Skip to main content

Pangling Karena Ia Berjilbab

Menyambung tulisan saya sebelumnya tentang busana muslim, kali ini saya ingin berbagi keresahan. #apaansih. Begini ceritanya.

Suatu siang saya bertemu seseorang yang membuat saya pangling karena ia berjilbab.
"Hei, Mbak. Belanja, ya?", sapa seseorang itu. Saya bengong tapi maksa untuk tersenyum ramah dan menjawab sapaan perempuan cantik itu yang saya temui di penyeberangan jalan dekat Pasar Besar Madiun. Usai menyeberang saya berpikir keras, siapa ya dia tadi? Kok kenal saya? Sepertinya sih wajahnya saya kenal. Tapi di mana?

Setelah mencoba mengingat-ingat barulah ketahuan kalau yang menyapa saya tadi adalah ibu dari teman sekolah anak saya yang juga masih ada hubungan kekerabatan. Cuma karena dia berjilbab jadi saya pangling. Pangling sungguhan.

Pernah juga saya pangling kepada seorang nenek dari teman anak saya yang berjilbab waktu mengantar cucunya ke sekolah. Biasanya beliau tidak berjilbab. Wah, dapat hidayah nih, alhamdulillaah.

Eh, tapi ternyata dua orang yang saya ceritakan tadi berjilbabnya hanya pada waktu tertentu. Baru saja saya merasa ikut bahagia, setelah itu dicopot lagi. Ada apa?

#

Suatu ketika saya menangkap pembicaraan para ibu yang menunggui anak mereka di sekolah (komunitas saya memang PAS=penunggu anak sekolah). Mereka sedang membicarakan tentang kulit wajah yang mudah gelap. Salah seorang ibu kemudian menuntaskan rasa penasaran saya. Katanya, "Aku kalau pergi ke (kota) Madiun memang pakai jilbab. Ya gimana dong, kalau nggak nanti bisa gosong kulitku". Oooh...jadi itu alasannya.

Jadi jilbab itu seragam saat pergi jauh supaya kulit tidak terbakar. Lalu ada juga jilbab sebagai seragam takziyah (menjenguk orang duka cita), atau seragam untuk kondangan, atau seragam untuk antar-jemput anak ke sekolah, atau seragam saat ada acara keagamaan baik di lingkungan rumah maupun sekolah dan tempat kerja.

Harus bagaimana ini, bersyukur karena mereka masih mau berjilbab atau sedih karena jilbab sekedar untuk fashion?

Gambar dari Wikipedia

Comments

  1. Waduh, temen saya juga ada gitu mbak, dicopot kembali jilbabnya. Semoga saya tetap istiqomah dalam berhijab aamiin.

    ReplyDelete
  2. iya ya mak, ngenes juga dengan cara berpakaian yg kadang2 dimanfaatkan utk keadaan tertentu. Padahal jilbab itu adalah identitas muslimah
    Semoga kita selalu istiqomah. aaminn

    ReplyDelete
  3. Mbak Titis: aaaaamiiiiin. semoga tetep istiqomah ya mbak dan yg belum semoga segera bertaubat.

    Mbak Mega: identitas yg paling awal terlihat sbnrnya ya mbak. semoga kita istiqomah. aaaaamiiiiin.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.