Skip to main content

Cara Menghafal Juz Amma untuk Para Ibu

cara-menghafal-al-quran


Juz 'Amma atau juz ketiga puluh merupakan bagian dari Al-Quran yang berisi surat-surat pendek. Terdiri dari tiga puluh tujuh surat dimulai dari surat An-Nabaa (surat ke-78) hingga surat An-Naas (surat ke-114).
Nama setiap juz dalam Al-Quran dimulai dengan kata pertama dalam juz itu sendiri, sehingga kata 'amma yang memulai surat An-Nabaa dijadikan nama juz ketiga puluh.

Bagi para ibu menghafal Juz 'Amma sangat penting, sebab anak-anak kita memerlukan teladan seorang penghafal Juz 'Amma yang bisa membimbing mereka setiap hari. Siapa itu? Tentu saja para ibu!

Mudahkah menghafal Juz 'Amma? Mudah, insya Alloh. Cara menghafal Juz 'Amma ini sebenarnya sama dengan cara menghafal Al-Quran. Namun Juz 'Amma lebih unik sebab lebih akrab bagi sebagian besar kita terutama surat-surat pendeknya.

Gunakan Juz Amma Atau Al-Quran Yang Ada Terjemahannya
Menghafal dengan mengerti terjemahannya lebih membantu cepat hafal. Boleh menggunakan kitab yang memiliki terjemahan per kata ataupun per ayat.



Mulai Dari An-Naas
Mulailah dari An-Naas ke atas. Jangan loncat-loncat sebab ada hubungan antarsurat yang memudahkan kita menghafal.

Gunakan Satu Kitab
Jika telah menemukan satu kitab yang dirasa cocok, gunakan terus. Jangan berganti-ganti kitab.

Hafalkan Secara Terencana
Untuk surat yang cukup panjang, sepuluh ayat ke atas misalnya,  hafalkan per tiga hingga lima ayat. Atau gunakan metode Ustadz Yusuf Mansur "satu hari satu ayat".

Dengarkan Bacaan Murottal
Menyimak bacaan murottal sangat membantu. Misal dari Syekh As-Sudais, Muhammad Thaha dan lain-lain yang bisa dibeli dari penjual VCD atau di toko buku islami. Murottal ini bisa diputar dengan pemutar (player) ataupun ponsel. Bacaan dengan irama seperti ini dapat memudahkan dalam mengingat. Atau bisa juga menggunakan metode mengaji seperti Ummi atau Wafa.

Baca juga: Belajar Mengaji Dari Masa Ke Masa

Rekam dan Simak
Jika tidak ada murottal, rekam saja bacaan kita lalu perdengarkan kembali. Ini sangat membantu terutama jika sedang tak dapat membuka kitab.

Online Pun Bisa Dimanfaatkan
Jika sedang terhubung dengan internet, cari dan dengarkan bacaan yang bisa diunduh dari situs seperti You Tube

Ulangi, Ulangi dan Ulangi
Ulangi bacaan yang telah berhasil dihafal di waktu senggang atau sambil melakukan pekerjaan lain, misal: sambil memasak, menyetrika, menyetir.

Cari Teman Balapan
Teman balapan maksudnya adalah rekan yang bisa diajak menghafal bersama. Tetapkan target bersama dan saling bersainglah. Persaingan sehat semacam ini sungguh menyenangkan. Di masa sekarang sudah banyak grup-grup di media sosial yang anggotanya saling menyemangati untuk menghafal Al-Quran. Kalau tak ada, anak dan suami pun bisa dijadikan teman balapan.

Baca juga: Balapan Jadi Shohibul Quran Bersama Anak 

Gunakan Dalam Sholat
Jangan ragu mempraktikkan hafalan dalam sholat. Walaupun belum hafal satu surat utuh misalnya, tidak mengapa membacanya sampai ayat yang berhasil kita hafal.

Cara menghafal Juz 'Amma untuk para ibu ini dapat juga diterapkan untuk siapa saja yang ingin menghafal Juz 'Amma atau Al-Quran. Semoga dengan hafalan Juz 'Amma kita mendapatkan keberkahan dari bacaan Al-Quran. Bahkan tak mustahil hafalan kita akan bisa merambah ke juz-juz lain.

Comments

  1. yang penting adalah gunakan dalam sholat. agar tak lupa :)

    ReplyDelete
  2. betul mbak. belum lancar pun tak apa. makin diulang makin hafal insya Alloh.

    ReplyDelete
  3. Iya betul mba, hapalan kalau gak diulang2 bisa lupa ya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.