Skip to main content

Makan Malam Hore-Hore

Wah, sudah lewat lebaran, ya? Apa kabar semua? Sudah dua belas hari blog ini 'bebas' dari tulisan baru. Maafkan saya, lebaran kali ini banyaaak sekali acaranya. Sampai-sampai sms dari teman ada yang belum sempat saya balas. Dan, ya, saya sungguh berharap dimaklumi, hehe... Lain kali kalau mau liburan, sebaiknya saya nabung draft dulu biar nggak kosong melompong. Aih, memalukan...

Oh ya, di kesempatan ini saya ucapkan Selamat Idul Fitri kepada teman-teman. Mohon maaf lahir batin, ya. Terkhusus untuk muslimin dan muslimah, saya ucapkan taqobbalallohu minna wa minkum. Semoga Alloh menerima (amal baik) dari saya dan dari teman-teman sekalian. Aaamiiin.

Yuk, yuk, dilanjutkan ngobrolnya. Ada cerita apa pas lebaran? Banyak. Kumpul keluarga di Jogja yang alhamdulillaah bisa full team, kumpul keluarga di Madiun yang juga alhamdulillaah bisa full team, cerita perjalanan mudik dan balik yang ramai lancar. Tapi berhubung sudah ada stasiun TV yang mengabarkan arus mudik dan arus balik, saya cerita yang lain saja, ah. Soal makan malam hore-hore.

Ceritanya, pasca lebaran kami sekeluarga sudah dilanda kejenuhan makan di luar. Kebetulan saya juga nggak punya persediaan bahan makanan di dapur. Bakul sayur juga belum pada komplit. Ya belum komplit orangnya, ya belum komplit jualannya. Jadilah dua malam yang lalu kami makan malam hore-hore.

Maksudnya apa sih? Maksudnya makan malam seadanya, yang penting hepi. Hehe...Makannya cuma nasi, kecap, telur rebus dan kerupuk bentuk ikan kecil-kecil warna pink. Hore, kan?

Kerupuk yang beginian. Nggak sempat motret, jadi untuk urusan hore-hore terpaksa pinjam gambar dari https://martymochtar.wordpress.com/2013/10/?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C5403576047

Sudah nggak mikir lagi ada gizinya atau tidak, sehat atau tidak. Yang penting hepi! Terbukti kami makan sambil rebutan kerupuk. :-D Ya, namanya juga lebaran, haha... Tapi tenang, meski hore-hore makanannya insya Alloh aman semua.

Sekali-sekali bolehlah ya makan yang hore-hore gini. Bisa jadi kenangan juga, kan? Buktinya saya posting di sini. *halah* Oke. Kalau teman-teman, pernah makan yang hore-hore juga nggak? Menunya apa? Pas di kesempatan apa? Sama siapa aja? Cerita, ya. Saya tunggu.

Comments

  1. bicara kerupuk, jd inget temen nih sejak kuliah kalo makan hobiiii banget sama kerupuk. emang bikin hepi kriuk kriuk :D

    ReplyDelete
  2. Oh...klo krupuk gmbr ikan....blm pernah nemu di sini mb. Adanya krupuk warna-warni yang bentuknya mirip taro. Iya....disini yang jualan juga blm pd buka lagi. Paling aman saat ada telur, di ceplok...dadar. Kdng nasi goreng. Yang penting msknya ga pke lama....

    ReplyDelete
  3. belom pernah sih kayaknya, kalo gak ada makanan ya paling makan di luar, terus bilang "Horeee"...
    jadinya ya makan hore-hore juga :D

    ReplyDelete
  4. maaf lahir bathin ya mak....
    saya pernah makan krupuk seperti itu, memang rasanya enak :)

    ReplyDelete
  5. Aku nggak masak & gak jajan hahahaa.... makan di kakak2 ipar

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.