Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2014

Kelenjar Mammae

Entah hasil nonton iklan apa, yang jelas minggu-minggu ini dua anak laki-laki saya (4 dan 5 tahun) sering berkata "Oleee..." saat sedang bertelanjang dada setelah mandi, sambil merentangkan kedua tangan, lalu tertawa.

Cara Menyisipkan 'Baca Selengkapnya' pada Aplikasi Blogger for Android

Mempublikasikan tulisan di blog bagi setiap blogger tentu merupakan kesenangan tersendiri. Kadangkala tulisan dibuat pendek, kadang pula panjang. Memajang tulisan panjang di halaman depan blog tentu kurang asyik, kurang cantik dan kurang menarik. Lalu bagaimana caranya agar tulisan yang tampil di halaman depan sebagian saja? Sisipkan link 'Baca Selengkapnya' (read more) tentu solusinya. Berikut cara menyisipkan 'Baca Selengkapnya' pada Aplikasi Blogger for Android:Pertama, buka aplikasinya, pilih satu tulisan, atau tulis sebuah artikel. Cara menulis dengan Aplikasi Blogger for Android dapat dibaca di sini.Kedua, pasang gambar atau foto pada artikel, lalu simpan. Cara menyisipkan gambar juga ada pada tautan tadi. Mengapa harus ada gambar? Sebab tanpa ada gambar tampilan tulisan tidak bisa tampil dalam format html. Tanpa format html, kode 'Baca Selengkapnya' tak bisa berfungsi dan tetap akan tampil dalam format kode html. Jika ini yang terjadi, edit dan perbaiki…

Yang Perlu Dihindari Saat BBM Langka

Gonjang-ganjing kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menggelora. Politik pun menjadi makin memanas berbanding lurus dengan kepanikan masyarakat yang mengantri di SPBU. Sebegitu tergantungnyakah kita terhadap BBM?




Tentu kenaikan harga BBM akan berdampak pada banyak sektor. Biaya transportasi meningkat, harga barang juga naik. Wajar jika masyarakat gelisah. Tapi segelisah-gelisahnya, haruslah ada perasaan menerima keadaan agar tak jadi bumerang bagi diri sendiri, terutama bagi yang memiliki masalah kesehatan. Tambah dipikir, tambah bikin stres, jadi penyakit. Gawat, kan?


Selain stres, ada lagi hal yang perlu dihindari saat BBM langka. Apa saja itu?

Memanasi Mesin Kendaraan Berlebihan
Biasanya di pagi hari saat akan digunakan, kendaraan dipanasi dulu mesinnya. Kelirunya, ada yang berlebihan saat memanasi mesin. Ada yang sampai sepuluh menit memanasinya. Wah, itu tak perlu. Coba cek di buku petunjuk pengoperasian kendaraan bermotor. Kita bisa lihat di sana bahwa cukup beberapa m…

Geraham Bungsu Tumbuh Miring

Saat ini saya sedang menikmati dan mensyukuri 'kelebihan' diri. Bukan menyombong, tapi saya sungguh-sungguh tentang kelebihan diri saya yang wajib dinikmati dan disyukuri.
Ceritanya ini kedua kalinya saya harus merasakan puyeng dan sakitnya tumbuh gigi. Iya, gigi geraham bungsu saya yang keempat sedang tumbuh cukup cepat. Tepatnya gigi geraham bungsu yang menghuni rahang bawah bagian kiri. Cenut-cenutnya sungguh nikmat...

Gambar dari toothazipua.blogspot.in/2011/05/geraham-bungsu-dan-permasalahannya.html

Masalahnya bukan hanya ia tumbuh, tapi juga karena tumbuhnya miring sehingga menyundul-nyundul pipi. Aduuuh...sedapnyeee... Hadiah mendekati usia 40 tahun, deh.
Geraham bungsu pertama, kedua dan ketiga saya tumbuh tak lama setelah saya melahirkan anak pertama, lima tahun yang lalu. Posisinya di rahang atas kanan dan kiri dan di rahang bawah sebelah kanan. Yang di kiri atas dan bawah kanan tumbuh normal, tapi yang di atas tumbuh ke samping. Sakitnya saya tahan-tahan selama satu…

Alasan Tidak Beli Motor Matic

Di bulan Agustus tahun lalu saya sedang sibuk-sibuknya mencari informasi tentang sepeda motor. Ya, kami memang berniat membeli sepeda motor karena urusan antar jemput anak ke sekolah sudah menjadi nyata. Repot kalau paginya harus diantar lalu dijemput lagi oleh suami. Alhamdulillaah ada rizki dari Alloh, maka kami pun bisa membeli sepeda motor baru dengan cara dicicil.Masalahnya, mau beli motor apa? Motor kami sebelumnya, yang sudah dijual waktu mau pindah dari Jakarta ke Madiun, merknya Suzuki. Di sini kami dapat pinjaman motor kantor merknya Kawasaki. Saya sendiri dulunya pernah akrab dengan motor Yamaha 2 dan 4 tak. Terakhir motor yang saya tunggangi sebelum menikah adalah Honda. Dari semua merk motor itu, tak ada yang berjenis matic. Pernah juga sih pakai motor matic milik adik saya, tapi kagoknya tidak hilang-hilang.Kembali ke acara pilih motor. Akhirnya, kami memutuskan untuk membeli motor Honda bukan  matic. Alasannya karena kagok? Bukan hanya itu, tapi juga karena:Naik Turun G…

Wingka Katon Kencana

"Awas! Aku bilangin mamaku!", teriak si bocah lelaki sengit.
"Bilangin aja! Emangnya aku takut?!", balas si bocah perempuan tak kalah sengitnya.
"Mamaaaa...!". Si bocah lelaki berlari masuk rumah.
"Huh! Dasar tukang ngadu!", sungut si bocah perempuan.
Tak lama setelah itu...
"Hei! Kamu apain anakku tadi?"
Mata melotot dan suara menggelegar menghentikan langkah bocah perempuan kecil itu. Si mama turun tangan rupanya.

#
Si bocah perempuan itu adalah saya yang sedang bertengkar dengan seorang tetangga, hampir 30 tahun lalu.
Si bocah lelaki itu anaknya bandel, suka nakalin temannya. Tapi giliran dibalas pasti langsung ngadu ke mamanya. Dan yang menyebalkan adalah sang mama kerap juga turun tangan membela si anak, padahal si anak yang salah. Saya ingat betul adegan dimarah-marahi oleh mama tetangga saya itu tadi di dekat mobil di depan rumah tetangga yang lain. Cuma masalah persisnya apa saya lupa. Yang jelas bukan saya yang salah. #ngelesd…

Mencicipi Cita Rasa Pegunungan di Dataran Rendah

Cita rasa pegunungan apa yang bisa dinikmati hingga di dataran rendah? Ini dia!



Dari empatCarica Gemilang yang datang, tinggal dua yang bisa difoto akibat dibuat rebutan anak-anak dan emaknya.

Mengantar Janda-Janda

Ini kisah lucu sewaktu saya masih gadis, masih ngajar di TPA dekat rumah. Ceritanya salah seorang kakak dari santri TPA ada yang gemar mendalang. Ibu saya pernah mendengarnya berlatih mendalang waktu melintas di depan rumahnya. Kakak si santri ini laki-laki dan bersekolah di SMK. Di rumahnya pun ada alat gamelan,

Pangling Karena Ia Berjilbab

Menyambung tulisan saya sebelumnya tentang busana muslim, kali ini saya ingin berbagi keresahan. #apaansih. Begini ceritanya.Suatu siang saya bertemu seseorang yang membuat saya pangling karena ia berjilbab.
"Hei, Mbak. Belanja, ya?", sapa seseorang itu. Saya bengong tapi maksa untuk tersenyum ramah dan menjawab sapaan perempuan cantik itu yang saya temui di penyeberangan jalan dekat Pasar Besar Madiun. Usai menyeberang saya berpikir keras, siapa ya dia tadi? Kok kenal saya? Sepertinya sih wajahnya saya kenal. Tapi di mana?Setelah mencoba mengingat-ingat barulah ketahuan kalau yang menyapa saya tadi adalah ibu dari teman sekolah anak saya yang juga masih ada hubungan kekerabatan. Cuma karena dia berjilbab jadi saya pangling. Pangling sungguhan.Pernah juga saya pangling kepada seorang nenek dari teman anak saya yang berjilbab waktu mengantar cucunya ke sekolah. Biasanya beliau tidak berjilbab. Wah, dapat hidayah nih, alhamdulillaah.Eh, tapi ternyata dua orang yang saya cerit…

Busana Muslim: Identitas atau Seragam?

Tahun Ajaran Baru sudah dimulai. Bagi murid baru adakalanya masih harus bersabar menunggu seragam jadi, termasuk anak kedua saya yang baru masuk TK. "Apa seragamnya sudah jadi, Bu?", tanyanya beberapa kali. Sabar ya, Nak. Masih ngantri.Ada juga orang tua/wali murid yang dibuat pusing gara-gara seragamnya ganti model, seperti yang terjadi di SD dekat rumah yang model seragam pramukanya ganti. Atau pusing karena permintaan 'aneh-aneh' dari pihak sekolah, seperti keponakan saya yang masuk SMP di Surakarta yang di akhir pekan harus pakai beskap (yang laki-laki). Biayanya itu lho... Ada juga yang heboh gara-gara aturannya diubah, seperti di DKI yang katanya harus berbaju daerah di hari Jumat (walau akhirnya masih ditunda kepastiannya). Setelah sebelumnya tiap Jumat berbusana muslim, kenapa sekarang disuruh pakai encim? Saya tidak akan mengurusi perdebatan tentang seragam di DKI itu. Saya hanya ingin menyoroti penggunaan busana muslim: identitas atau seragam?Identitas
Berb…

Kliman

"Jangan kliman, ya" begitu dulu pesan Bapak waktu saya yang masih kecil disuruh pergi beli sesuatu ke warung.

Kliman? Kata apa itu? Apa artinya?

Ternyata kliman itu nama orang. Begini kisahnya:

Apesnya Jadi Orang Jogja

Siang-siang saat makan di warung soto saya bertemu tetangga suami yang berprofesi sebagai paes (juru rias pengantin) yang dua minggu lagi akan merias pada pernikahan adik ipar saya. Obrol sana-sini lalu beliau bertanya dari daerah mana saya berasal. "Jogja", jawab suami saya. Ternyata beliau sering ke Jogja. Katanya, "Paes kalau nggak (berkiblat) ke Jogja dan Solo ke mana lagi?".

Yuk...Disuntik Dulu

Gara-gara hajatan giveawaynya Mbak Nunu el Fasa dan Mbak HM Zwan, saya jadi ingat kisah-kisah lucu yang pernah saya alami dan saya dengar. Bagus juga deh kalau saya buatkan satu label lagi di blog ini: "lucu". Sip, kan! Ya siapa tahu dapat banyak lalu layak dibukukan, aaaaamiiiiin.

Cerita lucu kali ini terjadi waktu saya baru saja resmi jadi ibu lima tahun yang lalu.
Selesai dilahirkan, anak pertama saya, dijadwalkan dapat suntikan

Menuai Di Kala Menua

Momentum pulang kampung adalah saat-saat berkesan. Apalagi setelah sekian lama tak pulang. Menelusuri jalanan dan melihat sekeliling, terasa sekali kampung halaman ini tak menua, bahkan terus meremaja. Gedung baru nan gagah bermunculan di mana-mana bersaing dengan jumlah kendaraan yang merayap meniti jalan raya yang tak lagi mudah diseberangi. Kagum, heran, sekaligus khawatir akan menjadi apa kampung halaman ini.

Suasana berbeda benar-benar terasa saat masuk ke rumah bertemu orang tua. Jika kampung halaman meremaja, orang tua saya menua. Rambut mereka putih, bahkan alis mereka pun putih, suara mereka menjadi parau, badan mereka meringkih. Ah, Bapak dan Ibu, sudah sepuh betul panjenengan berdua. Namun sungguh patut disyukuri, ingatan orang tua saya belum menua. Mereka masih bisa berbincang dan berdiskusi aneka hal dengan anak dan cucu mereka walau cara berpikir dan gaya bicara semakin berjarak.

Saya beruntung. Saya bersyukur dikaruniai dua orang tua yang masih sehat di usia senja mere…