Skip to main content

Kliman

"Jangan kliman, ya" begitu dulu pesan Bapak waktu saya yang masih kecil disuruh pergi beli sesuatu ke warung.

Kliman? Kata apa itu? Apa artinya?

Ternyata kliman itu nama orang. Begini kisahnya:

Namanya Pak Kliman. Beliau dulu bekerja di rumah sakit tempat Eyang Kakung saya bekerja. Pak Kliman ini kebagian tugas mengantar surat-surat dinas dengan berjalan kaki. Lho kok jalan kaki? Iya. Ini kisah dari zaman dahulu. Persisnya tahun berapa saya tidak tahu. Yang jelas saat itu kendaraan bermotor belum banyak.

Pak Kliman ini rajin sekali. Tiap diminta mengantar surat selalu dengan bergegas beliau pergi. Suatu hari, pimpinannya memberi fasilitas sepeda kayuh. Tujuannya biar lebih mudah dan cepat menyelesaikan tugas.


Tapi...sejak pakai sepeda malah Pak Kliman ini sering molor kembali ke kantor sehabis mengantar surat. Ternyata beliau putar-putar kota dulu selesai mengantar surat.
Ooo...jadi yang dimaksud 'kliman' adalah berperilaku seperti Pak Kliman. Selesai kerja bukannya segera kembali tapi malah jalan-jalan dulu.

Wajar kalau Bapak saya sering berpesan "Jangan kliman", sebab bisa jadi kebiasaan buruk. Difasilitasi bukannya tambah cepat tapi malah jadi lambat.
Jadi, jangan kliman, ya.

Comments

  1. Berarti artinya jangan seperti yang dilakukan pak kliman...

    ReplyDelete
  2. betul mas Adi. gak selesai2 nanti kerjanya.

    ReplyDelete
  3. Waah nama pak Kliman diabadikan jadi kosa katanya Bapak ya, Mak. Jangan2 sekampung pakai kosa kata itu? :)

    ReplyDelete
  4. hihihi...enggak mak. itu kosa kata terbatas sj.

    ReplyDelete
  5. Namanya mirip sama pak kost saya dulu, pak Kirman hihihi tapi sih insya Allah beda sifat ya sepertinya

    ReplyDelete
  6. oalah begitu toh artinya.. lucu juga. bagi yang gatau latar belakang pak kliman pasti emg clueless ya dengernya :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.