Skip to main content

Rasanya Melihat Makhluk Halus Itu (Mungkin) Seperti Melahirkan

Tulisan ini bukan bermaksud menggiring kita untuk memasuki 'dunia lain'. Ini hanya sekedar sebuah pengisahan ulang dari pengalaman orang lain untuk diambil hikmahnya.

Beberapa hari yang lalu kakak saya baru saja pulang dari mengunjungi orang tua kami di Jogja selama kurang lebih sepekan. Sepulangnya dari sana ia mengirimi saya pesan melalui Whatsapp. Kakak saya berbagi cerita bahwa ternyata belakangan ini Bapak mengalami kontak dengan makhluk halus yang kami simpulkan itu sangat mungkin jin. Bapak bercerita bahwa beliau sering diperhatikan oleh 'sesuatu', terutama saat Bapak pergi ke kamar kecil di malam hari atau akan solat tahajud.

Makhluk lain itu serupa dengan manusia. Jumlahnya banyak, ada yang tua, ada juga yang mirip anak-anak yang sedang berlarian. Penampakan mereka yang mirip manusia itu akhirnya tidak membuat Bapak takut. Kadang mereka muncul di kamar Bapak dan satu kamar lain lagi. Saat Bapak melihat mereka dan Bapak membaca kalimat tasbih "subhanalloh", seketika mereka tak terlihat lagi. Untungnya, makhluk-makhluk itu tidak menimbulkan suara atau kegaduhan sehingga tak ada orang lain yang terganggu kecuali Bapak.Saat ditanya bagaimana perasaan Bapak, beliau menjawab "tidak takut".

Ada lagi kisah kakak sepupu saya. Ia sering melihat penampakan makhluk halus namun dalam penampakan yang cukup mendirikan bulu roma. Sepupu saya itu bahkan sering 'diganggu' dengan suara-suara dan barang yang bergerak sendiri. Saat ia pergi umroh pun makhluk seperti itu nampak bersamanya saat berfoto. Saya pernah melihat fotonya dan segera saya delete karena takut. Kata kakak sepupu saya itu, makhluk semacam itu ada di mana-mana, bahkan di tanah suci pun ada. Menurutnya, kalau kita dapati makhluk seperti itu jangan takut, harus berani, sebab jika kita takut malah akan dipeluknya. Hmm...saran yang sangat heroik.

Sebetulnya ada cerita-cerita yang lain, namun rasanya kalau disampaikan di sini tidak menambah apa-apa kecuali rasa takut. Yang ingin saya tekankan di sini adalah bahwa melihat makhluk halus itu merupakan pengalaman tersendiri. Tak setiap orang mengalaminya. Jika kita bertanya kepada orang yang pernah mengalami perjumpaan dengan makhluk dunia lain itu mungkin kita tak akan mendapat jawaban yang memuaskan. Rasanya melihat makhluk halus itu (mungkin) seperti melahirkan. Hanya bisa dimengerti oleh orang yang pernah merasakannya juga. Setuju?

Comments

  1. Rasanya seperti melahirkan :) saya belum melahirkan, kalaupun sudah melahhirkan saya enggak kepingin punya rasa yang satu ini.

    ReplyDelete
  2. hehe...saya jg ogah kok mbak. cm kl dengar cerita spt itu jd penasaran...tp ga mau deh kl disuruh ngalamin.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.