Skip to main content

Gugur Bunga

Pekan lalu seorang kerabat saya meninggal dunia. Beliau masih terhitung nenek saya dari pihak Ibu. Eyang Kus, begitu saya memanggil beliau, telah menempuh perjalanan sekitar 1.000 bulan di dunia ini. Eyang Kus meninggal di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta.

Gambar dari devianart

Yang selalu menarik dari setiap kabar duka cita adalah kisah misterius yang terjadi sebelumnya. Ada firasat, ada kebetulan (yang sebetulnya bukan kebetulan karena semua telah diatur Alloh), kadang ada penyesalan.

Seminggu sebelum meninggal, Eyang Kus berkunjung ke rumah kakak saya yang baru beberapa bulan lalu pindah dari Palu ke Jogja. Beliau tampak sehat. Pagi hari sebelum meninggal, Eyang Kus masuk RS untuk dioperasi jantungnya. Ibu yang mendengar kabar itu pun kaget. Tapi...ibu saya yang biasanya rajin mengunjungi kerabat kali itu merasa berat untuk menengok ke RS. Nanti saja kalau sudah di rumah, begitu batin ibu saya.

Namun, sorenya Eyang Kus meninggal dunia. Ibu saya menangis, menyesal tidak menjenguk ke RS, padahal selama di RS Eyang Kus menanyakan hal ibu saya. "Kok ndengaren Sus ora mrene, biyasane sregep", kata Eyang Kus. (Kok tumben Sus -ibu saya- tidak ke sini, biasanya rajin).

Ipar Eyang Kus yang tinggal di Jakarta sore itu mendarat di Jogja. Tanpa tahu kabar sebenarnya, beliau hanya merasa ingin ke Jogja. Ternyata...

Memang semua sudah diatur Alloh. Ada yang menemui, ada yang melewatkan. Ada yang dikabarkan, ada yang dirahasiakan.

Tak Terduga
Paman saya sewaktu akan meninggal mengitari lokasi pengajian yang biasa beliau datangi, sampai-sampai istrinya bertanya-tanya. Paman saya menjawab, "Siapa tahu ini terakhir kali kita ke sini". Waktu itu menjelang atau awal Ramadhan. Paman saya meninggal di RS di hari-hari terakhir Ramadhan karena kecelakaan tunggal.

Sepupu saya juga mengitari kompleks dengan sepeda motor sebelum meninggal. Pagi-pagi dia sudah mandi, berkeliling, pulang dan jam 6 pagi meninggal di kamarnya. Singkat sekali.

Dengan Tanda
Seorang sepupu suami saya baru saja meninggal. Sebelumnya beliau kena stroke dan menjalani perawatan sekitar 3 minggu di RS. Seminggu sebelum meninggal saat saya menjenguknya, ia berkata ingin beli tanah dan dikapling-kapling. Ternyata kaplingan itu liang lahat.

Ada juga ayah boss saya dulu yang memberi tanda akan meninggal. Beliau sakit di RS selama beberapa hari. Menjelang meninggal, beliau melihat ada tamu tak dikenal di kamarnya. Ternyata itu adalah malaikat pencabut nyawa. Bagi kerabat yang tahu, mereka bisa melihat tanda bahwa kematian seseorang segera tiba.

Dengan ataupun tanpa tanda, manusia pasti kembali kepada Tuhannya.

"Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati..." (QS. Ali Imron [3]: 185)

Comments

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.