Skip to main content

Lezatnya Lapis Bogor Sangkuriang

Akhir pekan ini seorang adik ipar saya datang dari Cibinong. Seperti biasa, ipar saya ini membawa oleh-oleh untuk saudara-saudaranya. Kali ini dia membawakan Lapis Bogor Sangkuriang!


Ada dua dus yang dibawa adik ipar saya. Lapis edisi teh hijau yang berwarna hijau-kuning; dan talas yang berwarna ungu-kuning. Keduanya bermandikan keju parut. Wow...kesukaan saya!


Mulanya saya ragu mau memakannya. Takut ada apa-apa. Masalahnya, perut saya bermasalah jika makan roti berbahan terigu. Apalagi yang manis. Kembung adalah langganan setia yang selalu datang sesudah saya makan roti terigu, baik bikinan sendiri ataupun hasil membeli. Perut saya baru 'damai' kalau rotinya whole-wheat grain.

Tapi setelah saya baca di kemasannya tertulis 'talas', saya pun mencicipinya. Alhamdulillaah ternyata memang tidak menimbulkan masalah, meskipun ada juga campuran terigu di dalamnya.

Tekstur Lapis Bogor Sangkuriang ini lembut dan manisnya cukup bagi saya. Rasanya pun enak seperti roti biasa. Tak heran meskipun di kemasannya tertulis lapis ini dapat bertahan hingga 4 hari jika dimasukkan dalam kulkas, dalam sehari semalam saja dua dus Lapis Bogor itu ludes 'dijarah' lidah-lidah lapar kami.
Yang juga menyenangkan, Lapis Bogor ini sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI. Kenyang, senang dan tenang deh jadinya. Besok-besok bisa titip dibelikan lagi. Harganya juga relatif terjangkau, sekitar Rp 27.000,00 per dus kemasan premium.

Uniknya, kemasan Lapis Bogor Sangkuriang ini padat informasi. Selain komposisi bahan dan informasi kontak, di sisi samping ada juga informasi singkat kekhasan kota Bogor seperti Istana Bogor dan Rusa Totol. Di bagian bawah ada informasi mengenai bahan yang dipakai beserta khasiat dan keunggulannya. Pada kemasan Lapis Bogor Teh Hijau, misalnya, dijelaskan riwayat singkat teh hijau beserta manfaatnya. Lumayan, kan, dapat ilmu lagi.

Sayangnya, produk ini hanya ada di Bogor dan sekitarnya. Coba kalau buka cabang di Madiun, ya, asyik tentunya. Bagi yang tinggal di Bogor dan sekitarnya, boleh berkunjung ke sana. Ada di Jalan Pajajaran 20, Bogor. Jangan lupa kirim ke saya, ya!

Foto koleksi pribadi

Comments

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.