Skip to main content

Mengatasi Sakit Akibat Gigi Berlubang

Apalah daya, gigi saya baru saja melakukan aksi protes. Rasanya masya Alloh tidak nyaman. Nyut, nyut, gitu. Selain gigi geraham atas saya bolong cukup besar, geraham bungsu saya ada yang sedang tumbuh. Kalau sedang kumat sakitnya begini saya cuma bisa pringas-pringis dan memberi kode ke anggota keluarga untuk hiatus ngajak saya bicara.
Penyebab gigi saya bolong ini ada dua. Pertama karena saya malas sikat gigi sebelum tidur semenjak punya bayi. Malam-malam sambil ngeloni duo krucil saya ikut terlelap Rasanya mau bangun untuk sikat gigi itu sudah nggak ada daya. Males, gitu.

Kedua, penyebab gigi saya bolong besar adalah karena sering pakai tusuk gigi. Jadi ceritanya sudah ada bolong sedikit di gigi. Sisa makanan nyangkut. Jadilah saya korek-korek pakai tusuk gigi. Yang nyelilit sih lepas, tapi ya giginya tambah lebar bolongnya.



Gambar dari http://sakitgigi.org/

Gara-gara itu sakit gigi pun mulai jadi pengunjung tetap. Duh, nggak pernah membayangkan bakal sakit gigi begini di usia dewasa. Dulu pas kecil saya tergolong punya gigi yang sehat. Mau gimana lagi, waktu tak bisa diputar apalagi dijilat dan dicelupin. XD

Insyaf, insyaf. Sekarang gimana caranya biar nggak sakit? Ditambal atau dicabut. Wah, kalau dicabut nanti gigi saya berkurang dua dong. Yang satu sudah dicabut gara-gara tumbuhnya ke samping, nggak ke atas. *ngiklan mulu*

Baca juga: Geraham Bungsu Tumbuh Miring

Mau ditambal, belum sempat ke dokter gigi. Alasan. Sebenarnya takut aja ke dokter.
Kalau kemarin-kemarin pas kumat sakitnya saya biasa minum asam mefenamat (mefenamic acid) atau parasetamol, sekarang nggak berani dikit-dikit minum obat. Ya namanya obat, biasanya ada efek sampingnya. Akhirnya untuk mengatasi sakit akibat gigi berlubang saya cuma kumur-kumur pakai air hangat bergaram.

Sederhana aja. Garam satu sendok teh dicampurkan ke setengah gelas air hangat. Aduk sampai larut, lalu dipakai kumur-kumur. Kumurnya yang agak keras, beberapa kali. Alhamdulillaah bisa perlahan hilang rasa sakitnya.

Konon rasa sakit gigi ini juga bisa diatasi dengan irisan bawang putih yang dijejelin ke lubang gigi. Sudah saya coba, tapi kurang berhasil karena susah masukin irisan bawang putih tadi. Yang ada malah bolak-balik nyenggol lidah. Pedes, euy!

Ada juga saran dari teman untuk pakai minyak Sembilan Mutiara (kalau nggak salah). Belinya di apotek. Kata teman saya, harganya 27 ribuan sebotol kecil. Kecilnya seberapa saya belum pernah lihat. Kalau pakai minyak ini cara pakainya dioles ke kapas lalu kapasnya dijejelin ke lubang gigi.

Pada akhirnya, sakit gigi sungguh nggak enak. Jangan mau sakit gigi! Maka sangat saya sarankan untuk merawat gigi sebaik-baiknya. Kalaupun belum sempat ke dokter gigi untuk perawatan, jangan pernah males untuk sikat gigi sehari dua kali: setelah sarapan dan sebelum tidur. Sudah gitu aja curhat saya. Semoga gigi teman-teman baik-baik saja. Ada yang punya cerita serupa? Atau pingin nasihatin saya? Boleh, boleh share di kolom komentar. Yuk, yuk.

Comments

  1. Saya juga lg menderita yg sama mak, lubangnya sdh lama sekali sejak anak sy msh kcl, lah skrg sdh SMU, dl dirawat, ditambal, copot tambal lg, kr gigi geraham..eman kata dokternya, sp pd akhirnya dicabut hanya akarnya saja agar tdk sakit lg wkt sdh ditambal, sdh lama bgt gpp, br bbrp bln ini copot tambalannya, tp kr akarnya sdh dicabut ya ga sakit, sy biarin eh tambah kropos dan skrg sakit kalau kena makanan manis / pedas...duh sakitnya sampai pening kepala...mau ke dokter lg takut..kr kmgknan hrs dibedah sedikit kr giginya sdh benar2 keropos... tp mmg hrs dibedah sih biar tdk terjadi infeksi... sakit gigi memang aduhai ya mak...

    ReplyDelete
  2. Aduhai banget nikmatnya mbak. Cenut-cenut gimana gitu. Sakitnya bergelombang-gelombang. Ga kebayang kalo yamg sakit gigi anak kecil, cuma nangiiis aja jadinya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Baca jug…