Skip to main content

Belanja Busana Pada Saat Harbolnas 2017

"Baju-baju saya masih saya tinggal di Hong Kong, Bu. Satu koper penuh. Nggak bisa saya ambil lagi, padahal bagus-bagus. Gimana lagi, ternyata saya nggak jadi balik ke sana lagi," urai salah satu karyawati di kantor suami saya yang dulu pernah bekerja di Hong Kong.

"Dulu saya punya sepatu boots tinggi itu lho, Bu. Pernah mau dikasih mantel panjang juga tapi nggak saya ambil. Nggak cocok sama badan saya," lanjutnya lagi.

Wuih...batin saya, keren banget deh punya boots tinggi gitu. Gaya banget deh kayaknya. Diam-diam karyawati kantor suami saya itu dulunya melek mode juga. Iya dong, tinggal di kota besar, gitu lho. Meski sekarang, karena sudah punya anak, jadi tidak terlalu mementingkan penampilan diri sendiri. Yang penting anak, katanya. Ibu yang baik.

Baca juga: Jilbab Gadis vs Hijab Ibu-Ibu

Kalau saja baju-baju kerennya bisa dibawa pulang ke Indonesia waktu itu, barangkali dia jadi buah bibir di kampung karena saking kerennya. Cari di mana baju gituan di kampung sini? Tapi itu dulu, sekitar satu dasawarsa yang lalu. Sekarang? Mau baju keren a la luar negeri sudah gampang didapat lewat toko online. Iya, kan? Iya, asal ada duitnya, hehe...

Berburu barang keren dan cantik lewat toko online kini makin mudah. Berbekal jaringan internet saja sudah bisa lirak-lirik barang keren. Bahkan saat ga ada cukup duit pun tetap bisa dilakukan. Beda dengan toko offline yang kalau kita lagi ga punya duit cukup kita ogah masuk ke sana, hehe... Di era internet ini urusan cuci mata sudah guampang polll.

Baca juga: Jilbab Instan Yang Nyaman dan Aman

Masalahnya, harga barang kece itu seringkali ga murah. Sudah didiskon dan gratis ongkos kirim pun kadang masih bikin males. Tapi sejak adanya harbolnas alias Hari Belanja Online Nasional yang dilaksanakan tiap 12 Desember (1212), belanja barang keren bisa dilakukan dengan hati gembira. Horeee...

Seperti di program Harbolnas Hijup, ada banyak busana dan asesoris keren yang menanti untuk dibeli. Mau beli vest keren yang bisa dipakai ngantor, ada. Mau beli kerudung instan yang cakep banget, buanyak, model dan warnanya beragam pula! Kepingin beli gamis, ada. Mau cari tunik maupun blus, juga ada. Mau cari kulot yang cakep dan syar'i, ada juga.

Bahkan bukan cuma busana. Asesoris macam anting-anting juga tersedia. Pingin cari mukena yang cantik nan syar'i pun ada. Kelilingi aja toko online satu ini, insya Alloh bakal ketemu barang keren yang diidamkan.

Baca juga: Pengalaman Unik Gara-Gara Berhijab

Asyiknya lagi kalau pas Harbolnas nanti, diskon yang diberikan, aduduh...jangan tanya besarnya deh. Besar banget. Harganya terpotong banget. Idaman banget.

Eh tapi meski di Harbolnas nanti harga barang-barang keren itu jadi ga masuk di akal karena saking murahnya, tetap lho ya belanjalah secara bijak. Belilah hanya barang-barang yang dibutuhkan. Jangan deh beli mukena super cantik, misalnya, tapi terus sholatnya cuma dua kali setahun pas hari raya doang. Jangan, ya.

Gimana? Gimana? Siap belanja-belanji di Harbolnas? Yuk, yuk!

Comments

  1. Belanja busana jadi agenda wajib nih. :D Hehehehe buat persiapan tahun baru juga.

    ReplyDelete
  2. Makin dekat aja harbolnas. Deg deg an >_<

    ReplyDelete
  3. siap-siap nemenin istri belanja online biar ga kalap wkwkwkw

    ReplyDelete
  4. siapin dompet..
    eh, tapi tetep kudu bijak lho yaa belanjanya...

    ReplyDelete
  5. siap2 nih harbolas itu desember ya?

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Baca jug…