Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2016

Bisa Nitip Anak Saat Belanja Di Pasar Pagottan

Tempat penitipan anak? Bukan. Walau tidak ada tempat penitipan anaknya, tapi bisa nitip anak saat belanja di Pasar Pagottan. Kok bisa? Sebetulnya ada dua nama untuk Pasar Pagottan ini. Mana yang betul, saya kurang tahu. Yang pertama, Pagotan. Yang kedua, Pagottan. Bedanya cuma di 't'-nya. Yang pertama tunggal, yang kedua ganda. Penggunaan nama Pagotan dan Pagottan ini sama-sama larisnya. Posisinya ada di Desa Pagotan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Persisnya ada di Selatan Pabrik Gula Pagottan. Nah, lho. Berhubung keduanya bisa dipakai bersamaan dan diakui keabsahannya, saya pilih memakai nama Pagottan saja, soalnya biar keren. *halah*

Miao Mi, Saluran TV Anak Berbahasa Mandarin Di Indonesia

Sudah kenal dengan Miao Mi, saluran TV anak berbahasa Mandarin di Indonesia? Saya baruuu aja kenalan dengan saluran TV bermaskot kucing oranye kecoklatan ini.

Pagi tadi, setelah beberapa hari puasa TV, saya menyalakan televisi. Seperti biasa, saluran yang muncul pertama kali adalah saluran favorit anak-anak. *kelihatan kan penguasa TV-nya* Iseng-iseng saya cari saluran 38 di Indovision, seingat saya di awal bulan ada BMail masuk yang menginformasikan akan ada penambahan saluran anak baru. Eh,beneran ada: Miao Mi!


Seperti biasa juga, anak-anak duduk terpaku tanpa komentar di depan layar kaca itu. Kalau ada acara baru selalu begitu reaksi mereka. Menimbang dan menakar mungkin, ya. Asyik apa nggak, begitu mungkin pikir mereka. Biasanya kalau nggak asyik si sulung langsung memindah salurannya. Tapi ternyata hari ini tidak seperti itu. Pertanda tertarik? Bisa jadi.

Baca juga: Meteor Garden dan Pengalaman Belajar Bahasa Mandarin

Anak-anak yang terbiasa menonton animasi keluaran Barat, sek…

Alternatif Uang Kembalian Selain Permen

Paling nggak enak ya kalau belanja dapat kembalian permen. Bukan karena nggak suka permen tapi memang nggak mau dapat permen. Soalnya kalau mau permen pasti kita sudah beli. Sayangnya kadang adaaa aja penjual yang kehabisan stok uang kembalian. Nah, biar nggak kesal dan suuzhon sama si penjual, yuk kita pakai alternatif uang kembalian selain permen. Apa aja tuh? Kalau Nilainya Bulat Nilai bulat itu maksudnya senilai 500 atau 1.000 rupiah. Kadang ada musim sulit uang receh. Entah kenapa saya nggak tahu, tapi selalu ada masanya sebagian penjual mengeluh kesulitan dapat uang receh. Barangkali semua receh sedang ditabung di celengan

Bantu Difabel Menyeberang

Waktu saya masih single dulu, di depan kantor sering lewat pasangan suami-istri yang bekerja sebagai tukang pijat urut. Ya, betul. Pasangan suami-istri itu adalah penyandang tuna netra. Biasanya di jam tertentu mereka melintas. Jalan di depan kantor saya adalah jalan kampung. Persis di ujung kantor adalah perempatan tempat bertemunya jalan kampung dengan jalan raya yang menjadi urat nadi di wilayah itu. Meski ramai namun karena posisinya di pedesaan maka tidak ada rambu lalu-lintasnya. Suatu pagi ada kejadian heboh. Dari perempatan terdengar jeritan perempuan dan suara gedubrakan. Kecelakaan, pikir saya. Maklum, tidak ada rambu lalu-lintas jadi laka lantas cukup sering terjadi. Saya melihat dari teras lantai tiga. Betul, ada kecelakaan. Dua orang ibu tampak jatuh terduduk di jalan raya dengan sepeda motor mereka ambruk. Menabrak apa atau siapa? Rupanya ibu-ibu tadi nyaris menabrak si bapak tuna netra.

Di Jogja Ada Kegelisahan Melanda

Sepulang dari kampung halaman di Jogja ada kegelisahan melanda. Kenangan terkini di pergantian tahun 2015-2016 ini menyisakan pertanyaan. Ke mana Jogjaku?
Di mana-mana keramaian ada. Mall baru, hotel di lahan besar dan kecil, pusat jajanan, minimarket. Sejak masuk wilayah DIY di Prambanan, kesesakan mulai terasa. Ini Jogja? Bahkan saya sampai tak bisa memetakan lagi beberapa titik yang kini berkembang menjadi keramaian. "Dulu ini apa, ya?"

Termangu sepanjang jalan menuju rumah orang tua. Tak perlu sampai kota Jogja, Jogja coret saja sudah begitu. Jalan raya penuh, padat, sesak. Ada jalur yang ditutup dan dijadikan satu arah karena saking banyaknya kendaraan melintas. Oh, inikah Jogja

Jam Ngeblog

Teman-teman blogger tulen pasti sudah punya jam ngeblog tersendiri. Berhubung saya belum mencapai maqom blogger tulen, jam ngeblog saya masih asal-asalan. Asal senggang, asal ada ide, asal anak-anak dan suami pada tidur pulas, asal ada kuota internet, asal baterai ponsel masih memungkinkan dan asal nggak diganggu kegiatan medsos-an. :-D Jam ngeblog bagi saya masih lentur. Mengingat tanggung jawab saya cukup besar di ladang jihad (baca: mengurus anak-anak dan rumah), jadilah saya ikhlaskan diri untuk menomorduakan jam ngeblog. Di antara jam ngeblog yang asal-asalan tadi, saya paling bisa menikmati saat pagi dan larut malam

Tren Blogger Indonesia 2016

Apa tren blogger Indonesia 2016? Makin berani! Blogger yang kini makin mendapat pengakuan dari berbagai pihak akan makin mantap mempertahankan posisi tawarnya. Masih hangat berseliweran di time line para blogger hashtag #berkahngeblog yang sempat bikin heboh gara-gara disandingkan dengan FoMO. Ngeblog bakalan bukan hanya mainan mengasyikkan tapi juga menghanyutkan. Yang sudah kadung ketumplekan #berkahngeblog bakalan makin ingin nyilem ke dalamnya. Ya, gimana lagi, ngeblog bagi sebagian orang adalah pekerjaan impian yang bisa dilakoni tanpa meninggalkan pekerjaan utama ataupun meninggalkan rumah dan bocah-bocah. *tunjuk diri sendiri*

Followers Blog Berkurang? Perubahan Kebijakan Google Friend Connect

Follower merupakan salah satu aset penting bagi sebuah blog. Semacam pengakuan akan eksistensi blog, gitu. Asumsi sederhananya banyak follower berarti banyak pembacanya. Punya follower segudang juga meningkatkan kredibilitas blog di mata perusahaan calon pemberi job review. Maka, blogger pun berbondong-bondong memasang tombol 'follow' di blog mereka yang kalau untuk blogspot adalah tombol 'Join This Site with Google Friend Connect'. Bahkan beberapa saat lalu di salah satu komunitas blogger terbesar di Indonesia ada gerakan saling follow. Viral banget, sampai-sampai kolom komentar du grup itu panjaaang kayak kereta di musim lebaran.

Persenjataan Untuk Ngeblog

"Aku pingin nulis, Mbak. Ajarin dong!"
Wuizz...GR berat saya pas ada yang komen begitu di status facebook saya. Apalah daku ini, tapi kok ya ada yang tanya begitu. Habis GR, bahagia. Ternyata aktivitas saya nulis di blog itu bisa diiriin juga. Susah banget mbacanya: di-iri-in. Hihi... Yang lebih bikin bahagia lagi, si penanya adalah ibu-ibu. Emang kenapa kok ibu-ibu nanya bikin bahagia? Biasa aja kali. Ibu-ibu nawar juga biasa! Nggak, kali ini lain dong, kalau nggak lain nggak bisa jadi blogpost. :-DIbu-ibu gitu lho. Tahu sendiri kan yang namanya ibu-ibu itu jadwal kerjanya udah padat, eh kok ya masih merasa kelebihan energi dan kepingin nulis. Apa nggak bikin trenyuh itu? Karena trenyuh itulah saya pun menyarankan dia untuk bikin blog

Blog Saya Bermanfaat

Punya blog, tentu pingin bisa bawa manfaat, kan? Iya, dong. Blog yang sudah susah payah dibangun, masak isinya cuma sampah doang? Jangan, ah! Maunya sih blog saya bermanfaat. Sungguh! Blog damarojat ini, yang saya bangun berdasarkan kebutuhan curhat yang tak terakomodasi di facebook, bermula dari keinginan berbagi. Walapuuun pada akhirnya ada juga tulisan-tulisan yang cuma bisa dibaca sambil lalu tanpa bisa dikomentari atau dishare karena saking kurang nilai tambahnya. Ya, nggak apa, sih. Blog yang terlalu kaku dengan detil dan kesempurnaan malah nggak asyik bagi saya. Padahal pingin juga tuh punya blog yang sekali lihat langsung bikin pembaca jatuh hati. Halah...