Skip to main content

Ternyata Tidak Cuma Di Iklan

Ternyata di kehidupan nyata ini ada beneran kejadian yang seperti di iklan-iklan susu. Tak percaya tapi nyata! Ini lho yang ternyata tidak cuma di iklan:

Tulisan anak sulung saya sewaktu masih di TK (sekarang klas 1 SD).

Jujur, saya kaget. Tidak menyangka. Kirain ini cuma ada di iklan. Berkaca-kaca? Jelas.

Ternyata ekspresinya bukan cuma itu. Sulung saya itu juga bikin tulisan ini pakai aplikasi di ponsel:

Fotonya saya yang buat waktu dia masih bayi. Foto ini sempat jadi foto profil saya di facebook juga.

[update] eh... ada yang baru lagi!

Hehe...terharu deh. Betul, ya, ternyata tidak cuma di iklan.

Comments

  1. Iya mbak, anak saya juga begitu. Malah ditulis di belakang pintu besar2 hehe... macam2 kalimatnya. Anak2 memang selalu meluluhlantakkan hati :-)

    ReplyDelete
  2. Anak2 memang sering tak terduga menunjukan kasih sayangnya ya mak..anak sy dl jg sering nulis surat utk saya..yg bkin emaknya meleleh...bahkan stlh skrg sdh smu srring memberi kejutan..tiba2 memberi kado pdhl sy tdk ultah..hadiahnya lucu2..entong, daster, panci kcl dll yg ada hub sm emak2...hihi

    ReplyDelete
  3. krn anakku blm bisa nulis, jd nyampeinnya dgn kata2, sambil tiba2 meluk :D... ah, kalo udh gitu ibu mana yg ga meleleh lgs dgrnya ya mba ;)

    ReplyDelete
  4. Masya Allah...damar keren banget. Kecil-kecil damar sudah bisa mengekspresikan rasa sayang pada bundanya dengan tulisan.

    ReplyDelete
  5. Iya mbak, senang sekali punya anak yang care dan mau menunjukkan cintanya. rasanya sangat komplit.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.