Skip to main content

Alasan Membatalkan Pertemanan di Facebook

Pertemanan tak selamanya berlangsung mulus. Terkadang ada riak-riak dalam hubungan antarinsan ini yang mengganggu keharmonisannya. Demikian juga dengan pertemanan di dunia maya. Barangkali Anda pernah menjalin pertemanan dengan seseorang di jejaring sosial seperti Facebook misalnya, namun akhirnya berakhir pahit sehingga terpaksa meremovenya, atau barangkali malah Anda yang pernah diputus oleh orang lain.

Berikut ini beberapa alasan membatalkan pertemanan di Facebook :

Pelit
Saat seseorang membuat status di Facebook yang dishare kepada khalayak, baik publik maupun teman, seharusnya ia siap menerima komentar. Namun pada kenyataannya ada juga orang yang gemar membuat status namun pelit menanggapi komentar atau pelit berterima kasih atas jempol manis yang diberikan teman-temannya. Mungkin kalau sekali atau dua kali masih bisa dimaklumi. Tapi kalau terlalu sering, bisa jadi orang semacam ini dicoret dari daftar pertemanan.

Pilih Kasih
Siapa sih yang mau berteman dengan orang yang pilih kasih? Orang semacam ini dalam statusnya hanya mau menanggapi komentar dari orang-orang tertentu, sementara komentar kita sering diabaikan. Hmm...kalau memang maunya begitu lebih baik atur saja privasi statusnya ke teman dekat.

Tidak Sopan
Status atau komentar yang bernada sinis, merendahkan orang lain atau suka mengumpat bahkan suka mengadu domba membuat orang lain berpikir-pikir untuk meneruskan pertemanan.

Porno
Suka memuat link yang berbau pornografi atau foto profil yang seksi bahkan kelewatan seksi atau foto mesra yang berlebihan dengan pasangan memperbesar kemungkinan diputushubungankan oleh teman. Simpan foto pribadi untuk diri sendiri saja.

Terlalu Rajin
Rajin itu baik, tetapi terlalu rajin bisa jadi menyebalkan. Contohnya terlalu rajin membuat status yang tak penting. Sebentar-sebentar update status sepele seperti "lagi makan", lalu "ngaca dulu", dan lain-lain. Walhasil statusnya tidak produktif dan memenuhi wall teman-temannya.

Mengeluh, Mengeluh dan Mengeluh
Wajar saja seseorang mengeluh. Hanya saja jangan semua keluh kesah ditumpahkan di facebook. Apalagi jika mengeluh lalu diberi solusi tapi tetap saja mengeluh. Dijamin orang semacam ini ditinggalkan teman-temannya. Mengeluhlah kepada Sang Maha Mendengar yang Tak Pernah Tidur.

Salah Mengira
Orang dengan nama yang sama kerap membuat orang lain salah mengira ia sebagai temannya padahal bukan. Biasanya setelah seseorang menyadari ia menjalin pertemanan dengan orang yang 'salah', ia akan menghapus sang 'teman' tersebut dari daftar.

Terhapus Tanpa Disengaja
Bisa jadi seseorang sedang mencoba menghapus satu nama dari daftar temannya tapi keliru menghapus nama yang lain. Hal ini sangat mungkin terjadi sebab sangat umum seseorang memiliki ratusan bahkan ribuan teman di Facebook.

Akun Ditutup
Pernah, akun seorang teman dijangkiti virus spam. Merasa tak bisa menyembuhkan akunnya, akhirnya ia menutup akunnya dan membuat yang baru. Sebelum menutupnya, ia hapus seluruh teman yang ada dalam daftarnya lalu mengirim permintaan pertemanan lagi dengan akun barunya.

Putus Hubungan di Dunia Nyata
Yang ini benar-benar putus hubungan. Bisa jadi teman yang jadi musuh atau pasangan yang terpaksa berpisah. Naudzubillaahi min dzaalik. Saya berlindung kepada Alloh dari hal seperti itu.

Meninggal Dunia
Tak seorang pun luput dari maut. Bisa terjadi seseorang meninggal dunia dengan akun facebook yang masih aktif (siapa sih yang dapat mengetahui saat kematiannya?), maka teman-temannya kemungkinan besar akan menghapusnya dari daftar teman. Walaupun ada juga yang menyimpannya sebagai kenang-kenangan dan masih mengirim sesuatu di dinding orang tersebut.

Itulah beberapa alasan membatalkan pertemanan di Facebook. Anda punya alasan lain?

Comments

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Baca jug…