Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2014

Buruk Sangka Kepada Suami

Pagi ini saya mengantar dua anak saya ke TK dengan terburu-buru karena terlambat. Parahnya saya belum sempat mandi. Tak masalah, asal bisa sampai ke sekolah dengan selamat dan cepat. Usai mengantar anak-anak masuk kelas, saya berniat pulang untuk mandi dulu kemudian kembali lagi ke TK. Maklumlah, anak saya yang kecil masih minta ditunggui di sekolah. Saya pamit kepada anak saya dan berjanji untuk segera kembali.

Mengejar Noni

Mendadak kenangan tentang SMA saya muncul lagi karena hajatan giveaway-nya Mak Murtiyarini. Masa SMA memang bukan masa paling menyenangkan bagi saya (alasannya ada di sini), tapi tetap saja ada cerita yang tak terlupakan di sana.Cerita ini terjadi waktu saya di kelas 1. Usai ospek dan jadi murid 'betulan', hari-hari pun dimulai. Bukan cuma pelajaran, tapi juga dunia remaja yang penuh gosip. Jangan suuzhon dulu, ya, salah satu gosip terhangat waktu itu adalah keberadaan Si Noni yang misterius. Konon, Noni ini adalah seorang Belanda 'penunggu' sekolah

Rumah Warisan

Seorang ibu, tepatnya seorang nenek, bertemu saya dalam sebuah kesempatan singkat. Rupanya waktu berjalan cepat, sepertinya baru kemarin cucu si nenek itu lahir, sekarang sang cucu sudah berumur satu tahun lebih. Saya takjub sekali menyadari cara Alloh menjalankan makhluk yang bernama waktu ini. Di dunia ini saya kira tak ada yang lebih cepat atau lebih lambat daripada waktu.

Teman Ke Kamar Kecil

Teman ke kamar kecil, perlukah? Tergantung situasi. Jika kamar kecil di dalam rumah dan aman, tentu tak butuh teman, tapi jika kamar kecilnya di luar rumah atau di tempat umum atau di tempat yang tak aman, teman ke kamar kecil jelas diperlukan. Gambar dari www.solopos.com/2013/08/21/kisah-unik-di-china-kencing-tak-lurus-warga-didenda-rp170-000-439997Terkuaknya kasus pelecehan seksual di TK JIS yang dilakukan di kamar kecil jelas menimbulkan keresahan. Orang tua menjadi khawatir, guru pun demikian. Anak-anak yang sudah mengerti pun kemungkinan merasa tak aman saat ke kamar kecil. Di sekolah, rasanya perlu sekali adanya kebijakan membawa teman ke kamar kecil.

Kebakaran

Gara-gara bakar sampah, kebun tebu terbakar. Ini cerita betulan yang terjadi di belakang TK anak-anak saya. Pak Kebon yang membakar sampah teledor. Dalam keadaan api masih menyala, Pak Kebon pergi.

Pacar

Gambar dari sini"Pacare itu apa, Bu?". Pertanyaan itu akhirnya ditanyakan oleh anak sulung saya (TK, 5 tahun). Persiapan mental menghadapi pertanyaan 'aneh' akhirnya diuji juga, benar siap apa tidak? "Pacar itu teman yang hubungannya melanggar hukum"

Gugur Bunga

Pekan lalu seorang kerabat saya meninggal dunia. Beliau masih terhitung nenek saya dari pihak Ibu. Eyang Kus, begitu saya memanggil beliau, telah menempuh perjalanan sekitar 1.000 bulan di dunia ini. Eyang Kus meninggal di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta.
Gambar dari devianartYang selalu menarik dari setiap kabar duka cita adalah kisah misterius yang terjadi sebelumnya.

Yang Adem di SMA 3 Yogyakarta

Apa yang terlintas saat mendengar kata SMA? Sweet 17? Guru killer? Kalau saya ingat keteduhan halaman tengah SMA 3 Yogyakarta, tempat saya jungkir balik di dalamnya.
SMA 3 Yogyakarta ini terletak di Jalan Yos Sudarso nomor 7, Kotabaru. Sebetulnya SMA 3 Yogyakarta ini dilingkari tiga jalan, namun karena posisi pintu gerbang aslinya ada di Jalan Yos Sudarso, maka jalan itulah yang resmi menandai letak SMA yang berdiri sejak 19 September 1942 ini.

Saya menjadi penghuni sekolah favorit ini dari tahun 1992-1995 (angkatan ke-50). Menjadi seorang murid di tengah ratusan siswa kelas 1 yang mencapai tujuh kelas memang tidak mudah. Jujur, masa SMA bukanlah masa keemasan bagi saya. Lha bagaimana, wong saya di kelas satu menduduki rangking ke-37 dari 39 siswa! Untungnya SMA 3 Yogyakarta ini punya banyak pohon peneduh yang sejuk, jadi saat kepala panas masih ada pendinginnya.

Biarkan Anak-anak Itu Berlomba

Sabtu (30/8) lalu saya mendampingi kedua anak saya mengikuti lomba mewarnai yang diselenggarakan oleh Polres Kota Madiun. Murid kelompok B setengah diwajibkan ikut, sedangkan murid kelompok A tidak wajib ikut. Berhubung anak saya ada di kelompok A dan B, maka mau tak mau si adik pasti ikut kakaknya.

Ini pertama kalinya anak-anak saya ikut lomba mewarnai. Mereka senang bukan kepalang. Apalagi saat saya belikan perlengkapan mewarnai, yakni meja lipat kecil, spidol dan krayon.