Skip to main content

Ayam Goreng Mbok Mi Ponorogo

Mau wisata kuliner Ponorogo yang bernuansa pedesaan di mana, ya? Di sini aja: Ayam Goreng Mbok Mi Ponorogo.

Lokasinya di Desa Babadan, Ponorogo. Kalau dari arah Madiun, setelah perempatan gerbang masuk Ponorogo lurus ke Selatan. Ada ancer-ancer Gudang Bulog Ngrupit di kiri jalan, masih terus. Lalu di kanan jalan ada Kantor Pos Purwosari. Nah, persis di sebelah kantor pos itu ada gang, masuk ke situ (belok kanan). Tidak perlu jalan jauh, di kiri jalan ada rumah tua ini. Inilah Warung Ayam Goreng Mbok Mi.

Bisa untuk parkir 6 mobil.

Ini di dalam banyak pengunjung tapi nggak kelihatan dari luar.

Ruangannya dibagi dua. Dalam keduanya tersedia meja-meja besar dengan bangku panjang. Cocok untuk makan bersama keluarga besar atau rame-rame dengan rekan-rekan.

Nah, kalau sudah sampai sana, pilih tempat duduk terus langsung aja ke dapur untuk pesan. Dapurnya terbuka dan jadi satu dengan ruang sebelah kiri. Menunya apa? Tentu saja ayam goreng. Ayamnya ayam kampung lengkap dengan sambal dan lalapan. Ada juga sayur tempe lombok ijo yang pedes dan sayur kacang tholo. Sebetulnya ada juga sayur terong, tapi pas ke sana sayur itu sudah habis.

Ini pesanan kami:

Penyajiannya pakai piring semua. Piringnya pun tidak seragam coraknya. Kayak makan di rumah deh. Satu porsi ayam goreng terdiri dari 6 potong termasuk kepala. Kalau kurang boleh nambah sejumlah yang diinginkan dan boleh milih mau nambah dada atau sayap atau paha.

Karena nggak tahu dan karena lapar, kami yang biasanya nggak doyan kepala jadi menghabiskannya. Belakangan pas mbayar ditanya, "Tadi habis semua?" Ooo...jadi boleh to nggak makan semuanya. Tahu gitu tadi kepalanya diganti yang lain.

Selain ayam goreng dan suasana ndesonya, yang nggak boleh dilewatkan adalah ini:

Es kunir asem!

Segeeer banget. Selain bisa minum di sana, tersedia juga kunir asem botolan 1L yang bisa dibeli dan dibawa pulang. Di rumah tinggal nambahin es. Dan kami menyesal gara-gara tidak jadi ambil duluan. Jadi seharusnya pas pesan makanan juga ambil satu-dua botol kunir asem ini. Kalau nggak pasti kehabisan karena diborong pengunjung lain. Apalagi kalau ketemu rombongan besar, uh...harus rebutan! :-D

Makan di sini habis 85 ribu rupiah. Delapan potong ayam goreng, nasi putih sebakul, dua gelas es kunir asem dan dua gelas es teh serta lalapan dan sambel. Gimana, mahal atau murah? Kalau menurut saya cukupan lah.

Sudah, itu aja ceritanya. Bagi yang ngiler, boleh datang ke Warung Ayam Goreng Mbok Mi Ponorogo.Jangan lupa cicipin sayur terongnya ya, terus ceritakan di sini. :-D

Comments

  1. baca kalimat awal di postingan ini, kirain warungnya ada area outdoor-nya dengan nuansa pedesaan. rupanya karena piringnya :D

    ReplyDelete
  2. Es kunir asem...

    Jadi inget almh ibuku. Kalau beli jamu yang lewat pasti ditambah es batu deh

    Seger

    ReplyDelete
  3. Makanan favorit sy sejak kecil krn mudah didapatkan, gurih, dan renyah.
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.