Sepotong Lara Untuk Pengungsi

by - September 12, 2015

Air mata mau menetes. Rumah tak punya, makanan seadanya, pakaian pun entah ada gantinya atau tidak. Terluka, kelelahan, sedih, merana. Dan yang paling menyedihkan adalah rasa aman pun enggan mendekati mereka. Mereka adalah korban dari kerakusan manusia. Mereka adalah pengungsi. Pengungsi yang kini membanjiri daratan Eropa. Suriah, Afghanistan, mana lagi?

Gambar difoto dari layar TV Al-Jazeera

Air mata siap menitik lagi ketika tersaji berita ini: Aksi Protes dengan Bertelanjang Kaki di Itali.

Refugees Welcome

Dan gambar ini:

Gambar difoto dari layar TV Euronews.

Manusia memang terbuat dari bahan yang sama. Makanan dan minumannya sama. Hanya isinya saja yang berbeda. Ada yang gila, ada pula yang waras.

Teringat saya akan sebuah 'syair ilmiah' Carl Sagan, Pale Blue Dot. Kita ini hanya setitik debu di alam semesta. Apanya yang mau dibanggakan? Apakah sepetak tanah di Bumi ini lebih besar dari setitik debu?

You May Also Like

0 comments

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan.

Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Komentar yang masuk tidak selalu saya balas.

Terima kasih.