Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2015

I Screwed My Head The Wrong Way

Suatu pagi usai mengantar anak ke sekolah saya berjumpa seorang teman. Teman saya itu ibu dari teman anak saya di TK dulu. Sebut saja namanya Mama Aan. Masih mbak-mbak, masih muda dan cantik. Anaknya baru satu, ya temannya anak saya tadi. Ketemu dia, saya membatin, "Kok si Aan blum punya adek, ya? Padahal Mama Aan masih seger, muda dan cantik gitu?" Ups...astaghfirulloh. Emang apa hubungannya antara seger, muda dan cantik dengan punya anak lagi? Punya anak lagi itu nggak butuh seger, muda dan cantik. Kalau dititipi Alloh ya dititipi aja, gitu. Ah, I screwed my head the wrong way!

Hal Yang Wajib Dipelajari Lelaki Sebelum Menikah

Menikah? Siap aja! Tinggal ke KUA, beres. Bagi perempuan, menikah bisa mengubah banyak hal sehingga tak sedikit perempuan yang mempersiapkan kehidupan barunya dengan serius. Menikah itu bukan cuma upacara pernikahannya, lho, tapi juga hidup sesudahnya. Buat para lelaki, ada hal yang wajib dipelajari sebelum terjun ke dunia orang dewasa ini. Apa saja? Belajar Memuji Memuji siapa? Memuji istri, tentunya. Pujian bagi istri bagaikan tebaran confetti, bagaikan percikan hujan di siang terik. Sedangkan sindiran, celaan bagai kesenggol setrika panas yang lukanya nggak seberapa tapi bikin trauma. Belajarlah memuji. Apapun itu. Masakan istri, dandanan istri, ide istri,apapun. Kalau belum terbiasa memuji dengan kata-kata, cobalah

Indonesianfolktales dot com Kekayaan Budaya Yang Mendunia

Berlebihan tidak sih menyatakan bahwa budaya Indonesia mendunia? Tidak juga, saya kira. Dengan penyebaran orang-orang Indonesia ke berbagai penjuru dunia, budaya Indonesia pun mau tak mau ikut tersebar. Bagaimana dengan kekayaan budaya lisannya berupa kisah-kisah legenda yang sarat nilai moral? Belum adanya tolok ukur yang pasti bukan halangan bagi Indonesia untuk terus menghidupkan cerita rakyatnya. Bertepatan dengan terpilihnya Indonesia sebagai tamu kehormatan dalam perhelatan akbar Frankfurt Book Fair 2015, Komunitas Penulis Bacaan Anak meluncurkan situs indonesianfolktales.com .

Anak-anak Bapak

Kami bertiga adalah anak-anak Bapak. Kakak perempuan saya, saya dan adik laki-laki saya. Waktu kecil kami menamai diri kami 3D: Dewi, Diah, Didik. Top three is 3DMasa kecil kami nikmati di perumahan tentara, yakni di Kompleks AURI Lanud Adisutjipto Yogyakarta. Rumah dinas yang kami tempati ada di ujung Timur kompleks, berpagar persawahan, tepatnya di Blok K. Kalau teman-teman berkesempatan berkunjung ke Museum TNI-AU Dirgantara Mandala, teman-teman bisa berjalan ke

Masjid Besar Kuno Taman Madiun

Masjid Besar Kuno Taman Madiun. Nama yang unik, kan? Penampilannya seunik namanya. Dinamakan Masjid Besar Kuno karena memang ini masjid yang sudah lama berdiri. Arsitekturnya bermodel kuno, didampingi makam kuno juga. Sedangkan 'Taman' adalah nama kekurahan dan kecamatan tempat masjid itu berada, yakni Kelurahan Taman, Kecamatan Taman (makasih tambahan infonya, ya, Mbak Reni).

Perempuan 'Tak Sempurna' Pun Bisa Bahagia

Rasa senang membuncah di dada saya ketika datang kabar gembira dari seorang sahabat yang akan menikah. Seperti biasa, sebagai seorang gadis lajang kala itu (+- 8 tahun yang lalu), saya sebisa mungkin nguntit cerita dari si calon manten. Terlebih lagi saat itu posisi saya sudah single but not available anymore alias sudah dilamar. Pingin tahu dong ya gimana rasanya mau dipek (dimiliki) orang. Eh, ternyata silaturahmi saya ke rumah sahabat itu membuahkan rasa haru yang membiru. Bukan kisah lucu-lucu romantis yang saya dapat dari bibir sahabat saya, tapi malah kisah jatuh-bangunnya yang menurut saya luar biasa.
Sahabat saya, sebut saja namanya Sari, mencari calon suami. Umur 30 tahun membuatnya waspada tingkat tinggi. Beberapa kali ia berusaha mencari calon suami namun tak kunjung cocok. Profesinya sebagai

Anjuran Untuk Tidak Selfie Di Medsos

Selfie, welfie, tampaknya kini begitu marak. Bukan dominasi anak muda saja, ibu-ibu (dan bapak-bapak?) juga ada yang hobi selfie dan welfie. Tujuannya macam-macam, niatnya pun macam-macam. Tampilnya selfiers di medsos juga kemudian memicu pro-kontra hingga lahirlah anjuran untuk tidak selfie di medsos. Dari satu status, anjuran untuk tidak selfie di medsos ini dishare banyak orang sehingga menimbulkan gelombang kejut yang lumayan mengagetkan.

Pengemis Pun Harus Tahu

Ini cerita tentang pengemis. Pengemis pun harus tahu, saya kira. Seorang bapak kelam mendekati saya di parkiran, meraih pintu mobil yang memang sedikit terbuka karena saya berniat keluar, lalu berkata, "Minta uang. Untuk beli makan,"sambil menggerak-gerakkan tangannya menirukan gerak tangan yang menyuap makanan. Kaget, saya pun mengurungkan niat untuk keluar dan buru-buru merogoh dompet. Ada sekian ratus rupiah. Saya ulungkan ke bapak kelam itu. Dia mengambil uang itu lalu menghitung nilainya.

Jelajah Desa

Alhamdulillaah, saya sekekuarga ditempatkan Alloh di sebuah 'surga'. Berlebihan tidak ya, yang jelas perumahan tempat kami tinggal ini dekat dengan persawahan dan dekat jalan raya antarpropinsi. Mau cari yang hingar-bingar bisa, cari sanctuary juga mudah.
Persawahan dengan latar belakang Gunung Lawu dan burung-burung kuntul yang malu-malu. Di Barat ada bayangan Gunung Lawu, di Timur Gunung Wilis. Gunung Wilis dianugerahi pemandangan dan bentang alam yang luar biasa.

Buku 24 Resep Kue Dari Dapur Blogger Kece

Judul:
24Resep Kue dari Dapur Blogger KecePenulis:
Mechta Deera, Leyla Hana, dkk.ISBN:
978-602-0997-15-5Jumlah Halaman:
139 Terbit:
September 2015Penerbit:
SixmidadBonus:
7 Jurus Jitu Menulis Artikel How ToBuku 24 Resep Kue dari Dapur Blogger Kece ini bisa memiliki dua keistimewaan. Yang pertama, proses penyusunannya dilakukan dalam suasana kompetisi. Ya. Buku 24 Resep Kue dari Dapur Blogger Kece ini memang merupakan kumpulan resep peserta sebuah lomba, tepatnya Giveaway Mini: Sepotong Kue untuk Pakde yang diprakarsai oleh blogger yang penuh energi, Pakde Abdul Cholik.