Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2015

Kue Kolak Bintang Satu

Tumben-tumbenan saya nulis resep. Ahai, ada apa? Salah seorang guru saya di dunia blogging, Pakde Abdul Cholik, akan berulang tahun! Beliau menggelar sebuah mini giveaway yang unik dan menggelitik. Gimana nggak, sudahlah dibuka pas mau lebaran, DL-pun dirahasiakan. :-D Saya jadi mikir bikin ini-itu. Setelah nyoba ini-itu, jadilah ini: Kue Kolak Bintang Satu.
Langsung aja, ya ke resepnya.
Bahan:
250 gr ubi (saya pakai ubi kuning)
50 gr gula merah atau sesuai selera
90 cc air untuk membuat air gula
2 pisang kepok kuning
2 lembar daun pandan
Kayu manis batangan sesuai selera
Garam seujung sendok teh.



Alat:
Kertas roti kukus
Cetakan roti kukus
Panci untuk merebus
Saringan teh
Oven

Cara membuat:
Cuci bersih, kupas dan potong-potong ubi.

Potong kecil-kecil satu buah pisang untuk adonan dan potong melintang satu buah pisang yang lain untuk hiasan.
Rendam sebentar satu lembar daun pandan dalam air mendidih agar lemas, lalu potong-potong bentuk bintang.

Belajar Mengaji Dari Masa Ke Masa

Anak sudah mulai masuk sekolah itu berarti emak bapaknya juga ikut belajar. Untuk persiapan kalau ditanya-tanya anak seputar tugas dari guru mereka deh. Termasuk belajar mengaji. Saya belajar lagi nih pas anak saya dapat buku model baru. Rupanya metodenya beda lagi. Iseng-iseng saya kumpulkan buku belajar mengaji dari masa ke masa yang sempat saya saksikan. Ini dia:

Pilih Sendiri Sekolahmu

Sebentar lagi masuk sekolah. Tahun ajaran baru dimulai. Anak sulung saya masuk SD tahun ini. Pilihannya ke SDIT. Saya senang saja anak saya milih SDIT. Selain karena dekaaat banget sama rumah, juga karena guru-gurunya yang saya lihat bersungguh-sungguh dalam beragama. Semoga gurunya istiqomah dan anak saya senang bersekolah di sana. Yang saya herankan, anak sekarang memang milih sendiri sekolah yang diinginkan, ya? Ditawari SD ini dan itu, nggak mau. Keukeuh minta ke SDIT. Dulu, waktu masuk TK juga begitu. Dipilihkan nggak mau. Didaftarkan di TKIT dekat rumah, nggak mau sekolah. Diajak ke TK lain, nggak mau. Maunya setelah diajak ke TKnya ayahnya dulu yang luas tempatnya dan bisa dipakai untuk lari-larian. Hehe...ya bener anak saya dong. Anak kecil kan suka bergerak bebas.

Makan Malam Hore-Hore

Wah, sudah lewat lebaran, ya? Apa kabar semua? Sudah dua belas hari blog ini 'bebas' dari tulisan baru. Maafkan saya, lebaran kali ini banyaaak sekali acaranya. Sampai-sampai sms dari teman ada yang belum sempat saya balas. Dan, ya, saya sungguh berharap dimaklumi, hehe... Lain kali kalau mau liburan, sebaiknya saya nabung draft dulu biar nggak kosong melompong. Aih, memalukan... Oh ya, di kesempatan ini saya ucapkan Selamat Idul Fitri kepada teman-teman. Mohon maaf lahir batin, ya. Terkhusus untuk muslimin dan muslimah, saya ucapkan taqobbalallohu minna wa minkum. Semoga Alloh menerima (amal baik) dari saya dan dari teman-teman sekalian. Aaamiiin.Yuk, yuk, dilanjutkan ngobrolnya. Ada cerita apa pas lebaran? Banyak. Kumpul keluarga di Jogja yang alhamdulillaah bisa full team, kumpul keluarga di Madiun yang juga alhamdulillaah bisa full team, cerita perjalanan mudik dan balik yang ramai lancar. Tapi berhubung sudah ada stasiun TV yang mengabarkan arus mudik dan arus balik, say…

Joglo Manis Ponorogo

Sore tadi (12/7) saya sekeluarga ngabuburit ke Ponorogo. Niatnya cari baju buat bapaknya anak-anak. Baru setengah perburuan si kecil sudah merengek. Mintanya sih istirahat, tapi sebetulnya dia lapar. Okelah, baru dapat baju atasan gpp. Dilanjut besok saja tanpa anak-anak. Sekarang isi perut dulu. Di mana? Di rumah makan favorit kami: Joglo Manis Ponorogo. Sudah beberapa kali kami makan di Joglo Manis Ponorogo dan belum pernah kecewa. Saking belum pernah kecewanya, sampai-sampai kami malas cari tempat makan yang lain. Kalau ke Ponorogo ya makannya di Joglo Manis :-) .

Sensasi Nangkring Di Page One

Blogger norak ini sedang berbahagia. Di tengah suasana mudik yang makin kental, iseng-iseng saya googling dan menemukan beberapa tulisan saya nangkring di page one. Woooh...senengnyaaa... Ini Blogger Dewasa. Nangkring bersama artikel pembatalan pelarangan konten dewasa oleh blogger (blogspot).Ilustrasi Blogger Dewasa saya temukan di halaman ke sekian.

Don't Do Iftar Together

Don't do iftar together! Don't, if you just want to show off. Iftar means to end daily Ramadhan fasting at sunset, as soon as possible after hearing call for prayer. Iftar together means some people have an arranged iftar at the same place and time. What's good about iftar together is that iftar can strengthen the bound among the members whether they are collegas or friends or extended family members.

Blogger Dewasa

Kemarin lalu saya membaca sebuah artikel di blog yang cukup panas topiknya, yaitu tentang pendapat seorang tokoh terkenal di negeri ini yang menuai kontroversi. Pada tulisan itu sang blogger menyetujui pendapat sang tokoh. Tentu sah-sah saja. Blogger itu kan juga warga negara yang dijamin kebebasannya untuk mengeluarkan pendapat.
Yang menarik, sang blogger pada awal tulisannya mempersilakan calon komentator yang kontra dengan pendapatnya (dan pendapat si tokoh) untuk minggir dulu dari forum. Jadi, intinya, si blogger (sedang) tidak ingin mendengar komentar miring yang kadangkala suka bikin panas hati

Mendoakan Keburukan Bagi Diri Sendiri

Bulan lalu ada kabar tak mengenakkan di tempat suami saya bekerja: ada karyawan lapangan yang menggelapkan uang perusahaan plus menggadaikan kendaraan dinasnya. Ketika diselidiki ternyata karyawan yang ini punya utang banyak di luar selain uang yang digelapkan. Astaghfirulloh. Bukannya saya mau ngrasani a lias ngegosip ya, ini untuk pelajaran saja. Uang segitu banyaknya di kemanakan saja? Bangun rumah tidak, judi tidak, istri baru pun tidak. Sungguh sesuatu yang tak patut ditiru. Naudzubillaahi min dzaalik. Di akhir cerita,

Cara Mengatasi Writer's Block A La Blogger Rumahan

Tulisan ini terinspirasi dari pengalaman saya sendiri terkurung dalam sebuah pasungan ide a lias writer's block. Sungguh sebuah kondisi yang membingungkan. Ide mandul atau mejen. Tahu mejen kan? Itu lho keadaan mercon yang sudah disulut tapi nggak jadi meledak der der duer cether cether. Melempem. Yak, tul. Begitulah saya berhari-hari terakhir ini. :-( Ya, ya, banyak cara untuk keluar dari writer's block, salah satunya saya dapat selama ketersesatan saya di dunia mejen tadi. Apppa saja oleh-oleh dari negeri antah-berantah yang sama menakutkannya dengan wonderland-nya si Alice ini? *saya betulan nggak suka cerita itu* Ini dia cara mengatasi writer's block a la blogger rumahan: