Skip to main content

Posts

Showing posts from 2017

Review Goo.N Smile Baby Wonderline

Iseng-iseng googling tentang wonderline kok keluarnya wonderland. Belum banyak yang ngereview Goo.N Smile Baby Wonderline ini kali, ya? Bisa jadi, soalnya varian diapers ini memang masih gresss.

Untuk diaper Goo.N Smile Baby-nya sih udah lama eksis, cuma muka baru Smile Baby yang pakai garis penyebar pipis ini baru saja diluncurkan, ya kurang lebih 1-2 bulan ini. Terus, apa sih wonderline itu dan apa kelebihannya?
Kenapa Pilih Goo.N Smile Baby Wonderline Bayi Dig sih sudah sejak umur 2 bulan setia pakai diapers Goo.N, tapi yang versi premiumnya, tepatnya Goo.N Excellent Soft. Sejak ukuran M sampai sekarang L. Alhamdulillaah cocok pakai Goo.N. Ga ada ruam dan diapersnya ga menggembung jadi bayi Dig tetap bebas bergerak dengan aktif dan ceria.

Nah, berhubung sekarang bayi Dig udah berusia 6 bulan dan sudah bisa duduk, terpikir dong untuk mulai menghemat anggaran belanja diapers karena anggaran itu musti dialokasikan ke kebutuhan Dig yang lain juga.


Maka saya belikan bayi Dig versi ek…

Dua Tawanan Saya

"Bu, mohon maaf. Saya mau diskusi sebentar. Demi kebaikan anak-anak kita juga sih, Bu."Tiga penggal kalimat itu berhasil menahan kaki saya untuk tetap diam menjejak bumi. Bukan sekali ini sebetulnya ajakan diskusi ini terjadi. Yang sebelumnya malah saya yang mengajaknya diskusi duluan. Saya pun mengiyakan ajakan itu demi kebaikan bersama. Demi kebaikan dua tawanan saya tentunya."Kemarin anak saya bilang begini...bla-bla-bla...lalu saya marahi dia."Saya diam mendengarkan. Setelah selesai pembukaan dari lawan bicara saya, barulah saya menyambungnya dengan kasus yang saya hadapi.Lawan diskusi saya tadi itu adalah ibunya teman anak saya. Usia anak-anak kami cuma berselisih 1 tahun. Laki-laki dan bersekolah di SD yang sama, jadi sangat wajar kalau mereka berteman. Anak-anak itu baru saja bikin 'ulah', dan kami, orang tua mereka, harus kompak mengatakan hal yang sama agar mereka paham soal salah-benarnya. Konon katanya punya anak laki-laki itu bikin lelah karena m…

Kiat Aman Curhat Di Medsos

Orang tak selamanya tegar. Kadang ada masanya seseorang merasa hidupnya begitu bermasalah dan perlu nasihat dari sesamanya. Sesama ibu, misalnya. Curhat boleh dong? Boleh saja sih. Kalau curhat di medsos? Bisa aja sih asal tahu kiat aman curhat di medsos. Curhat, walaupun boleh-boleh saja, tapi tetap harus aman. Apalagi di medsos yang bagai rimba informasi. Siapapun bisa share dalam hitungan detik. Salah curhat bisa jadi masalah. Bisa juga jadi bumerang. Nggak mau kan kalau curhat malah mengantar si pencurhat ke hadapan hukum? Hiiiy...naudzubillaahi min dzaalik. Biar curhat aman, sebelum curhat perhatikan hal-hal ini: Seberapa Penting CurhatannyaTiap orang punya skala prioritas dalam hidup. Mulai dari hal kecil seperti mau mandi dulu atau makan dulu sampai hal besar seperti nikah dulu atau kerja dulu misalnya. Begitu juga dengan curhat. Ada curhat yang remeh banget ada yang penting banget. Untuk memilah curhat mana yang pantas dilontarkan ke medsos, klasifikasikan dulu agar curhat kit…

Komentar Ayah Soal Diapers Bayi

Yang depan yang mana?Tampaknya itu komentar pertama yang paaaling sering diucapkan orang yang baru pertama kali memakaikan diapers ke bayi. Saya juga begitu dulu, hahaha... Bingung mana yang depan, mana yang belakang. Termasuk juga suami saya. Meski sudah punya anak 3, karena jarang memakaikan diapers, jadilah suami saya kebingungan cari bagian depan diapers.Kebetulan anak kami yang ketiga ini yang paling sering pakai diapers. Kakak-kakaknya dulu jarang berdiapers kecuali kalau pergi-pergi. Jadi agak dimaklumi juga kalau suami saya kagok memakaikan diapers ke adek bayi.Bukan cuma itu sih komentar ayah soal diapers bayi, tapi ada banyak lagi. Apa saja sih? Yuk, simak. Siapa tahu ada kemiripan. Depan vs BelakangSeperti yang saya utarakan tadi, komentar pertama soal diapers bayi adalah: mana yang depan dan mana yang belakang.Memang bentuknya diapers itu depan belakang sangat mirip jadi sulit dibedakan, tidak seperti celana dalam yang tampang bagian depannya berbeda dengan yang belakang. T…

Curhat Sang Nenek

Nenek-nenek curhat? Boleh dong, kan nenek juga manusia.Suatu pagi usai bergegap gempita nyuruh anak mandi dan bersiap ke sekolah, saya merasa perlu penyegaran. Keluarlah saya sama adek bayi, jalan-jalan ke sebelah rumah. Duduk sambil menghela napas mensyukuri pagi yang berhasil dilalui meski dengan penuh perjuangan. Ibu-ibu banget lah ya. Para bapak ikut pertempuran pagi ga? Ya, sesekali.Sambil selonjorin kaki dan main sama adek bayi, muncullah tetangga yang tampaknya juga baru selesai dari pertempuran paginya. Bukan dengan anak-anaknya, tapi pertempuran bersama cucunya. Iyes, tetangga saya ini adalah seorang mbah uti alias nenek dengan 2 cucu yang tinggal bersamanya. Cucu yang besar sudah SD, yang kecil baru umur 1 tahun lebih. Beliau bersalam sapa dengan saya, lalu bertanya, "Dulu punya anak langsung mandiri, ya, Mbak?""Ga juga sih, Bu. Anak pertama dari lahir sampai 3 bulan saya masih ikut ibu di Jogja. Habis itu baru mandiri. Anak kedua malah lahir di Jakarta. Jauh …

Liburan Impian Akhir Tahun Ke Karimun Jawa

Sudah akhir November ini, ya? Uww...ga terasa tiba-tiba sudah di penghujung tahun. Berarti sebentar lagi anak-anak akan UAS terus libur.

Libur akhir tahun sekaligus akhir semester ini bakalan jadi pembayar libur lebaran yang kemarin cuma kami lalui di rumah saja. Tidak ke mana-mana karena dedek bayi baru lahir. Pingin liburan ke tempat yang fresh gitu, sembari mengenalkan Indonesia ke si sulung dan si tengah yang sudah kelas 3 dan 2 SD.

Baca juga: Lebaran Tanpa Kampung Halaman Lagi

Penting lho anak sekolah diajak piknik. Sambil belajar, soalnya. Lihat daerah lain, jadi belajar IPS, kan? Jadi, anak bisa lihat objek wisata yang pernah mereka baca di buku paket. Bukan cuma IPS sih, ada kesempatan belajar norma setempat, bahasa, kebiasaan dan macam-macam lagi.

Berlibur ke mana? Saya punya liburan impian akhir tahun ke Karimun Jawa! Kenapa? Karena saya belum pernah nyebrang pulau, hahaha... Iya sih, tapi juga karena anak saya laki-laki semua. Asyik kayaknya kalau diajak menginap di villa d…

Takut Karena Saya Perempuan

Berita beberapa hari terakhir di media daring sempat membuat nyali saya ciut sebagai manusia, khususnya sebagai perempuan. Ada perasaan takut yang mendadak muncul menyergap karena saya perempuan. Berita pertama adalah kasus pemusakaan paksa terhadap seorang gadis belasan tahun oleh belasan laki-laki di sebuah tempat di Sumatera. Ah, saya sungguh takut bahkan untuk mengucapkan atau menuliskan perlakuan itu. Ngeri. Ngilu. Sedih.Pedih. Sangat.Dipusakai secara paksa saja tidak terbayang sakitnya, apalagi ini oleh belasan bedebah. Innalillaahi. Bencana kemanusiaan yang sangat besar adalah ketika manusia memakan manusia lain. Dipaksa, diinjak kehormatannya, dinistai. Bukan hanya fisik yang sakit tak terkira tapi yang lebih dalam lagi sakit dalam jiwa. Manusia atau bukan itu para bedebah berbadan laki-laki itu. Sedihnya lagi, saat kasus ini menjadi besar, sebuah komnas yang seharusnya mengayomi si gadis malang tadi malah mengeluarkan pernyataan yang mengenaskan. Gambar dari twitter @deaSBHei, …

Mitos-Mitos Soal Merawat Bayi

Punya bayi lagi itu suatu kebahagiaan tersendiri. Repotnya sih jelas iya. Yang bangun malam lagi untuk gantikan popoknya, yang menggendong berjam-jam ketika si bayi lagi rewel-rewelnya, yang panik ketika si bayi mendadak panas dan macam-macam lagi. Repot, capek, tapi rasa senangnya itu tidak tergantikan. Bahkan tidak tergambarkan dengan kata-kata.Dulu pas pertama kali punya bayi, saya melahirkan di kampung halaman. Dikelilingi kerabat, enak, kerja jadi ringan. Bantuan mudah didapat pokoknya deh. Mau titip sebentar untuk ditinggal belanja ke pasar, bisa. Mau mandi tenang, bisa, karena ada neneknya. Capek gendong, gantian sama saudara. Pokoknya enak, santai. Tapi ada ga enaknya juga. Ya, namanya hidup, pasti selalu ada sisi baik dan buruknya. Apa ga enaknya? Banyak nasihat ini-itu yang berseliweran ga jelas sumbernya dan ga jelas manfaatnya. Mau dihindari, ga enak karena yang kasih nasihat masih kerabat. Mau dijalani kok ya ga masuk akal, hahaha...Setelah melahirkan yang kedua dan ketig…

Sebelum Ke Pasar

Ke pasar. Dulu saya paling benci kalau disuruh ibu ke pasar. Benciii banget. Kalau boleh nawar minta tukar kerjaan, rasanya mau-mau aja. Mending nyapu, ngepel, nyuci, kasih makan ayam deh daripada ke pasar. Beneran!Pasar itu selain jauh dari rumah juga kotor dan kumuh. Malesin pokoknya. Tapi yang bikin saya benci ke pasar adalah para penjualnya. Nah lho. Ada apa?Dulu tiap mau ke pasar, ibu saya selalu membekali saya dengan catatan. Beli tempe sepuluh biji, kacang tanah seperempat, bawang merah satu ons, dst, dll, dsb. Ngenesnya, meski udah dibekali catatan gitu kadang meleset dari aturan. Gimana nggak, lha wong nggak jarang para bakul di pasar itu nawar ke saya. Lho penjual kok malah nawar. Nawarnya gini lho, "Mbok ya beli bawang merah itu seperempat, jangan satu ons." Sudah gitu kadang pakai nertawain. Astaghfirullah. Lha wong sini ini masih bocah cilik je diketawain gara-gara dianggap nggak paham ukuran minimal belanja suatu barang. Hhhh...Malesin banget nggak digituin?Jad…

Mau Tinggal Di Mana Setelah Menikah?

Lebih dari sembilan tahun yang lalu saya dan seseorang di sana yang kini jadi suami saya membicarakan hal dalam judul itu: mau tinggal di mana setelah menikah. Iya. Di mana?Waktu itu saya masih di Jogja, sedangkan si dia di Madiun. Saya masih bekerja kantoran, si dia sedang merintis usaha. Maunya sih saya ikut si dia dong, tapi ada pertimbangan lain waktu itu. Berhubung saya sudah punya gaji, Ibu saya menyarankan saya di Jogja saja. Tapi aneh juga kalau manten baru kok LDR-an padahal jarak Jogja-Madiun cuma sepelemparan batu. *Batunya siapa*Singkat kata, saya dan si dia sepakat membicarakan mau tinggal di mana. Solo sempat menjadi alternatif. Pertimbangannya kan Solo ada di tengahnya Jogja dan Madiun. Harap-harap cemas deh. Saya pun mulai cari kerja di Solo. Sempat ikut tes dan lolos tes tertulis juga. Tapi memang sudah takdir, jadwal tes wawancara baru datang setelah saya menikah dan tinggal di pinggiran ibukota. Ya, akhirnya si dia memutuskan untuk memulai kembali usahanya di Jakarta…

Imunisasi Bayi, Pilih Yang Mahal Atau Merakyat?

Bayi, makhluk mungil itu sejak lahit memiliki daya tahan tubuh yang rendah. Proses perolehan daya tahan tubuhnya adalah dari asupan ASI dan imunisasi bayi.Bayi Digdaya yang lahir di RS mendapatkan imunisasi pertamanya di RS juga. Berhubung sudah ada data rekam medisnya di sana, sekalian saja imunisasi selanjutnya juga di RS.Baca juga: Periksa Kehamilan di RSI Siti Aisyah MadiunPas ada kegiatan Posyandu bulan lalu, ada satu bayi baru lahir yang belum ditimbang. Berhubung bayi tersebut tinggalnya dekat dengan tempat tinggal saya jadilah ibu kader posyandu meminta bantuan saya untuk menyambangi si bayi dalam perjalanan saya pulang. Tentu saja yang saya temui adalah ibunya. Ya masak si bayi, hehe...Maksud dari ibu kader Posyandu tadi adalah biar sang bayi tidak terlewat dari pendataan. Pendataan ini penting agar jika ada kasus, maka bisa segera dilakukan tindakan.Saat saya sampai di rumah ibu yang dimaksud tadi, si ibu bilang bahwa bayinya akan ditimbang di RS saja sekalian imunisasi. Ibu…

Tampil Cantik, Aman Dan Nyaman Saat Menyusui

Nah, topiknya perbayian lagi. Hehehe...iya...maklumlah saya kan ibu baru (lagi). Mohon dimaklumi ya kalau yang dibahas lagi-lagi soal baby. Memang gitu ya, ibu baru itu segala macam dibahas. Dari yang bayi kegerahan, bayi sakit, alat perah ASI sampai bahas gimana biar tetap tampil cantik, aman dan nyaman saat menyusui.Ibu menyusui itu tergolong makhluk peka. Ada rasa bahagia sedikiiit aja, ASInya bisa langsung melimpah. Pun jika terjangkiti rasa sedih, produksi ASI langsung seret. Jadi perkara aman dan nyaman saat menyusui itu penting banget. Soal tampil cantiknya? Ya penting dong. Ibu yang bahagia memancarkan kecantikannya. Jadi para bapak ingat ya, cantiknya istri itu adalah salah satu prestasi Anda. Maka buatlah istri Anda senantiasa bahagia. Apa sih?Balik ke soal menyusui. Hormon cinta alias si oksitosin akan melancarkan ASI. Maka ga heran kalau ada ibu yang cuma dengan mendengar tangisan bayinya saja sudah keluar ASInya. Ya karena saking cintanya kepada buah hati. Saat menyusui, …

Belanja Busana Pada Saat Harbolnas 2017

"Baju-baju saya masih saya tinggal di Hong Kong, Bu. Satu koper penuh. Nggak bisa saya ambil lagi, padahal bagus-bagus. Gimana lagi, ternyata saya nggak jadi balik ke sana lagi," urai salah satu karyawati di kantor suami saya yang dulu pernah bekerja di Hong Kong. "Dulu saya punya sepatu boots tinggi itu lho, Bu. Pernah mau dikasih mantel panjang juga tapi nggak saya ambil. Nggak cocok sama badan saya," lanjutnya lagi.Wuih...batin saya, keren banget deh punya boots tinggi gitu. Gaya banget deh kayaknya. Diam-diam karyawati kantor suami saya itu dulunya melek mode juga. Iya dong, tinggal di kota besar, gitu lho. Meski sekarang, karena sudah punya anak, jadi tidak terlalu mementingkan penampilan diri sendiri. Yang penting anak, katanya. Ibu yang baik.Baca juga: Jilbab Gadis vs Hijab Ibu-IbuKalau saja baju-baju kerennya bisa dibawa pulang ke Indonesia waktu itu, barangkali dia jadi buah bibir di kampung karena saking kerennya. Cari di mana baju gituan di kampung sini?…

Tips Pilih Celana Tactical, Celana Terhits Tahun Ini

Pria masa kini punya banyak aktivitas, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Adakalanya kedua kegiatan itu harus dilakukan dalam waktu yang berdekatan. Ganti kostum? Ah, mana sempat. Hidup di zaman internet ini semua maunya serba cepat. Cepat dikerjakan, cepat jadi duit, hehehe... Buat para pria kekinian, celana selain untuk urusan menutup aurat juga untuk bisa mendukung aktivitas. Celana tactical bisa jadi pilihan mutakhir. Seperti apa sih celana tactical ini?
Secara garis besar celana tactical adalah celana yang memiliki banyak saku. Ada celana tactical panjang, ada juga yang pendek. Keduanya sama-sama keren dipakai di outdoor maupun indoor. Asyiknya pakai celana tactical ini adalah mau bawa apa saja mudah. Dengan jumlah saku besar dan kecil yang mencapai 10 buah, bayangkan saja apa yang bisa kamu bawa di saku-saku itu. Dompet, ponsel, kunci kendaraan, kacamata, alat tulis, tablet. Apalagi? Bahkan masih banyak sisanya. LOL.
Biar nyaman dikenakan, apa saja sih yang harus dip…

Barang-Barang Dari Masa Awal Pernikahan Yang Masih Ada Hingga Saat Ini

Sedikit bernostalgia yuk. Teman-teman yang sudah menikah, tentunya punya barang yang dibeli saat baru saja jadi pengantin baru kan ya? Barang-barang itu umumnya adalah barang yang menjadi kebutuhan utama dalam memulai hidup berkeluarga. Mungkin ada peralatan dapur yang dibeli saat pindah ke rumah kontrakan atau kado sprei dari kerabat saat menikah dulu. Nah, saya pingin tahu nih, apakah ada barang-barang dari masa awal pernikahan yang masih ada hingga saat ini?

Coba yuk, intip punya saya dulu.

Kasur
Ini nih yang paling utama dimiliki pasangan pengantin baru ya, hehehe... Kasur spring bed yang kami berdua beli ini seumur dengan usia pernikahan kami, 9 tahun sekarang. Barang berharga ini kami beli di toko di dekat kontrakan dulu di Bintaro. Saya yang pilih dong, baik warna maupun modelnya. Harganya kalau tidak salah 1,3 juta, termasuk ongkos kirim, hehehe...

Saat sudah punya anak, kasur ini kemudian berubah fungsi menjadi tadah ompol, hahaha... bercanda deh. Maksudnya kasur ini jadi seri…

Merawat Bayi Di Cuaca Panas

Madiun sungguh panas di musim kemarau tahun ini. Suhu berada di kisaran 25-32°C. Masya Alloh. 25°C sih sejuk, tapi itu suhu di malam hari. Siangnya? Bayangkan saja. Panas, gerah. Apalagi buat bayi. Ibu-ibu zaman sekarang harus pintar merawat bayi di cuaca panas kayak gini. Kalau ibu-ibu zaman dulu kan hidup dengan cuaca yang masih bersahabat karena alam masih terjaga.

Baca-baca di internet, kalau di negeri yang punya empat musim, di musim panas para bayi rawan terkena serangan panas alias heat stroke. Saya sih belum pernah mengalami musim panas, tapi ketika merasakan musim kemarau kali ini terbayang juga panas menyengat yang lebih intens dan konon dengan kelembaban yang tinggi. CMIIW ya.

Bayi saya saat ini 4 bulan umurnya, baru bisa tengkurap, lagi lucu-lucunya. Iya sih semua tahap perkembangan anak itu selalu lucu. Jadi semua anak itu selalu lagi lucu-lucunya. Saya ga bisa nemu ungkapan lain selain itu sih, hihihi...

Reaksi bayi saya terhadap cuaca panas ini adalah: rewel dan kulit b…

Wahai Orang Tua, Suruhlah Anak Berbohong Sekali Saja

Hah? Judulnya bener nih? Apa sih, masak suruh anak berbohong?

Wahai orang tua, ini betulan, suruhlah anak berbohong sekali saja dan Anda akan merasakan manfaatnya.

Oke, sebelum makin ga karuan, saya ingin cerita dulu latar belakangnya, ya. Jadi ceritanya pagi ini saya baca status seorang teman di facebook, Mbak Rani Yulianty. Beliau berkisah tentang teman anaknya yang terindikasi bermasalah. Si A, sebut saja begitu, beberapa kali mengatakan kalau anak Mbak Rani menyakitinya. Sampai-sampai bapaknya si A ikut komplain ke Mbak Rani. Ketika dikonfirmasi ke anak, si anak mengatakan bahwa dia tidak melakukan hal yang dituduhkan itu. Jadi, siapa yang berbohong? Si A atau anak Mbak Rani?

Dari beberapa komentar yang masuk ada yang mengatakan bahwa kemungkinan besar si A itu bermasalah. Ada juga yang menyebut bahwa anak-anak itu ada yang tidak polos juga, ada yang sukanya bikin drama karena berbagai faktor.

Saya kok jadi ingat sama teman anak saya dulu yang juga, menurut saya, bermasalah. Miss…

Bayi Melihat Penampakan Di Jendela

Ah, judulnya sok bombastis amat, ya! Hahaha...memang begitu sih, bayi melihat penampakan di jendela. Ibu-ibu, yang punya bayi pernah dong mengalami hal seperti ini?

Plis deh, jangan nakut-nakutin.

Nggak nakut-nakutin kok, cuma sekedar berbagi aja. Siapa tahu ada juga ibu-ibu di luar sana yang merasa penasaran dengan yang dilihat si dedek bayi.

Bayi Melihat Penampakan? Benar Ga Sih?
Jadi ceritanya gini. Sebagaimana yang sudah saya ceritakan, saya punya bayi lagi. Anak ketiga ini melengkapi kebahagiaan kami di bulan Ramadan lalu.

Sebagaimana ibu baru, saya merasa takjub kepada makhluk imut ini. Segala perkembangannya saya amati. Pokoknya jadi ibu baru itu norak banget, apa-apa diperhatikan dan diceritakan. Mulai dari bobot si bayi yang naik drastis, si dedek yang udah mulai ngoceh, yang udah bisa miring, tengkurap, senyum, tertawa dan seterusnya.

Serunya jadi ibu masa kini, kiprah si dedek bisa juga direkam di media sosial. Kayak saya yang suka mejeng foto anak-anak saya di akun instag…