Skip to main content

Bekal Wajib Pulang Kampung

Lebaran, lebaran! Siapa yang pulang kampung? Sepertinya hampir semua pulang kampung, ya? Setidaknya ingin.

Bekal apa sih yang dibawa pulang kampung? Uang. Ya jelas dong. Kalau yang itu sih 'wajib'. Adakah barang lain yang juga wajib dibawa? Ini bekal pulang kampung saya:

Gantungan baju alias hanger
Pas lebaran, pas semua kumpul di rumah. Beberapa keluarga jadi satu. Terbayang kan heboh dan ribetnya saat menjemur cucian? Tempat jemuran terbatas, dipakai rame-rame, inginnya kering semua pula! Ya sudah. Saya bawa gantungan baju sendiri saja. Mau njemur tinggal njemur.

Gambar diambil dari Dinomarket

Kasur, sprei dan bantal
Kadangkala tuan dan nyonya rumah sudah menyediakan perlengkapan tidur yang sekomplit-komplitnya. Tapi ya namanya juga pulang kampung rame-rame, adaaa saja kemungkinan kekurangan kasur dan bantal. Apalagi tiap tahun jumlah warganya bertambah. Jadi, siap-siap saja bawa kasur lipat n bantal secukupnya. Spreinya? Tentu saja dibawa sekalian.

Obat anti nyamuk
Nah, yang ini penting sekali. Tak jarang kan saat menginap disatroni para nyamuk? Waduh...alamat tak bisa tidur. Oleh karena itu biasanya saya bawa obat anti nyamuk sendiri. Bisa yang berbentuk losion atau minyak. Praktis. Apalagi kalau punya bayi atau anak balita, obat anti nyamuk ini wajib hukumnya.

Itulah beberapa bekal wajib pulang kampung saya. Yang lain apa tidak wajib? Ya kalau keperluan pribadi sih tidak usah ditanya juga dibawa. Kalau bekal wajib pulang kampung teman-teman apa?

Comments

  1. hihihi...penting tp suka lupa soalnya

    ReplyDelete
  2. obat anti nyamuk dijadikan bekal juga,,,,,selamat lebaran..mohon maaf lahir batin,
    keep happy blogging always..salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
  3. iya bang. soalnya nyamuk tdk pandang bulu eh kulit. siapa sj disikat. hehe...mohon maaf lahir batin juga. salam kembali dr madiun.

    ReplyDelete
  4. hehehe... obat nyamuk? :D
    gak apa-apa mbak... ngasih makan nyamuk, sama aja melancarkan rejekinya nyamuk-nyamuk itu.. :D

    ReplyDelete
  5. hihihi...ikhlas ya mbak...enggak deh.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Baca jug…