Skip to main content

Kupas Buku "Yuk, Ibadah di Dumay!"

Judul buku: Yuk, Ibadah di Dumay! Kiat Jitu Menjadi Remaja Gaul dan Unggul

Penulis: Abdul Cholik

Cetakan pertama: 2015

Jumlah halaman: xviii + 142

ISBN: 978-602-02-6871-2

Penerbit: Quanta (PT Elex Media Komputindo)

Ibadah bukan melulu domainnya kaum berumur. Ibadah bukan pula cuma urusan kalangan pesantren. Ibadah wajib bagi semua orang dan wajib dilaksanakan di mana saja. Termasuk di dunia maya a lias dumay.

Buku 'Yuk, Ibadah di Dumay!' ini diawali dengan penjabaran makna remaja gaul. Menurut penulis, seorang remaja yang gaul adalah remaja yang supel, akseptabel, enak diajak omong, tidak egois dan tidak jutek (Bab 1: Gaul Oke-oke Saja, halaman 2-10).

Remaja gaul juga merupakan sosok remaja yang tak suka memelihara galau. Biar tak dihinggapi galau, remaja harus punya rasa optimis dan bergairah dalam hidupnya. Dalam bergaul diperlukan usaha agar gaul jadi oke. Humor bisa jadi cara untuk mencairkan suasana dan mengakrabkan diri dengan teman. Bagaimana agar humor jadi menyenangkan ada di buku ini (halaman 14).

Jadi remaja yang gaul bukan berarti segala aktivitas bareng teman dilakoni sebab ada juga gaul yang negatif yang harus dihindari. Gaul yang ini masuk kategori gaul yang membawa kerugian, seperti tawuran, narkoba, mabuk-mabukan, pornografi, nyontek, judi, trek-trekan dan pemalakan (halaman 23-30)

Jadi remaja gaul yang positif sudah cukup? Oh, belum! Gaul kalau tidak unggul rugi! Tapi yang dimaksud dengan unggul itu yang seperti apa? Remaja unggul itu adalah remaja yang punya nilai tambah.

"Agar bisa menjadi remaja unggul maka kamu harus memiliki nilai tambah yang membedakanmu dengan remaja lainnya. Satu senti saja lebih baik dari teman-temanmu sudah cukup. Syukur kalau bisa mengungguli temanmu beberapa senti." (halaman 33)

Unggul dalam kedekatan kepada Tuhan merupakan unggul nomor satu. Rajin ibadah dan berdoa serta mengingat-Nya adalah ciri remaja unggul. Berbakti kepada orang tua, senantiasa menjaga kejujuran, disiplin, sarat ilmu pengetahuan, berakhlak mulia, peduli sesama, cinta kepada negara dan memiliki sifat dermawan juga menjadi ciri remaja gaul nan unggul (halaman 33-67).

Remaja sekarang akrab dengan yang namanya internet. Iya dong. Gaptek, no way! (halaman 87). Tapi harus hati-hati juga, jangan sampai melulu sibuk di facebook. Kalau sibuknya bermanfaat oke saja. Perhatikan status, bijak berkomentar dan juga waspada terhadap predator di facebook. Lebih bagus jika bergabung dengan grup-grup remaja unggul (halaman 96-101).



Selain facebook, remaja gaul juga bisa memanfaatkan twitter, youtube dan blog sebagai sarana ibadah. Hindari ngetweet yang beraroma kebencian atau berbau gosip. Kicauan santun lebih bermanfaat (halaman 108-109). Bagi remaja unggul yang suka main youtube, unggahlah video-video yang bermanfaat atau inspiratif, jangan menyebarkan video yang tidak baik sebab bisa jadi nantinya harus berurusan dengan hukum (halaman 116-117).

Blog atau banyak juga dikenal sebagai diary online juga bisa dimanfaatkan untuk ibadah. Tulisan yang bermanfaat dan menarik dicari banyak orang. Bukan cuma artikel Islami, tapi juga artikel yang dikuasai dengan baik seperti matematika atau Bahasa Inggris (halaman 124-129).

#

Buku yang ditujukan bagi remaja ini memang ringan bahasa dan bahasannya. Sesuai dengan pola pikir remaja yang menyukai kepraktisan, tips-tips yang disajikan dalam buku ini terhitung rinci dan lengkap. Tampilan sampulnya menarik dan sangat mewakili isinya. Desain dalamnya pun bagus, ukuran huruf cukup besar sehingga mudah dibaca dan tidak membuat mata cepat lelah.

Kekurangan buku ini menurut hemat saya adalah foto pendukungnya yang didominasi remaja putri sehingga terkesan buku ini hanya cocok bagi kaum hawa belia, padahal tidak demikian.

Secara keseluruhan buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh remaja. Orang tua serta guru juga disarankan membaca buku ini agar dapat mengambil sisi pengajarannya untuk diterapkan kepada anak dan muridnya.

Comments

  1. Berharap anak2 nantinya tumbuh jadi remaja gaul...*bagi yang ngetik, masa itu sudah lewatt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha...iya. Kita mah udah lewat banget. Yg jelas kita harus juga jd ortu gaul biar ga nge-gap sama anak.

      Delete
  2. remaja gaul suka mainnya youtube ya, mba. adekku juga suka, asal yang ditonton baik aja. harus selektif ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Makin ke sini makin canggih cara berkomunikasi di dumay. Kudu selektif. Setuju.

      Delete
  3. Ah ya, banyak cara untuk beribadah di dunmay yanng perlu kita tahu, dan buku ini menyarikannya dengan cara yang ringan khas Pakde Cholik. Buku yang masuk kategori must have.

    ReplyDelete
    Replies
    1. A really must-have one mbak. Dipakai buat kado ponakan juga oke. Buat kita baca juga sip.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Baca jug…