Skip to main content

Blog Saya Bermanfaat

Punya blog, tentu pingin bisa bawa manfaat, kan? Iya, dong. Blog yang sudah susah payah dibangun, masak isinya cuma sampah doang? Jangan, ah! Maunya sih blog saya bermanfaat. Sungguh!

Blog damarojat ini, yang saya bangun berdasarkan kebutuhan curhat yang tak terakomodasi di facebook, bermula dari keinginan berbagi. Walapuuun pada akhirnya ada juga tulisan-tulisan yang cuma bisa dibaca sambil lalu tanpa bisa dikomentari atau dishare karena saking kurang nilai tambahnya. Ya, nggak apa, sih. Blog yang terlalu kaku dengan detil dan kesempurnaan malah nggak asyik bagi saya. Padahal pingin juga tuh punya blog yang sekali lihat langsung bikin pembaca jatuh hati. Halah...

Oke, kembali ke obrolan tentang blog saya bermanfaat. Bermanfaat buat siapa?
Pertama, buat saya. Iya, saya. Dengan punya blog, saya jadi bisa mencurahkan isi hati dan kepala dengan aman dan teratur. Tiap ada ide atau uneg-uneg, bisa langsung diurai lewat kata-kata di sini. Peribahasa 'visual speaks louder than words' tidak berlaku di sini. Iya, nggak berlaku. Soalnya saya lebih suka dan lebih bisa curhat dengan kata-kata. Hehe...

Kedua, pencari informasi. Terus terang saya heran. Blog ini tidak berisi banyak tentang pariwisata lokal di Madiun, tapi pengunjung yang mampir di sini yang datang dari trafik organik, datang karena keyword objek wisata di Madiun. Jangan mbayangin trafik yang tinggi, ya. Meningkat saat musim liburan, iya memang, tapi tidak besar sekali.

Keyword yang menuntun mereka ke sini antara lain: harga tiket masuk Sun City Madiun, Grape Madiun, juga Reog Ponorogo. Sungguh, saya tidak menyangka tulisan seperti itu malah yang menyumbang trafik untuk blog saya ini. Ternyata potensi lokal memang tak bisa dipandang sebelah mata. Jadi makin mantap nulis hal-hal berbau lokal lagi.

Asyik, ya, punya blog yang bermanfaat. Meski mungkin kecil, tapi ini membuktikan bahwa blog bisa membuat seseorang yang biasa saja menjadi pahlawan. Bukannya saya ingin jadi pahlawan, tapi punya tabungan pahala dari tulisan yang bermanfaat itu sesuatu yang tak ternilai. Harapan saya sih begitu.

Ke depan, saya bercita-cita menjadikan blog ini ladang amal dan ladang upgrading diri. Postingan bertema, teratur dan berisi adalah target saya. Semoga tercapai, aaamiiin. Semoga saya nantinya dapat makin mantap berkata, "Blog saya bermanfaat!"

Comments

  1. punya blog yang bermanfaat itu rasanya senng banget apalagi kalau yang baca banyak^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dikit-dikit ngintip statistik ya mbak jadinya. Hihihi

      Delete
  2. Seneng bgt klo bisa berbagi. Apalagi klo ada yg nanya japri ya.

    ReplyDelete
  3. setuju bgt yg pertama...saya jg ko lebih bisa curhat lewat kata :)

    ReplyDelete
  4. Kalo saya sbnernya bkn hanya blog, maunya setiap nulis ada dikit hikmah yg bs diambil. Jd dakwah terselubung gitu, hehe

    ReplyDelete
  5. Amin..
    semoga tahun ini blognya lebih bermanfaat lagi yah Mbak (doa untuk diri sendiri juga)

    ReplyDelete
  6. Aamin... Semoga dikabulkan mbak. Minimal bisa buat kenang2an klo besok kita dah tua, mata dah rabun... Klo aku itu mbak... Biar anak- cucu yang membaca tulisan2 ibu/ neneknya... * sok tuo tenan. Tapi memang udah lewat 35 ki mbak..

    ReplyDelete
  7. Replies
    1. Saya dari jogja mbak tapi sekarang jadi orang madiun.

      Delete
  8. punya tabungan pahala...itu point banget dalam membuat blog...
    keep happy blogging always...salam dari makassar-banjarbaru :-)

    ReplyDelete
  9. Semangat buat terus berbai di blog ^^/

    ReplyDelete
  10. suka sama poin "blog sebagai ladang amal", ah jadi kepikiran juga buat mengurangi curhatan diganti sesuatu yang sedikit bermanfaat..

    ReplyDelete
  11. hehehe gue juga blognya isinya curhat doang, tapi gue yakin ada yang mengambil manfaat dari blog gue... minimal buat gue sendiri hehehe

    ReplyDelete
  12. Habis baca ini trus tengok tulisan sendiri, banyakan curhat juga hihihi! jadi kesentil harus lebih banyak nulis yg bermanfaat juga ini. Makasih sentilannya ya Mbak Diah ^_^

    ReplyDelete
  13. Karena memang tak banyak info ttg Madiun di internet. Terima kasih sudah menuliskan tentang kota kelahiranku mbak :))

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.