Skip to main content

Suatu Hari di Taman Wisata Umbul

Tiga tahun tinggal di Madiun saya baru menyaksikan kebun binatang di Kabupaten Madiun. Sebetulnya bukan kebun binatang juga, sih, sebab koleksi binatangnya sedikit dan kurang terawat. Tetapi karena penasaran dan anak-anak pun belum pernah ke kebun binatang, maka kami sekeluarga pergi ke sana.
Taman Wisata Umbul namanya. Terletak di Desa Umbul, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Propinsi Jawa Timur. Orang sini menyebutnya 'Ngumbul'. Dengan lokasinya yang mudah dijangkau dari Jalan Raya Ponorogo sebenarnya berpotensi untuk ramai dikunjungi orang. Namun ketika kami berkunjung ke sana  tidaklah terlalu ramai.

Di pintu masuk ada tempat pembelian tiket. Setiap orang dikenai biaya Rp 5.000,00, kecuali anak di bawah standar tinggi badan minimal: gratis. Harga tiket masuk untuk rombongan mungkin berbeda. Halaman luas berconblok terhampar. Ada pohon-pohon besar dan sebuah pendopo. Fungsinya sepertinya untuk pusat informasi.

Di kanan pendopo ada permainan anak-anak seperti becak mini, komidi putar dan mobil mini dengan baterai.


Di sebelah kanannya lagi adalah kolam renang dengan waterbom. Kolam renang ini airnya mengandung sulfur lho, jadi warnanya agak kehijauan atau kekuningan gitu. Airnya pun terasa hangat saat dimasuki. Ada dua tipe kolam renang di sana. Di bawah merupakan kolam dangkal yang landai, cocok untuk anak-anak TK Di atas (iya lho, ada tangga naik ke kolam kedua), ada kolam besar dengan luncuran yang sepertinya lumayan menyenangkan. Di sisi kolam renang juga ada bangku-bangku dengan pohon perindang yang asyik.Menurut penjaga kantin kolam renang, kolam ini buka juga pas malam hari. Weehh...bisa juga ya berdua sama suami berendam di sini, soalnya hangat airnya. Haha...


Oya, buat yang kepingin berendam di air bersulfur bisa pakai kolam pribadi yang ada di dekat kolam dangkal. Kan asyik tuh bisa leyeh-leyeh berendam tanpa terganggu orang lain. Bisa dipakai keluarga juga. Kalau nggak salah ada dua kolam pribadi di sini.

Sumber air sulfur baik untuk mengobati penyakit kulit. Sumbernya dari mana? Ternyata di belakang kolam ada sumurnya. Ini lho yang membuat namanya jadi Umbul. Sumur ini termasuk yang dijaga kelestariannya. Tiap tahun diadakan bersih sumber di sini. Bagi yang ingin lihat, bisa ngintip, tapi jangan kaget ya, ada arca raksasanya di situ. Saya aja sampai kaget pas lihatnya. Ada juga foto-foto lama di dinding tembok keliling sumur yang mengisahkan sejarah sumur itu. Di luar bangunan tembok sumur ada deretan 'padasan' seperti tempat wudhu yang ada di masjid-masjid dulu untuk cuci tangan. Sayangnya saya nggak sempat upload fotonya ke sini keburu hilang. Kalau pingin membuktikan, buruan ke sini deh.


Taman Wisata Umbul dulu juga dikenal sebagai kebun binatang. Ternyata memang ada kebun binatang mini. Deretan kandang binatang ada di sisi kiri pendopo. Ada beruang, merak, kijang, ular, monyet dan kalkun. Bahkan kalkunnya ada yang sedang santai berjalan-jalan di luar kandang. Saya yang tak tega melihat binatang dikurung pun tak bisa menikmati pemandangan itu.


Di depan deretan kandang beruang kami beristirahat sejenak sambil bermain-main. Anak-anak senang sekali bisa berjalan di bambu yang bergoyang dan merangkak melewati ban. Ditambah lagi dengan pohon-pohon peneduh yang besar. Sepertinya di situ adalah tempat ternyaman di sana.


Taman Wisata Umbul sempat dikunjungi banyak orang di masa lalu. Kini, entah mengapa sepi pengunjung. Padahal taman wisata ini berpotensi sebagai tempat rekreasi yang murah meriah bagi warga Madiun Selatan dan Ponorogo. Saya membayangkan anak-anak TK berpiknik di sana tak perlu jauh-jauh, atau berlomba mewarnai gambar di pendopo yang luas, atau para lansia bersenam sehat di sana. Sayang jika potensi milik pemerintah ini dibiarkan saja.

Ke sana lagi? Saya iya.

Update:
Kini Taman Wisata Umbul sudah dilengkapi dengan permainan baru seperti kincir raksasa, kora-kora dan mini jet coaster. Bisa juga untuk kegiatan outbound sekolah.

Comments

  1. Mungkin karena kr koleksi binatangnya krg banyak mak...jd org malas kesna, namanya jg kebun binatang hrsnya byk binatangnya... hihi...
    Btw wkt anak sy kecil sy jg sring ajak dia ke Bonbin di Surabaya, hampir setiap bln, sp sy hafal dimana letak hewan-hewan & semua jlnnya...dr tiketnya dl msh 8rb - 40 rb hehe...

    ReplyDelete
  2. bisa jadi mak. sayang bngt lho. kesannya kl dikelola pemerintah mlh kurang terawat.

    ReplyDelete
  3. Silahkan di coba berkunjung lagi,,Alhamdulillah,sudah mulai ada pembenahan dan penambahan wahana,selain yang di atas,ada lagi beberapa wahana besar yang sudah ada untuk sekarang ini,di antaranya,,bianglala setinggi kurang lebih 27m,Roller Coaster,Kora-Kora,Flying Fox,paddle boat,Arena Outbound,serta mainan khusus balita ada,diantaranya,kereta mini,gajah terbang,komidi gantung,kereta mobil mini,mobil mini,semua wahana seharga 5.000,kecuali Roller Coaster 10.000,serta Flying fox 8.500 per orang,,ada beberapa paketan serta diskon yang di sediakan oleh pengelola,,untuk masalah pengembangan,,harap di maklumi,karena Madiun Umbul Square sendiri mendapat dukungan dana secara bertahap..untuk anggaran tahun depan,rencana awal perluasan Lahan ke arah selatan

    ReplyDelete
  4. Terimakasih atas artikel anda yang menarik dan bermanfaat.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis yang bisa anda kunjungi di
    Pariwisata

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.