Skip to main content

Kisah Busi

Ini adalah kisah mengesalkan saat saya masih SMA di tahun 1990-an. Mengesalkan tapi bikin senyum-senyum sendiri. Semoga bukan cuma saya yang senyum-senyum tapi juga para pembaca.

Ceritanya waktu itu bulan Ramadhan. Seperti biasa saya dan puluhan jamaah sholat tarawih di masjid. Masjid kami ini letaknya agak jauh dari pemukiman, jadi biasanya ada jamaah yang naik sepeda motor ke sana. Berhubung saya lebih sering tidak kebagian motor, jadilah saya lebih sering berjalan kaki ke masjid bersama teman-teman.

Malam itu, usai sholat tarawih, adik saya (laki-laki) yang membawa sepeda motor menghampiri saya. Katanya, "Motore gawanen. Aku arep mlaku." (Motornya kaubawa aja. Aku mau jalan kaki). Rupanya adik saya mau kumpul-kumpul dulu dengan teman-temannya di salah satu rumah di mulut blok perumahan.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, batin saya. Maka saya segera mengambil motor dari tempat parkir. Saya nyalakan mesinnya dan saya starter. Tapi...tidak mau nyala. Saya starter lagi. Tak mau nyala lagi. Padahal itu starter kaki, jadilah si kaki ini pegel-pegel nyetarter. Sampai-sampai ada seorang bapak menolong menyetarterkan motor itu. Tapi nihil hasilnya.

Ya, dengan perasaan kesal dan sedih akhirnya saya tuntun motor itu. "Apa mungkin bensinnya habis?" pikir saya. Apes deh. Alhamdulillaah, untungnya masih ada rombongan yang searah pulangnya, jadilah saya ikut serta rombongan itu sambil ngos-ngosan nuntun motor Yamaha Alfa II R merah.

Kira-kira begini penampakan motornya.
Gambar dari planetmotobike

Asal tahu saja, blok tempat saya tinggal itu harus melewati barisan bangunan perkantoran peninggalan zaman Belanda yang kalau malam hari seraaam. Sudah begitu harus lewat jalan tembus belakang salah satu kantor, pakai jalan menurun pulak! Wuih...Pokoknya saya tak sudi lewat sana sendirian sambil bawa motor mogok. Bisa-bisa....

Akhirnya sampai juga di mulut blok. Legaaa rasanya. Akhirnya tampak barisan perumahan juga dan...adik saya and his gank!

Sambil memasang tampang bersungut-sungut saya menghampiri mereka yang sedang duduk-duduk di bawah lampu penerangan jalan. Melihat saya datang menggandeng sepeda motor, adik saya kaget. Pastinya ia tidak mengira bakal begitu. Tapi bukan cuma adik saya yang kaget, saya juga kaget, sebab tiba-tiba motornya nyala sendiri #ehsalah ... tiba-tiba seorang teman adik saya lari tergopoh-gopoh menghampiri saya. Dengan wajah penuh rasa malu ia berkata, "Sorry, mbak." sambil mengambil alih motor saya lalu melakukan sesuatu pada mesinnya.

Ternyata saudara-saudara...teman adik saya itu dengan sengaja melepas selang busi dari businya! Dengan tujuan mengerjai adik saya! Tapi salah sasaran dan mengenai saya! Huaah...!!

Busi, oh busi
Gambar dari hourex150l

Dengan perasaan dongkol bin mangkel saya tinggalkan motor itu di situ juga, lalu melangkah pulang dengan gontai sambil menata napas. Hhhh....

#

Pelajaran apa yang bisa diambil dari kejadian ini?
Satu, jangan iseng! Kasihan korbannya, apalagi kalau salah sasaran.
Dua, cek busi kalau motor mogok. Siapa tahu sampeyan juga dikerjai.
Tiga, jangan segan meminta tolong orang lain untuk ikut mendorong motor mogok.

Sudah, segitu saja cerita saya. Semoga tidak ada yang suka ngerjai orang apalagi dikerjai.

Comments

  1. Selamat pagi sahabat tercinta,
    Semoga Anda sehat,sejahtera ,dan bahagia serta senantiasa mampu menyukuri nikmat Tuhan yang tiada tara. Amin

    Saya sampaikan kabar gembira bahwa Anda termasuk pemenang dalam Kuis Tebak Nama Model BlogCamp. Silahkan Cek di :

    ~CANDRA NILA MURTI DEWOJATI : HATI-HATI DENGAN LIDAHMU!~
    http://abdulcholik.com/2014/10/24/candra-nila-murti-dewojati-hati-hati-dengan-lidahmu

    ReplyDelete
  2. Aku juga sering isengin temen cowokku saat SMA dulu ,busii...oh...busi

    ReplyDelete
  3. mbak Tatit: waduh, berani bgt mbak. untung nggak dikerjain balik ya.

    ReplyDelete
  4. kejadiannya udah lewat 20 tahun yang lalu, jadi saya ngga bisa bilang "sukuriiin", jadi kurang asik ng'ledekinnya deh ah.

    ReplyDelete
  5. waduhhh...jahat deh dikau kang.

    ReplyDelete
  6. Dalam hal ini posisi saya BEJO ya.. haha

    ReplyDelete
  7. Dalam hal ini posisi saya BEJO ya.. haha

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.