Skip to main content

Mengejar Noni

Mendadak kenangan tentang SMA saya muncul lagi karena hajatan giveaway-nya Mak Murtiyarini. Masa SMA memang bukan masa paling menyenangkan bagi saya (alasannya ada di sini), tapi tetap saja ada cerita yang tak terlupakan di sana.

Cerita ini terjadi waktu saya di kelas 1. Usai ospek dan jadi murid 'betulan', hari-hari pun dimulai. Bukan cuma pelajaran, tapi juga dunia remaja yang penuh gosip. Jangan suuzhon dulu, ya, salah satu gosip terhangat waktu itu adalah keberadaan Si Noni yang misterius. Konon, Noni ini adalah seorang Belanda 'penunggu' sekolah yang kadang muncul di malam terakhir ospek. Munculnya konon dari ruang musik dan berbaur dengan murid peserta ospek. Entah dari siapa, tiba-tiba ada yang ingin membuktikannya. Tapi bagaimana caranya? Ospek sudah berakhir. Masak iya harus menginap di sekolah!?

Kesempatan itu akhirnya datang: acara persami (perkemahan Sabtu-Minggu) Pramuka di sekolah yang bakal diikuti seluruh murid kelas 1.

Gambar dari sini

Yang namanya persami jelas pasti menginap. Nah! Beberapa murid perempuan yang penasaran sepakat akan berburu Noni di malam persami itu. Asal tahu saja, rencana ini dirahasiakan. Takut ketahuan guru lalu dilarang.

Seperti butuh amunisi tambahan, suatu pagi menjelang persami, saya melihat sendiri-dengan mata kepala saya sendiri-si Noni...eh, bukan. *kaget* Saya melihat satu gelas air putih diletakkan di depan ruang musik. Lha, apa istimewanya? Istinewanya, gelas ini diisi helaian kelopak mawar merah! Nah lho! Gosip intern pun makin panas. Berarti benar ada Noni di sekolah!

Malam persami pun tiba. Kami, gadis-gadis pemberani ini (kalau tak salah ingat ada 6 orang), janjian akan keluar jam 11 malam,saat waktu tidur dimulai. Walau namanya persami, tapi kami tidak tidur di tenda, melainkan di kelas. Saya dan seorang teman anggota tim pemberani ada di satu kelas, sisanya di kelas lain. Rasa penasaran campur takut beraduk di pikiran saya. Kalau ketemu betulan gimana?

Kami sepakat membagi tim dalam dua kelompok. Satu menyisir barisan kelas Selatan, yang satu lagi di Utara. Nanti ketemu di titik kumpul: ruang musik. Wuhhh...ngeri-ngeri gimana gitu. Sebagai 'pemanasan', kami mencoba rute saat istirahat sekitar jam 8 malam. So far so good, masih banyak orang terjaga, suasana masih ramai. Belum terasa merinding banget.

Jam 11, saat tidur. Kami harus cari alasan untuk keluar. Yang paling mudah tentu minta izin ke kamar kecil. Kemudian... *cut!*

Malam berlalu. Pagi datang. Kami bertemu membahas kejadian semalam. Kami penasaran apa yang terjadi dengan kelompok satunya. Tak ada yang saling menyalahkan. Kami sadar kami ini cuma sekelompok gadis nekat, sayang kami tak cukup berbekal keberanian. Ternyata semalam itu tak ada satu pun dari kami yang berani keluar! Hhh...

Saya tak tahu harus bilang apa kalau ingat itu. Tapi saya kini merasa kami beruntung tidak keluar malam itu. Tidak bijak menelusuri misteri hanya dengan bekal penasaran, apalagi didorong kenekatan. Bila terjadi hal yang tak diinginkan, siapa yang harus disalahkan? Alhamdulillaah kami tumbuh sebagai gadis-gadis normal yang hidup di dunia kami, dunia manusia. Sedangkan yang hidup di dunia lain? Hanya Alloh yang tahu.

Comments

  1. hihihi.. ngeri duluan ya Mak, jadi ga ada yang keluar ruangan :D
    tapi udah bagus tuh punya rencana gitu, meski batal juga akhirnya :)

    ReplyDelete
  2. untung nggak jadi mak. kl jadi dan ada yg kesambet alias kerasukan kan bahaya. nggak lagi deh. kapok.

    ReplyDelete
  3. Sama jaman smp tu kek gitu cuma gagal membuktikannya eh malah ditakut2i sama guru ku sendiri

    ReplyDelete
  4. haha...waktu itu mmg rencananya dirahasiakn soalnya kl ketahuan guru pasti bakal dilarang.

    ReplyDelete
  5. ihhhh syeremmm...!untung batal ya,krn bahaya tuh klo sampe kesurupan,heee... salam kenal mak..:)

    ReplyDelete
  6. Huhu, padahal penasaran endingnya ketemu Noni betulan ato tidak :D

    ReplyDelete
  7. yah elah kagak jadi keluar... padahal gw pengen tau apa Si Noni bener ada apa cuma gosip

    ReplyDelete
  8. huhuhu..pembaca kecewa..kirain ada hal misteri yg di dapet..udah deg2an baca di awal..
    hehehe..tp bagus ko,,buat penasaran :)

    ReplyDelete
  9. mak Aira: ya itu. untung nggak jadi. hhh...kl dipikir2 dulu itu nggak pk mikir betulan deh.

    mak Hilda: penasaran ya mak. jangaaan

    mas Yandhi: misteri biarlah mjd misteri mas. hehe...

    mak Sie-thi: hihi...gak usah ikut2an berburu ya mak.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Baca jug…