Skip to main content

Bantu Difabel Menyeberang

Waktu saya masih single dulu, di depan kantor sering lewat pasangan suami-istri yang bekerja sebagai tukang pijat urut. Ya, betul. Pasangan suami-istri itu adalah penyandang tuna netra. Biasanya di jam tertentu mereka melintas. Jalan di depan kantor saya adalah jalan kampung. Persis di ujung kantor adalah perempatan tempat bertemunya jalan kampung dengan jalan raya yang menjadi urat nadi di wilayah itu. Meski ramai namun karena posisinya di pedesaan maka tidak ada rambu lalu-lintasnya.

Suatu pagi ada kejadian heboh. Dari perempatan terdengar jeritan perempuan dan suara gedubrakan. Kecelakaan, pikir saya. Maklum, tidak ada rambu lalu-lintas jadi laka lantas cukup sering terjadi. Saya melihat dari teras lantai tiga. Betul, ada kecelakaan. Dua orang ibu tampak jatuh terduduk di jalan raya dengan sepeda motor mereka ambruk. Menabrak apa atau siapa? Rupanya ibu-ibu tadi nyaris menabrak si bapak tuna netra.

Kedua ibu tadi sempat marah-marah. Mereka terjatuh karena menghindari bapak tuna netra yang, menurut mereka, tiba-tiba menyeberang jalan. Tapi ketika kedua ibu tadi tahu bahwa si bapak yang nyaris tertabrak tadi adalah tuna netra, mereka berhenti marah-marah dan sepertinya terjadi ishlah. Perdamaian.

Teringat kisah itu, saya jadi berpikir. Barangkali perlu adanya rambu-rambu untuk mengingatkan pengguna jalan akan adanya tuna netra dan kaum difabel lain yang mungkin menyeberang. Semacam Zona Selamat Sekolah, supaya pengemudi kendaraan mengurangi kecepatan mereka saat melintas di situ. Kemudian dipasangi rambu peringatan kurangi kecepatan di kanan-kiri jalan.

difabel

Gambar dari https://id.m.wikipedia.org/wiki/Zona_sekolah?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C8962975279

Tempatkan zona penyeberangan ini, katakanlah Zona Difabel Aman, dan rambu tadi di daerah yang sering dilewati kaum difabel. Kalau Zona Selamat Sekolah dicat merah, Zona Difabel Aman ini bisa dicat kuning, sesuai dengan warna paving pemandu bagi difabel seperti yang sering dijumpai di trotoar.

Keuntungan Zona Difabel Aman ini antara lain:

  • Relatif murah dan hemat karena tidak mengubah bentuk fisik jalan raya
  • Tidak memerlukan perawatan khusus seperti lampu lalu-lintas yang harus sering diperiksa
  • Tidak perlu petugas penjaga.

Kekurangannya:

  • Perlu sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat dan terus-menerus
  • Mudah dilanggar pengendara
  • Penyeberang bisa kesulitan mengakses mengingat letaknya di tempat-tempat tertentu saja
  • Kurang cocok di jalan yang padat.

Prinsip dari Zona Difabel Aman ini adalah memberikan fasilitas penyeberangan yang aman dengan biaya terjangkau. Mengapa harus terjangkau? Sebab kaum difabel tersebar tidak hanya di perkotaan yang identik dengan fasilitas memadai, namun juga di pedesaan.

Sebetulnya ada juga kota yang sudah memiliki fasilitas penyeberangan khusus difabel, seperti di kota Depok yang wujudnya adalah pelican-cross. Sayangnya, seperti biasa, ada saja orang yang tidak berhak namun ikut menikmati fasilitas itu. Ya, memang harus selalu didengungkan di media, karena ya...bangsa ini memang masih harus terus diingatkan.

Comments

  1. memang penting banget yah ada zona difabel ini Mbak, ini salah satu cara kita menghormati mereka :)

    ReplyDelete
  2. wah keren idenya...saya gak kepikiran ide ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kang. Cerita lama ini.

      Delete
  3. Saya setuju idenya mbak, tapi lagi2 kita harus mendengungkannya.

    ReplyDelete
  4. wah marka/rambu ya? mantab

    @guru5seni8
    http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com

    ReplyDelete
  5. Banyak tempat umum yang kurang ramah bagi difabel...

    ReplyDelete
  6. Dengan marka khusus semacam ini semoga penggunakan difabel lebih nyaman ya, Mbak.

    ReplyDelete
  7. Mungkin zona aman difabel terutama buat nyebrang bisa dideketin ma pospol, jadinya ada yg bantu nyebrangin. Tapi kalau masyarakatnya bersahabat dan mau bantu sepertinya dimanapun ok.

    Btw Pelican cross yg seperti apa ya mbak? Di Depok dimananya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya lupa belum di-link pelican-crossnya. Itu adalah semavam zebra cross yang dilengkapi lampu penyeberangan yang harus dipencet dulu oleh calon penyeberang.

      Di Depok di depan Balai Kota Depok mbak.

      Delete
  8. Boleh juga idenya. Zona aman Difabel. Tapi kayaknya masih harus diajagain. Kalau dilanggar pengendara kan tetep aja bahaya.

    @gemaulani

    ReplyDelete
  9. Setuju. Sudah saatnya para difabel didukung dengan berbagai fasilitas agar mandiri dan berprestasi

    ReplyDelete
  10. Mungkin bisa ditambahi keterangan visual nya tentang pelican-cross. Barusan sempet searching ttg itu, bermanfaat banget ya, lampu lalu lintas dioperasikan oleh pejalan kaki. Dimana pejalan kaki harus menekan tombol untuk meminta "waktu hijau" pada pengendara kendaraan sehingga pengendara kendaraan berhenti dan pejalan kaki dapat menyebrangi jalan. Dibutuhkan pengertian dan toleransi yang tinggi dari pengendara kendaraan guna memprioritaskan pejalan kaki menyeberang karena pelican crossing biasanya berada bukan pada persimpangan jalan, tetapi pada lokasi-lokasi yang terkadang ramai oleh pejalan kaki.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas. Makasih, sudah saya tambahkan link pelican-cross nya.

      Delete
  11. Kalau menurut saya perlu ada sosialisasi kepada masyarakat tentang fasilitas khusus difabel, Mbak. Sering saya lihat fasilitas pengguna difabel dimanfaatkan masyarakat normal untuk alasan kepraktisan.
    Ah, semoga kejadian diatas menjadi pelajaran buat kita semua agar selalu menghormati disabilitas :)

    ReplyDelete
  12. Ide nya cukup cemerlang, namun memang tetap harus ada sosailisasi karena masyarakat negara ini masih umum memanfaatkan fasilitas yg terkadang bukan diperuntukan baginya

    ReplyDelete
  13. Harus dijaga itu ya fasilitas untuk kaum difabel. Kan kasihan.

    ReplyDelete
  14. Harusnya tuh pemerintah juga lebih memperhatikan kebutuhan difabel, ya?

    ReplyDelete
  15. Ide bagus mbak.. Temanku yang lg nemeni istrinya di australi kyknya pernah crito bab pnyebrangan kyk gini. Di indonesia udah ada to trnyta...

    ReplyDelete
  16. Baru tahu loh kalau ada Zona Diffabel Aman, hehehe :)
    Nambah pengetahuan nich...


    @witri_nduz

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum ada mbak. Ini baru ide saja.

      Delete
  17. klo di luar negeri (bbrp negara yg sdh aku pernah ke sana sih mba), difabel sudah aman dan nyaman deh buat nyeberang...
    mungkin karena gak terlalu ramai juga pengguna jalan juga taat sm aturan zona aman difabel ini.
    di kita msh perlu lebih ditingkatnya kesadarannya pun msh rendah. klo urusan sebrang menyeberang, jangankan yg difabel, yg normal aja suka susssah bgt nyebrang. yang aman kyk jembatan penyembarangan aja msh dikit, paling di pusat kota.

    ReplyDelete
  18. keren idenya mas...
    perlu kerjasama juga sama masyarakat lainnya agar difabel bisa aman dan nyaman di jalan
    @chikarein

    ReplyDelete
  19. Intinya, mereka yang difalbel hanya perlu difasilitasi dan bebas diskriminasi =)

    @kening_lebar

    ReplyDelete
  20. keren juga idenya,, semoga fasilitas untuk difabel di negara kita semakin ditingkatkan
    @aleksdejavu

    ReplyDelete
  21. Indonesia, kaum lemah seperti disabilitas pasti tertindas.Mungkin kita kurang peka terhadap mereka, lagian tidak semua fasilitas umum ramah terhadap mereka. Semoga pemerintah bisa terus mengembangkan fasilitas umum bagi kaum difabel ini yah mba?

    ReplyDelete
  22. saya pernah lihat zona merah di jalan raya, tapi sepertinya berada dekat sekolah.

    Sdh saatnya ada zona penyebarang khusus untuk difabel

    @ririekayan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Itu zona selamat sekolah. Idenya dari situ.

      Delete
  23. Sepertinya akan sangat bermanfaat jika zona penyeberangan khusus difabel ini diterapkan. Di desa saya pun, masih belum ada penerapannya.

    ReplyDelete
  24. Tantangannya ...
    Yang dihadapapi adalah ego manusia yang masih sangat sering mengepentinkang diri sendiri.

    toh, zebra cross tempat manusia normal nybrang aja masih sering ditutup sama pengguna kendaraan bermotor :'(

    ReplyDelete
  25. Di daerah saya belum ada kayak gini

    @amma_chemist

    ReplyDelete
  26. Warbiyasaaaak. Inovasi yang (sekilas) simple, tapi sangat bermanfaat yah

    bukanbocahbiasa(dot)com
    @nurulrahma

    ReplyDelete
  27. Iya mak suka khawatir kalo liat tuna netra nyebrang :( masih jarang ya zona aman ini

    @umimarfa

    ReplyDelete
  28. Perlu sangat ni...tp juga harus sosialisasi ke warga umum yg ngakunya normal tp suka gak normal dengan menyerobot fasillitas difabel.

    @Wawa_eN

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha...iya mas. Tiba-tiba ngaku dufabel ya.

      Delete
  29. fasilitas difabel masih bnayak disabotase.. ksian kadang :(
    @mutmuthea

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.