Skip to main content

Kopi Instan & Cappuccino Good Day, Kopi Gaul Paling Enak

Dulu, di zaman masih kuliah, sekitar lima belas tahun yang lalu, seringkali penasaran dengan yang namanya cappuccino. Yang saya tahu hanyalah itu nama sejenis kopi. Barangkali itu yang sering saya cium aromanya saat melintas di depan tempat minum kopi di mall. Harumnya bercampur dengan aroma roti. Hmmm...

Mahal. Itu yang terlintas dalam pikiran saya. Maklum, masih berstatus mahasiswa dan waktu itu belum banyak tempat minum kopi dan mall di Yogyakarta. Lagipula, meski dikenal sebagai negara penghasil kopi nomor tiga di muka Bumi, budaya minum kopi di Indonesia kebanyakan masih tradisional, yaitu kopi diseduh begitu saja alias kopi tubruk.
Barulah sekitar sepuluh tahun ke belakang, saat saya mulai bertransformasi dari mahasiswa menjadi orang kantoran, saya mulai sering minum kopi. Sebenarnya rekan-rekan saya lah yang mengenalkan budaya minum kopi di kantor. Tentu saja kopi instan yang dijadikan pilihan karena tidak menghasilkan ampas, seperti kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak. Kopi instan diproses melalui dengan teknik modern sehingga tidak menghasilkan ampas. Terbayang nikmatnya menyeduh dan menyeruput kopi yang hangat dengan asapnya yang mengepul di kantor, terutama di saat mood kerja sedang menurun dan perlu penyegaran kembali. Cappuccino, yang kemudian belakangan saya tahu, ternyata adalah espresso yang diberi buih susu di atasnya. Yang dulu serasa tak terjangkau kini hadir dengan mudah di depan mata dengan harga yang wajar. Namun, untungnya, kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak ini tak hanya nikmat disajikan hangat-hangat. Disajikan dingin juga sedap! Hasilnya? Cappuccino tanpa ampas yang dingin dan nikmat dengan bubuk coklat mengapung di atasnya. Terbayang kan bagaimana nikmatnya?
Yang juga menyenangkan adalah produk ini sudah bersertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia. Jadi, tak perlu ragu dan khawatir menikmatinya.
Kini, saat saya telah bertugas sebagai seorang ibu rumah tangga, kopi instan juga menjadi bagian dari kegiatan saya. Kalau banyak orang memanfaatkan kopi untuk mengusir kantuk atau bekal untuk bekerja lembur, saya tidak. Meski lembur hampir selalu menjadi rutinitas setiap ibu, namun saya menikmati kopi instan & cappuccino Good Day, kopi gaul paling enak kapan saja saat saya punya waktu luang dan dapat menikmati waktu rileks. Tidak jadi soal apakah itu disajikan hangat ataupun dingin. Keduanya pantas dinikmati dalam suasana yang menenangkan.

Comments

  1. keren ini. blog kontes. selamat ya. semoga sukses. ditunggu kunjungan baliknya di blog sy

    ReplyDelete
  2. Terima kasih pak. Semoga sukses jg dg blognya.

    ReplyDelete
  3. Salam kenal,
    Semoga sukses ikutan kontesnya :)

    [Kangmas Hejis]

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Terima kasih pak. Semoga sukses juga dengan blognya.

      Delete
  4. Postingannya bagus nih, Goodluck ya. :)

    Kunjung balik dan ditunggu komentarnya :)
    Salam Kenal.. :)

    Pulau Komodo Keindahan Raga Indonesia (PKKRI)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. segera meluncur ke sana.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.