Skip to main content

Barang-Barang Dari Masa Awal Pernikahan Yang Masih Ada Hingga Saat Ini

Sedikit bernostalgia yuk. Teman-teman yang sudah menikah, tentunya punya barang yang dibeli saat baru saja jadi pengantin baru kan ya? Barang-barang itu umumnya adalah barang yang menjadi kebutuhan utama dalam memulai hidup berkeluarga. Mungkin ada peralatan dapur yang dibeli saat pindah ke rumah kontrakan atau kado sprei dari kerabat saat menikah dulu. Nah, saya pingin tahu nih, apakah ada barang-barang dari masa awal pernikahan yang masih ada hingga saat ini?

Coba yuk, intip punya saya dulu.

Kasur
Ini nih yang paling utama dimiliki pasangan pengantin baru ya, hehehe... Kasur spring bed yang kami berdua beli ini seumur dengan usia pernikahan kami, 9 tahun sekarang. Barang berharga ini kami beli di toko di dekat kontrakan dulu di Bintaro. Saya yang pilih dong, baik warna maupun modelnya. Harganya kalau tidak salah 1,3 juta, termasuk ongkos kirim, hehehe...

Saat sudah punya anak, kasur ini kemudian berubah fungsi menjadi tadah ompol, hahaha... bercanda deh. Maksudnya kasur ini jadi sering diompoli si bocah jadi penampilannya sudah tidak karu-karuan. Sekarang kasur ini sudah punya beberapa ‘teman’. Jadi dia tidak sendirian lagi dalam menjalankan tugasnya. Maklum, kini keluarga kami sudah jadi panca warga.

Baca juga: Tiga Anak, Tiga Pengalaman Mengasuh

Jemuran dan Rak Piring
Ajaib banget jemuran ini. Sudah patah kakinya tapi masih bisa bertugas, hahaha... Jemuran milik  kami ini dibeli juga di dekat rumah kontrakan. Saya juga dong yang pilih modelnya. Sederhana aja sih, yang penting bisa nampung cucian kami. Harganya berapa saya sudah lupa.

Di toko itu kami juga sekalian beli rak piring yang juga masih ada sampai saat ini. Kalau si jemuran sekarang sudah punya satu rekan kerja, si rak piring masih sorangan wae. Segala macam perlengkapan dapur seperti panci, wajan, mangkok, gelas, bahkan toples juga nangkring di rak piring ini. Lhah, ini sih namanya bukan rak piring kalau gitu ya, hahaha...

Alat-alat Masak
 Sebelum nikah dulu saya sempat beli beberapa alat masak. Saya beli talenan, pisau dapur, wajan, ceret, saringan teh, parutan keju, sotil, sendok dan garpu. Beberapa dari itu masih ada sampai saat ini. Yang paling sering muncul adalah si talenan. Alhamdulillaah, awet meski udah mulai ada yang retak. Tapi masih bisa dipakai ah, biar aja, hehehe...

talenan
gambar dari instagram.com/diahdwiarti


Kipas Angin
Kipas angin ini bersejarah banget. Belinya di supermarket Harmony di daerah Jurang Mangu. Waktu itu saya dengan pedenya beli kipas model tornado ini. Kipas ini dilaruh di lantai saja, bisa dihadapkan ke atas, dan miring kanan dan kiri. Putarannya kenceng banget makanya namanya tornado fan.

Kenapa beli kipas model ini? Alasannya adalah untuk mengeringkan jemuran, hahaha... Jadi kalau musim hujan tiba, di rumah petak itu jemuran ga bisa nangkring indah di teras karena sempit banget dan tampias. Maka jemuran beserta baju-baju basah itu kami angkut ke dalam rumah. Biar cepat kering, kami nyalakanlah si kipas angin tornado tadi di bawahnya. Kebayang kan jemuran yang berkibar-kibar kena angin? Tapi ini di dalam rumah, hehehe...

Baca juga: Operation Thank You Pasca Pesta Nikah

Nah, itu tadi barang-barang dari masa awal pernikahan yang masih ada hingga saat ini. Kalau teman-teman gimana, masih ada nggak barang-barang nostalgianya? Apa aja? Boleh dong diceritakan di kolom komentar. Yuk, yuk!

Comments

  1. Sama nih. :D Hehehehe .... Tapi perawlatan masak, apalagi yang pritilan kaya pisau dkk sering banget ilang. :'D

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah, barang2 itu masih ada dan awet hingga sekarang.

    ReplyDelete
  3. Awal nikah ga beli barang apa2, maklum kami dulu masih jadi orang susah terus habis nikah pisah lagi.

    Sekarang sudah mulai nyicil2 sih setelah punya rumah sendiri. Beberapa sudah di taruh yang lain2 ntar kalau udah pindahan

    ReplyDelete
  4. Ceretku wis 12 tahun masih mba...blm pernah ganti.
    Kulkas wis mulai error...
    Pisau, berkali2 ganti malah

    ReplyDelete
  5. bener banget... umur kasur saya sama dengan umur pernikahan saya hahahaha.. berhubung kontrakan udah ada AC dan kipas angin saya dari bujang jadi umurnya tidak bisa diperkirakan lagi :))

    ReplyDelete
  6. selama masih bisa digunakan walaupun sedikit kurang layak dan belum ada gantinya, klo barang rumahan mesti dipertahankan hehehe

    ReplyDelete
  7. (((Tadah ompol))) hihihihi I feel you mbaaa....
    Setelah punya bocah, memang kasur jadi multifungsi ya.... :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.