Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2014

Lezatnya Lapis Bogor Sangkuriang

Akhir pekan ini seorang adik ipar saya datang dari Cibinong. Seperti biasa, ipar saya ini membawa oleh-oleh untuk saudara-saudaranya. Kali ini dia membawakan Lapis Bogor Sangkuriang!


Ada dua dus yang dibawa adik ipar saya. Lapis edisi teh hijau yang berwarna hijau-kuning; dan talas yang berwarna ungu-kuning. Keduanya bermandikan keju parut. Wow...kesukaan saya!


Mulanya saya ragu mau memakannya. Takut ada apa-apa. Masalahnya, perut saya bermasalah jika makan roti berbahan terigu. Apalagi yang manis. Kembung adalah langganan setia yang selalu datang sesudah saya makan roti terigu, baik bikinan sendiri ataupun hasil membeli. Perut saya baru 'damai' kalau rotinya whole-wheat grain.

Siapapun Presidennya, Insya Alloh Saya Ikhlas

Pemilihan Presiden RI periode 2014-2019 sudah di depan mata. Kurang lebih 40 hari lagi hajatan besar se-Indonesia ini akan digelar. Pasangan calon presiden dan wakil presiden pun sudah memanas-manasi calon pemilih. Tim sukses juga tak kalah panasnya mencoba meraih perhatian rakyat Indonesia. Media massa sibuk mengabarkan perkembangan terkini pergerakan para capres dan cawapres, menyiarkan acara debat, hingga dialog tim sukses kedua kubu.

Masyarakat pun turut sibuk urun pendapat membincangkan siapa yang bakal jadi dan siapa yang bakal tak jadi. Ruang perbincangan tak melulu didominasi bahasa politik, gosip pun beredar di mana-mana mengungkit 'dosa-dosa' capres dan cawapres.

Di balik semua keriuhan itu, saya yakin tak sedikit calon pemilih yang bingung harus memilih pasangan yang mana. Yang dulu merasa simpati kepada seorang tokoh, kini berbalik benci, dan sebaliknya, akibat bombardir berita. Watak politik yang tak punya kawan maupun lawan abadi makin menjerumuskan calon pemili…

Memasak Gaya Bebas

Siapa yang suka masak? Sebagian orang suka masak. Siapa yang suka dimasakin? Hampir semua mungkin, ya. Siapa yang suka nonton orang masak? Saya!!! Apalagi yang masak chef terkenal dan masakannya kelihatan lezat dan cantik!Salah satu favorit saya adalah Chef Michael Smith di acaranya Chef Michael's Kitchen di Asian Food Channel. Sumber gambarMemasak gaya bebas adalah ajarannya yang boleh dipraktikkan setelah kita menguasai dasar-dasar memasak. Yang saya suka adalah chef satu ini memasak dengan sangat santai. Bayangkan saja ia menggunakan jari-jari tangannya untuk menyaring perasan lemon, ia menggunakan satu whisk untuk mengocok krim di satu mangkok dan telur di mangkok yang lain. Persis seperti kita memasak di rumah deh. Tidak perlu gonta-ganti alat terlalu sering. Chef Michael juga memasak dengan bahan-bahan dapur rumahan. Yang ada di dapur, ya itu yang dipakai. Tentu karena prinsip free-style cooking-nya itulah kita dibebaskan untuk menambah cita rasa yang kita impikan. Misalnya …

Horornya Khayalan Anak-anak

Anak-anak berkhayal itu sangat wajar dan normal. Anak yang tidak berkhayal malah sepertinya tidak normal. Khayalan anak-anak pun seringkali liar dan bebas. Sangat murni tanpa ada filter.Suatu kali seorang teman anak saya yang berusia sekitar 5 tahun berkata kepada anak saya, "Waktu bayi aku dibuang". Wah, saya yang ikut dengar jadi trenyuh sekaligus geli plus khawatir. Trenyuhnya karena anak itu memang 'yatim piatu'. Ayahnya di pulau lain, ibunya jadi buruh migran di negeri lain nan jauh. Sempat terpikir oleh saya, apa ini yang terlintas dalam pikirannya? Dibuang.Gelinya karena saya membayangkan si anak ini sedang menirukan sinetron atau tontonan lain yang ada narasi seperti itu. Khawatirnya, saya takut ada orang lain yang mengatai dia begitu. Semoga tidak. Semoga anak itu hanya berkhayal murni.Di kali lain dia datang bermain lagi ke rumah dan berkhayal yang lebih horor lagi. Katanya, "Ayahku jahat. Ibuku dibunuh Ayahku. Sekarang aku nggak punya ibu". Waduh…

Tentang Lonceng di Kalung Kucing

Kucing siapa sih ini? Lucunya...

Siapa yang tak gemas lihat kucing sehat, lincah dan bersih? Rasanya hampir semua orang suka, apalagi penggemar kucing seperti saya. Kadang kucing-kucing rumahan yang terawat pun diberi kalung sebagai penanda. Penanda bahwa ia ada yang punya. Tapi ada juga yang kalungnya diberi lonceng alias bel mungil. Jadi ke mana pun si kucing pergi, loncengnya akan selalu berbunyi mirip skuter di mall yang lewat, "ting...ting...ting". Lucu, ya?
Lucu sih, memang. Tapi kasihan. Lho, kenapa?
Lonceng menyebabkan gerakan kucing terdeteksi. Begitu juga saat kucing berburu. Meski kucing rumahan, mereka tetap berburu juga, lho. Berburu cicak setidaknya. Nah, kalau dalam acara perburuan ini mereka selalu bergerak dengan bunyi, bisa-bisa gagallah usaha mereka. Si buruan kabur terlebih dahulu. Kasihan.
Ini sungguh-sungguh terjadi. Kucing tetangga saya mulanya tidak diberi kalung dengan lonceng. Badannya besar dan tegap. Cakep, lah untuk ukuran kucing jantan. Suatu ha…

Mlipir Biar Tidak Mubazir

Ini adalah masalah yang dihadapi warga perumahan tempat saya tinggal dan warga yang tinggal di desa seberang jalan.

Perumahan kami ini terletak di Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Kami memiliki akses langsung ke Jalan Raya Ponorogo. Jalan raya ini sangat ramai. Kendaraan besar pun melintas di sini. Ya, namanya juga jalan raya antarkota. Akibatnya, kami kesulitan untuk menyeberang jalan. Terutama di jam sibuk, yakni pagi saat jam berangkat sekolah dan kerja, serta sore menjelang maghrib. Sangat sering sekali saya harus menunggu lama untuk menyeberang sewaktu mengantar anak ke sekolah. Memang sih, ada polisi yang membantu proses penyeberangan, tapi itu hanya ada di pagi hari sampai kurang lebih pukul 7.00, sedangkan saya berangkat sekitar pukul 7.30.

Jalur luar kota ini dikenal juga sebagai 'Jalur Gaza'. Pengendara di jalur ini jarang yang melaju pelan. Hampir semua menggeber kendaraan secepat-cepatnya. Ya motor bebek, motor matic, mobil, bis kecil, bis besar, truk, bahkan t…

Nenek Zombie

Dear Diary,
Kemarin si unyu Hasna datang lagi sama mamanya ke rumah. "Nengok Nenek", katanya. Ugh! Na, Hasna...kalau kau panggil aku begitu unyumu hilang deh! Memangnya setua itukah Budemu ini?Diaryku sayang, aku muak dipanggil 'Nenek' oleh balita itu. Padahal mama Hasna, si Dewi-adikku yang bontot itu, sebenarnya ngajarin ke Hasna untuk panggil aku 'Bude'. Trus dari mana ya Hasna bisa panggil aku 'Nenek'? Umurku dan Dewi memang terpaut sepuluh tahun. Tapi masak iya aku kelihatan setua itu?

Tambah Tua Dia Tambah Ganteng

Sumber pm1989"Iya Jeng. Tambah tua dia tambah ganteng, ya."Sebuah komentar dari seorang teman di facebook tentang cowok-cowok idolanya dulu waktu zaman masih single. Komentar yang bersambut komentar lain sungguh mengasyikkan. "Yang tengah itu mantanku", komentar yang lain.
"Mereka itu semua mas-masku", sanggah yang lain tidak mau kalah.Tentu saja yang berkomentar begitu adalah kaum hawa. Mostly married. Ada juga sih satu orang 'adam' yang turut meramaikan obrolan jari-jemari itu, tapi komentarnya sengak. "Bukannya mereka itu dulu bakul jamu?", komentar si adam.Ada juga yang berkomentar mengingatkan. "Hus...hus...dosa". Tapi hanya dipeletin sama yang punya status. Maksudnya di :p in kayak gitu itu. Haduh...diingatkan kok malah begitu.Ehem. Ibu-ibu, kalau ngobrol jangan yang nyerempet bahaya dong. Ibu-ibu kan sudah bersuami, rasanya tidak pantas memuji-muji ketampanan lelaki lain. Bukan cuma tidak pantas, ya, sadis malah. Ya, bag…

Demi Si Kupu-kupu Biru

Pernah punya pengalaman berkorban sampai nyaris habis-habisan? Saya pernah. Salah satunya adalah saat membeli hand phone alias HP pertama saya, si Kupu-kupu Biru a.k.a Blue Butterfly, Samsung R220.#Di tahun 2001 saya bekerja di sebuah konter HP setelah bosan menganggur selama tujuh bulan selepas lulus kuliah. Di masa itu HP adalah barang yang masih mahal dan terbatas. HP second pun masih sangat bernilai, apalagi dari merk-merk terpercaya. 'Rajanya' HP saat itu adalah Nokia. Di mana-mana Nokia dicari-cari orang. Tak hanya HP yang mahal, nomor perdana pun harganya bisa menggila. Bahkan konter saya pernah menjual nomor perdana keluaran SimPATI seharga Rp 500.000,00! Heboh, ya? Begitulah nasib nomor cantik, bisa laku mahal. Yang tak kalah heboh, waktu itu nomor perdana second juga diburu. Yang cuantik tentunya.
Ketika bekerja di konter itulah saya berjumpa dengan si Blue Butterfly. Saya terpesona. Sebelumnya saya hanya melihatnya di iklan saja. Tetapi suatu hari, seseorang menju…

Suatu Hari di Taman Wisata Umbul

Tiga tahun tinggal di Madiun saya baru menyaksikan kebun binatang di Kabupaten Madiun. Sebetulnya bukan kebun binatang juga, sih, sebab koleksi binatangnya sedikit dan kurang terawat. Tetapi karena penasaran dan anak-anak pun belum pernah ke kebun binatang, maka kami sekeluarga pergi ke sana.
Taman Wisata Umbul namanya. Terletak di Desa Umbul, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Propinsi Jawa Timur. Orang sini menyebutnya 'Ngumbul'. Dengan lokasinya yang mudah dijangkau dari Jalan Raya Ponorogo sebenarnya berpotensi untuk ramai dikunjungi orang. Namun ketika kami berkunjung ke sana  tidaklah terlalu ramai.

Di pintu masuk ada tempat pembelian tiket. Setiap orang dikenai biaya Rp 5.000,00, kecuali anak di bawah standar tinggi badan minimal: gratis. Harga tiket masuk untuk rombongan mungkin berbeda. Halaman luas berconblok terhampar. Ada pohon-pohon besar dan sebuah pendopo. Fungsinya sepertinya untuk pusat informasi.

Di kanan pendopo ada permainan anak-anak seperti becak mini,…

Lawan Bullying: Sama Dengan Kamu

Kasus kekerasan terhadap anak sebetulnya sudah terjadi sejak dulu, setidaknya sejak saya masih kecil. Dulu belum ada atau belum banyak perhatian yang tertuju pada masalah bullying. Kalau dalam bahasa anak-anak, bullying itu sederhananya adalah 'dinakalin'. Alasannya, ketika anak dibully, biasanya ia akan menganggap bahwa yang membully itu nakal.

Bullying pada tingkat umur yang lebih tinggi, pada pra remaja dan remaja biasanya diistilahkan 'dikerjain' atau kalau dalam ospek 'diplonco'. Bapak saya pun dulu juga sering menggunakan istilah diplonco untuk keadaan seseorang dibuat tak berdaya, disuruh melakukan ini dan itu yang tak disukainya dan atau yang tak sanggup dilakukannya disertai ancaman hukuman fisik dan atau verbal. Wah, panjang betul, ya.

Saya pun punya pengalaman dibully sewaktu duduk di SD. Pembullynya adalah teman sebangku sendiri yang suka mengancam agar saya meminjamkan barang-barang saya kepadanya, menemaninya ke mana-mana, membantunya mengerjain …

Kakek di Dalam Saku

Film 'Grandpa in My Pocket' menjadi tontonan kesukaan baru anak-anak saya. Film yang ditayangkan di stasiun televisi CBeeBies ini berkisah tentang keluarga Mason yang tinggal di Sunnysands. Ada Ayah, Ibu, Jason dan kakak perempuan Jason, Jemima, serta tentu saja sang kakek, Jeremy.
Kakek mempunyai topi ajaib yang bisa membuatnya mengecil. Hanya Jason yang mengetahui hal ini. Saat Kakek mengecil, ia menjadi sangat lincah. Ia bisa berlari ke sana ke mari, memanjat lemari, mengendarai mobil mainan milik Jason, bahkan pesawat mainan Jason. Kakek pun bisa masuk ke dalam tas, kotak makan Jason dan tentu saja saku baju Jason. Pernah pula Kakek menyamar sebagai mainan dengan memakai baju boneka mainan.

Sumber gambar:www.bbc.co.uk/cbeebies/grownups/shows/grandpa-in-my-pocket

Untuk apa Kakek mengecil? Kakek mengecil untuk suatu misi. Kebanyakan adalah untuk mengingatkan seseorang yang berbuat buruk, seperti menjadi permen raksasa dan menakuti Alvin, sepupu Jason yang berlaku tidak sopan…