Skip to main content

Sekolah Murah Modal Sawah

Sejak punya anak, saya suka sekali mengkhayal punya sekolah murah untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Yang terbayang adalah sebuah Sekolah Dasar dengan konsep sekolah alam yang membebaskan hasrat bertualang anak-anak. Sekolah ini formal namun suasananya informal. Ya, seperti belajar didampingi ayah ibu di rumah.

Guru-gurunya adalah orang-orang yang berdedikasi, berilmu dan berakhlak. Bagi mereka, mengajar,mendidik dan menjadi suri tauladan adalah sebuah kebutuhan mendesak, yang jika diandaikan seperti orang yang akan dihukum mati jika tidak melaksanakannya. Wow, kejam ya kedengarannya? Tentu tidak, itu kan hanya pengandaian. Intinya para guru haruslah memiliki hasrat mendidik yang sampai pada taraf lebih dari luar biasa! Sebagai penghargaan, para guru memperoleh gaji yang besar melebihi gaji guru mana pun.

Sekolah ini memiliki taman bermain yang sangat luas, terdiri dari areal persawahan, perkebunan dan peternakan.

Di areal persawahan, murid-murid dapat belajar bercocok tanam padi, kedelai, kacang panjang, tomat, cabai dan lain-lain dari para pakar langsung yaitu petani asli.

Di areal perkebunan anak-anak diajak belajar berkebun buah-buahan. Mulai dari pembibitan, penanaman, perawatan, panen hingga pasca panen.

Sedangkan di areal peternakan, para siswa berkenalan dan berinteraksi langsung dengan ternak seperti sapi pedaging, sapi perah, sapi pekerja, domba, kambing dan aneka unggas.

Sekolah murah ini tidak menggratiskan biaya pendidikan, namun hanya memungut sedikit saja biaya. Alasannya adalah agar para murid dan orang tua murid merasa memiliki sekolah tersebut dan tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar di situ.

Lalu dari mana dana untuk menjalankan kegiatan di sekolah murah itu? Jawabnya dari hasil pertanian, perkebunan dan peternakan tadi. Bahkan listrik pun dipasok sendiri dengan memanfaatkan angin dan sinar matahari melalui pembangkit listrik tenaga angin dan tenaga matahari.

Keren bukan? Itulah khayalan tingkat tinggi saya. Sebagai tambahan, sekolah ini terletak di wilayah pegunungan mengingat wilayah tersebut sejuk dan mendukung kehidupan beberapa jenis tanaman dan ternak.

Barangkali ada masukan mengenai sekokah murah khayalan saya ini? Silakan.

Khayalan ini
diikutsertakan dalam
Giveaway Khayalanku oleh
Cah Kesesi Ayutea

Comments

  1. sekolah alam kayane bagus say.. hehehe

    ninggalin jejak dulu ya..

    makasihy sudah ikutan GA saya :D

    ReplyDelete
  2. sama2 mak...semoga gol. hehe...

    ReplyDelete
  3. Khayalan yang mulia.. semoga bisa terwujud..

    salam kenal..
    Ikutan GA di blog saya jug ya..

    ReplyDelete
  4. terima kasih. aaaaamiiiiin. oke deh, sgra meluncur ke sana.

    ReplyDelete
  5. keren mak khayalannya, saya juga pengen punya sekolah kayak gini. pusing euy liat pendidikan jaman sekarang... :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yok sama2 berkhayal! Semoga dikabulkan Alloh. Aaaaamiiiiin.

      Delete
  6. Selamat yaa atas kemenangannya! Sukses untuk GA berikutnya! Semoga mendirikan sekokah murah terwujud!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Aaaaamiiiiin. Semoga dikabulkan Alloh.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.