Skip to main content

Demi Si Kupu-kupu Biru

Pernah punya pengalaman berkorban sampai nyaris habis-habisan? Saya pernah. Salah satunya adalah saat membeli hand phone alias HP pertama saya, si Kupu-kupu Biru a.k.a Blue Butterfly, Samsung R220.

#

Di tahun 2001 saya bekerja di sebuah konter HP setelah bosan menganggur selama tujuh bulan selepas lulus kuliah. Di masa itu HP adalah barang yang masih mahal dan terbatas. HP second pun masih sangat bernilai, apalagi dari merk-merk terpercaya. 'Rajanya' HP saat itu adalah Nokia. Di mana-mana Nokia dicari-cari orang.

Tak hanya HP yang mahal, nomor perdana pun harganya bisa menggila. Bahkan konter saya pernah menjual nomor perdana keluaran SimPATI seharga Rp 500.000,00! Heboh, ya? Begitulah nasib nomor cantik, bisa laku mahal. Yang tak kalah heboh, waktu itu nomor perdana second juga diburu. Yang cuantik tentunya.
Ketika bekerja di konter itulah saya berjumpa dengan si Blue Butterfly. Saya terpesona. Sebelumnya saya hanya melihatnya di iklan saja. Tetapi suatu hari, seseorang menjual HP Samsung R220 itu. Saya pun langsung jatuh cinta kepadanya. Namun sayang, hingga saya 'lulus' dari konter itu setelah satu setengah bulan bekerja di sana, saya tak kunjung mampu membelinya.

Cinta pada sentuhan pertama itu terus terbawa. Hingga di tahun 2003, saat saya bekerja di perusahaan periklanan, saya melihat sebuah draft iklan HP milik salah satu klien yang mengelola konter HP. Hah? Ini cinta lamaku! Oh, aku harus dapatkan dia!

Saya pun lalu bertanya kepada rekan kerja saya, Miss Pop, yang menangani iklan itu. Saya ungkapkan niat saya membeli Samsung R220 yang akan diiklankan itu. Gayung bersambut, ternyata Miss Pop juga sedang mengincar salah satu HP di draft iklan itu. Klop. Jadilah kami menghubungi si penjual, memintanya untuk tidak menjual HP incaran kami dulu. Ya, itulah enaknya bekerja di periklanan, hehehe...

Siang itu saya dan Miss Pop akhirnya berhasil membeli HP impian kami masing-masing. Saya dapat si Samsung R220 seharga Rp 440.000,00 dan Miss Pop dapat Triple Three-nya, Nokia 3330. Alhamdulillaah, senangnya tidak karuan. HP pertama!

Si Kupu-kupu Biru ini memang cantik. Layar monokromnya biru. Ada lampu sinyal yang bisa diganti-ganti warnanya. Lampu sinyal ini juga berguna sekali kalau sedang berada di mode silent. Kelip-kelip-kelip...oh, ada panggilan masuk. Sip kan?

Sumber gambar: extragsm

Namun, seperti pada umumnya, no pain no gain. Demi si Kupu-kupu Biru ini saya merelakan nyaris seluruh gaji saya di bulan itu. Waduh, ketahuan ya berapa kira-kira gaji saya waktu itu, hehehe... Tapi tak mengapa, pengorbanan ini memang sudah 'direncanakan', sebab bulan itu adalah bulan Romadhon alias bulan puasa, yang berarti saya tak perlu mengeluarkan uang untuk makan siang. Saya cukup mengirit bensin saja. Maklum, masih ikut orang tua, jadi fasilitas masih lengkap, hehehe...

#

Perjalanan saya bersama si Kupu-kupu Biru ini berlangsung selama kurang lebih lima tahun. Banyak kenangan bersamanya, termasuk saat perkenalan dan pertemuan saya dengan seorang lelaki yang kini menjadi suami saya. Si cantik Samsung R220 ini juga masih menemani saya saat saya sudah menikah. Namun kebersamaan kami berakhir juga ketika ia sudah menjadi uzur dan tak lagi mampu menemani aktivitas baru saya di dunia maya. Meski telah berpisah, saya tetap memenuhi janji saya, yaitu saya tidak akan menjualnya.

Kini si Kupu-kupu Biru ini telah beristirahat di dalam laci di salah satu lemari di rumah orang tua saya. Kenangan bersamanya akan senantiasa terpatri.

Comments

  1. ternyata dari hanya sebuah hape jadul, banyak cerita tersembunyi dibalik itu ya....

    ReplyDelete
  2. iya mbak. malah bersyukur ya hp zaman sekarang sdh beda jauh dg yg jadul. dg begitu malah jd banyak kenangan yg tak tergantikan dgnya.

    ReplyDelete
  3. eh itu temenku juga HPnya itu dulu... skarang ga tau.. :)

    ReplyDelete
  4. yang jadul mmg penuh kesan ya mak Riski

    ReplyDelete
  5. waa hpnya masih disimpen? hebaaat maaak :))

    Makasih ya udah ikutan GA saya :))

    ReplyDelete
  6. sudah saya titipkan ke 'eyangnya' mak...hehehe... makasih kembali. semoga sukses GAnya.

    ReplyDelete
  7. iya mbak Ninik. masih terkenang2 mbak.

    ReplyDelete
  8. Lucu ya klo cerita tentang hp jadul. Hp pertama saya adalah siemens C45, dulu keren bgt, skrg kayaknya sdh bangkrut tuh perusahaan.

    ReplyDelete
  9. oh iya ya mak Yuni. wah hp nya jadi benar2 jadul tuh kl msh ada.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.