Skip to main content

Busana Muslim: Identitas atau Seragam?

Tahun Ajaran Baru sudah dimulai. Bagi murid baru adakalanya masih harus bersabar menunggu seragam jadi, termasuk anak kedua saya yang baru masuk TK. "Apa seragamnya sudah jadi, Bu?", tanyanya beberapa kali. Sabar ya, Nak. Masih ngantri.

Ada juga orang tua/wali murid yang dibuat pusing gara-gara seragamnya ganti model, seperti yang terjadi di SD dekat rumah yang model seragam pramukanya ganti. Atau pusing karena permintaan 'aneh-aneh' dari pihak sekolah, seperti keponakan saya yang masuk SMP di Surakarta yang di akhir pekan harus pakai beskap (yang laki-laki). Biayanya itu lho...

Ada juga yang heboh gara-gara aturannya diubah, seperti di DKI yang katanya harus berbaju daerah di hari Jumat (walau akhirnya masih ditunda kepastiannya). Setelah sebelumnya tiap Jumat berbusana muslim, kenapa sekarang disuruh pakai encim? Saya tidak akan mengurusi perdebatan tentang seragam di DKI itu. Saya hanya ingin menyoroti penggunaan busana muslim: identitas atau seragam?

Identitas
Berbusana adalah fitrah manusia. Betul apa benar? Jika ada manusia tak berbusana, apa kata dunia? Busana muslim sendiri adalah kewajiban bagi setiap muslim yang juga menjadi identitasnya. Ini lho, saya muslim. Lihat saja dari busana saya.

Lalu apa yang dimaksud dengan busana muslim? Baju koko, sarung, gamis, celana ngatung? Yang jelas busana muslim itu busana yang menutupi aurat yang sesuai dengan aturan Alloh yang dicontohkan oleh Rosululloh dan para sahabat.

Jadi, muslim yang berbusana muslim itu adalah muslim yang identitasnya jelas. Setuju?

Seragam

Gambar dari Pramukanet

Pakaian seragam adalan pakaian atau busana yang ditetapkan pemerintah melalui penyelenggara sekolah untuk dikenakan selama berkegiatan di sekolah. Seragam pun merupakan busana beridentitas. Yang bersekolah di situ ya harus tunduk pada aturan itu.

Jadi, seragam adalah busana yang dipakai dalam rangka bersekolah. Kalau sudah sampai di rumah ya jangan dipakai. Berarti seragam busana muslim cuma dipakai di sekolah saja. Betul?

Tidak dong. Busana muslim ya dipakai di mana pun seorang muslim keluar dari rumahnya atau di rumah tapi ada non mahram di dalamnya. Semoga semua sepakat begitu.

Tapi...apa betul? Yakin?

Kalau memang betul, kenapa ada murid yang kalau di sekolah menutup aurat tapi ketika sampai di rumah ucul-ucul alias copot-copot. Yang perempuan ngumbar rambut, yang laki-laki ngumbar paha.

Sayangnya bukan cuma murid. Guru juga begitu. Berbusana muslim ketika di sekolah saja. Di lingkungan rumah...bebas-bebas saja.

Jadi, busana muslim adalah seragam, sepertinya lebih tepat. Kecuali jika umat muslim berubah dan mengenakan busana muslim sesuai aturan setiap saat dan di setiap tempat.

Comments

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.