Skip to main content

Followers Blog Berkurang? Perubahan Kebijakan Google Friend Connect

Follower merupakan salah satu aset penting bagi sebuah blog. Semacam pengakuan akan eksistensi blog, gitu. Asumsi sederhananya banyak follower berarti banyak pembacanya. Punya follower segudang juga meningkatkan kredibilitas blog di mata perusahaan calon pemberi job review. Maka, blogger pun berbondong-bondong memasang tombol 'follow' di blog mereka yang kalau untuk blogspot adalah tombol 'Join This Site with Google Friend Connect'. Bahkan beberapa saat lalu di salah satu komunitas blogger terbesar di Indonesia ada gerakan saling follow. Viral banget, sampai-sampai kolom komentar du grup itu panjaaang kayak kereta di musim lebaran.

Pembaca blog yang suka dengan suatu blog bisa langsung klik tombol 'follow' tersebut dan memasukkan data untuk sign in. Bisa dengan akun Google, Yahoo, Twitter, Open ID. Beres. Tapi, mulai 11 Januari ini ada perubahan kebijakan Google Friend Connect. Calon follower hanya bisa follow blog dengan akun Google-nya. Ini pun berdampak pada jumlah follower di blog sebab secara bertahap follower yang sign in dengan akun non-Google akan dihapus. Jadi, ada kemungkinan jumlah followers blog berkurang karenanya. Jangan panik, ini terjadi bukan karena adanya gerakan unfollow masif, tapi karena perubahan kebijakan Google Friend Connect.

Jadi, gimana? Ya, sesuai saran Blogger Buzz, saya menuliskan update ini agar follower yang tiba-tiba terhapus tidak merasa di-PHP sama saya. So, please, bagi follower blog damarojat ini yang dulu sign in pakai akun lain selain akun Google-nya, klik tombol 'Join This Site' lagi, ya. Masih bertengger di bawah area postingan, kok.

Akhir kata, terima kasih banyak untuk followers blog damarojat. Tanpa followers tentu blog ini jadi sepi. Sekali lagi terima kasih. Semoga pertemanan kita bermanfaat. Yang mau follow, boleh banget, lho. *tetep ngiklan*

Comments

  1. Oh pantes punyaku juga berkurang, tapi kok sebelum 11 januari ya? berarti memang diunfollow ya? yasudahlah blog isian curhat ini ya tapi aku masih follow dirimu lho Mak hihihi

    ReplyDelete
  2. Oh ada kebijakan baru rupanya. Makasih infonya ya Mbak Diah.
    Ya mudah2an setelah ini followerku nambah deh kalo hbs berkurang. Maklum follower masih seuprit xixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga tidak termasuk wilayah terdampak ya mbak. *apaan sih*

      Delete
  3. Oh..begitu ya mbak. Aktual sekali beritanya..followersku dah tak cek nggak ga yang ilang sepertinya...tp yo msh dikit..:-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dini hari tadi buka dashboard ada berita ini. Sepertinya sih udah lama di dashboard tapi kucuekin. Itu aja tanggal postingnya blogger buzz 21 Desember 2015.

      Delete
  4. oo gitu ya, saya baru tahu, tapi selama ini follower saya tdk atau belum berkurang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mbak. Saya juga baru baca pengumumannya di dashboard blogger. Semoga nggak kena penurunan ya mbak.

      Delete
  5. punyaku masih sama..masih under 50. BUahahahah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih sama berarti patut disyukuri ya mbak.

      Delete
  6. Replies
    1. Iya mbak. Sabar insya Alloh subur.

      Delete
  7. Ohh gitu ... Punyaku tetep sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Punya saya juga masih tetep sih mbak. Bertahap soalnya.

      Delete
  8. Oh iya bener Mak, mungkin selain GFC udah nggak efektif ya, aku dari 102 jadi 81 hehehe

    ReplyDelete
  9. Hillang buanyak 50 huaaaaa. ... >,<

    ReplyDelete
  10. Aku ga merhatiin sih, Mak. Tapi aku pakai gfc juga. Aduh, aku mah gaptek. Yang penting posting ma bewe

    ReplyDelete
  11. berarti bagi yang nggak pake akun google nggak bisa jadi follower dong, hadeuh manaan saya mah nggak pake akun google pula.
    terimakasih pencerahan ilmunya kak

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.