Skip to main content

Pikiran Ngeres

"Masak kek gitu porno? Pikiran lo tu yg ngeres."

"Jangan ngeres ya. Ini cuma guyonan, kok."

Pernah ketemu kalimat-kalimat semacam itu? Apa? Sering? Anda yang ngucapkan atau Anda yang dikatain?

Pikiran ngeres artinya pikiran yang nyerempet ke hal-hal porno atawa cabul. Pikiran ngeres alias pikiran kotor alias otak kotor sering jadi bahan obrolan khususnya di dunia maya.

Dunia maya tempat bersembunyi
Dunia maya sekarang ini sudah jadi bagian dari kehidupan nyata. Bahkan ada yang meramalkan di masa mendatang yang tak jauh dari masa kini, dunia maya akan menempati 70% dari hidup manusia. Wow! Kita ini nyata atau tidak, ya?

Eksis di dunia maya berarti kita punya dua identitas. Yang nyata dan yang maya. Terkadang kedua identitas ini saling mendukung, kadangkala pula bertentangan. Bagi manusia yang tingkat kedewasaannya sudah tinggi, kedua identitasnya saling mendukung. Di sini ia begini, di sana ia pun begini. Di dunia nyata ia santun, di dunia maya pun santun.

Sebaliknya, pribadi labil akan jejingkrakan saat punya dua identitas, sebab ia akan bisa begini di sini dan begitu di sana. Ia adalah dua pribadi berbeda di dua dunia yang berbeda. Orang lain akan terkejut saat bertemu dengan sosoknya di dunia nyata yang jauh atau berbeda dengan di dunia maya.

You are what you post
Pribadi yang labil cenderung memanfaatkan dunia maya sebagai pelarian. Mirip anak yang manis di rumah tapi nakal di sekolah. Di dunia maya ia bisa bebas berkeliaran, berkoar-koar, menyebar berita tak bermanfaat, melepas isu-isu murahan, mengekspos kekurangan orang lain secara membabi buta. Tingkah polah pribadi labil macam ini bisa menimbulkan masalah, baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Sudah banyak contoh "harimaumu memakan mulutmu" terjadi. Ada yang berujung bui, ada pula yang tidak.

Pribadi labil ini juga kerap mengunggah hal yang menampar susila. Foto tak senonoh, gambar editan, guyonan saru dan sara. Jika ada yang mengingatkan, mereka dengan enteng berkata "Pikiranmu yang ngeres tuh." atau "Kalo nggak suka ya gpp." Ada juga yang kemudian nyerempet sara seperti yang terjadi pada satu grup tempat saya bergabung di facebook ini:

Bingung, deh saya. Ini orang sudah salah, diingatkan, malah cari masalah. Katanya sih "iya, iya", buntutnya dia berkata "Kalau nggak senang ya gpp." Sedihnya, ternyata ada juga orang-orang yang merasa terhibur dengan ini dan mendukung si penulis postingan. Tambahan, sang administrator grup seperti tak peduli postingan di grup itu seperti apa, terlihat dari beberapa kali muncul postingan kurang pantas di sana. Duh!

Dunia maya memang banyak mengubah dunia, termasuk saya. Berteman atau putus itu mudah saja, tinggal klik, klik, klik, semudah kita menyebar hasil pemikiran kita. Saya tak ingin jadi bahan bullying di sana, maka saya pun klik tombol 'keluar dari grup'. Selesai.

Comments

  1. baiknya memang yg begituan gak usah ditanggapin mak, makin dikomenin makin dia seneng karena postingan itu makin naik ke atas, kalau kasusnya di postingan facebook gitu mak, makin dia populer. Memang tujuannya bikin kehebohan biar disorot terus ama orang. Capek deh! tinggalin aja mak, buang waktu, gak penting! hehe...sabar ya mak :)

    ReplyDelete
  2. iya mak, drpd cape sendiri mending cabut aja...

    ReplyDelete
  3. mak Dame: iya mak. kayaknya kok yg aneh2 begitu cepet banget lakunya. prihatin...

    mak Nathalia: cabut but but but ya mak.

    ReplyDelete
  4. Betul, Mak. Ngobrol saru sama temen dunia maya emang bikin kikuk, tapi kalo sama orang yang sudah kenal baik sih biasanya lebih asik :D

    http://thehappymimi.blogspot.com/

    ReplyDelete
  5. Banyak yg asal memasukkan kita digrup nggak jelas. Jadi biasanya tinggal keluar aja :-)

    ReplyDelete
  6. Saya paling tega nge-blokir akun orang yg aneh2, "Kita adalah teman kita".
    Sdh setahun ini alhamdulillah bersih. Sebelum nge-add saya liat dulu temannya siapa? isi akun nya apa? Bahasanya alay atau tidak? dll. Jangan ragu untuk menghapus Mbak, klw cm bikin kesal/dosa.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.