Skip to main content

Masjid Baitul Izzah Nganjuk

Hari Minggu kemarin saya sekeluarga mengunjungi kakak ipar di Kertosono. Perjalanan Madiun-Kertosono kurang lebih memakan waktu 2 jam dengan kondisi jalanan lancar. Pulangnya kami manpir sholat di Masjid Baitul Izzah, Nganjuk.

Masjid ini berada di Jalan Gatot Subroto, Nganjuk, dari Terminal Nganjuk masih ke Timur sedikit. Sedikitnya pakai ukuran mobil lho ya, bukan diukur dengan jalan kaki. :-D Yang bikin saya bahagia adalah karena ada area bermain di belakang masjid ini.

Saya kira itu mainan milik TK seperti di Masjid Agung Klaten (masjid lama) dan Masjid BAZIS Sragen. Nyatanya itu bukan TK, tapi SD! Wah, SD masih menyediakan wahana bermain seperti ini? Aaaasyiiiik banget!!!

SD ini sejuk dan asri. Tapi rada ngeri juga pas sadar bahwa gedung SDnya berlantai tiga. Uhuk! Takut!

Lah ini malah cerita soal SDnya. Baiklah, kembali ke masjid. Tempat pertama yang selalu saya nilai jika ke masjid adalah kamar mandi dan tempat wudhunya. Di masjid ini, lumayan. Di bagian wanita ada setidaknya lima kamar mandi dan sebaris kran untuk wudhu.

Karena kamar mandi dan ruang wudhu ini jadi satu dengan SD, maka di sana juga tersedia sabun untuk cuci tangan sebab ada program untuk itu.

Ruang sholat ada dua. Ruang utama dan ruang khusus wanita di sebelah kanan. Berhubung saat itu ruang sebelah kanan sedang dipakai untuk jamaah sholat qoshor, maka saya sholat di ruang utama.

Di sini hanya ada pembatas. Kalau perlu mukena bisa pakai di ruang khusus wanita. Di sana tersedia kok, sayangnya saya tak sempat memotretnya.

Nah, bagi yang sedang dalam perjalanan melewati Nganjuk dan mencari masjid, bisa ke Masjid Baitul Izzah ini.

Comments

  1. Keren ya.
    Anak2 SD pun sebenarnya masih suka main mainan seperti di TK itu ... senangnya kalau di sekolah ada arena bermain seperti itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mak. Saya baru sadar pas anak saya masuk SD. Dia protes knapa di SD ga ada mainan. Iya juga ya, pikir saya. Toh anak SD juga butuh olahraga.

      Delete
  2. Saya pernah mampir di masjid ini mbak waktu perjalanan menuju Kediri dan dilanjutin ke Sidoardjo. Masjidnya enak sejuk didalamnya. Nyaman pokoknya. Sempat berlama - lama pas didalam. Terlebih, karena areanya jadi satu ma SD, persis didepan area masjid mangkal banyak penual makanan. Kalau gak salah dulu beli bakso Malang ma dawet didepan masjid seusai Luhur. Oh, ya Mbak kalau masjid di Klaten yang ada area bermainnya itu masjid Raya mbak, kalau masjid Agungnya sedang dibuat. Bangunannya lebih besar dari masjid Raya dan ada area tamannya yang luas nantinya. InsyAllah 1 atau 2 th lagi selesai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya. Keliru ya. Masjid Raya yg di Baratnya Plasa Klaten itu yg saya maksud. Makasih atas koreksinya, mas.

      Delete
  3. wah, bikin betah nih area masjidnya :D

    ReplyDelete
  4. Yang udah pernah mampir yang klaten mbak....tp yang masjid lama, dkt alun2.... Eh, masjid plus playground......mirip syuhada ya mb. Kalo itu karena sd-tk-masjid satu kompleks ya

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Baca jug…