahan perilaku wajib diikuti dengan langkah-langkah yang baik. Niat baik saja tidak cukup. Niat baik yang disertai langkah yang tidak baik justru menimbulkan keburukan baru. Jadi, anjuran untuk tidak selfie di medsos hendaklah disampaikan secara baik, direncanakan dengan matang agar akibat yang ditimbulkan pun baik.

Comments

  1. Setuju Mbak Diah. Aq sekarang juga mikir2 kalo mau aplot poto ke media sosial. Apalagi skrg orang iseng banyak. Dan memang bener, kalo kita menganjurkan sesuatu yg baik lbh baik dgn cara yg baik. In shaa Allah kalo caranya baik, bakal lebih diterima ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hal jazaa ul ihsan ilal ihsan. Gitu ya mbak.

      Delete
  2. semmenjak kasus penjualan bayi kayak yg make ft ayu ting2 sama ruben onsu, jadi agak takut upload foto anak ke sosmed :"(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Orang jahat ga pake ragu ya, Mas. Ngeri.

      Delete
  3. saya nggak terlalu suka ama selfie, karena dia sudah nikah *dijitak eh becanda, Mak :)

    iya, kadang kok aneh lihat yang sampe melet melet :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ya? Selfie dah nikah? Haha... Baru tau saya, Mas.

      Delete
  4. Aku suka upload foto2 anakku mb...tp klo selfie nggak suka

    ReplyDelete
  5. Sebenernya kalo foto selfienya ngga dengan pose yang bikin risih mungkin masih bisa diterima ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo kebanyakan juga jadi bikin gimanaaa gitu, Mbak.

      Delete
  6. Betul mbak, risi lihat muslimah berjilbab pamer bibir, eh lipstik, juga pose OOTD busana muslim yang tak beda dg model baju biasa, padahal mestinya bisa berpose lebih kalem.

    ReplyDelete
  7. ampuun mba..saya musti mengurangi pose selfie dengan anak-anak niih..

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Baca jug…