Skip to main content

Yang Harus Ada Saat Musim Hujan

Desember! Kata orang Jawa "Gedhe-gedhene sumber". Air lagi banyak-banyaknya. Selepas itu, Januari, hujan sehari-hari. Jadi, intinya hujan banyak dan turun hampir tiap hari.


Gambar dari pristysukma.blogspot.in/2013/10/rintik-hujan.html

Kita di Indonesia sudah biasa dong kehujanan. Tapi, meskipun musim hujan ini masih rajin mengunjungi kita setiap tahunnya, masih adaaa saja orang-orang yang mencari alasan saat hujan. Terlambat ke sekolah, terlambat masuk kerja, batalkan janji gara-gara hujan. Lha kalau karena hujan lalu kita kerap cari pembenaran untuk tidak ini dan itu, bisa-bisa separuh hidup kita jadi tidak produktif dong. Kan, separuh tahun diisi dengan musim hujan.
Terus, biar tidak cari alasan saat hujan, kita harus apa? Kita harus punya yang berikut ini:
Payung
Sedia payung sebelum hujan. Sudah jelas, ya. Kalau tidak mau kehujanan, pakai payung. Tapi jangan pakai paying saat bersepeda apalagi bersepeda motor. Jangan juga pakai payung saat angin kencang. Daripada seperti saya yang payungnya jadi terbalik. Aduh... Lebih baik menepi dulu kalau angin kencang. Tunggu hujan agak reda atau reda sekalian, baru jalan lagi.
Jas hujan
Yang ini juga sudah jelas. Fungsinya sama dengan payung: melindungi tubuh dari kebasahan akibat hujan. Malah sekarang model jas hujan bermacam-macam. Ada yang model batman, batman berlengan dan model baju lengan panjang plus bawahan. Bawahannya pun ada yang model celana panjang, ada yang model rok. Ada yang untuk anak-anak, ada juga yang untuk orang dewasa. Tinggal pilih deh. Tapi kalau pilih jas hujan, seperti halnya memilih jaket, pilihlah warna yang terang, kalau perlu yang mencolok seperti warna jingga agar terlihat jelas saat di jalanan.


Huaaa...sereeem
Gambar dari www.jashujanwanita.com/2014/06/jas-hujan-poncho-jumbo.html

Sandal atau sepatu anti air
Sandal jepit. Itu yang paling gampang. Kalau hujan dan tak ingin sepatu jadi basah, copot dan simpan sepatu, lalu pakailah sandal karet atau plastik. Kalau ingin lebih aman lagi, pakai sepatu boot karet. Sayangnya, dulu zaman masih sekolah saya gengsi bawa sandal jepit untuk cadangan seperti ini. Padahal saya ke sekolah naik sepeda atau bis. Jadi kalau hujan bela-belain sepatunya basah daripada malu pakai sandal jepit. Halah... Jadilah sampai di rumah nggarang sepatu di atas kompor. :-(
Tas plastik
Ini juga penting. Untuk apa? Untuk mengamankan tas. Kalau bisa bawa dua tas plastik. Yang satu untuk membungkus isi tas, satu lagi untuk membungkus tas. Jadi bawa dua gembolan, dong? Eh, enggak lah. Isinya tas ya tetap dimasukkan tas, jadi praktis. Pernah suatu ketika saya pulang sekolah naik sepeda plus kehujanan. Karena tidak punya keranjang sepeda, tas saya taruh di boncengan belakang. Dijepit. Aman saja, sih. Sampai akhirnya sepeda saya melalui kubangan yang tak terlihat dan ...byurrr...tas saya jatuh! Duh...basah semuanya deh.
Selain barang-barang wajib tadi, ada juga hal-hal yang harus dilakukan setelah kita kehujanan, baik basah kuyup ataupun basah sebagian.Mandi
Boleh mandi air hangat, boleh juga dengan air biasa. Air biasa pun akan terasa hangat ketika diguyur ke badan setelah kita kehujanan karena air hujan lebih dingin lagi. Kalau ada air hangat, lebih bagus. Guyur seluruh badan dan kepala agar suhu tubuh sama. Kalau tidak bisa mandi? Keringkan tubuh, lalu pakai baju yang nyaman dan menghangatkan.
Pakai minyak
Hah, minyak? Untuk apa? Jelasnya minyak kayu putih untuk menghangatkan tubuh usai kehujanan. Terbayang kehangatannya, kan?
Minum yang hangat
Yang ini juga sudah jelas, ya. Boleh minum teh hangat, cokelat hangat atau susu hangat. Bisa juga jahe hangat. Pokoknya yang hangat dan menyenangkan buat kita.

Gambar dari novawijaya86.blogdetik.com/2014/07/06/secangkir-teh-hangat/

Hmm...sepertinya nyaman ya? Hujan tidak berarti tidak menyenangkan, bukan? Ada saatnya hujan menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu, yaitu untuk merenung dan...tidur! Tidur diiringi suara hujan deras...alhamdulillaah ada musim yang namanya musim hujan!

Comments

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.