Skip to main content

Persenjataan Untuk Ngeblog

"Aku pingin nulis, Mbak. Ajarin dong!"
Wuizz...GR berat saya pas ada yang komen begitu di status facebook saya. Apalah daku ini, tapi kok ya ada yang tanya begitu. Habis GR, bahagia. Ternyata aktivitas saya nulis di blog itu bisa diiriin juga. Susah banget mbacanya: di-iri-in. Hihi...

Yang lebih bikin bahagia lagi, si penanya adalah ibu-ibu. Emang kenapa kok ibu-ibu nanya bikin bahagia? Biasa aja kali. Ibu-ibu nawar juga biasa! Nggak, kali ini lain dong, kalau nggak lain nggak bisa jadi blogpost. :-D

Ibu-ibu gitu lho. Tahu sendiri kan yang namanya ibu-ibu itu jadwal kerjanya udah padat, eh kok ya masih merasa kelebihan energi dan kepingin nulis. Apa nggak bikin trenyuh itu? Karena trenyuh itulah saya pun menyarankan dia untuk bikin blog .Entah akhirnya dia jadi bikin atau tidak yang jelas saya mendadak merasa bangga sebagai blogger. Ada yang ngiriin.

Nah, terlepas dari iri atau tidak, kalau pembaca ada yang juga lagi kepingiiin punya blog, atau ada temannya pembaca yang pingin punya blog, bolehlah disimak persenjataan ngeblog berikut ini:

Niat

Siapapun tahu bahwa niat mendasari segala hal, termasuk ngeblog. Ngeblog dengan niat yang sungguh-sungguh tentu akan berdampak pada keseriusan seseorang mengelola blognya. Makin kuat niat, makin bagus. Niat juga perlu ditata agar tak keliru. Niat kuat, bagus. Niat kuat untuk kebaikan, jauh lebih bagus. Kalau kata Pakde Abdul Cholik, niatkan menulis untuk ibadah. Niat yang kuat dan benar insya Alloh akan melahirkan tujuan ngeblog yang benar.

Baca juga: Blog Saya Bermanfaat

Tujuan

Setelah berniat ngeblog, tetapkan tujuan. Ngeblog untuk sekedar curhat, ngeblog untuk menuangkan ide, ngeblog untuk dapat banyak followers, ngeblog untuk mengubah dunia, ngeblog untuk dapat duit dan lain-lain. Monggo saja tujuannya apa, yang penting halal dan baik. Tak usah khawatir kalau merasa belum punya tujuan yang pasti. Lambat-laun insya Alloh jalan menuju ke sana akan terbuka seiring meningkatnya aktivitas ngeblog kita.

Baca juga: Jadi Blogger Tuh Nggak Ada Duitnya

Ilmu

Segala perbuatan hendaklah didasarkan pada ilmu. Sebagaimana mau bisa setir mobil harus tahu ilmunya, mau ngeblog pun harus tahu ilmunya. Ilmu pertama yang harus dikuasai adalah mengerti dan memahami apa blog itu. Pemahaman yang keliru bisa mengakibatkan salah jalan. Dari mana kita tahu pengertian blog yang tepat? Belajarlah dari blog-blog yang sudah mapan dan menayangkan hal-hal baik. Baik-buruknya dilihat dari mana? Dari isinya yang tidak melanggar hukum dan norma.

Ilmu kedua yang wajib dikuasai adalah cara membuat blog. Iya dong. Setelah mantap dengan niat dan tujuan ngeblog serta paham betul apa blog itu, cari tahu cara bikin blog. Bikin blog itu mudah sekali. Googling saja. Blog bisa dibuat dengan platform gratisan di blogspot (blogger), wordpress, tumblr atau blog komunitas seperti kompasiana dan blogdetik. Tinggal pilih. Kalau tidak cocok juga bisa ganti platform dengan mudah.

Ilmu ketiga adalah cara membuat postingan di blog. Mulai dari menulis postingan, editing, menyisipkan gambar, link, hingga publishing.

Baca juga: Mengatasi Writer's Block

Ilmu keempat adalah sharing tulisan di medsos atau yang lainnya.

Otak-atik Blog

Setelah berhasil bikin blog dan menulis di dalamnya sebetulnya itu sudah cukup memenuhi persyaratan sebagai blogger. Cuma, untuk menjadi blogger yang baik harus bisa juga mengotak-atik blog. Mulai ganti template, ganti warna theme, pasang widget dan seterusnya. Untuk keperluan ini, googling saja. Banyak tutorialnya di dunia maya.

Sudah? Belum, sih, sebetulnya. Masih ada kegiatan blog walking, blog maintaining, SEO, dll, dkk, dst. Tapi sebagai langkah awal, persenjataan tadi saya rasa sudah cukup. Selanjutnya tinggal belajar dan belajar. Tidak ada kata instan di dunia ini untuk meraih kesuksesan, termasuk dalam dunia blogging. Tekun dan sabar adalah amunisi yang tepat untuk menjaga kelangsungan hidup sebuah blog.

Oh ya, untuk menunjang kegiatan ngeblog, seseorang mau tak mau harus punya akses ke gadget yang mumpuni, bisa dengan komputer, laptop ataupun ponsel cerdas. Nah, yang sudah ngebet pingin ngeblog, selamat mencoba, ya. Ngeblog itu bukan cuma asyik dan keren tapi juga potensial membuka ladang amal.

Comments

  1. Saat beralih dari tab ke hp...bagian paling lama trnyata editing mb...cilik-cilik...jadi perjuangan sbg blogger smkin terasa..

    ReplyDelete
  2. cilik-cilik tapi tambah asyik kan? apalagi kalo sinyalnya lagi meliuk-liuk trus dikejar dead line. wuh...makin cihuy deh! haha...

    selamat berjuang lis!

    ReplyDelete
  3. Yeah!!! Ayo maju berjuang buat blog! Semangat untuk para blogger Indonesia.

    ReplyDelete
  4. intinya jangan bosan untuk terus belajar yah Mbak :)

    ReplyDelete
  5. nah yang otak atik blog ini yang rumit, harus extra keras belajarnya :)

    ReplyDelete
  6. Kalau mau terjun ke medan perang Ngeblog, amunisi kudu lengkap ya mbak :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.