Skip to main content

Jam Ngeblog

Teman-teman blogger tulen pasti sudah punya jam ngeblog tersendiri. Berhubung saya belum mencapai maqom blogger tulen, jam ngeblog saya masih asal-asalan. Asal senggang, asal ada ide, asal anak-anak dan suami pada tidur pulas, asal ada kuota internet, asal baterai ponsel masih memungkinkan dan asal nggak diganggu kegiatan medsos-an. :-D

Jam ngeblog bagi saya masih lentur. Mengingat tanggung jawab saya cukup besar di ladang jihad (baca: mengurus anak-anak dan rumah), jadilah saya ikhlaskan diri untuk menomorduakan jam ngeblog.

Di antara jam ngeblog yang asal-asalan tadi, saya paling bisa menikmati saat pagi dan larut malam

Pagi Hari

blogging

Iya, pagi hari, Saudara-Saudara. Pas mentari belum terbit? Bukan. Di jam segitu terlalu riskan untuk ngeblog. Bisa rusak mood saya seharian kalau maksa ngeblog karena biasanya ngeblog di jam itu gagal mengeksekusi. Saya biasanya nulis di jam 8-an, yaitu sepulang mengantar anak ke sekolah. Saya punya waktu 2 jam untuk menyelesaikan satu postingan sebelum berangkat menjemput anak.

Menulis, mengedit, mempublikasikan dan share ke beberapa grup bisa saya lakukan di jam itu sambil mencuci baju atau memasak.

Siang Hari

Berhubung si anak nomor dua masih TK, dia pulang jam 10-11. Kakaknya pulang jam 2 siang. Di antara jam itu saya bisa merekam ide, seperti nulis draft kasar atau judulnya dulu. Hehe... Mengerjakannya sambil wira-wiri mengurus anak. Kadang bisa buka medsos juga dan blog walking.

Malam Hari

Saat anak-anak terlelap, saya juga ikut. Berhubung suami biasanya pulang jam 8 malam ke atas, maka saya punya satu-dua jam tidur lebih dulu. Setelah suami pulang biasanya saya melek untuk membukakan pintu dan menemaninya sebentar. Menulis bisa saya kerjakan setelah suami pergi tidur. Paling longgar deh waktunya. Bisa memoles beberapa draft sekaligus, ada juga yang bisa langsung dipublish.

#

Jam ngeblog yang fleksibel, ya. Di sela-sela ini-itu deh pokoknya. Oya, berhubung saya ngeblog pakai ponsel, saya tidak perlu repot-repot duduk diam di depan layar. Cukup dengan nongkrong di kamar, di depan TV, di teras depan, rebahan di kasur sambil pegang ponsel. Nggak kelihatan sedang nulis draft atau mengedit deh. Nah, kalau teman-teman, kapan nih jam ngeblognya? Ceritakan, dong.

Comments

  1. Aku malah lebih 'embuh' Mbak, ga jelas hahaha! Nyesuaiin mood. Kalo udh keasikan bw malah jd lupa mau nulis apa :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, saya juga masih embuh, malah suka ngelembur untuk 2 postingan di hari yang sama, dan ada juga sehari malah ngga ada ide, seringnya sih malem-malem ditemenin kopi Uhuy :D

      Delete
    2. Hihi...embuh tapi tetep posting to mbak? Aman, aman.

      Delete
  2. Iya, sih. Asal ada kuota..yang penting. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget mbak. Kalau kuota habis galau. Hihihi

      Delete
  3. aku juga masih ngandelin mood kalau posting. tapi biasanya lebih seneng malem-malem kalau ngakses internet via laptop. dari pagi sampai sore jaringannya sering sibuk *lemot banget hehehe

    @gemaulani

    ReplyDelete
  4. Aku? Undefined jua. Hiks. Ada tips ga emak2?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mulai dari yang paling mudah, mulai dari diri sendiri dan mulai sekarang. Jadi inget Aa Gym ya.

      Delete
  5. saya suka ngedraft di HP malam, trus publish dan edit paginya. kalo udah siang ngantuk cape harus masak dan ngurus anak hehe

    ReplyDelete
  6. Sama dong, ngeblog jamnya fleksibel aja..
    kalo gak sempet bikin postingan ya ngeoptimasi yang udah ada. Hihi

    @onlykharisma

    ReplyDelete
  7. Kalau cuma BW asal ada waktu, asal Alfi ndak ganggu ya saya usahakan BW Mbak

    Tapi kalao posting, ngedraft di tablet atau word dulu. Nah untuk 1 postingan bisa berhari2 baru selesai kadang malah cuma mengendap di draft. *ga niat banget* ehehehe

    ReplyDelete
  8. aku juga suka suka sih ya, secara anak mau 3.. jadi gak bisa konsisten ngeblog, blogwalking ajah kadang musti jadi hantu yang gentayangan dini hari pas anak2 sudah tidur dan suami lelap juga tentunya.. xixi

    ReplyDelete
  9. Jadwal ngeblognya teratur banget, ya? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi kok ga produktif juga ya mbak. Hehe

      Delete
  10. Aku bnykan malam mb...klo nglilir...klo siang bgtu pegang hp..dah diincer anake...nonton video pa game..

    ReplyDelete
  11. Kalau saya lebih sering di kantor sih mbak Dama, saya sampai di kantor lebih pagi dari teman-teman, atau waktu istirahat. Atau malam kalau ngga malas atau ngga ngantuk, pokoknya ngga bisa dipastikan mbak. Begitu ada waktu senggang langsung saya gunakan :)

    Setuju bahwa yang utama urusan suami, anak dan rumah dulu, ngeblognya setelah semua beres ya mbak :)

    Eh, hampir lupa : Salam kenal mbak :)

    ReplyDelete
  12. Aku seringnya malam, tapi so far belum punya jadwal tertentu utk ngeBLOg. YG jelas diantara urusan rumah, kerja dan kebersamaan dg keluarga. Kapan bisanya getuu deh

    @ririekayan

    ReplyDelete
  13. Jadwal saya kapan yah,,, yang jelas saat Mood aja entah datangnya kapan itu :)

    ReplyDelete
  14. Mungkin kalau besok udah punya anak gitu ya, sementara belum lebih fleksibel disamakan dengan jadwal perginya asal semua imbang aja.hehee

    ReplyDelete
  15. kepinginnya terjadwal biar kayak setoran posting gt, tp moodnya pasang surut, dan saya msh diperbudak sama mood... hehe...

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.