Skip to main content

Menaklukkan Telur, Lidah Buaya, Madu dan Havermut

Di malam hari seperti ini saya biasa menambah wawasan dengan blogwalking, buka facebook dan mengintip twitter. Bersyukur sekali malam ini saya menemukan blog Limbah Rumah Bersih yang kebetulan sedang mengadakan syukuran berupa giveaway launching buku Rumah Bersih Alami.
Jujur, saya belum berpikir ke arah penggunaan bahan alami sebagai bahan pembersih sehari-hari. Yang baru bisa saya lakukan adalah semininal mungkin membeli bahan pembersih dalam kemasan sachet. Tujuannya untuk mengurangi limbah plastik.

Namun bolehlah pada kesempatan ini saya bercerita sedikit tentang pengalaman saya menggunakan bahan perawat kecantikan yang alami.
Saya memang nyaris tak pernah bermake-up. Bedak pun jarang saya pakai apalagi yang dekoratif. Saya lebih suka melakukan perawatan kulit, seperti mandi, keramas, mencuci muka dengan sabun facial foam, mengoleskan pelembab untuk wajah dan body lotion untuk tangan dan kaki.
Sewaktu masih duduk di SD, saya pernah membuat gempar seisi rumah gara-gara keramas dengan telur ayam. Akibatnya kamar mandi berbau amis tidak karuan. Saya pun diganjar hukuman oleh Ibu dengan kewajiban membersihkan kamar mandi. Aslinya saya berbuat itu karena melihat iklan shampo S*****k di majalah. Di tahun 1980-an ratunya shampo ya merk itu dan selalu tampil dengan produk-produk naturalnya seperti shampo urang-aring, lidah buaya, seledri dan telur.



m.vemale.com/body-and-mind/cantik/39741-shampo-buatan-sendiri-dari-bahan-alami-telur.html

Kapok dengan telur, saya juga pernah mencoba keramas dengan lidah buaya dan seledri. Tetapi aromanya sungguh tidak saya suka. Akhirnya percobaan menjadi hanya sekedar percobaan.
Menginjak masa kuliah, seorang teman bercerita tentang khasiat madu yang dapat melembabkan kulit wajah dan memerahkan bibir. Caranya: madu sesendok makan dipanaskan hingga mendidih. Gunakan api dengan lilin untuk memanaskannya dan alasi gagang sendok dengan serbet agar tangan tidak tersengat panas. Setelah dingin oleskan madu di wajah yang telah dibersihkan dan juga pada bibir. Diamkan selama 5-10 menit lalu dibilas dengan air dingin hingga bersih. Hasilnya memang oke, sampai-sampai saya yang tak pernah berlipstik disangka memakai lipstik oleh teman di kampus.
Selain madu, saya pun pernah memanfaatkan havermut/oatmeal sebagai bahan masker. Caranya: campur satu sendok makan havermut dengan air secukupnya. Bisa air dingin atau air hangat. Lembutkan havermut hingga lebih lembek lalu oleskan di wajah. Biarkan hingga mengering lalu bilas dengan air dingin. Kulit menjadi lembab dan halus. Masker ini juga dapat digunakan untuk tangan.
Demikian beberapa pengalaman saya mencoba menaklukkan telur, lidah buaya, madu dan havermut. Harapan saya di kesempatan mendatang saya bisa menemukan bahan alami sebagai pengganti krim pelembab anti-aging yang biasa saya pakai. Barangkali ada yang punya resepnya?

Comments

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.