Wednesday, 30 November 2016

Kemudahan Layanan Antar Aki #GSAstraDelivery

layanan-antar-aki-gs-astra-delivery

Bicara soal jalanan sekarang, seringkali bikin bergidik. Kendaraan yang jumlahnya makin banyak dan tidak seimbang dengan jumlah dan kondisi jalan raya menyebabkan perilaku di jalanan makin mengenaskan. Nggak usah bicara tentang kota besar, ya, di Kabupaten Madiun saja berada di jalanan itu ibarat main game kebut-kebutan. Para pengendara seolah para pemain yang tidak khawatir bakal remuk redam badannya meskipun ngebut tak terkira. Sepertinya tiap terjatuh mereka bisa bangun lagi terus mengulang dari level terdekat.

Baca juga: Kenapa Anak Kecil Rentan Tertabrak di Jalanan?

Makanya ketika satu teman karib saya hijrah ke ibukota dia sempat keder mau mengendarai mobil di sana yang jalanannya padat dan macetnya ampun-ampunan.
"Bisa-bisa ntar mobilnya kulipat terus aku jalan kaki," kelakarnya waktu itu.
Iya juga sih, kalau mobilnya terbuat dari kertas. Hehehe...

Monday, 21 November 2016

Indah Nuria, Cinta Indonesia Dengan Caranya

Sosok Indah Nuria Savitri saya kenal pada waktu saya membaca kisahnya dalam buku antologi 'Cinta Monumental'. Dalam buku itu, Mbak Indah menceritakan perjuangannya meraih cita-cita sebagai diplomat dan tentang kecintaannya pada Indonesia.

Menjadi diplomat adalah cita-cita yang dibisikkannya kepada Tuhan ketika ia masih kecil. Bertahun-tahun kemudian cita-cita itu terkabul dengan diangkatnya seorang Indah Nuria sebagai PNS pada Kementerian Luar Negeri. Petualangan besarnya pun dimulai.

Di blognya, www.indahnuria.com , perempuan yang, menurut saya, berwatak riang ini mengisahkan kehidupannya di berbagai tempat. New York sekarang adalah persinggahan ibu dua anak ini. Aneka liku hidup seorang WNI di Negeri Paman Sam ini mengasyikkan untuk diikuti.

Friday, 18 November 2016

Hadiah Tablet Untuk Anak

Anak generasi sekarang adalah penduduk asli era digital. Kita, orang tua mereka, adalah pendatang.

Pernah dengar quote semacam itu? Saya sempat mengangguk-angguk setuju saat dalam sebuah acara parenting di sekolahnya anak-anak disinggung hal itu. Iya juga, ya? Kita, para pendatang ini, seringkali gagap saat pegang gadget baru, hadiah tablet, misalnya. Sementara anak-anak hanya dalam hitungan jam (bahkan menit) bisa menguasai gadget dengan mudah.

Sering kan kita lagi bingung utak-atik ponsel atau tablet baru, tau-tau anak kita datang dan dengan tenangnya menjelaskan ke kita, "Gini lho, Bu, caranya." Dan kita pun lalu terheran-heran, kok mereka cepat sekali menguasai si ponsel itu, ya? Lalu kita pun membatin, "Dasar anak zaman sekarang."

Wednesday, 16 November 2016

Ketika Usia Membawa Perubahan

Saya sudah hidup selama hampir 40 tahun di dunia ini. Pasang-surut gelombang kehidupan sebagian sudah saya tempuh. Ada yang berhasil baik, ada juga yang kurang. Ada yang saya syukuri, ada juga yang saya sesali. Dunia berubah, maka saya pun mengalami hal serupa. Setidaknya umur saya makin membesar angkanya. Secara fisik juga tentu banyak berubah. Saya yang dulu hanya dipanggil 'mbak' sekarang juga dipanggil 'bu'. Itulah usia, membawa perubahan.

Baca juga: Menua dengan Senang dan Tenang

Lalu saya amati sekeliling saya. Teman-teman saya yang juga menua seperti saya ada yang mengalami perubahan besar dalam hidup mereka. Bukan melulu pada soal penampilan, jumlah anggota keluarga ataupun jenjang karir mereka, namun lebih pada yang terjadi 'di dalam' diri mereka.

Wednesday, 9 November 2016

Buku Islami Nonpopuler, Teman Di Zaman Akhir

giveaway-buku

Buku-buku Islami nonpopuler akhir-akhir ini menjadi pilihan saya. Buku Islami yang saya maksud adalah buku yang berisi pengetahuan dan tuntunan berislam yang dapat dibaca kapan saja tanpa terikat tren di masa itu. Yang termasuk di dalamnya adalah: sejarah, tafsir Al-Quran, kitab-kitab ulama terdahulu, kumpulan hadits, tata cara beribadah. Buku-buku yang bermanfaat menurut saya untuk menemani sisa usia di zaman akhir ini.

Membeli dan membaca buku bernuansa keagamaan memang bukan kebiasaan baru saya. Sejak mahasiswa saya suka baca buku keagamaan namun lebih pada buku populer. Seperti buku-buku Harun Yahya, buku tentang Hasan Al-Bana, kisah-kisah inspiratif mempertahankan keimanan, jihad angkat senjata dan sejenisnya. Ya, maklumlah, usia muda itu penuh dengan antusiasme dan idealisme.

Friday, 28 October 2016

Menjaga Reputasi

"Kamu itu termasuk mahasiswa yang nggak pernah ngomongin dosen."

Apa? Siapa? Saya?

Komentar seorang teman kuliah saya dulu itu terdengar seperti kisah fiksi ilmiah bagi saya. Tampak terpercaya tapi belum tentu benar. Masak sih saya dikenal sebagai mahasiswa yang tidak pernah ngomongin (jelek tentang) dosen?

Mungkin karena teman saya itu bukan teman terdekat saya. Bisa jadi penilaiannya berdasar hal yang kasat mata baginya atau yang saya tampakkan. Tapi kaget juga saya. Citra mahasiswa baik itu melekat kepada saya selama setidaknya dua puluh tahun terakhir ini. W.O.W.

Bukannya saya ini sering ngomongin dosen, cuma saja penilaian sempurna dari teman saya itu membuka mata saya. Ya tentu saya pernah malas, tidak serius dan lain-lain. Namun ternyata perilaku tidak baik itu tertutupi oleh citra saya yang lain: mahasiswa baik.

Banyak hal di dunia ini yang membuat kita merasa butuh adanya opini kedua. Tapi dalam hal ini saya kira saya tidak perlu opini lain. Biarlah sesekali saya menikmati citra super positif ini. Hehehe... Manusiawi kan?

Monday, 24 October 2016

Mengenal Indonesian South Sea Pearls

Mutiara sejak dulu menjadi primadona. Tapi tahukah kita bahwa produksi mutiara terbesar dan terindah berasal dari perairan Indonesia? Yuk, kenal lebih jauh dengan Indonesian South Sea Pearls!

Pasar dunia saat ini didominasi empat tipe mutiara, yaitu Mutiara Air Tawar (Fresh Water Pearls) yang banyak diproduksi di China; Mutiara Akoya dari perairan Jepang dan China; Mutiara Tahiti yang berwarna hitam (Tahitian Pearls) dan South Sea Pearls atau Mutiara Laut Selatan. South Sea Pearls merupakan tipe mutiara besar yang indah dan langka. Mutiara ini dihasilkan oleh tiram mutiara raksasa, Pinctada maxima, yang hidup di Samudera Hindia yang hangat. Habitatnya membentang dari perairan Barat Laut Australia, perairan Nusa Tenggara, perairan Sulawesi dan Papua, terus ke Utara hingga perairan Filipina dan Myanmar. Tak heran, produsen South Sea Pearls di dunia internasional adalah Indonesia, Australia dan Filipina.